Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 53


__ADS_3

Di sisi lain masih ada Dea yang tidak suka melihat Dara dan Deyon menjadi dekat kembali, tatapan matanya begitu penuh dendam dan ambisi yang sangat besar.


seolah- olah ia ingin menghancurkan semua kebahagian mereka, karena ambisinya yang terlalu besar sehingga membuatnya lupa diri.


" aku gak akan biarin kalian bahagia.." ucap Dea dengan begitu penuh amarah ketika melihatnya bersama.


" kalau aku gak bisa memiliki Deyon maka orang lain juga gak bisa.." ucapnya lagi dengan penuh tatapan kebencian.


Dengan senyum kebencian Dea pun pergi dari tempat itu, dari gerak geriknya ia seperti memiliki niat jahat yang sudah di rencanakan.


Dara yang masih terlihat begitu senang berasa Deyon mereka pergi ke sebuah tempat yang biasanya mereka kunjungi dulu.


Setelah beberapa menit mereka pun sampai di sebuah danau yang pernah mereka kunjungi sebelum Deyon pergi keluar negeri.


berharap Deyon bisa mengingat semua kenangannya dulu dan bisa kembali mengingatnya.


" apa dulu kita sering ke sini.." tanya Deyon yang sedikit familiar dengan tempat ini namun masih tidak bisa mengingatnya.


" iyaa dulu kita selalu menghabiskan waktu di tempat ini... dan kalau aku sedang sedih kamu pasti bawa aku ke tempat ini.." jawab Dara dengan begitu penuh menghayatan ketika mengingat tempat itu.


" maaf yaa aku masih belum bisa mengingatnya.." ucap Deyon yang merasa sedikit tersentuh mendengar perkataan Dara namun masih belum mau mengakuinya sebelum ada kepastian.


" iyaa gpp... aku yakin kok semua bisa kembali seperti dulu lagi.." jawab Dara yang berusaha tersenyum tegar.


Mereka pun menjadi saling menatap dan sama- sama tersenyum, ingin berusaha berjuang bersama melewati masa- masa sulit ini.


Setelah beberapa saat melihat- lihat di sekitar danau itu mereka pun akhirnya pergi dari tempat itu sambil berjalan- jalan menikmati udara yang segar, siapa tau Deyon bisa mengingat beberapa hal.


tidak lama kemudian mereka pun telah sampai di kampus dan kembali ke kelas masing- masing.


" yaa udah aku balik ke kelas dulu yaa.." ucap Dara yang merasa cukup senang hari ini karena bisa jalan- jalan bersama Deyon.


" iyaa aku juga balik yaa.." jawab Deyon.


Dara pun terlebih dahulu kembali ke kelasnya baru setelah itu Deyon pun juga kembali ke kelasnya.

__ADS_1


Namun ketika Dara menuju kelas tiba- tiba di pertengahan ia di hentikan oleh Dea.


" tungguu..." ucapnya dengan penuh kekesalan.


" kita bisa bicara sebentar.." ucapnya lagi yang ingin bicara empat mata dengannya untuk suatu hal yang penting terlihat dari tatapan matanya.


Melihat raut wajahnya yang begitu serius Dara pun menyetujui permintaanya dan langsung mengikutinya menuju tempat yang sepi untuk berbicara denganya.


"aku mau terus terang aja sama kamu... aku harap kamu jangan dekati Deyon lagi.. karena dia itu milik aku.." ucapnya yang memberikan peringatan untuk Dara agar tidak merebut orang yang dia suka.


" maksud kamu apaa yaa... kenapa aku gak boleh dekat sama Deyon... kamu tau kan dia itu pacar aku.." jawab Dara yang merasa tidak terima dengan perkataan Dea itu.


" iyaa aku tauu... tapi kamu juga tauu kan kondisi Deyon yang sekarang ... kamu juga tau kann kalau dia itu amesia akibat kecelakaan." ucap Dea yang memberikan penjelasan tentang kondisi Deyon saat ini.


" iyaa aku atuu terus apa hubunganya semua ini dengan menjauhi Deyon..." jawab Dara lagi yang sejujurnya ia tau bahwa Dea menyukai Deyon sejak lama dan mungkin ini hanyalah akal- akalannya untuk membodohinya.


"kamu tau saat Deyon kecelakaan aku yang selalu menemaninya setiap saat dan dokter juga bilang kalau dia tidak boleh memaksakan diri untuk mengingat kembali masa lalunya... jadi aku harap kamu jauhin Deyon, semua ini untuk kebaikanya juga." ucapnya lagi dengan menjelaskan panjang lebar maksudnya itu dengan niatnya itu ia sangat berharap Dara akan menjauhi deyon.


Sehingga ia akan lebih mudah mendapatkan hati Deyon karena sudah tidak ada Dara lagi yang menghalanginya.


ia tidak bisa menjauhi Deyon namun di sisi lain ia juga tidak mau Deyon menderita karenanya.


" aku harap kamu pikir baik- baik yaaa... dan tentukam keputusanya aku yakin kamu pasti tau mana yang terbaik.." ucap Dea yang memberinya peringatan sekali lagi.


" yaaa udahh kalau gitu aku pergi..." ucapnya lagi dengan wajahnya yang terlihat angkuh.


Berjalan di samping Dara dengan hembusannya yang kuat dan juga tatapnya yang sangat tajam,


di sisi lain Dara yang masih berdiam diri di sana dengan penuh kebingungan dan juga merasa sedih.


" oohhh yaa aku harap kamu gak egois yaa.." ucap Dea lagi yang ketika berada di belakang Dara yang melirik kearahnya untuk mengatakan kata- kata yang sedikit kejam itu.


Dea pun langsung pergi dengan senyuman sinisnya dan juga merasa senang karena telah berkata demikian kepada Dara karena ia tau kalau Dara adalah orang yang sangat polos dan selalu mementingkan orang lain.


Sehingga ia berpikir Dara pasti akan menuruti perkataanya.

__ADS_1


Setelah itu Dara pun kembali ke dalam kelasnya dengan raut wajah yang sedih setelah mendengar perkataan Dea barusan.


Semua itu selalu memenuhi kepalanya sehingga ia tidak bisa fokus ia hanya duduk termenung di tempat duduknya dengan tatapan yang kosong.


" kenapa lagi sihhhh...? " tanya jayson yang tiba- tiba muncul di sampingnya dan langsung duduk di sebelahnya.


" gakk kenapa- napa kok.." jawab Dara yang tidak mau menceritakan masalahnya itu.


" yakinnn gak papa... apa di Deyon itu yang nyakitin kamu lagi.." ucap Jayson yang menjadi emosional dan berpikir bahwa Deyon yang menyakiti Dara.


" eehhh enggak... engakkk... aku gak papa kok.." jawan Dara yang memberitaunya bahwa ia baik- baik saja dan tidak ada hubunganya sama sekali dengan Deyon.


" beneran gak papa.." jawab Jayson yang memastikanya sekali lagi.


" iyaa beneran gak papa.." ucap Dara dengan mengangguk.


Jayson pun mempercayainya bahwa ia baik- baik saja walaupun Jayson tau kalau Dara sedang sedih dan ada sesuatu yang ia sembunyikan.


Namun ia juga tidak mau memperkeruh suasana dan membuatnya semakin sedih.


sehingga Jayson pun memituskan diam saja dan lebih mendukungnya saja.


Namun dalam hati Jayson ia berpikir bahwa Deyon lah yang membuat Dara menjadi seperti ini karena hanya dia lah orang yang bisa membuat Dara sedih.


karena tidak terima orang yang di cintainya di sakiti orang lain dan ingin membuta perhitungan denganya.


Meskipun di luar Jayson terlihat tenang namun sebenarnya ia bisa melakukan apapun yang ia mau bahkan melakukan hal tanpa pikir panjang dulu.


" oohh yaa aku keluar bentar yaa.." ucap Jayson yang langsung pergi begitu saja dengan sangat terburu- buru.


Dara pun bahkan belum sempat bertanya kemana ia akan pergi namun ia sudah menghilang begitu saja dari hadapanya.


Dara pun merasa heran dengan temannya itu yang sikapnua agak sedikit aneh, namun ia juga tidak mau ambil pusing karena pikirannya sudah kacau.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2