Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 33


__ADS_3

Setelah berbaring beberapa menit di lantai mereka pun terbangun, masih dengan suasana yang riang gembira tiba- tiba suara dering telepon Dara terdengar.


Dara pun dengan segera mengangkat telepon tersebut, setelah berbicara beberapa lama Dara pun menutup teleponnya dengan raut wajah yang murung dan kembali bersedih.


Duduk dengan lemas di tempat belajarnya dengan syok dan tidak berkata- kata.


" loe kenapa Dar...? siapa yang telpon? " tanya Masya yang khawatir dengan Dara.


" Deyon Syaa..." jawab Dara lemas.


" terus dia bilang apa?" tanyanya lagi.


" dia bilang..... dia akan pergi lagi 3 hari Syaa..." jawab Dara sedih.


" lohh bukanya lagi seminggu lebih yaa" ucap Masya kebingungan.


" Dia bilang harus di percepat karena mereka maunya secepatnya" jawabnya lagi yang makin sedih.


" hhmmm loe yang sabar yaa Darrr" ucap Masya mengelus- elus pundak Dara menenangkannya.


Dara pun menangis di pelukan Masya karena sudah tidak bisa menahan mendungan air mata yang sangat besar itu.


" sabarr Darr kamu pasti bisa kokk... kan masih ada aku sahabat kamu yang selalu menemanimu" ucap Masya lagi yang berusaha menghiburnya.


" iyaa makasii yaa Syaa..." jawab Dara dengan nada sesegukan karena habis menangis dan berusaha mengusap- usap air matanya yang telah menetes.


Masya pun terus berusaha menenagkan Dara yang sangat sedih.


" udahh jangan sedih lagi, loe cuma ldr doang gak putus juga" ucap Masya lagi yang berusaha menghiburnya.


" iyaa aku harus tenang... harus tenang..." jawab Dara yang berusaha tegar dan menangkan dirinya sendiri.


Setelah beberapa lama Dara akhirnya sudah merasa lebih baik dan juga di temani sahabatnya yang menghiburnya.


" oohh iyaa daripada loe galau, sedih gak jelas gimana kalau loe buat hadiah aja buat Deyon sebelum dia pergi" ucap Masya yang tiba- tiba memberikan sebuah ide yang brilian.


" bener juga yaa... kanapa gak kepikiran yaa." jawab Dara yang antusias.


" gimana pinter kan gue" balas Masya yang memuji dirinya sendiri dengan narsis.


" tapi hadiah apa yaa..." jawab Dara yang lagi berpikir untuk memberikan hadiah yang cocok untuknya.


" hhmmm apa yaa.." ucap Masya yang juga ikut berpikir.

__ADS_1


" hhhmm oohh iyaa loe kan pinter ngerajut... gimana kalao loe buatin syal aja ..." ucap Masya lagi yang memberikan sebuah ide yang cemerlang.


" iyaaa bener jugaa yaa...kenapa gak kepikiran yaa sama aku... " jawab Dara semangat.


" hhmmm makasii Masyaaa... kamu memang terbaik pokoknya" ucap Dara lagi yang begitu senang dan langsung memeluk Masya.


Setelah semua itu Dara pun akhirnya kembali ceria lagi meskipun tidak sepenuhnya senang tetapi keadaannya sudah menjadi lebih baik lagi.


Dengan senyum lega menghela nafas dalam, meredakan emosinya yang menggebu- gebu sesak.


" kalau gitu gimana kalau sekarang kita pergi beli bahan- bahannya" ucap Dara dengan antusias untuk segera pergi membeli alat- alat merajutnya.


" eeemmm excited banget sihh... tapi yaa udahh ayokkk" jawab Masya yang mengeledek tetapi juga ikut antusias.


Mereka pun akhirnya pergi ke sebuah toko untuk membeli bahan- bahannya.


Beberapa saat kemudian mereka pun selesai membelinya dengan beberapa tas belanja di tangannya mereka kembali pulang dengan gembira, sambil berjalan- jalan mereka menikmati hembusan angin yang segar, melihat sebuah toko es di sampinya mereka langsung saja menyerbunya.


saling melirik satu sama lain kemudian saling tersenyum karena satu pemikiran yang sama mereka langsung membeli es krimnya.


Menikmati es krim yang manis adalah salah satu hal yang membuat bahagia, rasa manis juga bisa menghilangkan kesedihan.


Hari pun sudah semakin larut, mereka memutuskan untuk segera pulang dan beristirahat, karena hari ini tidak sempat membuatnya Dara memutuskan untuk membuatnya di keesokan harinya.


saking lelahnya mereka langsung saja tertidur pulas dengan bahan belanjaan yang masih saja dibawanya.


*


*


*


keesokan harinya..


matahari pun sudah tinggi akan tetapi mereka masih saja tertidur pulas, karena hari sudah cerah si bibi pun membangun si Dara dan juga Masya dengan membuka tirai kamarnya agar cahanya matahari langsung masuk ke kamarnya dan mereka pun terbangun.


" hhhmmm lima menit lagi...." ucap Dara dengan mata yang masih tertutup dan masih menguap.


" ayoo non bangun sudah siang non..." ucap si bibi sopan.


" bentar lagi biik... "jawab Dara yang masih mengantuk.


" yaaa udah bibi tunggu di bawah yaa non, sarapannya udah bibi siapin yaa.." ucap si bibi yang akhirnya meninggalkan kamar Dara.

__ADS_1


Setelah si bibi turun kebawah, Dara pun melanjutkan tidurnya yang tertunda, tetapi itu tidak berlangsung lama, setelah lima menit Dara dan juga Masya pun akhirnya terbangun.


Dengan mata yang masig sedikit mengantuk dan juga menguap mereka pun turun ke bawah menuju meja makan untuk menikmati sarapan yang di siapkan si bibi.


" sudah bangun non..." ucap si bibi sambil menyiapkan sarapan.


" iyaa sudahh bik" jawab Dara dengan wajahnya yang kucel karena belum mandi


" sarapan dulu non" ucap di bibi


" iyaa bik" jawab Dara dan langsung duduk di meja makan bersama Masya.


" wiiihh sarapan enak ni kali ini" ucap Masya semangat ketika melihat banyak makanan.


" bik yukk sarapan bareng..." ucap Dara mengajak si bibi sarapan bersama.


" gak usahh non, nanti bibi sarapan di dapur aja" ucap di bibi yang merasa tidak enak.


" gak papa bik bareng aja, seru tau makan ramai- ramai,,, ayookk...ayookk..." ucap Dara lagi yang memaksa si bibi untuk sarapan bersama dan langsung menarik tangannya untuk duduk di meja makan.


Karena telah di paksa si bibi pun menuruti permintaan si Dara untuk sarapan berasama, si bibi sangat merasa terharu dengan sikap Dara yang begitu baik hati dan tidak membeda- bedakan orang lain.


Mereka bertiga pun sarapan di meja yang sama dengan gembira, suasana makan seperti satu keluarga tanpa adanya perbedaan derajat dan juga status.


setelah selesai sarapan Dara dan Masya membersihkan dirinya karena akan segera berangkat ke kampus masing- masing.


beberapa menit kemudian mereka selesai mandi dan bersiap- siap, mereka pun berangkat menuju kampus dengan di antar pak supir.


Mengantar Masya terlebih dahulu yang kemudian setelah itu mengantar Dara, di karenakan jarak kampus Masya lebih dekat daripada kampus Dara.


mobil berhenti tepat di kampus Masya..


" thank you yaa Dara udah nganterin gue" ucap Masya yang turun dari mobil Dara.


" iyaa sama- sama ,,, kayak sama siapa aja siihh" balas Dara rendah hati.


" yaa udahh gue masuk dulu yaa...byee" ucap Masya lagi dengan melambaikan tangan dan langsung masuk ke kampusnya.


" daaa..." balas Dara yang melambaikan tangan juga.


Dara pun menaikan kaca mobil dan mobil pun melaju kembali.


***********

__ADS_1


__ADS_2