Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia

Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia
Bab 48


__ADS_3

Tentu saja mereka para penonton berharap seperti itu, karena mereka akan ingin melihat pertunjukan yang lebih seru lagi untuk menghibur diri mereka sendiri. Dan juga sebagai mereka berharap seperti itu adalah karena mereka tidak suka dengan keluarga Chen, sebab keluarga Chen kerap kali menindas dan semena mena terhadap orang lain. Dan penonton itu adalah salah satu orang yang pernah mengalami hal buruk yang di lakukan oleh keluarga Chen.


Kurnia dan Ye Chen pun naik ke arena pertandingan. Ye Chen masih curiga apakah dia adalah benar benar Kurnia dari keluarganya, Ye Chen pun bertanya dengan sombong dan angkuh.


" Hei.. apakah kamu Kurnia si sampah dari keluarga Chen ku atau tidak?" (kata Ye Chen)


Namun pertanyaan Ye Chen tidak di tanggapi oleh Kurnia sama sekali.


Melihat orang yang di tanya tidak menjawab pertanyaannya, Ye Chen pun marah dan menggertak Kurnia.


" Woi.. dasar sampah, aku bertanya padamu dan seharusnya itu adalah suatu hal yang bisa kamu banggakan karena pernah berbicara denganku. Tapi kamu malah sama sekali tidak menanggapi pertanyaanku!! apakah kamu sudah tidak ingin hidup lagi? cepat katakan siapa kamu sebenarnya." (kata Ye Chen) Ye Chen berkata sambil menunjuk nunjuk ke arah Kurnia.


Sebagai tanggapan pertanyaan yang mau di tanyakan oleh Ye Chen, Kurnia hanya berkata acuh tak acuh.


" Bodoh....!!!" (kata Kurnia)


Ye Chen sangat terkejut dengan balasan dari pertanyaannya tadi. Dan itu membuat Ye Chen semakin marah dan marah.


Wajah Ye Chen sekarang berubah menjadi merah ke hitam hitaman karena marah. dan Ye Chen mengepalkan tinjunya.


Karena tidak bisa menahan amarahnya, Ye Chen langsung menyerang Kurnia.


Namun hal itu di hentikan oleh pembawa acara pertandingan Asakanda.


Mengapa Ye Chen di hentikan? Tentu saja itu karena pertandingan belum secara resmi di mulai. Karena itu lah Ye Chen langsung di hentikan saat mau menyerang tadi.


Pembawa acara pertandingan pun berkata kepada Ye Chen.


" Peserta tidak boleh menyerang sebelum pertandingan benar benar sudah di mulai. Jika sekali lagi kamu melanggar peraturan, akan di diskualifikasi dari pertandingan ini. Apakah kamu paham?" (kata pembawa acara pertandingan) pembawa acara pertandingan berkata sangat tegas dan keras, pembawa acara pertandingan sangatlah mendominasi saat dia berkata seperti itu.


Di sisi lain.


Sebelum Ye Chen mau menyerang Kurnia, sebenarnya Kurnia sudah siap juga untuk menyerangnya.

__ADS_1


Tapi untuk saja Kurnia di ingatkan oleh Zaza. Kalau tujuan utamanya mengikuti pertandingan Asakanda ini adalah untuk memenangkan pertandingan ini dan agar bisa masuk ke Sekte Langit Merah.


Biar dia bisa menjadi bertambah kuat, jadi untuk kali ini Kurnia benar benar di uji kesabarannya. Karena Kurnia sangat ingin menghajar Ye Chen si musuh bebuyutan nya ini.


Kurnia sudah memendam dendam ini sangat lama, untuk menunggu waktu balas dendamnya tiba. walau pun sangat lama dia harus bisa melewatinya.


Dan sekarang waktu balas dendamnya sudah tiba, walau pun di pertandingan Asakanda ini tidak boleh membunuh lawannya, namun masih bisa menyiksanya. Ini lah yang di pikirkan oleh Kurnia saat ini.


Setelah itu pembawa acara pertandingan memulai pertandingan tersebut.


" Pertandingan Kurnia melawan Ye Chen di mulai." (kata pembawa acara pertandingan)


Tanpa basa basi Ye Chen langsung menyerang Kurnia dengan cepat.


" Matilah.. kau bajingan...


" Pukulan Cahaya Sles." (kata Ye Chen)


Jurus yang di gunakan Ye Chen ini adalah jurus yang sama, yang dia gunakan sebelumnya untuk memenangkan pertandingan saat melawan Sedir Yun.


" Langkah Shadow." (kata Kurnia)


Kurnia menghindari jurus Ye Chen dengan tenang. Dan Kurnia menyerang balik di belakang tubuh Ye Chen.


Kurnia pun menendang Ye Chen, namun ada hal yang membuat Kurnia terkejut. Yaitu yang mau di tendang Kurnia tadi adalah sebuah bayangan dari tubuh Ye Chen saja.


Malahan Ye Chen sekarang berada di depan jauh dari Kurnia.


" Haha.. menurut mu aku akan tertipu dengan jurus melarikan dirimu itu. Hanya jurus itu sedikit lumayan menarik, namun kalau di bandingkan dengan jurus milikku ini jurusmu itu tidak ada apa apanya. Karena jurus miliku ini adalah jurus di tingkat tinggi. hahah..." (kata Ye Chen)


Ye Chen berkata penuh dengan kesombongan, karena saat melihat Kurnia melawannya tadi ternyata Kurnia tidak sehebat yang dia bayangkan. Malahan Kurnia cukup payah dan bodoh. Itu lah yang di pikirkan oleh Ye Chen saat memikirkan Kurnia saat ini.


Penonton pun sekarang tercengang, kenapa mereka tercengang? tentu saja karena mendengar apa yang baru saja Ye Chen katakan tadi.

__ADS_1


Bahwa jurus milik Ye Chen adalah jurus tingkat tinggi dan Ye Chen telah menguasainya.


Kepala keluarga Chen dan semua anggota keluarga Chen yang ada di sana pun merasa bangga akan hal itu, sebelumnya mereka semua juga sudah mengetahui hal ini.


Namun saat hal ini di ketahui oleh keluarga besar lainnya dan semua orang, tentu saja membuat mereka menjadi orang yang hebat dan merasa di hormati dan di kagumi.


Akan tetapi tanggapan Kurnia saat setelah mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Ye Chen adalah diam tidak menjawab atau pun berkata sama sekali.


Hal itu sama persis seperti yang Kurnia lakukan terhadap Ye Chen saat sebelum pertandingan di mulai.


Melihat kejadian seperti ini terulang lagi. Kemarahan Ye Chen menjadi jadi, dan dia merasa harga dirinya telah di injak injak oleh seorang sampah.


Dengan kemarahan yang ada di dalam dirinya, Ye Chen menyerang Kurnia lagi. Ye Chen memakai jurus yang sama untuk menyerang Kurnia.


Namun kali ini Kurnia juga menyerang Ye Chen secara langsung.


" Tinju Iblis Penghancur." (kata Kurnia)


Saat sedang beradu jurus. Ye Chen pun berkata.


" Haha.. aku sudah melihat jurus milikmu ini. jurusmu ini paling paling hanya di tingkat menengah saja, aku namun jurus yang aku miliki ini adalah jurus tingkat tinggi. kamu akan tamat kali ini." (kata Ye Chen)


Ledakan keras pun terjadi Kurnia terpukul mundur oleh ledakan dari serangan Ye Chen, Kurnia merasakan serang milik Ye Chen sangat kuat.


Namun di sisi Ye Chen saat ini di juga sama seperti Kurnia, Ye Chen terpukul mundur juga.


Beberapa saat saat dia ingin melangkah kakinya, Ye Chen muntahkan darah dari mulutnya. darah yang sangat segar baru saja keluar dari mulutnya karena terkena serangan Kurnia walau pun serangan mereka berdua seri.


Namun Ye Chen malah menerima serangan balik yang sangat parah dan akhirnya memuntahkan darah. Kurnia di sana malah tidak terluka dan baik baik saja.


" Baga.. bagaimana kamu bisa baik baik saja? Seharusnya aku lah yang menang." (kata Ye Chen) Ye Chen berkata tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.


Dia terluka dan darah keluar dari mulutnya, akan tetapi Kurnia sama sekali baik baik saja dan tidak terlihat terluka sama sekali.

__ADS_1


" Ohh.. apakah menurutmu dengan serangan kecil milikmu itu bisa melukai ku?" (kata Kurnia) Kurnia berkata sambil membersihkan debu debu yang menempel di pakainya tanpa sedikit pun melihat ke arah Ye Chen.


__ADS_2