Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 30


__ADS_3

Setelah meninggalkan Dara dengan wajah kesalnya pria itu pun duduk di meja perpustakaan yang kosonh di paling pojok.


sangat serius mengerjakan sesuatu yang entah apa itu, tidak ada yang mengetahuinya. begitu serius dengan apa yang di kerjakannnya dia terlihat cukup tampan seperti aktor antagonis di sebuah komik.


apalagi sertai dengan tatapkan yang sadis namun juga terlihat cool. dengan tatapannya yang tajam dan terfokus pada sebuah buku yang menumpuk di hadapannya.


bahkan alam pun ikut menjadi pendukung ketampanan yang langka itu, sebuah tirai yang sedikit terbuka dan hembusan angin dari luar jendela serta sinar mentari yang tampak menyinari wajahnya.


dengan adanya fenomena alam yang mendukung karakternya itu membuatnya terlihat seperti pemeran utama dalam sebuah cerita, begitu bersinar dan juga menawan.


Di sisi lain Dara yang masih kesal dengan pria itu membuatnya sangat geram dan juga sangat marah.


Dara pun pergi dari tempat itu dengan marah dan mengambil tasnya langsung pergi dengan wajah yang penuh emosi.


tiada tempat menenangkan diri selain berasama kekasihnya itu. karena baginya tiada tempat yang paling indah untuk bersandar selain dirinya.


Dengan wajah yang kesal Dara menghampiri Deyon yang sedang bertugas di sebuah leb.


datang dengan wajah yang cemberut dan langkah yang tergesa- gesa langsung saja memanggil nama Deyon dan langsung memelukanya.


Deyon yang kebingungan dengan sikapnya itu dan tidak mengetahui apa yang terjadi sehingga membuat kesal seperti ini.


Deyon pun membalas pelukannnya itu dan menenangkannya, menepuk- nepuk pundaknya dan menanyakan apa yang tengah terjadi.


" kamu kenapa heemm.." tanya Deyon dengan lembut.


" gak papa kok hanya ingin memelukmu saja" jawab Dara yang semakin mengeratkan pelukannya itu.


Deyon pun membalas pelukannya dengan hangat dan juga mengelus- elus kepalanya agar Dara merasa lebih tenang.


Deyon tidak mau memperkeruh suasana dengan menanyakan apa yang tengah terjadi karena dia tidak ingin membuat Dara makin sedih.


Deyon pun mempercayainya bahwa tidak terjadi apa- apa denganya meskipun dia tau ada sesuatu yang telah terjadi sehingga membuatnya kesal seperti ini.


dia hanya memberikan ruang untuk Dara agar menenangkan suasana hatinya dan dia pun yakin jika waktunya tepat Dara pasti menceritakan semuanya.

__ADS_1


" yaa udahhh kamu ikut aku bentar yukk" ucap Deyon yang tiba- tiba melepaskan pelukannya dan mengajaknya ke suatu tempat.


" kemana? " tanya Dara penasaran.


" udahh ikut aja" ucap Deyon lagi dan langsung menggandeng tanganya dan berlari keluar dari tempat ini.


berlari dengan penuh semangat Deyon menggandeng tangan Dara dengan erat dan membawa ke sebuah tempat yang begitu indah.


Sebuah taman yang indah di tepi danau yang di kelilingi pepohonan dan juga rerumputan yang hijau serta hembusan angin yang sejuk.


sebuah tempat duduk di tepi danau, Deyon mengajaknya beristirahat disana untuk menenangkan pikirannya.


" kamu tunggu disini yaa..." ucap Deyon yang meninggalkan Dara di tempat itu seorang diri.


" kamu mau kemana? " tanya Dara yang kebingungan kenapa mengajaknya ke tempat ini tapu malah meninggalkannya.


" udahh kamu tinggu aja, aku gak lama kok" jawab Deyon dengan tersenyum dan langsung berlari meninggalkannya.


Dara pun duduk di tempat itu seorang diri sambil menikmati pemandangan yang indah dan sejuk.


sambil memjamkan matanya untuk merilekskan pikirannya yang sedang kacau, dengan adanya hembusan angin yang sejuk melewati pipinya itu dan menerbangkan beberapa helai rambutnya membuatnya menjadi lebih tenang.


Sebuah es krim menempel di pipinya tentu saja hal itu perbuatan sang kekasih yang sedikit usil.


Dara pun melihatnya dengan tersenyum dan mengambil es krim itu,


Deyon pun duduk di sampingnya sambil menikmati es krim bersama- sama sambil menikmati pemandangan yang indah.


" Dari mana kamu mendapatkan es krim ini" tanya Dara sambil menyantapnya.


" disini kan gak ada warung ataupun supermarket" ucap Dara lagi yang masih saja sibuk dengan es krimnya itu.


" yaa adalahh pokoknya,,,, yang penting kamu seneng kannn..." jawab Deyon dengan rahasianya dan kebiasaanya yang unik itu.


" iyaa aku seneng... makasii yaa..." ucap Dara dengan bahagia dan senyuman di wajahnya itu.

__ADS_1


menyenderkan kepalanya di bahu Deyon dengan pandangan yang fokus ke depan yang masih tampak sedikit kesal dan juga sedih bercampur aduk.


" kamu sebenarnya kenapa? " tanya Deyon lagi yang melihatnya masih sedih dan juga sedikit murung.


Dara pun hanya diam saja dengan tatapannya yang kosong.


" kalau kamu belum mau cerita gak papa tapi jangan jadi beban juga buat kamunya inget jangan simpan masalah sendiri yaa..." ucap Deyon lagi dengan sifatnya yang dewasa dan berusaha menenangkan Dara dengan mengelus- elus kepalanya.


Mereka pun menghabiskan waktu bersama disana sambil bercumbu mesra menikmati hari kebersamaan yang tidak tau kapan akan berakhir.


kesedihan yang di hadapi satu sama lain membuatnya saling menderita, meskipun menunjukan sikap tanpa beban dan beruhasa terlihat bahagia.


Tanpa mereka sadari hari pun sudah mulai senja sinar mentari sudah mulai meredup dan suasana pun menjadi semakin dingin.


mereka pun akhirnya memutuskan untung pulang karena hari sudah semakin gelap dan cuacanya semakin dingin.


Deyon yang seperti biasa mengantar Dara pulang ke rumahnya dengan berjalan santai sambil merbincang- bicang ringan.


karena anginnya begitu dingin dan melihat Dara yang mengenakan pakaian femininya itu membuat Deyon berinisiatif melepas jas yang di kenakannya dan langsung memakaikannya kepada Dara.


Dara yang merasa tersentuh langsung menatapnya dan tersenyum tersipu malu namun juga senang.


" oohh yaa gimana urusan kamu? kapan kamu akan pergi?" tanya Dara dengan tiba- tiba.


" haaahhh eeee belum pasti sii! kenapa tiba- tiba kamu nanya kayak gitu " jawab Deyon yang terkejut dengan pertanyaa Dara.


" yaa gak papa, eee agar aku bisa mempersiapkan diri untuk berpisah sama kamu" balas Dara dengan nada yang sedih.


Deyon pun hanya bisa diam saja dengan kata- katanya karena dia juga bingung akankah dia pergi atau memilih tetap tinggal disini.


" kamu pengennya aku pergi atau tetap disini" jawab Deyon dengan menghentikan langkahnya dan langsung menatapnya dalam- dalam sambil memegang kedua pundaknya.


" haaaaa eee aku..." Dara pun bingung harus menjawabnya karena sejujurnya ia tidak rela dia pergi akan tetapi ia juga tidak mau menghentikannya untuk menggapai impiannya.


" kalau kamu gak mau aku pergi aku akan tetap tinggal" ucap Deyon dengan meyakinkannya.

__ADS_1


" aku... aku mau kamu tetap pergi dan meraih impian kamu, aku gak kau jadi penghalang buat masa depan kamu karena aku yakin dan percaya sama kamu, kamu pasti bisa jaga hati kamu untuk aku dan begitu pun aku, aku juga bakalan jaga hati aku untuk kamu" jawab Dara dengan meyakinkan Deyon dan berusaha memberikan semangat untuknya.


*********


__ADS_2