
Kurnia yang melihat pembunuh bayaran itu masih berpura pura pingsan. Akal Kurnia menjadi sedikit tidak beres, Kurnia ingin menghajar pembunuh bayaran itu tapi Kurnia mengurungkan niatnya.
" Ada apa Kurnia? kenapa aku lihat kamu menjadi seperti seseorang yang akan marah? apakah aku ada berbuat yang salah? kalau begitu aku minta maaf padamu." (kata Yubi)
Yubi yang melihat ekspresi Kurnia berubah, lalu Yubi berfikir kalau dia telah melakukan kesalahan. Jadi dia meminta maaf kepada Kurnia.
Tapi Kurnia yang mendengar perkataan Yubi pun terkejut dan bingung, lalu Kurnia pun menjelaskannya kepada Yubi.
" Kamu jangan salah faham, aku tidak marah, aku baik baik saja. Tapi aku rasa kita terlalu lama menunggu pembunuh bayaran itu sadar, tapi pembunuh bayaran itu masih pingsan sampai saat ini." (kata Kurnia)
" Menurut apa yang harus kita lakukan saat ini Kurnia?" (kata Yubi)
Setalah mendengar Yubi bertanya seperti itu, Kurnia memiliki cara agar pembunuh bayaran itu bangun dan tidak berpura pura pingsan lagi. juga agar pembunuh bayaran itu mengaku dengan cepat siapa yang menyuruhnya untuk membunuh Yubi.
Lalu Kurnia pun berkata.
" Aku rasa kita lebih baik memotong 1 (satu) kakinya terlebih dahulu agar pembunuh itu cepat sadar, karena yang aku tau, kalau ada seseorang pembunuh yang tertangkap dan dia pingsan. Akan di potong 1 (satu) demi 1 (satu) bagian tubuhnya agar pembunuh itu cepat sadar. itu lah yang di lakukan di desaku." (kata Kurnia)
" Tapi... " (kata Yubi)
Sebelum Yubi melanjutkan perkataannya, Kurnia memberikan kode kepada Yubi. Kurnia mengedipkan matanya.
Yubi yang tau itu adalah kode dari Kurnia, akhirnya Yubi menyetujui apa yang di katakan oleh Kurnia tadi.
" Yhaa... kamu benar Kurnia, aku juga malas menunggu pembunuh bayaran itu sadar. lebih baik kita lakukan seperti yang kamu katakan itu." (kata Yubi)
" Baiklah ayo kita lakukan." (kata Kurnia)
sambil berjalan ke arah pembunuh bayaran yang telah di ikat itu, Kurnia dan Yubi masih melanjutkan diskusi mereka.
" Kurnia bagaimana kalau setelah kita memotong kakinya lalu dia tidak bangun bangun?" (kata Yubi)
" Ahh.. itu mudah sekali. Kalau di desaku, paling paling kita hanya akan memotong tangannya." (kata Kurnia)
__ADS_1
" Kenapa memotong tangannya? bukan kakinya lagi?" (kata Yubi)
" Kalau kita memotong kakinya lagi, pembunuh bayaran itu akan senang. karena kalau kita memotong tangannya bukankah dia akan sulit untuk makan dan berjalan? kalau memotong kedua kakinya dia masih bisa berjalan dengan mengandalkan kedua tangannya, tapi kalau kita memotong 1 (satu) kaki dan 1 (satu) tangannya dia akan kesulitan. dan dia mungkin tidak ingin hidup lagi." (kata Kurnia)
Pembunuh bayaran yang pura pura pingsan itu mendengar apa yang di bicarakan oleh Kurnia dan Yubi. pembunuh bayaran itu merasa dia sedang ada di neraka. pembunu bayaran itu sekarang sedang sangat ketakutan tapi dia memutuskan untuk tetap berpura pura pingsan.
Kurnia dan Yubi yang melihat tidak ada pergerakan yang di lakukan oleh pembunuh bayaran itu, memutuskan untuk melanjutkan diskusi mereka lagi,
Tapi kali ini mereka berjalan lebih pelan dan menikmati diskusi mereka bagaimana cara membangunkan pembunuh bayaran itu. Mereka berdua seakan akan sangat senang saat mendiskusikan itu dan merasa tidak sabar untuk melakukannya kepada pembunuh bayaran itu.
" Kurnia. Kurnia. Bagaimana kalau pembunuh bayaran itu masih belum bangun lagi?" (kata Yubi)
" Hahaha... semoga saja seperti itu, karena aku sudah lama tidak memotong daging seseorang. Mungkin kalau pembunuh itu masih belum sadar, aku akan langsung menginjak alat keturunannya, karena itu akan lebih memberikan kita perbedaan, saat memotong dan menginjak alat keturunan akan ada sensasi yang sangat berbeda. Aku jadi tidak sabar lagi. atau lebih baik kita menginjak alat keturunannya lebih dulu? dari pada saat kita memotong kaki atau tangannya dia akan keburu bangun dari pingsannya." (kata Kurnia)
" Hahaha.. aku setuju dengan itu, lebih baik kita menginjak alat keturunannya terlebih dahulu, aku belum pernah merasakannya sebelumnya, jadi aku akan yang jadi pertama yang menginjaknya dulu." (kata Yubi)
Setelah sampai di depan pembunuh bayaran itu, Yubi mengangkat kakinya dan mau menginjak alat keturunan pembunuh bayaran itu. tapi Yubi di cegah oleh Kurnia.
" Tunggu dulu, apakah kamu yakin ingin yang bertama menginjak? yang aku tau lebih enak yang kedua, karena biasanya pembunuh bayaran yang di injak alat keturunannya saat pertama kali, dia akan langsung sadar dan berteriak, setelah dia berteriak lalu injakan kedua harus di luncurkan sebelum teriakannya selesai. Jadi lebih enak yang menginjak kedua." (kaya Kurnia)
Mendengar suara tertawanya Yubi membunuh bayaran itu langsung merinding, tapi dia masih berpura pura pingsan.
" Baiklah terserah kamu Kurnia. Aku hanya ingin merasakan menginjak alat keturunan pembunuh bayaran ini. Apakah aku harus menginjaknya dengan keras atau pelan?" (kata Yubi)
" kamu jangan menginjaknya dengan keras, tapi injaklah dengan sangat keras. injaklah dengan kekuatan penuhmu, itu akan membuat sensasi yang lebih berbeda dan akan lebih seru." (kata Kurnia)
" Ayo kita lakukan Kurnia. Aku sudah tidak sabar lagi." (kata Yubi)
" Yhaa ayo.. seperti yang ada di desaku kita hitung sampai 3 (tiga) lalu menginjaknya." (kata Kurnia)
Setelah itu mereka menghitung, saat menghitung Kurnia siap siap untuk menginjak alat keturunan pembunuh bayaran itu.
1... (satu) 2.... (dua) 3...(ti...) (kata Kurnia dan Yubi)
__ADS_1
Sekarang kaki Kurnia sudah akan mendarat di alat keturunan pembunuh bayaran itu, tapi sebelum mereka berdua menyelesaikan hitungannya pembunuh bayaran itu langsung membuka matanya dan bangun dari pura pura pingsanya.
" Jangan..... tuan.. tuan.. tolong berhenti, aku tidak mau alat keturunanku hancur aku mohon ampuni aku tuan tuan." (kata pembunuh bayaran itu)
Ketika melihat pembunuh bayaran itu bangun, Kurnia dan Yubi saling merilik. Dan terjadilah hal seru lagi.
" 1... (satu) 2...(dua) 3...(ti.....)" (kata Kurnia sendiri)
Kurnia ingin menginjak alat keturunan pembunuh bayaran itu lagi. tapi sebelum menghitung sampai 3 (tiga) lagi pembunuh bayaran itu langsung bersujud di bawah kaki Kurnia. dan berkata.
" Tuan tolong jangan lakukan." (kata pembunuh bayaran)
" Terserah aku mau melakukannya atau tidak. (kata Kurnia)
Kali ini Kurnia langsung mengangkat kakinya dan langsung menginjak alat keturunan pembunuh bayaran itu, Karena pembunuh bayaran itu masih bersujud, Yubi langsung mengangkat kepala pembunuh bayaran itu.
Sekarang sudah tidak ada yang menghalangi Kurnia lagi untuk menginjak. Kurnia menghempas kakinya tapi pembunuh bayaran itu berkata.
" Tuan aku akan memberitahu kalian siapa yang menyuruh kami untuk membunuh tuan muda ini." (kata pembunuh bayaran itu)
" Huh.. tidak bilang juga tidak apa apa, aku hanya ingin menginjak milikmu itu." (kata Kurnia)
" Tolong jangan tuan... Bukan.. bukankah tadi tuan bilang kalau hanya ingin membangunkan ku saja? sekarang aku sudah bangun jadi tuan tidak perlu melakukanyanya, itu hanya akan mengotori kaki tuan saja." (kata pembunuh bayaran itu)
" Hemm.. apa yang di katakan pembunuh bayaran ini benar juga Kurnia, itu hanya akan mengotori kakimu saja Kurnia." (kata Yubi)
" Baiklah karena kamu yang bilang seperti itu. Tapi kalau kamu tidak memberitahu siapa yang menyuruhmu dan teman temanmu untuk membunuh Yubi, aku akan langsung menginjaknya." (kata Kurnia)
" Baiklah tuan aku akan memberitahu semuanya yang aku tau." (kata pembunuh bayaran itu)
" Baiklah aku akan pergi dulu, Yubi kamu tanyakan apa saja yang perlu kamu tanyakan kepada pembunuh bayaran itu, aku akan pergi dulu." (kata Kurnia)
" Yhaa." (kata Yubi)
__ADS_1
Setelah itu Kurnia berjalan pergi. Kurnia hanya tidak mau ikut campur urusan orang lain, karena itu Kurnia meninggalkan Yubi sendirian dengan pembunuh bayaran itu.
Setelah melihat Kurnia pergi, Yubi mulai bertanya apa yang ingin dia tanyakan kepada pembunuh bayaran itu dan yang terpenting adalah siapa yang ingin dia terbunuh.