
" Sebenarnya cukup mudah tuan. dan cara itu bisa tuan lakukan sekarang untuk meningkatkan kekuatan tuan." (kata Zaza)
" Mudah? dan bisa aku lakukan sekarang?" (kata Kurnia)
Kurnia bingung dengan apa yang di katakan oleh Zaza. Sambil menggaruk garuk kepalanya walau tidak gatal.
" Apakah tuan masih ingat dengan apa yang Senior Jun Ming berikan kepada tuan saat tadi?" (kata Zaza)
" Yha.. aku masih ingat hal itu." (kata Kurnia)
Kurnia masih belum paham akan hal yang di maksud oleh Zaza.
" Tuan coba ingat ingat lagi. Bukankah Senior Jun Ming memberikan tuan batu Spiritual tingkat menengah?" (kata Zaza)
" Yha.. aku juga ingat hal itu. lalu apa.." (kata Kurnia)
Sebelum Kurnia melanjutkan perkataannya, akhirnya Kurnia mengerti apa yang di maksud oleh Zaza sekarang.
" Haha..." Kurnia tertawa sebelum berkata lagi.
" Pikiranku memang sulit untuk menanggapi hal dengan cepat. Jadi maksud kamu aku harus menyerap energi langit dan bumi yang ada di dalam batu Spiritual yang di berikan oleh Senior Jun Ming itu Zaza?" (kata Kurnia)
" Yha.. tuan. menurut tuan kenapa Senior Jun Ming memberikan batu Spiritual tingkat menengah kepada tuan?" (kata Zaza)
Lalu Kurnia pun berpikir sebelum berkata dengan ekspresi yang terkejut dan seakan akan tidak percaya dengan apa yang ingin dia katakan.
" Apa.. apa maksudmu adalah Senior Jun Ming sudah tau bahwa aku akan menyerang keluarga Chen Zaza?" (kata Kurnia)
__ADS_1
" Entah benar atau tidak tentang hal itu, hamba hanya menebaknya saja tuan. Bahkan Senior Jun Ming bukan hanya tau bahwa tuan ingin menghancurkan keluarga Chen saja. Dari apa yang hamba lihat saat tadi. Senior Jun Ming juga sudah menebak bahwa tuan tidak hanya akan menghancurkan keluarga Chen saja. Dan keluarga Yun juga." (kata Zaza)
" Jadi seperti itu. Pantas saja Senior Jun Ming memaksaku untuk mengambil batu Spiritual tingkat menengah ini. Karena dia sudah menebak bahwa aku ingin menghancurkan keluarga Chen dan keluarga Yun yha." (kata Kurnia)
" Lebih baik tuan segera seraplah energi langit dan bumi yang ada di dalam batu Spiritual itu tuan. Agar tuan lebih cepat bergerak dan juga bisa tiba di Sekte Langit Merah tepat waktu." (kata Zaza)
Zaza memberitahu kepada Kurnia untuk cepat melakukan hal tersebut. Dan Kurnia dengan cepat segera berduduk sila dan menyerap energi langit dan bumi ada di dalam batu Spiritual tersebut.
Kurnia pun mulai menyerap batu Spiritual tersebut. Dan tidak butuh waktu yang lama untuk Kurnia menyerapnya. Kurnia hanya memerlukan waktu sekitar 1 (satu) jam lebih beberapa menit saja untuk menyerap energi langit dan bumi di batu Spiritual tersebut.
Pada waktu itulah Kurnia mendadak merasakan energi yang ada di dalam tubuhnya bergejolak, seakan akan energi di dalam tubuhnya itu ingin keluar.
" Sepertinya cara ini berhasil. aku bisa merasakan bahwa aku akan menembus tingkat kultivasi ku saat ini." (kata Kurnia)
" Tuan lebih fokuslah lagi. Dan murnikan energi langit dan bumi yang tuan serap tadi." (kata Zaza)
Walaupun energi langit dan bumi ya ada di dalam batu Spiritual adalah energi langit dan bumi murni. Tapi energi tersebut harus di murnikan lagi oleh Kurnia, energi langit dan bumi yang di murnikan akan bisa menjadi energi milik Kurnia sepenuhnya. dengan kata lain energi tersebut menyatu dengan tubuh dan energi yang ada di tubuh Kurnia.
Itu pertanda bahwa Kurnia berhasil menembus tingkat kultivasi nya.
" Haha.. akhirnya aku menembus tingkat kultivasiku. Dan sekarang tingkat kultivasi di tingkat Mendingkers tingkat tinggi. Juga energi yang ada di dalam tubuhku saat ini lebih banyak dan juga terasa sangatlah murni dari pada sebelumnya." (kata Kurnia)
" Memang tuan. Walaupun tingkat Mendingkers menengah dan tingkat Mendingkers tinggi hanya berselisih 1 (satu) tingkat saja. Namun energi dari kedua tingkat itu sangat berbeda. Sebab semakin tinggi tingkat kultivasi seseorang. maka harus menyerap energi langit dan bumi yang lebih murni lagi. Untuk itu tuan harus keluar dari kota Asakanda ini dan menjelajahi benua benua yang ada di dunia ini agar tuan bisa meningkatkan tingkat kultivasi tuan." (kata Zaza)
" Kamu benar Zaza. kalau aku hanya berdiam saja di kota Asakanda ini. Maka seumur hidup tingkat kultivasi ku hanya akan sebatas ini saja. Tapi yang paling penting sekarang adalah menyelamatkan ayahku terlebih dahulu." (kata Kurnia)
Setelah itu Kurnia dengan cepat pergi ke kediaman keluarga besar Yun untuk menyelamatkan ayahnya.
__ADS_1
Kurnia sangat percaya diri bisa menyelamatkan ayahnya di kediaman keluarga besar Yun.
Setibanya di depan kediaman keluarga besar Yun. Kurnia di hadang oleh 2 (dua) orang ahli bela diri dari keluarga Yun yang menjaga pintu.
" Berhenti..." (kata salah satu penjaga pintu) orang itu berkata sambil menghadang Kurnia dengan tangannya.
Langkah kaki Kurnia berhenti saat penjaga itu menghadangnya.
" Ada keperluan apa kamu datang ke kediaman keluarga besar Yun? apakah kamu sudah memiliki janji dengan orang dari keluarga Yun?" (tanya salah satu penjaga pintu lainnya)
Walau pun Kurnia sangat ingin menghajar semua anggota keluarga Yun, tapi Kurnia masih memiliki hati nurani.
Kurnia hanya ingin membalas dendam kepada orang yang memiliki sangkut paut dengan ayahnya saja. Jadi Kurnia tidak ingin melampiaskan dendamnya itu kepada orang yang tidak bersalah.
" Aku kemari untuk bertemu dengan kepala Keluarga kalian." (kata Kurnia)
Kurnia berkata dengan lembut dan pelan. Akan tetapi para penjaga itu malah mengusir Kurnia dari sana dan mendorong dorong tubuh Kurnia dengan kuat.
Kurnia masih mencoba bersabar dan mencoba membujuk para penjaga pintu itu memanggil kepala keluarga Yun. Namun yang Kurnia terima adalah sebuah ancaman dari para penjaga pintu kediaman Yun.
" Apakah kamu tuli!! Aku bilang kamu pergilah dari kediaman keluarga Yun!! cepat pergilah dari sini. Kalau tidak aku akan mematahkan tulang tulang tubuhmu agar kamu pergi dari sini." (kata penjaga pintu kediaman keluarga Yun)
Kurnia yang mencoba bersabar dari tadi pun sudah tidak bisa menahan amarahnya sekarang. Karena Kurnia sudah berusaha untuk bersikap baik kepada mereka. Tapi malah mereka mengusirnya dan mengancam juga.
" Cepat panggil kepala keluarga Yun mu itu. Kalau tidak aku akan masuk sendiri untuk menyeretnya keluar.!!" (kata Kurnia)
Kurnia benar benar marah sekarang. Kurnia berkata sambil berjalan maju ke arah kedua penjaga pintu kediaman Yun tersebut.
__ADS_1
" Haha... sudah lama sekali tidak ada orang bodoh yang berani berbuat onar di kediaman keluarga besar Yun seperti ini. Dan apakah menurutmu tidak ada konsekuensi apa pun dari tindakanmu ini? Apakah kamu tau bahwa sebelumnya juga ada orang yang membuat onar seperti yang kamu lakukan ini. Tapi orang itu sekarang hanya bisa berbaring di tempat tidurnya saja dan tidak bisa bergerak." (kata penjaga pintu kediaman keluarga besar Yun tersebut)
Lalu kedua penjaga pintu itu tertawa keras bersama sama.