
Setelah itu Kurnia berjalan ke arah Ye Chen yang berusaha menjatuhkan dirinya dari arena pertandingan, agar bisa kalah dan menghindari dari Kurnia.
Namun sebelum Ye Chen bisa menjatuhkan dirinya dari arena pertandingan, Kurnia sudah melihatnya. Dan sebab itu lah Kurnia berjalan ke arah Ye Chen.
" Kenapa kamu ingin jatuh dari arena pertandingan ini? bukankah sebelumnya kamu sangat sombong dan merasa paling hebat? bukankah kamu ingin memenangkan pertandingan Asakanda kali ini, juga bukankah kamu kandidat juaranya di tahun ini? kamu sangat mengecewakan semua orang dan keluarga Chen mu itu. ayolah lawan aku lagi. buktikan kalau kamu adalah seorang pemenang, dan kamu lah yang terhebat seperti sebelumnya saat kamu menindasku waktu itu." (kata Kurnia)
Namun hal itu malah membuat Ye Chen semakin ketakutan, saat ini Ye Chen tidak berani seperti sebelumnya saat dia menindas orang lain. Dan sekarang Ye Chen hanya bisa memohon belas kasihan pada Kurnia saja.
" Saudara Kurnia, mohon belas kasihan mu. biarkan aku keluar dari arena ini. Kita adalah 1 (satu) keluarga, dan kita adalah saudara. Jadi mohon lepaskan aku." (kata Ye Chen)
Ye Chen memohon kepada Kurnia sambil memegang kaki Kurnia agar Kurnia mau melepaskannya.
Namun di hati Ye Chen, beda lagi tidak seperti yang dia katakan dari mulut itu.
" Huhh.. dasar bajingan.. kamu sudah menyiksaku berkali kali saat ini, namun saat aku sudah lepas dari sini kamu jangan harap bisa hidup dengan tenang. Aku akan menyuruh orang untuk menangkapmu hidup hidup agar aku bisa menyiksa mu seperti saat kamu menyiksa ku sebelumnya. Dan bukan hanya itu saja, saat aku sudah bosan menyiksa mu seperti hal yang kamu lakukan kepadaku. aku akan membunuh mu tapi sebelum membunuhmu, akau akan menguliti kulitmu sedikit demi sedikit, dan lalu dagingmu setelah itu. Aku ingin kamu merasa apa yang namanya Mati Segan Hidup Pun Tak Mau." (batin Ye Chen)
itu lah yang di pikirkan oleh Ye Chen saat ini.
Setelah itu Kurnia pun berkata.
" Kalau kamu ingin keluar dari arena pertandingan boleh saja, dan silakan." (kata Kurnia) Kurnia berkata sambil memberikan jalan untuk Ye Chen dan juga Kurnia melengkungkan mulutnya dan tersenyum.
" Terima kasih.. terima kasih saudara Kurnia, akua akan mengingat kebaikanmu ini." (kata Ye Chen) sambil tersenyum dan mengangguk anggukan kepalanya.
" Dasar bodoh... lihat saja setelah ini kamu pasti akan mati." (batin Ye Chen)
Lalu Ye Chen pun merangkak merangkak agar bisa keluar dari arena pertandingan itu. beberapa saat kemudian sebelum Ye Chen berhasil, Kurnia berkata.
" Tuan muda Ye Chen kenapa lama sekali, aku bisa membantumu untuk keluar dari sini." (kata Kurnia) Kurnia berkata sambil tersenyum ke arah Ye Chen dan menawarkan untuk membantu Ye Chen.
" Ti.. tidak.. tidak perlu untuk itu saudara Kurnia. aku bisa sendiri, tidak perlu merepotkan saudara Kurnia." (kata Ye Chen)
" Ohh.. jadi maksud kamu, kamu menolak kebaikan yang aku tawarkan kepadamu? bukankah maksud kamu itu, kamu secara tidak langsung menganggap aku ini tidak baik hati?" (kata Kurnia) Kurnia berkata sambil menatap tajam ke arah Ye Chen.
Ye Chen yang mendengar jawaban Kurnia itu semakin panik dan juga bingung harus berkata apa.
__ADS_1
" Bu.. buk.. bukan seperti itu yang aku maksud saudara Kurnia." (kata Ye Chen) Ye Chen berkata dengan panik.
" Ohh.. lalu seperti apa yang kamu maksud?" (kata Kurnia) ssambil menyilangkan tangannya di dada menunggu jawaban Ye Chen.
"..."
Namun Ye Chen tidak berkata apa apa dan bingung mau berkata apa.
" Kalau kamu hanya diam saja dan tidak menjawabnya, aku anggap kamu setuju dengan aku membantumu." (kata Kurnia)
Kurnia berkata dengan senang dan senyum pun terlukis indah di mulutnya itu.
Sebagai tanggapan Ye Chen hanya diam saja, tidak tau harus berkata apa.
Lalu Kurnia membantu Ye Chen untuk keluar dari arena pertandingan tersebut.
" Bukk....." (suara yang menggenggam di arena pertandingan)
Suara itu adalah suara tendangan yang sangatlah keras, karena itu bisa menimbulkan suara yang bisa menggema di sana.
Dan suara itu keluar dari tendangan Kurnia, ternyata Kurnia menendang Ye Chen dengan keras.
Kurnia berkata membelakangi Ye Chen,sambil berjalan dan melambaikan tangannya.
Ternyata yang di maksud oleh Kurnia tadi, saat dia ingin membantu Ye Chen untuk keluar dari arena pertandingan adalah ini.
Kurnia menendang tubuh Ye Chen dengan keras dan Ye Chen pun terjatuh dan keluar dari arena pertandingan.
Seperti yang di harapkan oleh Ye Chen, bahwa Ye Chen ingin keluar dari arena pertandingan. Kurnia pun membantunya, akan tetapi Kurnia membantunya keluar dari arena pertandingan dengan cara menendangnya dengan keras.
Dan itu bukanlah membantu malah lebih tepatnya siksaan yang terakhir yang di berikan oleh Kurnia terhadap Ye Chen.
Setelah itu Shon Chen dan anggota keluarga Chen lainnya mendatangi Ye Chen dan membantu Ye Chen.
Di sisi lain hal yang di lakukan oleh Kurnia tadi terhadap Ye Chen adalah sebuah pertunjukan yang sangat bagus. Hal itu lah yang di rasakan oleh para penonton dan semua orang yang hador di sana. Juga tidak terkecuali ketua Fan Ming juga utusan Sekte Langit Merah.
__ADS_1
Pembawa acara pertandingan pun berkata setelah itu.
" Pemenang pertandingan ini adalah Kurnia.." (kata pembawa acara pertandingan)
Lalu di susul oleh sorakan sorakan para penonton yang mendukung Kurnia.
Walaupun para penonton sebelumnya menganggap Kurnia seperti manusia yang tidak punya hati saat menyiksa Ye Chen, namun para penonton juga merasa bahwa mereka akan melakukan yang hal sama seperti Kurnia, apa bila mereka berada di sisi Kurnia, yang telah mengalami hal hal yang sangat kejam yang di lakukan oleh Ye Chen dan keluarganya kepada Kurnia.
Lantas karena itu lah para penonton semakin bersemangat untuk mendukung, bersorak dan memanggil nama Kurnia.
Pembawa acara pertandingan pun mengumumkan bahwa akan ada waktu istirahat, dan sekarang waktu istirahat itu saat ini.
" sekarang silakan para peserta istirahat untuk memulihkan tenaga." (kata pembawa acara pertandingan)
Kurnia pun istirahat dengan tenang di ruang yang sudah di siapkan di ttempat pertandingan itu.
Namun pikiran Kurnia masih kemana maba saat ini.
" Apakah Shon Chen dan anggota keluarga Chen lainnya akan ke sini dan membalaskan dendam Ye Chen padaku sekarang?" (kata Kurnia) Kurnia berkata kepada dirinya sendiri.
Kurnia berpikir seperti itu karena saat hal itu benar benar terjadi, maka di tidak bisa melarikan diri lagi. Sebab di ruangan tempat istirahat nya itu tidak ada jalan keluar lainnya, hanya ada 1 (satu) jalan keluar saja.
Kurnia bukannya takut kepada Shon Chen dan anggota keluarga Chen lainnya. Kurnia hanya tidak ingin dia mati di sana, sebelum dia bisa menyelamatkan ayah nya dari keluarga Yun.
Karena itu lah dia betarung dengan permikirannya sendiri saat ini. Namun hal yang dia pikirkan itu di jawab oleh Zaza.
" Tuan tenang saja, Shon Chen dan yang lainnya tidak mungkin kemari dan membalas dendam kepada tuan. Hal itu tidak mungkin terjadi." (kata Zaza)
" Kenapa kamu bisa berkata dengan percaya seperti itu Zaza?" (kata Kurnia)
Kurnia ingin tau apa yang membuat Zaza berkata seperti itu dengan percaya diri.
" Shon Chen dan yang lainnya tidak berani melakukan itu, karena mereka tidak ingin menyinggung ketua Fan Ming dan utusan Sekte Langit Merah itu yang sebagai mengamat di pertandingan Asakanda ini. Bukankah pertandingan ini di selenggarakan oleh Sekte Langit Merah untuk mencari kandidat murid di kota kota yang ada di bawah kekuasaannya? Maka kalau sampai Shon Chen dan yang lainnya menyerang tuan di sini, maka secara tidak langsung bukannya dia menyinggung ketua Fan Ming dan utusan Sekte Langit Merah itu? juga menyinggung Sekte Langit Merah juga secara langsung, karena berani membuat onar di acara pemilihan kandidat murid. Walau pun ini hanyalah masalah sepele bagi Sekte Langit Merah, namun kalau hal ini tersebar keluar, maka Sekte Langit Merah akan kehilangan harga diri mereka." (kata Zaza)
Mendengar apa yang di katakan oleh Zaza, itu terdengar sangat masuk akal dan hal itu membuat Kurnia menjadi lebih tenang dan merasa sedikit lega.
__ADS_1
Kurnia pun beristirahat dengan tenang dan damai di ruangannya itu.
BBeberapa menit sudah berlalu dengan sangat cepat, dan hal itu tidak terasa oleh Kurnia yang saat ini sudah terlentang dan tertidur di sana.