Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia

Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia
Bab 50


__ADS_3

Saat mendengar apa yang di bicarakan oleh para penonton ini, Shon Chen pun mulai cemas.


" Apakah dia benar benar Kurnia b*stars itu? Tapi itu tidak mungkin." (batin Shon Chen)


Lalu Shon Chen memberanikan diri untuk bertanya kepada Kurnia.


" Apa.. apa... apakah kamu adalah Kurnia?" (kata Shon Chen) Shon Chen berkata dengan sangat gugup dan terbata bata karena ada rasa takut, khawatir dan rasa yang tidak tidak tau, akan tetapi yang jelas Shon Chen sekarang sangatlah bingung dan di hatinya di penuhi suasana yang campur aduk.


Setelah Shon Chen bertanya kepada Kurnia, apakah dia adalah Kurnia yang dari keluarganya dulu.


Hal itu semakin menarik perhatian para penonton di sana, ada juga keluarga besar lainnya tertarik untuk menunggu jawaban dari Kurnia.


Hal sama juga terjadi pada ketua Fan Ming dan juga utusan Sekte Langit Merah. Semua orang menantikan hal ini, dan di tempat pertandingan Asakanda ini sekarang sangat sunyi dan tidak ada suara apa pun. Karena suasana ini sangatlah menegangkan, jadi tidak ada yang berani membuat suara di sana.


Beberapa saat setelah Shon Chen bertanya dan suasana menjadi hening, untuk menunggu jawaban dari Kurnia, akhirnya suara dari Kurnia pun terdengar setelah itu.


Namun suara yang pertama keluar Kurnia bukanlah jawaban untuk pertanyaan Shon Chen, melainkan suara yang keras dan suara keras itu adalah suara tawaan milik Kurnia.


" Hahaha......."


"Hahaha........"


" Hahaha......." (kata Kurnia) Suara tawa Kurnia sangat keras dan menggema di tempat pertandingan Asakanda, Namun bukan hanya sekali suara tawaan Kurnia, Akan tetapi Kurnia tertawa beberapa kali.


Dan itu semakin membuat suasana di tempat pertandingan semakin mencengkeram. Hal itu membuat Shon Chen dan anggota keluarga Chen yang di sana semakin ketakutan dan perasaan mereka semakin tidak menentu.


Saat ini Kurnia seperti iblis yang tidak memiliki rasa manusiawi di mata Ye Chen, bukan hanya itu saja. Ye Chen sangat sangatlah ketakutan karena melihat dan mendengar tawaan Kurnia tadi seperti Kurnia tidak ingin membunuhnya.


Melainkan lebih parah dari pada mati, tapi yaitu Ye Chen sangat takut Kurnia tidak membunuhnya akan tetapi malah di siksa siksa.


Agar Ye Chen bisa merasakan kesakitan yang sangat mengerikan dan tidak akan mati. Tentu saja hal itu lah yang paling menakutkan, dari pada seperti itu lebih baik Ye Chen memilih untuk mati saja, dari pada merasakan hal yang paling menakutkan dari pada kematian.

__ADS_1


Itu lah saat Ye Chen melihat Kurnia saat ini, dan Ye Chen yang saat ini masih tergeletak di tanah dan di bawah kaki Kurnia.


Saat Kurnia berhenti tertawa, suasana lebih menjadi hening dari saat sebelumnya. Lalu beberapa detik berikutnya ada suara yang terdengar lagi.


" Hahaha...


" Hahaha..." (suara yang terdengar saat ini)


Ternyata suara itu adalah suara tawa lagi. namun suara tawa kali ini lebih cepat dan tidak sebanyak suara tawa saat tadi.


Namun hal ini membuat semua orang merinding ketakutan dan tidak berani bergerak.


Dan ternyata suara tawa itu adalah milik Kurnia lagi. Setelah suara tawanya selesai, Kurnia melirik ke arah Shon Chen dan anggota keluarga Chen lainnya yang ada di tempat pertandingan.


Dengan mata yang tajam dan bulat, tatapan Kurnia saat ini seperti belati yang seakan akan belati itu terbang ke arah Shon Chen dan menembus jantungnya.


Semakin Shon Chen melihat mata Kurnia, semakin dia tenggelam dalam ketakutan yang tiada taranya.


Setelah melihat Shon Chen dan anggota keluarga Chen lainnya ketakutan, Kurnia berbalik menatap Ye Chen dan mematahkan kaki milik Ye Chen yang lainnya.


Suara retakan tulang kaki Ye Chen terdengar dan di susul suara jeritan kesakitan milik Ye Chen, namun suara jeritan Ye Chen berhenti saat suara injakan pelan terjadi di dadanya.


Injakan itu adalah milik Kurnia, Kurnia melakukan itu karena tidak ingin mendengar suara Ye Chen.


" Berhenti berteriak!!" (kata Kurnia) Kurnia berkata sambil menginjak dada Ye Chen.


Seketika Ye Chen berhenti berteriak, dan Ye Chen hanya bisa menahan rasa sakit yang sangat sangatlah luar bisa itu di hatinya.


Melihat kejadian itu kepala keluarga Chen (Shon Chen) dan anggota keluarga lainnya tidak ada yang berani berkata apa apa.


Shon Chen hanya bisa menggertak giginya saja saat melihat anak kesayangan di siksa di depan matanya sendiri. Dan dia hanya bisa pasrah.

__ADS_1


Sebab kalau Shon Chen bertindak atau mengucapkan kata apa pun, pasti balasan yang Kurnia berikan adalah menyiksa Ye Chen lagi dan lagi, yang membuat Shon Chen tidak berani mengucapkan kata apa pun dan tidak berani bertindak cerobo.


Suasana di tempat pertandingan semakin menakutkan dan menakutkan.


Kurnia saat ini hanya di penuhi nafsu untuk balas dendamnya saja, sampai dia tidak peduli lagi apa yang di pikirkan oleh orang lain tentang dirinya.


Setelah melihat Shon Chen dan anggota keluarga Chen lainnya hanya diam saja, itu membuat Kurnia semakin bergairah untuk menyiksa Ye Chen lagi.


" Hahaha....." (suara tawa Kurnia)


Setelah suara tawa Kurnia berhenti Kurnia menendang tubuh Ye Chen lumayan keras sampai Ye Chen berguling guling terus menerus karena Kurnia tidak hanya menendang Ye Chen sekali atau dua kali saja.


Melainkan Kurnia menendang Ye Chen terus menerus, seperti seorang pemain sepak bola yang menggiring bola.


Kurnia menendang Ye Chen sampai memutari arena pertandingan Asakanda itu. Tentu saja hal ini membuat semua orang terkejut, dan semua para penonton yang ada di sana menganggap Kurnia tidak miliki perasaan sama sekali dan Kurnia saat ini seperti manusia yang sedang di rasuki iblis.


Tubuh Kurnia penuh dengan kebencian kebencian, karena itulah para penonton yang di sana, bab yang melihat Kurnia melakukan hal itu menganggap Kurnia seperti iblis.


Saat ini terjadi Zaza berkata kepada Kurnia.


" Tuan.... tuan.. tuan!!" (kata Zaza)


Namun panggilannya itu tidak di respons sama sekali oleh Kurnia, Kurnia hanya melanjutkan kegiatannya yang sedang berolah raga main bola saja.


Setelah memanggil tuannya namun tidak ada respons, Zaza memanggil Kurnia lagi. Namun kali ini Zaza lebih keras suaranya saat memanggil Kurnia.


" Tuan.. tuan.. apakah kamu mendengar suara hamba?" (kata Zaza)


Tapi juga sama saja, Kurnia masih tidak merespon panggilan Zaza, Namun Zaza tidak menyerah.


Kemudian Zaza menyalurkan energi murinya ke Kurnia tepat di jidat Kurnia, dan seketika Kurnia berhenti menendang tubuh Ye Chen.

__ADS_1


" Tuan apakah kamu mendengar suaraku?" (kata Zaza)


Zaza bertanya kepada Kurniauntuk memastikan apakah Kurnia mendengar suaranya atau tidak.


__ADS_2