Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia

Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia
Bab 62


__ADS_3

" Tok.. tok.. tok..." (suara ketukan pintu)


Lalu di susul oleh suara seseorang yang sebelumnya berjalan ke arah ruangan Kurnia.


" Tuan muda Kurnia.. apakah tuan muda ada di dalam? Ini saya ketua Fan Ming dari tempat Lelang Kosokai. Saya ingin bertemu dengan tuan muda Kurnia." (kata Ketua Fan Ming)


Dan ternyata seseorang itu adalah ketua Fan Ming.


Mendengar bahwa itu adalah ketua Fan Ming, dan juga Kurnia masih ingat suara ketua Fan Ming dengan jelas. Kurnia tau bahwa itu benar benar ketua Fan Ming. Kurnia pun langsung menjawab.


" Yha.. ketua Fan, saya ada di dalam. ketua Fan Ming langsung masuk saja kemari." (kata Kurnia)


" Baik tuan muda." (kata Ketua Fan Ming)


Lalu ketua Fan Ming mendorong pintu ruangan istirahat Kurnia tersebut dan berjalan masuk ke dalam ruangan istirahat Kurnia.


setelah masuk ke dalam ketua Fan Ming melihat Kurnia yang ada di kasurnya dan terlihat lesu walaupun keadaan ini lebih baik dari pada sebelumnya.


Dan sebelum berkata ketua Fan Ming menganggukkan kepalanya kepada Kurnia sebagai salam di antara mereka berdua.


Kurnia pun juga sama, Kurnia langsung membalas anggukan kepala ketua Fan Ming dengan menganggukan kepalanya juga. Lalu Ketua Fan Ming pun berkata.


" Saya di beritahu oleh pegawai saya, bahwa tuan muda Kurnia sudah sadar, jadi saya langsing datang setelah menerima kabar itu dan ingin melihat sendiri bagaimana keadaan tuan muda Kurnia. Apakah tuan muda Kurnia baik baik saja? apakah tuan muda Kurnia masih merasakan sakit?" (kata Ketua Fan Ming)


Ketua Fan Ming bertanya kepada Kurnia dengan hormat.


" Sebelumnya terima kasih ketua Fan, karena ketua Fan Ming sudah bersedia menjenguk saya saat ini walaupun sudah jelas bahwa ketua Fan adalah seseorang yang sangat sibuk." (kata Kurnia) sambil tersenyum kepada ketua Fan Ming.

__ADS_1


" Tidak.. tidak.. tidak sama sekali tuan muda Kurnia, saya hari ini tidaklah sibuk dengan pekerjaan saya." (kata Ketua Fan Ming)


" Haha.. baiklah terserah ketua Fan Ming saja. namun saya benar benar sangat berterima kasih kepada ketua Fan Ming, yang telah menyuruh seseorang untuk merawat saya dan menjaga saya saat saya di sini. San saya minta maaf karena merepotkan ketua Fan Ming." (kata Kurnia)


" Haha.. tuan muda bisa saja. Saya tidak terlalu banyak membantu tuan muda, itu adalah hal yang sepele jadi tuan muda Kurnia jangan terlalu sungkan kepada saya." (kata Ketua Fan Ming) sambil tertawa.


Mereka berdua berbicara dengan baik satu sama lain. dan mereka berbicara cukup lama.


Setelah berbicara cukup lama, Kurnia baru ingat bahwa dia belum bertanya kepada ketua Fan Ming apakah ada hal penting lainnya tentang pertandingan Asakanda tahun ini yang telah dia menangkan.


" Ohh iya ketua Fan. Apakah ada sesuatu yang lain yang ingin anda bicarakan kepada saya?" (kata Kurnia)


Mendengar pertanyaan Kurnia, ketua Fan Ming pun berpikir sesaat sebelum menjawab pertanyaan Kurnia tersebut.


" Hal lain..?" (kata ketua Fan Ming) sambil menyentuh janggutnya yang terlihat tidak terlalu panjang dan juga melihat ke atas untuk berpikir keras.


" Ahh.. akhirnya aku ingat sekarang." (kata Ketua Fan Ming) sambil sedikit memukul kepalanya dengan tangan, sebagai refleksi karena melupakan sesuatu dan akhirnya bisa mengingat lagi sesuatu tersebut.


" Tidak apa apa ketua Fan. Maklum saja, semua orang pasti juga pernah lupa akan sesuatu, walau tidak ingin melupakannya. Itu lebih baik dari pada seseorang melupakan sesuatu dengan sengaja." (kata Kurnia)


" Haha.. kata kata tuan muda Kurnia cukup bagus." (kata Ketua Fan Ming) sambil tertawa.


" Terima kasih untuk itu ketua Fan. Jadi hal penting apa yang ingin ketua Fan Ming bicarakan kepada saya?" (kata Kurnia)


Kurnia bertanya dengan serius dan ingin tau hal penting apa yang ingin ketua Fan Ming bicarakan.


Tentu saja Kurnia sudah memiliki tebakan, apa yang ingin di bicarakan oleh ketua Fan Ming. Dan tebakan Kurnia tidak lain adalah, Ketua Fan Ming ingin membicarakan tentang hadiah yang akan dia terima setelah memenangkan pertandingan Asakanda tahun ini.

__ADS_1


Juga ketua Fan Ming dan utusan Sekte Langit Merah memberikan token tanda bahwa Kurnia adalah calon murid resmi yang sudah memenangkan pertandingan dari kota besar yang ada di bawah kekuasaan Sekte Langit Merah.


Agar Kurnia bisa pergi ke Sekte Langit Merah dan menjadi murid dari Sekte Langit Merah. Itu lah tebakan Kurnia.


Ketua Fan Ming pun berkata.


" Saya ingin membicarakan masalah tentang pil eliksir tuan muda Kurnia yang sebelumnya." (kata Ketua Fan Ming) sambil matanya berbinar binar dan sangat antusias dengan apa yang dia bicarakan.


Mendengar apa yang di katakan oleh ketua Fan Ming, itu membuat Kurnia menjadi lemas. Karena Kurnia menantikan bahwa ketua Fan Ming akan berbicara tentang bagaimana cara Kurnia bisa mendapatkan token yang harusnya di dapatkan oleh peserta pemenang acara pertandingan Asakanda.


Kurnia saat ini menjadi lemas setelah mendengar hal yang ingin di katakan oleh ketua Fan Ming.


Melihat Kurnia seperti tidak senang akan hal itu, ketua Fan Ming bingung dan bertanya kepada Kurnia.


" Apakah anda baik baik saja tuan kuda Kurnia? kenapa tuan muda Kurnia terlihat melas sekali?" (kata ketua Fan Ming)


Ketua Fan Ming bertanya sambil berpikir apakah ada yang salah dengannya atau perkataannya menyinggung Kurnia. Ketua Fan Ming berpikir dan dia merasa bahwa dia tidak melakukan kesalahan sama sekali secara fisik maupun secara berkata. Kurnia melihat bahwa ketua Fan Ming bingung dan juga Kurnia jelas melihat bahwa sebelumnya Ketua Fan Ming sangat senang dan sangatlah antusias saat membicarakan tentang pelelangan pil eliksir.


Jadi Kurnia tidak mau membuat ketua Fan Ming sedih karena Kurnia tidak berminat untuk membicarakan tentang hal tersebut.Kurnia pun menjawab pertanyaan ketua Fan Ming.


" Saya baik baik saja ketua Fan. Saya hanya sedikit terkejut ternyata ketua Fan Ming sangat konsisten dengan pelelangan pil eliksir milik saya, dan saya sangat kagum kepada anda ketua Fan." (kata Kurnia)


" Haha.. tuan muda Kurnia memang sangat pandai dalam hal menyanjung orang lain." (kata Ketua Fan Ming)


" Jadi yang ingin ketua Fan Ming bicarakan adalah tentang pil eliksir milik saya itu, dan itu hanya tersisa setengah saja. Tolong ketua Fan Ming lanjut pembicaraannya lagi." (kata Kurnia)


Kurnia saat ini terlihat sangatlah antusias dengan pembicaraan tentang pil eliksir miliknya yang di lelang itu, dan tentu saja Kurnia hanya berpura pura saja, agar ketua Fan Ming tidak mengetahui apa yang di rasakan oleh Kurnia saat ini. Yaitu sedih dan sedih.

__ADS_1


Dan tempat Lelang Kosokai sudah melelang semua pil eliksir milik tuan muda Kurnia yang sebelumnya tersisa. Seperti yang saya tebak, lelangan pil eliksir milik tuan muda Kurnia akan melambung sangat tinggi dan harganya sangatlah fantastis. Dan jumlah pendapatan lelangan ini sangat sangatlah melebihi apa yang saya kira tuan muda Kurnia." (kata Ketua Fan Ming)


Ketua Fan Ming menjelaskan kepada Kurnia dengan sangat semangat dan semangat.


__ADS_2