
Berlari dengan menggenggam tangan Masya dengan erat membuatnya kebingungan, kenapa sahabatnya bertingkah aneh.
" tunggu dehh ngomong-ngomong kenapa kita lari yaa" ucap Masya dengan melepaskan genggaman Dara.
" gue jadi bingung emngnya dia siapa kenapa kita harus lari " tanyanya lagi kebingungan.
" eee dia itu cowok yang aku ceritaiin" jawabnya sembari mengelus dadanya yang sesak dan ngos-ngosan karena berlari tadi.
" apaa! jadi dia orangnya" sontak kaget mendengarnya.
" tapi kalo dilihat lihat dia ganteng juga" ucapnya lagi sembari tersenyum.
" iihhh apaan sii kamu " jawab Dara dengan nada yang sedikit kesal.
" yiihhh kok jadu marahh jangan-jangan lo suka yaa sama dia.." balas Masya menggodanya.
" tenang aja gue gak akan ngerebut orang yang sahabat gue suka kok" ucapnya lagi dengan merangkulnya sambil menaikan alisnya berulang kali.
" iihhh apaan sii.. enggak kok." jawabnya malu-malu dan berusaha mengelak.
" udahh ngaku aja" godanya lagi sambil tertawa senang.
" iihh apaan sii udahh ahhh pulang aja yukk" jawabnya mengalihkan pembicaraan dan menariknya pulang.
Berjalan dengan senang dan Masya yang masih terus menggodanya hingga memmbuatnya semakin malu dan sedikit gugup.
***
beberapa minggu kemudian
adalah hari yang baru bagi Dara karena hari merupakan hari pertama ia menginjak bangku kuliah.
dimana semua terasa asing dan baru baginya, sendirian memulai tanpa adanya sahabatnya di sampingnya benar-benar hal tak pernah ada dalam mimpinya.
huuhhh menghela nafas
" hari ini aku benar benar sendirian tak seorang pun aku kenal disini, bagaimana ini" gumamnya pelan mengeluh pada keadaan
bagi seorang gadis pemalu hal yang baru merupakan mimpi terburuk dalam hidupnya, menyesuaikan diri, mulai beradaptasi tak mengenal siapapun adalah hal yang paling tidak disukainya.
" bisakah aku melewati semua ini sendirian" gumamnya lagi, untuk Dara anak yang susah bergaul dengan orang lain tentu saja ini hal sulit baginya apalagi tanpa sahabatnya yang selalu menemaninya itu tidak ada disampingnya.
__ADS_1
Berjalan menuju aula sebuah fakultas kedokteran benar- benar membuatnya gugup dan gemetar
dengan perlahan membuka pintu yang begitu besar melihat sekelompok orang bekerumun di barisan paling depan dengan tatapan yang sinis melihatnya dilihat dari penampilannya sepertinya merupakn sekelompok orang populer.
merasa tak pantas berada dikerumunan orang populer itu dan juga tidak berani dengan terpaksa ia duduk di belakang seorang diri
menoleh kesana kemari tanpa ada yang dikenalnya dan juga tidak ada yang memperdulikannya
dunia seperti ini benar-benar membuatnya tidak nyaman rasanya ingin sekali cepat pulang.
suara hentak kaki pun datang dari balik pintu yang besar itu sebuah kaki yang panjang muncul dari balik pintu, semua orang tercengang terutama para gadis-gadis yang berada di barisan paling depan itu.
Datang sesosok pria yang sangat tampan, tinggi dan sangat berkarisma memasuki ruang aula dengan langkahnya yang panjang berjalan menuju panggung dengan membawa sebuah amplop besar ditangannya.
tidak hanya sendiran dia juga didampingi dua orang sepertinya itu dosen karena dilihat dari penampilannya memang seperti dosen beda halnya dengan pria satu itu yang jauh lebih muda dan tidak terlihat seperti dosen melainkan seperti seorang cio.
Dara yang kaget melihat sosok pria itu yang tidak lain adalah pria yang ditemuinya beberapa minggu lalu pria yang membuatnya gagal pindah fakultas itu.
" selamat pagi anak- anak" ucap salah satu dosen itu
" selamat pagi" jawab semuanya dengan kompak dengan pandangan yang tertuju pada pria muda itu.
" baik hari ini kalian akan didampingi oleh Deyon, dia adalah murid terpintar di kampus ini" ucap dosen itu dengan memperkenalkan pria muda di sampingnya
" hallo semuanya saya Deyon" ucapnya lembut dan sopan
"bimbingan hari ini akan diwakilkan oleh saya harap kerjasamanya " ucapnya lagi
memjelaskan dengan panjang lembar dengan begitu detail dan terperinci tapi tidak semua orang memperhatikan apa yang dijelaskannya melainkan terpesona oleh ketampanannya.
bebepara jam kemudian bimbingan itu pun selesai semua orang pergi meninggalkan ruang aula.
para gadis- gadis berpamitan dengan Deyon dengan gayanya yang begitu centil membuat Deyon sedikit merasa geli.
Tidak lupa disusul dengan Dara yang meninggalkan ruanh aula paling terakhir sengaja menghindari Deyon dengan benjalan pelan menundukkan kepalanya dengan memegang sebuah buku ditangannya segera pergi disaat Deyon sedang merapikan berkas diatas mejanya.
" Tunggu!"
Tiba-tiba mendengar suara itu membuat Dara terkejut dan menghentikan langkahnya.
Dengan wajah yang panik dan berkeringat dingin membuatnya mati rasa
__ADS_1
" kenapa dia tiba-tiba memanggilku" ucapnya dalam hati.
" dia mauu apa yaa" gumamnya lagi dalam hati yang membuatnya semakin takut.
Deyon menghampiri Dara yanh sudah tidak bergerak bagaikan patung
" kamu Dara kan kenalin saya Deyon senior kamu nantinya" ucapnya dengan humble sambil menjulurkan tangannya mengajak berkenalan
" ii... iiyaaa pak eehh kak maksudnya " jawabnya gugup dan membalas jabat tangannya dengan perlahan dan sedikit gemetar.
" panggil aja Deyon " ucapnya lalu melepas jabatan tangannya dengan sedikit senyuman disudut bibirnya
" apa kamu ada kerjaan sekarang" tanya Deyon
" eee tidak ada kak eehh Deyon" jawabnya pelan
" okee karena kamu gak ada kerjaan tolong bantu saya bawa semua manekin ini ke ruang lan yaa" ucapnya memberi perintah dengan gayanya yang sedikit belagu.
" tapi kenapa harus saya" jawabnya dengan nada yang sedikit keras.
" yaa karena cuma kamu yang ada di sini jadi cuma kamu yang bisa bantu saya" ucapnya lagi dengan nada yang agak songong.
" iyaa" jawabnya pasrah
Dara yang sulit untuk menolak bantuan orang lain tentu saja harus melakukannya meskipun dalam hati tidak suka dan ingin menolak tapi mulut berbicara lain, hal ini benar -benar membuatnya kesal kenapa hati hati dan mulut selalu berkata berbeda.
membawa banyak barang untuk dipindahkan ke ruang lab membuatnya kerepotan dan susah untuk bergerak karena badannya yang sedikit kecil dan juga pendek membuatnya tidak bisa melihat jalan dengan jelas.
Deyon yang mengawasinya dari belakang membutnya tersenyum puas melihat Dara yang kesulitan dan berjalan tak beraturan.
" harusnya dia yang bawa ini semua masak harus aku yang cewek bawa barang sebanyak ini terus dia malah enak-enakan ngawasin doang" gumamnya dalam hati,
hanya bisa kesal dan melampiaskan kemarahan dalam hati tanpa bisa melontarkanny itu lah sifat yang dimiliki Dara.
setelah menaruh barang-barang tersebut Dara ngos-ngosan setelah membawa barang yang begitu banyak
meregangkan tanganya yang pegal sambil melihat kebelakang yang ternyata Deyon tidak ada dibelakangnya, mata yang mencari-cari ke sekitar
" pasti dia udah pergi dasar gak bertanggung jawab" gumannya kecil
tiba-tiba muncul sebuah botol minuman dingin di hadapannya
__ADS_1
terkejut langsung menoleh kesampinya yang ternya itu adalah Deyon dengan sebotol minuman dingin ditangannya.