
Keesokan harinya Dara menjalani rutinitasnya seperti biasanya dengan sangat teliti dan juga penuh tanggung jawab.
Hari demi hari pun berlalu dan Dara pun menjadi semakin hebat di dalam bidangnya ia terus berusaha memberikan yang terbaik dengan si Deyon sebagai motivasinya.
Karena Melihat Deyon yang begitu gigih dan juga sangat pintar Dara pun memotivasi dirinya untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.
Setiap harinya ketika ia berada di rumah sakit itu dan membatu orang- orang yang membutuhkan dan juga bisa menyelamatkan nyawa seseorang merupakan suatu kebanggaan yang tidak bisa di utarakan dengan kata- kata.
Dia menyadari jika menjadi Dokter bukanlah hanya sekedar jabatan yang bergengsi namun juga tanggung jawab akan nyawa seseorang.
Meskipun awalnya dia tidak menyukai jabatan ini namun pada akhinya dia menyadari bahwa ia mulai terbiasa dan menyukai semua ini.
Dara merasa senang bisa membantu orang- orang yang sakit dan juga bisa melihat mereka tersenyum kembali itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri baginya.
Meskipun dia belum menjadi dokter seeutuhnya seperti kekasihnya si Deyon tetapi dia mau berusaha melakukan yang terbaik lagi kedepannya.
Karena Dara merupakan anak yang cukup pintar jadi ia bisa mempelajari segala hal dengan lebih cepat dan juga mendapat pujian dari beberapa pemimpin rumah sakit itu.
Hari Demi hari pun ia lalui dengan sangat baik dan juga mulai terbiasa dengan keberadaan Deyon yang jauh di sana juga sudah mulai terbiasa dengan hubungan jarak jauh dan hanya memberi kabar lewat sosial media.
Namun terkadang Dara sangat lah merindukan kekasihnya itu dan juga sangat ingin menemuinya di negara sana.
Dia sangat berharap suatu saat nanti bisa menemuinya disana menghabiskan waktu bersama sepanjang waktu.
Sehingga Dara pun menanamkan harapan yang sangat tinggi kepada dirinya sendiri untuk bisa menjadi yang terbaik agar bisa di rekomendasikan ke tempat yang sama di mana Deyon bertugas.
Hubunganya Dengan Jayson pun menjadi lebih baik dari sebelumnya, Dara merasa dia lumayan cukup baik tidak seburuk yang di pikirkannya.
" nihh buat kamu..." memberikan minuman kesukaannya ketika istirahat di kantin rumah sakit.
Mereka pun makan siang bersama sambil berbincang- bincang tentang beberapa hal yang harus di tanganinya.
" makasii yaa.." jawab Dara yanh sudah mulai akrab dengannya dan sepertinya sudah menjadi teman baik.
Setelah makan siang dan mengobrol bersama mereka pun kembali melanjutkan tugas mereka yang sangat sibuk belakangan ini.
__ADS_1
memeriksa setiap pasien yang ada di sana dengan sangat penuh tanggung jawab dan juga perhatian yang tulua layaknya seorang dokter yang sesungguhnya.
Jayson yang melihatnya begitu antusias saat memberikan penanganan kepada pasien membuatnya begitu kagum kepadanya.
Sambil tersenyum melihatnya dengan tatapan yang dalam seperti sudah mulai tumbuh benih- benih cinta di dalam dirinya.
" kanapa? kenapa kamu natap aku kayak gitu..." tanya Dara yang mulai sadar bahwa Jasyon memperhatikannya sejak tadi.
" gakk.. gakk papa..." jawab Jayson dengan langsung memalingkan wajahnya yang berpura- pura tidak melihatnya.
Dara pun tersenyum mendecik curiga, masih saja tidak mau mengakui bahwa dia memperhatikan Dara sejak tadi.
Dara pun pergi menuju kamar pasien yang lain untuk memeriksanya, dan ketika Jayson di tinggalkan sendiri disana lagi- lagi ia tersenyum melihatnya.
Sepertinya Dia sudah benar- benar ada rasa terhadap Dara, perlakuannya setiap hari pun sudah semakin baik dan lebih perhatian dan juga hangat terhadap Dara.
Namun apakah Dara akan berpaling terhadap lelaki lain ataukah masih tetap setia kepada Deyon,tidak ada yang tau tentang masa depan namun kita tetap harus menata masa depan dan juga menikmati masa yang sekarang.
Hari sudah mulai larut malam karena hari ini Dara dan juga Jayson lembur jadi mereka pulanh lebih larut daripada yang lainnya.
bisa di bilang tidak termasuk mengantar juga karena murah mereka kebetulan searah dan juga sangat dekat jadi mereka memutuskan pulang bersama.
Ketika sedang berjalan tiba- tiba terdengar suara gemuruh yang sangat kuat, Jayson pun terkejut dengan suara itu dan juga bingunh dari mana asal suara itu.
Dara yang di sampingnya sudah tersenyum cengengesan dengan memegang perutnya yang berbunyi dengan keras.
" hhmmm ternyata perut kamu...aku kira suara gemuruh darimana!" ucap Deyon dengan pemandang Dara dengan senyum.
" heee... " jawab Dara yang cengengesan.
" kamu laper... makan dulu yukk.. kebetulan aku juga laper nihh.." ucap Jayson dengan basa- basinya agar bisa makan malam bersama Dara.
" yaa udahh makan dulu... kerja lembur jadi belum sempet makan.." jawab Dara yang langsunh setuju dengan perkataannya.
Mereka pun makan malam di sebuah restaurant yang ada di dekat sana karena kebetulan masih ada yang buka di jam segini.
__ADS_1
Dara pun makan dengan sangat lahap karena sudah sangat lapar..
" kamu gak makan.." ucap Dara dengan makanan yang masih banyak di mulutnya yang melihat Jayson hanya menyentuh sedikit makanannya.
" iyaaa.. iyaaa... kamu makan aja.." jawabnya dengan terus memperhatikan Dara yang makan dengan begitu lahap tanpa jaim kepada orang di depannya.
" pelan- pelan makannya...gak ada yang ngambil makanan kamu kok..." ucapnya lagi dengan senyum.
" maaf... laper banget soalnya..." jawab Dara yang masig fokus dengan makanannya.
" kamu tau gakk aku udahh lama gak makan makanan seenak ini... di rumah masak sendiri cuma bisa makan makanan instan aja.." ucapnya lagi dengan sedih mengasihani dirinya sendiri karena merasa sangat malang.
Jayson yang hanya mendengarkan ceritanya dengan senang hati dan juga merasa sedikit iba namun juga terheran melihat tingkahnya yang sangat unik itu.
" iyaa.. iyaa.. tapi pelan- pelan makannya.." ucap Jayson yang melihatnya makan sangat tidak teratur.
" kamu ini gak bisa jaim dikit apa yaa... " ucapnya lagi dengan sangat heran dengan kelakuannya.
" kenapa harus jaim.. kita kan teman.. kalau sama teman gak usah pakek jaim- jaim segala.." jawab Dara dengan sok akrabnya itu.
Jayson yang mendengar perkataanya yang mengatakan bahwa mereka hanya sekedar berteman membuat hatinya sangat sedih, meskipun semua itu adalah benar namun entah kenapa dia merasa sangat sedih.
Namun dia tetap menunjukan senyumannya kepada Dara agar merasa senang dan juga tidak mau merusak suasana malam ini, selain itu dia juga tidak mau perasaannya saat ini akan mempengaruhi pertemananya terhadap Dara.
Setelah selesai makan malam mereka pun melanjukan perjalanan untuk pulang karena hari sudah semakin larut.
Setelah beberapa menit mereka pun sampai di rumah Dara terlebih dahulu.
" yaa udahh aku duluan yaa.. byee" ucap Dara dengan melambaikan tangannya tanda perpisahan.
"gak mau nawarin aku masuk gitu..." jawab Jayson dengan candaan.
" gakk usahh lain kali aja... " ucap Dara dengan berteriak agar terdengar Jasyon karena ia sudah sampai di depan pintunya.
Jayson pun tersenyum dan melanjutkan perjalanannya untuk pulang dengan gayanya yang cool dengan kedua tangannya masuk ke dalam katung saku celananya.
__ADS_1
...****************...