
Keesokan harinya Dara pun berangkat ke kampus pagi- pagi sekali bahkan kampus pun masih sangat sepi,
untuk mencari beberapa sumber lagi tentunya dia harus lebih giat lagi,
tidak hanya sendiri dia pun sudah di tunggu di depan kampus oleh seseorang
siapa lagi kalau bukan Deyon.
mereka pun saling menyapa satu sama lain dan bergegas menuju ruang perpustakaan untuk membicarakan hal tersebut.
Sesampainya di perpustakaan mereka pun langsung membuka sebuah laptop untuk merangkun beberapa informasi yang telah di dapat.
setelah beberapa lama mereka berdiskusi tetapi semua itu masih belum cukup valid untuk membuktikan pada semuanya, merekan pun sudah mulai nejuh dan lelah dengan semunya.
" aduuhhh gimana nii informasi yang kita dapat masih belum cukup ni" ucap Dara yang sudah mulai putus asa
" kamu kan siswa unggulan di sini apa kamu tidak tau tentang ini" ucap Dara lagi yang memandang Deyon berharap dia tau sesuatu
" gimana yaa aku sii biasanya belum pernah melakukan ini, ini juga baru pertama kalinya mengambil keputusan ini aku juga sedikit bingung sii, tapi pasti ada solusinya" jawab Deyon yang juga tidak tau apa- apa tetapi tetap berusaha meyakinkan Dara agar tidak putus asa.
" maaf yaa gara- gara aku kamu jadi ikut terlibat masalah ini" ucap Dara yang tiba- tiba merasa bersalah kepadanya.
" heeyyy gak papa jangan terus merasa bersalah, pasti ada solusinya" jawab Deyon yang menenangkan suasana hatinya yang tiba- tiba berubah menjadi bersedih.
"oohh yaa hampir aja lupa, aku udah buat janji sama dokter yang mau aku kenalin ke kamu" ucap Deyon lagi dengan menegaskan suatu hal.
" oohh yaaa jadi kapan kita bisa ketemu" jawab Dara yang menjadi bersemangat kembali.
" sabar dong aku belum selesai ngomong" balas Deyon yang merasa heran kenapa mood cewek bisa tiba- tiba berubah yang tadinya sedih sekarang langsung bersemangat benar- benar suatu hal yang membuatnya bingung.
" iyaa maaf terlalu excited jadi kebawa suasana dehh" jawab Dara sambil nyegir tanpa dosa.
" jadi gini aku udah buat janji sama beliau dan beliau bilang bisa tapi hari ini sekitar jam 1 siang gitu karena waktu beliau sangat padat selali paling cuma bisa ketemi 10 atau 20 menit aja" jawab Deyon dengan serius menjelaskan dengan panjang lebar.
__ADS_1
" yaa udahh gak papa nanti kita langsung kesana aja" balas Dara yang masih bersemangat.
" iyaaa tapi kita gak boleh telat dan tempatnya juga lumayan jauh dari sini" ucap Deyon
" yaa udahh kita siap- siap sekarang aja biar cepet" jawab Dara yang langsung mengajaknya bergegas.
"nanti aku pesen taxi online yaa" ucap Dara lagi
" yaa udah aku hubingin beliau dulu yaa" jawab Deyon langsung mengambil handphone di sakunya.
tidak lama kemudian mereka pun bergegas pergi kerumah sakit untuk bertemu seorang ahli dokter bedah.
taxi online yanh di pesannya pun telah tiba di depan kampus mereka yang telah menunggunya sejak tadi pun langsung segera masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju tujuan.
akan tetapi di tengan jalan mereka malah di halang oleh kemacetan yang begitu parah mereka pun mulai panik dan bingung harus bagaimana.
waktu yanh tersisa pun semakin sedikit dan jalan masih penuh dengan mobil dan motor yang berjejer tanpa bergerak sedikit pun.
" aduhhh gimana nihhh waktunya udah mepet lagi, kalau gak keburu gimana" ucap Dara yang sudah panik dari tadi
Sambil memikirkan solusi agar bisa keluar dari zona kemacetan ini dengan melihat lihat keluar jendela apakah ada celah untuknya.
setelah lama berpikir dan menyita waktu yang ada Deyon pun melihat sebuah sepeda di pinggir jalan tanpa ada pemiliknya.
Tanpa berpikir panjang Deyon pun segera mengajak Dara keluar dari mobil itu dan berlari menuju sepeda tanpa pemilik itu.
Dengan segera mengendarai sepeda tanpa pemilik itu dan segera melaju menerobos jalanan yang begitu macet.
Deyon dengan cepat menggayung sepeda itu berharap waktunya masih keburu, disisi lain Dara yang di boncengnya dengan mememgang baju bagian pinggangnya karena tidak berani memeluknya .
Meskipun begitu Dara cukup merasa senang dan tersipu akan dirinya yang begitu tampan dan berkarisma ketika sedang serius daripada ketika dia sedang usil dan mengganggu.
Dara terus saja memandanginya dengan terpesona sepanjang perjalanan Deyon yang mengetahuinya juga ikut tersenyum senang.
__ADS_1
dia pun dengan sengaja mempercepat kecepatan goesnya setelah itu menarik rimnya agar Dara bisa memeluknya karena terkejut.
ketika di peluk Deyon pun tersenyum dan memstabilkan kembali kecepatan sepedanya akan tetapi Dara yang merasa tidak enak hari pun dengan perlahan mulai melepas pegangannya.
Dengan tiba- tiba Deyon memegang kembali tangannya dan mengeratkan kembali pelukannya
" pegangan aja biar gak jatuh" ucap Deyon yang masih memegang tangannya.
" hahhhh eee iyaa" jawab Dara yang sedikit gugup namun juga senang
Dengan tersenyum malu Dara kembali memeluk erat pinggang Deyon yang begitu sixpack benar- benar enak untuk di peluk.
Setelah beberapa lama mereka mengendarai sepeda itu akhirnya mereka pun sampai di tempat tersebut akan tetapi waktunya hanya tinggal 5 menit lagi.
mereka pun segera berlari memuju ruang pak dokter yang akan di tuju, berlari dengan menelusuri setiap oranh yang lewat di sekitaran rumah sakit yang lumayan ramai.
Deyon dengan erat memegang tangan Dara untuk berlari mengikuti langkahnya yang agak panjang itu.
berhenti secara tiba- tiba di depan ruang pak dokter itu dengan kondisi tubuh yang ngos- ngosan karena berlari.
Akan tetapi pak dokter yang akan di temuinya akan segera pergi bertugas lagi dan tidak bisa berbincang dengan mereka.
Mereka pun yang merasa sedih dan kecewa terus membujuk dokter itu agar di beri kesempatan.
" maaf tapi waktu saya sudah habis" ucap dokter itu dengan wajah yang datar dan juga berwibawa yang keluar dari ruangannya dan akan segera pergi.
" tapi dok tolong beri saya waktu sedikit saja saya sudah bersusah payah untuk datang kesini" jawab Dara dengan wajah panik dan terus membujuk dokter itu yang akan segera pergi dengan beberapa asistennya.
" tapi saya tidak suka dengan orang yang telat dan menyia- nyiakan waktu" ucap dokter itu yang masih dengan wajah datarnya
" saya mohon beri saya waktu sedikit aja " jawab Dara yang terus saja membujuknya.
" maaf saya harus segera pergi kamu jangan buang- buang waktu kamu disini dan jangan halangi saya lagi" jawab dokter itu dan langsung pergi dengan wajah datarnya tanpa rasa simpati sedikit pun.
__ADS_1
Dara yanh merasa kecewa dengan semua yang telah di lakukannya menjadi sia- sia.
*********