
Sebelumnya Zaza memberitahu Kurnia bahwa tetua itu belum tidur, jadi Zaza mengingatkan Kurnia untuk berhati hati ketika menghadapi tetua tersebut.
Lalu saat pintu akan terbuka, Kurnia sudah bersiap siap untuk menyerang tetua tersebut. Akan tetapi hal tak terduga pun terjadi.
Ternyata tetua itu lah yang lebih dulu meluncurkan serangan ke arah Kurnia, Kurnia terkena serang dari tetua tersebut dan terpenal mundur cukup jauh.
Lalu tetua itu membuka pintu dan keluarlah tetua itu dari kamarnya sambil berjalan dengan sombong sebelum berkata kepada Kurnia.
" Haha.. apakah menurutmu aku tidak tau bahwa kamu datang kemari anak bodoh. Aku sudah mempersiapkan situasi seperti ini. Kamu kira akan mudah bagimu untuk membunuh? Kamu salah besar!! aku lah yang akan membunuhmu di sini. Hahah..." Kata tetua tersebut sambil tertawa.
" Ohh.. aku benar benar tidak menyangka orang tua sepertimu akan sangat hati hati. Namun kamu jangan sombong dulu, mungkin aku tidak bisa membunuhmu saat ini, tapi setelah ini aku akan bisa membunuhmu." Kata Kurnia sambil memegang tubuhnya yang terkena serangan tetua itu.
" Apa kamu kira aku akan membiarkan hal itu terjadi? Jangan harap kamu bisa kabur dari sini dan memiliki waktu di masa depan untuk mencariku lagi." Kata tetua tersebut.
" Huh.. kalau aku ingin kabur dan melarikan diri dari sini, itu adalah pilihanku. Orang tua sepertimu tidak akan bisa menghalaiku untuk kabur dari sini. Orang tua sepertimu tidak akan bisa menandingi kecepatan yang aku miliki." Kata Kurnia sambil merendahkan kecepatan tetua tersebut.
" Haha.. kamu jangan terlalu percaya diri untuk hal itu. Aku sudah berlatih keras untuk menguasai jurus melarikan diri seperti milikmu itu saat aku tidak berhasil mengejarmu saat kamu melarikan diri. Jadi kali ini akan mudah bagiku untuk mengejarmu dan membunuhmu. Karena saat aku membunuhmu dan menyerahkan tubuhmu kepada kepala keluarga Shon Chen, aku akan bi beri hadiah yang sangat besar. Jadi kali ini aku tidak akan menyia nyiakan kesempatan emas ini." Kata tetua tersebut.
Lalu tetua itu mulai menyerang Kurnia, tapi Kurnia bisa menghindari serangan tetua itu. Kurnia hanya menghindar saja. Serangan serangan pun di luncurkan oleh tetua itu ke arah Kurnia walau pun Kurnia bisa menghindari serangan tersebut, namun lama kelamaan Kurnia juga terkena serangan tetua itu.
Saat terkena serangan itu Kurnia langsung terbang mundur dan menghantam pohon yang ada di belakangnya, Lalu dengan cepat Kurnia berdiri dan melarikan diri dari sana.
Tidak tinggal diam tetua itu mengejar Kurnia yang melarikan diri, Kurnia yang melihat bahwa tetua itu mengejar dirinya. Kurnia langsung menggunakan jurusnya.
" Langkah Shadow " Kata Kurnia.
Tetua itu pun juga ikut mengeluarkan jurus miliknya untuk mengejar Kurnia.
" Langkah Spit." Kata tetua tersebut.
__ADS_1
Cukup lama Kurnia melarikan diri dan di kejar oleh tetua itu, akhirnya tetua itu bisa menyusul dan menghentikan Kurnia. Saat bisa menghentikan Kurnia tetua itu pun tertawa sebelum berkata.
" Hahah"
" Bagaimana? apakah kamu ingin melarikan diri lagi bocah bodoh? Aku sudah bilang kepadamu bahwa aku memiliki jurus baru dan jurus baru milikku lebih hebat dari pada jurus milikmu." Kata tetua tersebut.
" Sepertinya di sini sudah cukup jauh dan sudah waktunya melawan orang tua itu dengan sungguh sungguh." Batin Kurnia di dalam hati.
Lalu Kurnia menanggapi perkataan tetua itu dengan tersenyum saja dan Kurnia malah bertingkah santai, tanpa ada rasa takut sedikit pun. Hal itu membuat Tetua tersebut menjadi heran dan bertanya kepada Kurnia.
" Kenapa kamu tertawa? Apakah ada yang salah?" Tanya tetua itu.
Tapi Kurnia hanya tersenyum lagi.
" Dasar bocah tidak tau diri. Aku akan membunuhmu sekarang juga agar tidak membuang buang waktuku." Kata tetua itu.
Lalu Tetua itu menyerang Kurnia dengan cepat. Akan tetapi saat dia menyerang Kurnia. Kurnia langsung menggunakan jurusnya.
" Langkah Shadow "
"Ada yang aneh dengan bocah itu. Kenapa kecepatan jurusnya kali ini sangat cepat? padahal saat tadi kecepatan jurus miliknya masih di bawah jurusku. Tapi kenapa sekarang jurusnya lebih cepat." Batin tetua tersebut.
Kurnia yang melihat raut wajah tetua tersebut berubah, Kurnia pun tersenyum sebelum berkata.
" Bagaimana menurutmu tetua? Apakah jurus milikku lebih lambat dari jurusmu?" Tanya Kurnia.
" Hanya seperti itu saja sudah sombong? Aku belum mengeluarkan semua kekuatan yang aku miliki. Apa menurutmu jurus melarikan diri seperti itu sudah bisa menentukan siapa yang akan menang? Kamu hanyalah bocah di tingkat Mendingkers tingkat tinggi saja. Sedangakan aku sudah di tingkat Saingars tingkat rendah. Tingkat kultivasi lebih tinggi darimu." Kata tetua tersebut.
"Jadi menurutmu tingkat kultivasi menentukan siapa yang menang? kamu hanyalah katak dalam tempurung yang belum pernah keluar melihat betapa besarnya dunia ini." Kata Kurnia.
__ADS_1
Tetua itu marah saat Kurnia mengatakan bahwa dia adalah katak dalam tempurung. Lalu tetua itu berdiri dan bersiap siap untuk meluncurkan serangannya.
" Bocah bodoh yang tidak memiliki otak!! Kamu akan mati mengenaskan di tanganku ini sekarang juga." Kata tetua itu sambil mengepalkan tanganya.
Tetua itu menyerang Kurnia dengan menggunakan jurusnya.
" Langkah Spit." Kaya tetua tersebut.
Tiba tiba tetua itu sudah ada di belakang Kurnia, lalu tetua itu langsung menendang Kurnia. Saat tetua itu menendang Kurnia ternyata Kurnia sudah menghilang dari sana dan serangannya tadi sama sekali tidak mengenai Kurnia.
Lalu Kurnia sekarang mendadak berada di belakang tetua tersebut dan meluncurkan serangan, serangan Kurnia mengenai tetua tersebut dan membuat tetua tersebut terbang jauh terpental.
Tetua itu tidak terima dan menggunakan jurusnya lagi untuk menyerang Kurnia.
" Aku harus menggunakan semua energi langit dan bumi yang aku miliki agar bisa membunuh bocah bodoh itu." Batin tetua tersebut.
" Langkah Spit." Kata tetua tersebut.
Dengan menggunakan energi langit fan bumi yang banyak, tetua itu dengan cepat langsung berada di depan Kurnia, dan meluncurkan serangannya lagi.
" Pukulan Sheren " Kata tetua tersebut.
Namun siapa yang menyangka bahwa Kurnia tidak menghindari serangan dari tetua itu malahan Kurnia mengadu kekuatan mereka berdua dengan cara mengeluarkan jurusnya juga.
" Tinju Iblis Penghancur " Kata Kurnia
Saat kedua serangan mereka bertabrakan satu sama lain. Serangan itu menimbulkan tanah tanah yang ada di sekitar mereka langsung retak dan hancur.
Serangan mereka berdua sangat Kuat bahkan sampai sampai membuat lubang di sekitar mereka setelah tanah tanah itu retak, debu debu tanah berhamburan dan menutupi kedua orang tersebut.
__ADS_1
Lalu tiba tiba ada seseorang yang keluar dari sana dengan keadaan terbang ke belakang dan menghancurkan pohon pohon yang dia tabrakan. Lalu orang itu akhirnya berhenti terpental saat menabrak pohon yang sangat besar.