
Deyon yang tersenyum setelah menggodanya dan merasa senang melihatnya malu- malu seperti itu dia terlihat sangat manis.
akan tetapi di balik senyum itu tersimpan rasa khawatir dan juga takut yang selalu menggagu dirinya.
tidak ingin kekasihnya tau dan membuatnya kecewa akan dirinya itu.
lama- kelamaan senyum di bibirnya itu pun memudar dan muncul kerutan di setiap sudut wajahnya.
berusaha menenangkan dirinya dan hanya ingin membuat Dara selalu tersenyum sepanjang harinya.
Deyon pun mengejar Dara yang sedang berlari dan langsung merangkulnya dan kembali berjalan bersama.
mereka menikmati suasana senja yang indah dengan warna langit jingga yang menawan di sertai hembusan angin yang mengejukam hati
menambah suasana romantis pasangan muda itu.
Suatu hari sewaktu jam istirahat Dara yang tidak sengaja melewati ruang Dosen dan melihat Deyon berada di ruangan tersebut.
Dara penasaran apa yang sebenarnya terjadi, dia medekat ke pintu ruangan itu yang tidak tertutup dengan rapat.
ia menguping pembicaraan mereka
Betapa terkejutnya Dara mendengar bahwa Deyon akan pergi ke luar negeri ia mendapat rekomendasi dari kampusnya bahwa ada salah satu rumah sakit terbaik di luar negeri yang tertarik kepadanya.
tidak heran banyak rumah sakit yang menginginkannya dan tertarik kepadanya karena dia sangatlah berbakat dan juga kompeten.
ketika mendengar semua itu Dara menjadi kacau ia tidak tau harus bagaimana
haruskah dia senang atau sedih atas apa yang terjadi.
ia pun berlari sambil menangis menuju kelasnya,
menangis dengan tersedu- sedu sambil berusaha menenangkan dirinya.
ia merasa keweca dengan kekasihnya itu kenapa dia tidak mengatakannya dengan jujur kalau dia ingin pergi keluar negeri.
"kenapa dia berbohong " pikiran itu selalu muncul dalam benaknya
yang membuatnya menjadi sangat kacau dan juga sedih.
saat pulang kuliah Deyon mengantar Dara kerumahnya akan tetapi ada yang aneh dengannya
sepanjanh jalan Dara tidak berbicara sepatah kata pun ia hanya duduk termenung dengan wajah yang suram.
Deyon yang merasa aneh dengan sikapnya itu pun merasa kebingungan apa yang sebenarnya terjadi.
" kenapa kamu diam saja" tanya Deyon yang bingung akan dirinya hari ini.
__ADS_1
" gak papa" jawabnya singkat.
melihatnya dengan wajah yang cemberut Deyon pun tidak berani berkata banyak
takut membuatnya semakin marah dan tersinggung,dia hanya bisa diam saja dan bertanua-tanya dalam hatinya.
tidak lama setelahnya mereka pun sampai di depan rumah Dara
tanpa berkata apapun Dara keluar dari mobil itu dengan wajah yanh masam tanpa berpamitan pada Deyon.
merasa tidak tahan dengan semua ini Deyon pun memutuskan untuk bertanya penjelasannya.
" tunggu! kamu kepana sebenarnya" tanya Deyon yang sudah tidak tahan sejak tadi.
menarik tangannya dan berdiri tepat di hadapanya menghalanginya untuk masuk ke dalam rumahnya sebelum ia medapat penjelasan tentang apa yang terjadi.
mengapa ia sikapnya menjadi aneh dan mengabaikan dirinya.
" kenapa kamu jadi cuek begini, kenapa kamu terus mengabaikan aku? apa kau ada salah? apa ada yang mengganggu pikiran kamu?" tanyanya dengan bertubi- tubi.
" gakk papa" ucapnya lagi dengan kata yang sama.
menyelengos seperti tidak ingin melihat Deyon
" tunggu!" ucap Deyon lagi yang menghentikannya.
" kalo gak papa kenapa kamu cuekin aku?" tanyanua lagi dengan penuh emosi.
" kenapa kamu bohong" teriak Dara yang sudah tidak bisa menahan semuanya apalagi dengan pertanyaanya yang bertubi- tubi di tambah lagi bendungan di matanya yang sudah mau menerobos.
" bo.. bohong apa?" tanya Deyon yang tiba- tiba tercengang dengan perkataan Dara apakah dia sudah tau yang sebenarnya
" kamu mau keluar negeri kan" jawab Dara dengan emosi yang dan air pun menetes dari sudut matanya.
" jadi kamu sudah tauu" ucap Deyon dengan nada yang melemah karena terkejut Dara sudah mengetahui kebenarannya.
" iyaa,,, kenapa kamu sembunyiin semua itu dari aku,,, kenapa?" tanyanya Dengan penuh amarah dan air mata yang mengalir dengan deras.
" aku gak bermaksud menutupi semua itu dari kamu" ucapnya yang ingin berusaha menjelaskan.
" jadi bener kamu mau keluar negeri?" tanya Dara sekali lagi untuk memastikannya.
Deyon yang tidak bisa berkata- kata lagi hanya menganggukan kepalanya.
" maafiin aku Darr aku gak bermaksud bohongin kamu, aku cuma belum ada waktu yang tepat untuk ngomong ke kamu" jawabnya dengan merasa bersalah.
" aku mau bilang tapi juga takut kamu kecewa" ucapnya lagi.
__ADS_1
" tapi dengan kamu kayak gini malah bikin aku tambah kecewa" balas Dara dengan emosi.
" maafin aku Darr" ucap Deyon yang hanya mampu mengucapkan kata maaf saja.
" aku mau nenangin diri dulu" ucap Dara yang langsung menyelengos pergi meninggalkan Deyon dengan kekecewaannya.
Deyon dengan wajah sedihnya berdiam diri di tempat itu
tidak menghentikan Dara lagi karena tau dirinya bersalah padanya dan tidak ingin memperburuk suasana dengan mengganggunya lagi.
oleh sebab itu Deyon membiarkannya pergi untun meredakan emosinya meskipun sejujurnya dia juga merasa sakit dengan semua ini.
tapi apalah daya dia tidak punya pilihan lain lagi Deyon sejujurnya juga tidak ingin pergi akan tetapi ada suatu hal yang mengharuskan dia pergi.
rasa sakit yang masalah yanh dia pendam benar- benar menyulitkannya, menanggung beban yang besar tapi tak bisa mengutarakannya.
berharap suatu saat nanti semua akan membaik dan dia memperbaiki semua ini.
Deyon pun dengan wajah sedih dan pucat pergi meninggalkan rumah Dara dengan mobilnya itu.
di sisi lain Dara yang masuk ke dalam kamarnya dengan rasa sakit yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
ia menangis dengan sangat amat keras sehingga membuatnya sesak nafas.
air matanya tak mau berhenti menetes ia terus mengusap- usap air matanya tapi tetap saja air itu mengalir dengan deras.
seharian ia terus menangis hingga matanya menjadi sembab, tidak berselera untuk makan bahkan beraktivitas puk rasanya tidak sanggup lagi.
" kenapa rasanya sesakit iniiii..." teriak Dara dengan wajahnya yang masih menangis tersedu- sedu.
Keesokan harinya ia masuk ke kampusnya dengan wajah yang datar tetapi di balik wajah datar itu ada rasa sakit yang ia sembunyikan.
tetap ia akan menuju ke kelasnya ia bertemu dengan Deyon
masih merasa kecewa ia mengabaikannya dan hanya melewatinya tanpa menolehnya sedikit pun.
berusaha kuat untuk tidak bertegur sapa meski hatinya sangat sesak.
Deyon yang menoleh bermaksud menyapanya kembali mengurungkan niatnya karena Dara masih mengabaikannya.
kini mereka menjadi perang dingin seperti tidak mengenal satu sama lain meski sebenarnya masih saling menyayangi.
sikap dingin satu sama lain tidak mau mengalah dan menerusakan ego masing- masing.
saling menjauh dan saling menghidari membuat suasana kampuspun menjadi sedingin sekap mereka.
akankah mereka bisa melawan egonya masing- masing ataukah malah meneruskannya
__ADS_1
masih jadi tanda tanya
*********