
Kurnia berada dalam pemikirannya saat ini dan tidak terasa Kurnia sudah ada di samping ketua Fan Ming, lalu Kurnia menatap ketua Fan Ming yang masih menundukan kepalanya kebawah.
Kurnia pun mengambil napas dalam dalam sebelum mengalihkan pandangannya ke seseorang yang ada di balik pintu keluar tersebut. Dan ternyata seseorang tersebut adalah orang yang Kurnia kenal.
" Apa kabar tuan muda Kurnia? apakah kamu baik baik saja?" (kata seseorang itu yang di kenal oleh Kurnia)
Seseorang itu bertanya dengan ramah dan senyum di mulutnya.
" Ternyata anda senior. saya kira siapa yang datang kemari. Pantas saja ketua Fan Ming diam saja. Haha.." (kata Kurnia)
Kurnia membalas sapaan seseorang itu dan tertawa.
Seseorang itu yang di panggil oleh Kurnia dengan sebutan senior tidak lain adalah leluhur tempat Lelang Kosokai. Dan juga ayah dari ketua Fan Ming.
Ternyata sebab itu lah ketua Fan Ming tidak berani marah marah lagi. dab hanya diam saja sambil menundukkan kepalanya ke bawah.
Sekarang Kurnia sudah tau jelas siapa orang yang bisa membuat ketua Fan Ming tidak berkutik sama sekali. Tentu saja itu adalah leluhur tempat Lelang Kosokai juga termasuk ayahnya sendiri.
" Saya baik baik saja senior Jun. Dan tubuh saya juga sudah hampir pulih total." (kata Kurnia)
" Yha.. syukurlah itu berita yang sangat baik." (kata Senior Jun) sambil menganggukan ngaggukan kepalanya.
" Silakan masuk Senior Jun."(kata Kurnia)
Sambil menggerakkan tangannya untuk mempersilakan Senior Jun masuk.
Di sisi lain ketua Fan Ming masih diam saja, dan setelah Kurnia mengundang Senior Jun yaitu ayah dari ketua Fan Ming. Ketua Fan Ming dengan cepat bergerak dan membuka lebar lebar pintu tersebut agar Senior Jun bisa melangkah untuk masuk.
Senior Jun pun masuk ke dalam setelah itu. Dan Kurnia mempersilakan Senior Jun untuk duduk dan juga ketua Fan Ming. Lalu Kurnia membuka pembicaraan di sana.
" Saya benar benar terhormat sekali, karena Senior Jun kemari untuk mengunjungi saya." (kata Kurnia) sambil tertawa sedikit.
" Haha.. itu bukan masalah besar. Karena aku juga tidak memiliki pekerjaan sama sekali. Jadi aku berniat untuk menjengukmu tuan muda Kurnia." (kata Senior Jun)
__ADS_1
Lalu Kurnia dan Senior Jun berbicara membahas tentang pertandingan Asakanda yang lalu juga membahas tentang ini itu dan lain lainnya.
Sedangkan ketua Fan Ming hanya mendengarkan pembicaraan mereka berdua saja. Dan tidak berbicara sama sekali.
Setelah berbicara membahas tentang apa pun itu, dan juga lebih dari 45 (empat puluh lima) menit berbicara, akhirnya Senior Jun berpamitan untuk pergi dan juga bersama ketua Fan Ming.
Saat berdiri dan hendak melangkahkan kaki untuk keluar Senior Jun berbalik lagi ke arah Kurnia. Kurnia yang melihat Senior Jun berbalik ke arahnya dan kemudian Kurnia bertanya.
" Ada apa Senior Jun? apakah ada yang tertinggal?" (kata Kurnia) Kurnia bertanya sambil melihat tempat duduk yang sebelumnya mereka tempati untuk mencari apakah ada barang milik Senior Jun yang tertinggal di sana. Namun Kurnia tidak menemukan satu pun barang di sana.
" Bukan.. tidak ada barang yang tertinggal, tapi aku hanya ingin memberikan suatu barang untukmu tuan muda Kurnia." (kata Senior Jun)
Kurnia pun bingung dan bertanya kepada Senior Jun.
" Suatu Barang? Maksud Senior Jun?" (kata Kurnia)
" Yha.. aku hanya memberikan barang ini." (kata Senior Jun) Sambil mengulurkan tangannya yang memegang sebuah token.
Kurnia mencoba melihat lihat sebenarnya token itu. Lalu Kurnia membalikkan token itu dan di balik token itu ternyata ada sebuah tulisan.
" Sekte Langit Merah "
Itulah tulisan yang ada di token tersebut.
" Sekte Langit Merah? apakah ini adalah token yang di berikan oleh pemenang dari acara pertandingan Asakanda Senior Jun?" (kata Kurnia)
Saat melihat tulisan yang ada di token itu, Kurnia menjadi bingung.
Kenapa Kurnia bingung? Bukankah sudah seharusnya itu hal yang wajar bahwa Kurnia mendapatkan token tersebut?
Tentu saja hal itu wajar bila Kurnia mendapatkan token itu. Namun kenapa Kurnia malah menjadi bingung.
Jelas saja Kurnia bingung, sebab token itu yang memberikan kepadanya bukan ketua Fan Ming. melainkan adalah Senior Jun.
__ADS_1
Itulah yang membuat Kurnia bingung.
Bukankah pada saat itu yang selalu ada di pertandingan Asakanda dan juga yang selalu berbicara kepada utusan Sekte Langit Merah adalah ketua Fan Ming?
Lalu kenapa token tersebut bisa ada di tangan Senior Jun? Hal itu membuat Kurnia curiga dengan identitas Senior Jun.
Kurnia yakin bahwa identitas Senior Jun bukan hanya sebagai leluhur tempat Lelang Kosokai saja. Dan identitas Senior Jun yang lain pasti berhubungan dengan Sekte Langit Merah.
" Yha.. itu adalah token Sekte Langit Merah. Token itu sekarang milikmu karena kamu telah memenangkan pertandingan Asakanda tahun ini." (kata Senior Jun)
" Tapi kenapa token ini malah anda yang memberikan kepada saya Senior Jun? kenapa bukan ketua Fan Ming? bukankah biasanya yang memberikan token ini kepada pemenang acara pertandingan Asakanda adalah ketua Fan Ming?" (kata Kurnia)
Kurnia bertanya kepada Senior Jun dengan serius. Sebab Kurnia sudah tidak tahan lagi dengan apa yang dia pikirkan tentang identitas lain dari Senior Jun Ming.
Namun Senior Jun Ming malah tertawa sebelum menjawab pertanyaan milik Kurnia.
" Haha.. seperti yang aku tebak. pasti kamu akan bertanya seperti itu. Karena ini adalah rahasia jadi saat ini kamu tidak perlu mengetahui hal ini dulu. Pada saatnya nanti kamu akan mengetahuinya sendiri." (kata Senior Jun Ming)
Lantas Kurnia hanya bisa menganggukan kepalanya saja. dan harus puas dengan jawaban Senior Jun Ming.
" Baiklah Senior Jun aku tidak perlu mengetahui hal ini sekarang. Akan tetapi seperti yang Senior Jun katakan Cepat atau lambat aku pasti akan segera mengetahuinya." (kata Kurnia)
Senior Jun terlihat sangat puas dengan jawaban Kurnia.
" Dan juga kamu harus ingat tuan muda Kurnia. di dunia luar sana sangatlah berbeda dengan di kota Asakanda ini. Di luar sana sangat berbahaya dan berbahaya. jangan mempercayai orang yang baru tuan muda kenal. Karena di luar sana banyak orang yang memanfaatkan seseorang untuk dirinya sendiri. Dan juga tuan muda Kurnia harus ingat betul. Di dunia ini yang lemah akan selalu di injak yang kuat. Itu adalah hal yang sangat umum dan seharusnya tuan muda juga tau akan hal itu. Jadi jika tuan muda Kurnia tidak mau di injak atau di tindas oleh orang lain anda harus menjadi yang terkuat di antara yang terkuat." (kata Senior Jun Ming)
Saat berkata seperti itu ekspresi Senior Jun Ming menjadi serius dan serius sekali. Hal itu membuat Kurnia sedikit berfikir tentang Senior Junn Ming.
Karena perubahan ekspresi Senior Jun Ming sangat jelas dan tidak seperti biasanya. Juga ketua Fan Ming menjadi murung tidak jelas saat Senior Jun Ming berbicara tentang hal tersebut.
Kurnia ingin bertanya kepada Senior Jun Ming atau ketua Fan Ming, kenapa mereka berdua terlihat marah dan juga apakah ada sesuatu yang terjadi kepada mereka berdua.
Namun saat memikirkan hal itu, Kurnia mengurungkan niatnya dan tidak jadi untuk bertanya.
__ADS_1