Kau Mengubah Hidupku

Kau Mengubah Hidupku
Episode 36


__ADS_3

Begitu sangat bersemangat mengerjakan kain rajutannya hingga larut malam agar bisa menyelesaikannya malam ini juga.


karena terlalu terburu- buru tanpa sengaja Dara menusuk jari tangannya hingga berdarah akan tetapi baginya itu hanyalah hal kecil dan dia tetap melanjutkannya hingga usai.


" aaahhh" teriaknya ketika jarum menusuk jarinya itu.


Dara pun langsung mengisap jarinya yang berdarah agar darahnya berhenti keluar.


terus melanjutkannya hingga beberapa rajutan lagi dan itu akan segera selesai, jam pun telah menunjukan pukul 12 malam namun Dara masih belum saja menyelesaikan rajutannya.


dia bergadang semalaman untuk menyelesaikannya hingga beberapa jam kemudian dia pun berhasil menyelesaikannya.


dia merasa sangat senang karena telah berhasil membuatnya, karena sudah merasa lelah dan juga sudah larut malam Dara pun langsung tertidur di tempat ia merajut yaitu di meja belajarnya.


begitu terlelap sehingga masig memegang benang rajutan dan juga jarum di tangannya.


keesokan harinya...


Dara langsung terbangun dengan terburu- buru dan tidak sabar untuk bertemu dengan Deyon untuk memberinya sebuah kejutan kecil.


dia pun segera mandi dan merapikan dirinya bersiap- siap untuk pergi.


setelah beberapa menit selesai bersiap- siap ia langsung pergi dengan sebuah tas kecil yang berisi hadiah di tangannya.


" semoga Deyon suka.." ucapnya dengan melihat hadiah yang dibawanya.


Dara pun pergi dengan segera tanpa di antar oleh supirnya itu. ia malah menggunakan taksi untuk pergi.


berangkat seperti biasa ke kampus di pagi hari yang indah hanya saja tujuannya yang berbeda kali ini hak utama yang di inginkannya adalah bertemu dengan Deyon.


sesampainya di kampus Dara langsung terburu- buru menuju ke kelas Deyon dan ingin memberikan hadiah yang ia buat itu.


akan tetapi ketika ia sampai di depan kelasnya Deyon dia malah berhenti di depan pintunya dan tidak berani masuk, karena ia melihat Deyon sedang sibuk dan juga sedang besama Dea senior cantik dan juga teman kelasnya Deyon.


Dara merasa kesal dan sedikit cemburu karena mereka terlihat akrab dan juga sangat dekat.


Dara merasa apa yang di katakan orang- orang itu benar mereka terlihat seperti pasangan yang serasi.

__ADS_1


Dengan wajah yang murung Dara mengurungkan niatnya untuk memberikan hadiah itu saat ini, ia memutuskan untuk memberikannya nanti saja setelah Deyon tidak sibuk lagi.


Dara pun pergi dari tempat iti dengan wajah yang murung dan juga bersedih.


akan tetapi ketika ia berjalan pergi, Deyon melirik kearahnya dan melihat dia seperti bersedih, Deyon hendak menghampirinya akan tetapi ketika ia hendak keluar tiba- tiba saja dosen masuk ke dalam kelasnya sehingga ia tidak bisa mengejarnya.


karena merasa tidak enak hati dan juga merasa tidak tenang setelah melihat Dara yang pergi begitu saja Deyon pun memutuskan untuk menunggunya pulang.


bediri tepat di depan kelasnya Deyon menunggu Dara yang keluar dari kelasnya meskipun pelajaran belum usai Deyon tetap bersedia menunggu di depan pintu dengan sabar.


tidak lama setelah itu pelajaran pun telah usai dan semua siswa berhamburan keluar dan tentunya di awali dengan dosen pembimbingnya.


Dosen yang keluar melihat Deyon yang sudah berada disana sejak tadi hanya menatapnya dengan Deyon yang tersenyum mengangguk hormat.


di ikuti dengan siswa lain yang juga keluar dari kelarnya akan tetapi dara masih saja berada di dalam kelasnya dan menjadi siswa yang terakhir keluar dari ruang kelasnya.


Dara menyadari sejak tadi bahwa Deyon sudah berdiri dari tadi di sana menunggunya akan tetapi karena masih merasa kesal dara mengabaikannya.


berjalan keluar kelas begitu saja dengan wajah yang cemberut tanpa menoleh sedikitpun kearah Deyon.


" tunggu kamu kenapa siihh..." tanya Deyon yang kebingungan ada apa denganya dan apa yang membuatnya marah.


" gak papa.." ucap Dara singkat


" tadi aku lihat kamu di depan kelas tapi kenapa kamu pergi begitu saja?" tanya Deyon lagi dengan penasaran dan juga merasa khawatir apakah dirnya telah berbuat salah sehingga membuatnya kesal.


" gakk cuma kebetulan lewat aja" jawabnya lagi dengan nada yang kesal.


" terus kenapa kamu ngehindarin aku.." ucap Deyon dengan sedikit penekanan.


" gakk papa..." jawabnya lagi singkat.


" kamu marahh...? marah kenapa siihhh" ucap Deyon lagi yang terus berusaha mencari jawaban atas kesalahanya.


" yaa aku marahhh.... kamu tadi kenapa deket banget sama Dea.. Dea itu" jawabnya dengan penuh emosi.


" jadiii kamu cemburu..." ucap Deyon yang tersenyum mendengar perkataanya.

__ADS_1


" gakk... aku gakk cemburu.." jawabnya yang masih kesal dan perpura- pura tidak cemburu.


" cemburu juga gak papa kok.." ucap Deyon lagi dengan tersenyum menggodanya.


" iihhh apaaan sii oraang gakk.." jawabnya lagi mengelak.


" udahh ngaku ajaa..." goda Deyon lagi.


" gakk" jawab Dara kesal dan memalingkan wajahnya.


" Darrr... aku itu gak ada apa- apa sama Dea cuma temen biasa aja kok... tadi itu aku cuma ngejelasin beberapa materi yang dia gak tau... itu aja kok gak lebih" ucap Deyon dengan menjelaskan apa yang terjadi pagi hari tadi besama Dea itu.


Dara yang masih kesal tidak menjawab apapun dan masih memalingkan wajahnya karena kesal.


" heeii... heii... kamu harus percaya kalau cuma sayang sama kamu dan aku bener- bener tidak ada hubungan apapun dengan Dea yaa.." ucap Deyon lagi dengan memegang kedua pundak dara dan memutar balikan badannya agar mereka saling bertatapan agar bisa bicara dari mata ke mata dan juga dari hati ke hati dengan memberikan penjelasan yang sangat tulus dari hatinya agar Dara tau kalau dia berhobong atau tidak dari sorot matanya.


" kamu percaya yaa..." ucap Deyon lagi dengn membujuknya.


" hhmm iyaa aku percaya kok..." jawab Dara yang sudah merasa lega ketika melihat sorot mata Deyon yang terlihat jujur dan juga tulus.


" nahhh gitu dongg.... makasii yaa udah percaya sama aku.." ucap Deyon yang sudah mesara lega karena pacarnya itu sudah tidak marah lagi.


Dara pun menjawab dengan senyuman dan mengangguk senang.


" yaa udahh kita pulang yukkk..." ucap Deyon yang mengajak Dara untuk pulang.


" aku gak mau pulang dulu.. aku mau jalan- jalan dulu sama kamu.." jawab Dara dengan memelas manja agar di temani jalan- jalan.


" yaa udahhh kita jalan- jalan yaaa...kamu mau kemana?" tanya Deyon dengan tersenyum memberikan persetujuan dan mengelus- elus kepalanya.


" kemana ajaa... yang penting sama kamu..." ucap Dara lagi dengan manjanya.


" yaa udahh ayookk..." jawab Deyon dengan tetsenyum tersipu karena kebucinan Dara dan langsung menggandeng tanganya dan mengajaknya pergi.


Dengan suasana hati yang sudah membaik dan mereka juga sudah tidak marahan lagi mereka pun berjalan- jalan dengan bahagia.


**************

__ADS_1


__ADS_2