
Ternyata orang itu adalah tetua keluarga Chen musuh Kurnia. Tetua itu langsung memuntahkan darah segar dati mulutnya, terlihat jelas bahwa tetua itu sudah tidak bisa bergerak sama sekali karena tulang tulang tubuh miliknya sudah patah.
Kurnia pun melangkahkan kakinya untuk menghampiri tetua tersebut yang menyandar di bawah pohon.
" Bagaimana keadaan anda tetua? Jadi bagaimana menurutmu sekarang?" Kata Kurnia.
" Dasar anak baj*ngan, Kamu sengaja melarikan diri kemari agar tidak ada yang tau bahwa kamu datang ke kediaman keluarga Chen kan? "kata tetua tersebut.
" Ohh.. tetua ternyata sudah sadar yha. Tetua benar benar pintar, aku sengaja memancing anda kemari ke dalam hutan agar tidak membuat gaduh di dalam kediaman Chen dan karena tetua sudah mengetahui hal ini, jadi sekarang sudah waktunya untuk tetua beristirahat dengan tenang." Kata Kurnia.
Tapi tetua itu masih tidak terima dengan apa yang saat ini terjadi kepada dirinya dan dia di kalahkan oleh bocah di tingkat Mendingkers tingkat tinggi. Walau pun tetua tersebut tidak terima dengan keadaan tersebut tapi dia tidak bisa melakukan apa apa.
Kemudian Kurnia menginjak kepala tetua tersebut dengan sangat kuat dan penuh kekuatan dan akhirnya kepala tetua itu pecah. Darah pun bercucuran kemana mana.
Tetua itu langsung mati dengan tubuh yang bermandian dengan darahnya sendiri dan mati tanpa ada kepalanya.
" Akhirnya selesai juga berurusan dengan orang tua ini. Ini sangat lumayan menguras tenaga milikku." Kata Kurnia.
Kurnia memutuskan untuk beristirahat di sana sebentar agar tenaganya pulih kembali walau tidak sepenuhnya pulih.
Kurnia beristirahat di sana cukup lama, Setelah 45 (empat puluh lima) menit lebih Kurnia baru memutuskan untuk menyelesaikan istirahatnya dan pergi dari sana.
__ADS_1
" Baiklah sekarang sudah waktunya untuk menemukan Shon Chen dan menyelesaikan urusan dengannya." Kata Kurnia.
Kurnia pun berangkat kembali ke kediaman keluarga besar Chen untuk mencari Shon Chen, Saat Kurnia masuk kembali ke kediaman Chen. Ternyata semakin mudah, karena penjagaan di sana sangat lengah karena hari semakin malam jadi para penjaga mengantuk dan tidak peduli dengan yang lainnya.
Dengan cepat Kurnia tiba di depan kamar Shon Chen, Saat Kurnia ingin mengetuk pintu kamar Shon Chen, ada suara yang memanggil namanya.
" Kurnia bocah tidak tau diri!!" Suara yang memanggil Kurnia.
Lalu Kurnia berbalik untuk melihat siapa pemilik suara tersebut, Kurnia terkejut ternyata suara itu adalah milik Shon Chen dan Shon Chen berada di belakangnya.
" Ternyata memang benar kalau itu adalah kamu bocah!! Aku tidak menyangka kalau kamu berani datang kemari sendirian. Jadi kamu datang kemari untuk membalaskan dendam ayahmu dan membunuhku bukan?" Kata Shon Chen.
" Benar sekali kepala keluarga Chen yang tidak berguna. Aku datang kemari untuk mengambil nyawamu." Kata Kurnia.
" Ohh.. apa yang membuatmu bisa berkata seperti itu orang tua bodoh?" Tanya Kurnia.
" Apa yang membuatku bisa berkata seperti itu? Jadi kamu belum menyadarinya yha. Biar aku yang menjelaskannya kepadamu. Aku sudah menebak bahwa kamu akan datang kemari cepat atau lambat, jadi aku sudah mempersiapkan semuanya." Kata Shon Chen.
Lalu Shon Chen memasukkan tangannya ke dalam saku dan saat tangannya keluar, tangannya memegang sesuatu yang dia ambil dari dalam sakunya, Sambil berkata.
" Saat aku meniup peluit ini, semua orang yang ada di kediaman akan keluar dan menuju kemari. Apa menurutmu kamu akan bisa membunuhku?" Kata Shon Chen.
__ADS_1
" Lalu apakah kamu ingat 2 (dua) tetua yang waktu itu mengejarmu dan memburumu sampai ke dalam hutan waktu itu? Mereka berdua sungguh ingin membunuhmu, bahkan sebelumnya mereka berdua ingin menyewa pembunuh bayaran tapi aku menghentikan mereka. Seharusnya kamu berterima kasih kepadaku b*star. Aku menghentikan mereka menyewa pembunuh bayaran karena menyewa pembunuh bayaran sangatlah mahal dan tidak pantas mengeluarkan uang yang begitu banyak untuk membunuh orang sepertimu dan itu sangat membuang buang uang saja. Jadi aku menyuruh mereka menunggu, sebab aku yakin kamu akan datang kemari cepat atau lambat. Pasti mereka berdua akan sangat senang saat melihatmu ada di sini sekarang, dan mereka berdua akan menjadi lebih setia lagi kepadaku." Kata Shon Chen. Lalu setelah Shon Chen menyelesaikan berkataannya di tertawa penuh kemenangan.
" Aku kira kamu akan menyesal jika kamu mengetahui di mana mereka sekarang orang tua bodoh." Kata Kurnia sambil menyilangkan kedua tangannya.
" Apa maksudmu dasar b*star!!" Kata Shon Chen.
" Karena aku sudah menemui mereka berdua sebelum aku kemari untuk membunuhmu, Jadi kamu bisa mengerti sekarang mereka berdua ada di mana. Tapi kamu jangan marah orang tua tidak bergua, aku akan mengantarkan mu untuk bertemu mereka secepatnya. Kamu tidak perlu berterima kasih kepadaku." Kata Kurnia dengan senyum dan seakan akan Kurnia membantu Shon Chen yang kesusahan.
Mendengar apa yang di katakan oleh Kurnia, Shon Chen tidak percaya akan tetapi di dalam hatinya Shon Chen panik dan kemungkinan apa yang di katakan oleh Kurnia benar dan hatinya percaya akan hal tersebut.
" Tidak mungkin!! Kamu hanya menggertakku saja b*stars!! Aku tidak akan mudah kamu bohongi!!" Kata Shon Chen.
" Haha.. apakah kamu takut sekarang orang tua tidak berguna? Walau pun kamu meniup peluit itu, orang orang yang akan datang juga tidak mungkin bisa mengalahkanku tetapi yang lebih penting adalah belum tetua orang orang yang akan datang akan melakukan perintahmu untuk menyerangku." Kata Kurnia.
Situasi itu membuat Shon Chen semakin cemas, keringat di dahi Shon Chen mengalir cukup deras dan membasahi hampir seluruh wajahnya. Shon Chen tidak memiliki cara lain selain meniup peluit tersebut untuk memastikan apakah yang di katakan oleh Kurnia adalah benar atau tidak.
Lalu Shon Chen meniup peluitnya dan beberapa saat kemudian ada begitu banyak orang yang datang ke sana, akan tetapi Shon Chen belum melihat kedua tetua yang selalu di percaya belum datang setelah dia meniup peluit tersebut.
Orang orang yang datang adalah anggota keluarga Chen semua dan para penjaga pintu yang berada di luar sebelumnya juga ikut datang ke sana.
" Bukankah itu adalah Kurnia? Kenapa dia kemari? dan sepertinya dia mempunyai masalah dengan kepala keluarga." Kata salah satu anggota keluarga Chen.
__ADS_1
" Iya kamu benar, itu adalah Kurnia. Apakah kamu sudah lupa dengan apa yang terjadi sebelum acara pertandingan Asakanda saat itu?" Kata anggota keluarga Chen y lain.
" Ohh.. aku ingat sekarang. Berarti Kurnia datang kemari karena ingin membalas dendam kepada kepala keluarga Shon Chen karena dulu dia di buang dan di keluarkan dari keluarga Chen." Kata salah satu anggota keluarga Chen.