
Setelah menenangkan Laki laki itu, Kurnia bersiap untuk melawan ketua kelompok pembunuh. Ketua kelompok itu menyerang Kurnia dengan pukulannya.
" Serangan pukulan harimau." (kata ketua pembunuh bayaran itu)
Kurnia dengan santainya menyerang ketua pembunuh bayaran itu dengan mengadu kekuatan pukul mereka.
" Tinju iblis penghancur " (kata Kurnia)
Ketika kekuatan mereka berdua bertabrakan, ada suara yang lumayan keras terdengar di sana.
" duar... " (suara yang keluar dari tabrakan kekuatan Kurnia dan ketua pembunuh bayaran)
Dan mereka terpendal mundur masing masing. Ketua pembunuh bayaran itu terkejut dengan kekuatan Kurnia.
" Huh... pantas saja kau bersikap sombong, ternyata kekuatanmu lumayan juga." (kata ketua pembunuh bayaran itu)
" Ya... seharusnya kata kata itu untukmu. tapi kekuatanmu tidak sebesar perkataan yang keluar dari mulut tadi." (kata Kurnia)
" Berani beraninya serangga kecil seperti itu berkata sombong di depanku. Tadi aku sedikit remehkanmu, juga tadi aku hanya mengeluarkan setengah dari kekuatan yang sesungguhnya. Tapi kali ini berbeda aku akan mengeluarkan kekuatan penuhku dan akan langsung membunuhmu dengan 1 (satu) kali seranganku. (kata ketua pembunuh bayaran itu)
" Ohh.. benarkah? Kalau begitu aku juga tidak akan sungkan lagi, seranganku tadi hanya 30% (tiga puluh) persen dari kekuatanku. kalau serangan tadi adalah setengah dari kekuatanmu, berarti jelas kamu akan mati kali ini." (kata Kurnia)
" Hanya di tingkat Mendingkers tingkat menegah saja berani berkata seperti itu, kamu tidak akan bisa menanggung perkataanmu. Dan jangan berkhayal di siang bolong." (kata ketua pembunuh bayaran itu)
" Dasar bodoh sekarang sudah akan malam bukan siang." (kata Kurnia)
" Hahaha... di dunia ini Kekuatanlah yang di anggap benar." (kata pembunuh bayaran itu)
Sekarang mereka memulai pertarungan lagi. Kali ini ketua pembunuh bayaran itu mengeluarkan kekuatan penuhnya. Bukan hanya ketua pembunuh bayaran saja yang mengeluarkan kekuatan penuhnya, Kurnia pun juga melakukannya.
" Aku akan mencoba seberapa besar kekuatan penuhku setelah mencapai tingkat Mendingkers tingkat menegah. Dan ketua pembunuh bayaran bodoh ini akan aku gunakan sebagai tikus percobaan." (batin Kurnia dalam hati)
Kali ini mereka akan melakukan serangan penuh yang mereka miliki. serangan ini akan menjadi serangan terakhir mereka dan menentukan siapa yang akan menang dan siapa yang akan mati.
Kurnia yang sudah tidak sabar ingin mencoba seberapa kuat kekuatan penuhnya pun langsung berlari maju dan mengambil inisiatif untuk menyerang duluan.
" Tinju iblis penghancur " (kata Kurnia)
" Serangan pukulan harimau " (kata ketua pembunuh bayaran itu)
Kekuatan mereka sangat besar dan sangat jauh berbeda dengan yang pertama kali saat mereka melakukan serangan sebelumnya.
" Duarr.... " (suara ledakan yang sangat keras)
Setelah suara keras itu keluar langsung di susul oleh suara lagi, dan suara ini juga lumayan keras.
" Krak..." (suara susulan setelah suara ledakan terjadi)
Belum ada yang tau suara susulan tadi adalah suara apa. Tapi yang pasti laki laki yang di lindungi oleh Kurnia hanya berdiam tidak melakukan apa, dia hanya bisa menyaksikan pertarungan itu dan hanya berdoa semoga Kurnialah yang akan menang.
Di sisi lain kedua anak buah pembunuh bayaran itu malah senang dan tertawa keras.
" Hahaha.... aku yakin serangga kecil bodoh itu langsung mati di tempat, karena terkena pukulan harimau dari ketua." (kata salah satu anak buah pembunuh bayaran itu)
__ADS_1
" Yhaa... aku juga berfikir seperti itu, ketua saja bisa membunuh musuh yang tingkatannya sama dengan ketua. Dan ketua hanya melakukan dengan 2 kali serangan, tapi anak ini hanya di tingkat Mendingkers tingkat menegah, pasti dia mati dan tulang tulang akan hancur seketika. (kata salah satunya lagi)
Tapi mereka terkejut karena saat setelah mereka berhenti berbicara, pertarungan itu sudah selesai.
Dan mereka melihat ketua mereka berdarah dan terjatuh di tanah seketika. Sedangkan Kurnia masih berdiri tegak di sana tanpa terluka sedikit pun.
Mereka langsung mengetahui apa yang terjadi. Ketua merekalah yang mati dan Kurnia lah yang menang dalam pertarungan itu.
" Ba.. ba... bagaimana mungkin ketua mati? ini tidak mungkin." (kata anak buah pembunuh bayaran)
" Apanya yang tidak mungkin. Ketua jelas sudah mati di sana. walaupun aku tidak percaya apa yang terjadi, tapi lebih baik kita pergi dari sini dan menyelamatkan diri kita sendiri." (kata salah satunya lagi)
Setelah menyadari bahwa ketua mereka mati dan Kurnia sedang melihat ke arah mereka, mereka pun langsung panik dan ketakutan. Kedua pembunuh bayaran itu langsung ingin melarikan diri.
Kurnia yang melihat kedua anak buah dari ketua pembunuh bayaran yang dia bunuh akan melarikan diri, Kurnia langsung dengan cepat menggunakan Langkah Shadow nya.
" Langkah Shadow " (kata Kurnia)
Kurnia langsung menghampiri kedua pembunuh bayaran itu dan langsung memukul salah satu dari mereka, pukulan Kurnia tepat di kelapa pembunuh bayaran itu.
Dan kepala itu pun langsung pecah, pembunuh bayaran itu langsung mati.
Setelah mengetahui temanya mati, pembunuh bayaran itu dengan panik langsung berlari terhuyung huyung.
Sekali lagi Kurnia menggunakan Langkah Shadow nya untuk mengejar pembunuh bayaran yang tersisa. Tapi kali ini Kurnia tidak membunuhnya, Kurnia hanya memukul pembunuh bayaran itu di leher bagian belakang. Seketika pembunuh bayaran itu terjatuh dan langsung pingsan di tanah.
" Bruk..." (suara jatuhnya tubuh pembunuh bayaran itu)
Laki laki yang di selamatkan Kurnia pun hanya bisa melihat kehebatan Kurnia. Dia sangat kagum dengan keberanian dan kekuatan yang di miliki oleh Kurnia.
" Tu.. Tu.. Tuan.. terima kasih, terima kasih karena telah menolong saya." (kata Laki laki itu)
Sambil berkata berterima kasih kepada Kurnia, Laki laki itu lalu membukukan badannya, lalu dia berlutut kepada Kurnia.
Akan tetapi saat Kurnia yang melihat laki laki itu akan berlutut kepadanya, Kurnia langsung menahannya agar laki laki itu tidak berlutut.
" Yaa sama sama. Tapi tolong jangan seperti ini, aku hanya sekedar lewat saja. Jadi aku sekalian membantu anda." (kata Kurnia)
Lalu Kurnia mengangkat badan laki laki itu untuk berdiri tegak agar tidak melakukan hal seperti tadi.
" Saya sungguh sungguh berterima kasih kepada tuan. Saya tidak tau harus bagaimana cara membalas kebaikan tuan yang sangat besar ini." (kata laki laki itu)
" Ucapan terima kasih saja sudah cukup, dan asalkan anda tidak berlutut seperti tadi saja, itu sudah lebih dari cukup." (kata Kurnia)
" Saya tidak mengira tuan sangat hebat sekali, padahal ketua pembunuh itu di tingkat Mendingkers tingkat tinggi tapi tuan dengan mudah bisa mengalahkannya." (kata laki laki itu)
" Yaa mungkin karena ketua pembunuh itu meremehkan saya, jadi dia bisa saya kalahkan." (kata Kurnia)
Kurnia bingung harus berkata apa, jadi Kurnia hanya menjawabnya dengan apa yang ada di dalam pikirkaannya.
" Bagaimana kondisi anda? apakah anda baik baik saja?" (kata Kurnia)
" Yaa saya baik baik saja tuan, hanya terluka cekil saja." (kata laki laki itu)
__ADS_1
Laki laki itu sebenarnya lukanya lumayan parah, tapi laki laki itu tidak ingin menyusahkan Kurnia jadi laki laki itu bilang kalau lukanya tidak parah.
Kurnia yang melihat luka laki laki itu memutuskan untuk menemaninya di sana dan bermalam di sana karena matahari sudah tenggelam, juga malah akan tiba.
" Baiklah, karena malam hari akan tiba lebih baik aku bermalam di sini." (batin Kurnia)
" Sebenarnya tuan ingin pergi kemana?" (kata Laki laki itu)
" Saya akan pergi ke kota Asakanda. Bagaimana dengan anda?" (kata Kurnia)
" Saya belum tau akan pergi ke mana." (kata laki laki itu)
" Kalau begitu lebih baik anda bermalam di sini saja, karena dengan luka di tubuh anda saat ini, anda tidak mungkin bisa keluar dari hutan ini. Hutan ini sangat banya bahaya yang mengintai. Saya juga akan bermalam di sini.
" Yaa.. baiklah tuan." (kata laki laki itu)
Setelah itu mereka berdua bermalam di sana. beberapa saat kemudian ada suara yang tidak asing bagi Kurnia terdengar di sana.
" Krukk.." (suara yang tidak asing bagi Kurnia)
Kurnia yang mendengar suara itu pun langsung bertanya kepada laki laki itu.
" Ohh... apakah anda lapar?" (kata Kurnia)
" emm... iya saya belum makan dan lapar, karena di kejar kejar oleh pembunuh itu dari pagi sampai saat tadi." (kata laki laki itu)
" Baiklah saya mempunyai daging, karena ini juga sudah malam, waktunya untuk makan malam, saya juga sudah lapar sekarang." (kata Kurnia)
Beberapa menit kemudian Kurnia memanggang daging untuk makan malam. Butuh sekita 10 (sepuluh) menit agar daging bakar itu matang.
10 (sepuluh) menit pun berlalu.
" ini makanlah daging ini, daging ini akan bisa memulihkan tenagamu." (kata Kurnia)
" Terima kasih tuan." (kata laki laki itu)
" Yaa... makanlah selagi masih hangat." (kata Kurnia)
Mereka pun makan malam bersama dan dengan lahap mereka memakan daging itu.
" Emm... daging ini sangat enak sekali, tuan sangat hebat dalam memanggang daging ini." (kata laki laki itu)
" Yaa.. itu biasa, karena saya sudah sering memanggang daging." (kata Kurnia)
Mereka menghabiskan daging itu dengan cepat. Kurnia yang teringat tentang pembunuh bayaran yang masih pingsan, akhirnya dia pergi untuk menyeretnya dan membawanya ke arah laki laki itu.
" Bukankah kamu belum tau siapa yang menyuruh para pembunuh bayaran ini? pembunuh bayaran ini belum mati dia hanya pingsan. Mungkin anda bisa menanyakan kepada pembunuh ini, siapa yang mengirimnya untuk membunuhmu." (kata Kurnia)
" Baik tuan." (kata laki laki itu)
Sebelum pembunuh bayaran itu sadar Kurnia mencari sesuatu untuk di gunakan mengikat pembunuh bayaran itu. Setelah selesai mengikat pembunuh bayaran Kurnia bersantai lagi.
" Terima kasih tuan. Anda selalu membantu saya. Saya benar benar berterima kasih. bagaimana kalau sebagai tanda terima kasih saya. Saya bersedih menjadi pelayan tuan." (kata laki laki itu)
__ADS_1
Kurnia yang terkejut oleh pernyataan dari laki laki itu pun langsung menjawab dengan cepat.
" Yaa sama sama. Bukankah saya sudah berkata ucapan terima kasih saja sudah cukup, yang terpenting adalah jangan berlutut dan tadi yang kamu bilang berlebihan. Saya hanya orang biasa, jadi saya tidak butuh pelayan. Lebih baik kamu tunggu saja pembunuh bayaran itu sadar dan kamu bisa bertanya padanya nanti, siapa yang ingin membunuhmu.Setelah itu laki laki itu menunggu pembunuh bayaran itu sadar. Sambil menunggu sadarnya pembunuh bayaran itu, laki laki itu bertanya kepada Kurnia.