Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia

Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia
Bab 91


__ADS_3

" Oh.. kamu sangat percaya diri sekali. Apa menurutmu kamu bisa melawanku tanpa adanya bantuan dari mereka berdua?" Kata Kurnia.


Lalu Kurnia membunuh kedua pembunuh bayaran tersebut dengan menghancurkan kepala mereka berdua. Shon Chen yang melihat bahwa ketiga pembunuh bayaran yang dia sewa tidak bisa membunuh Kurnia dan malah sebaliknya.


Shon Chen menjadi pucat dan ketakutan. Tapi ketakutannya hilang seketika. Karena dia mendengar suara yang membuatnya lega dan senang.


" Keluarga besar Yun datang!!


Keluarga besar Yun datang!!" Kata salah satu orang yang ada di sana.


Suara itu membuat Shon Chen lega, karena sebelumnya dia menyuruh seseorang ke kediaman keluarga besar Yun untuk memberitahukan kepada kepala keluarga Yun, bahwa Kurnia ada di sini.


Mengapa demikian?


Sebab kepala keluarga besar Yun sudah tau siapa Kurnia sekarang. Dulu kepala keluarga Yun tidak peduli dengan Kurnia kalau suatu saat Kurnia akan balas dendam kepadanya karena dia telah menyiksa ayah Kurnia.


Namun setelah kepala keluarga Yun melihat kekuatan yang di miliki oleh Kurnia saat di pertandingan Asakanda, kepala keluarga besar Yun panik dan memberitahu kepada Shon Chen untuk bergabung dan membunuh Kurnia.


Karena itu lah Shon Chen senang sekarang setelah mendengar bahwa keluarga besar Yun datang ke sana.


" Hahaha.. Kurnia sekarang kamu tidak akan mungkin bisa kabur dari sini. Kamu akan mati di sini hari ini. Karena keluarga besar Yun sudah datang kemari untuk membunuhmu. Hahah.." Kata Shon Chen sambil tertawa terbahak bahak.


Lalu Shon Chen menunjuk ke pembunuh bayaran yang belum mati di sana. Shon Chen mengancam pembunuh bayaran itu karena kedua pembunuh bayaran yang lainnya sudah di bunuh oleh Kurnia.


" Dan kamu pembunuh bayaran yang tidak berguna!! Bab kamu cepat berlutut di kakiku sekarang juga!! Bab kalau tidak aku akan membuatmu menemani bocah berengsek ini mati!! hahah" kata Shon Chen dan masih dengan tertawaannya.


" Lebih baik aku mati dari pada aku berlutut kepadamu!!" Kata pembunuh bayaran tersebut.

__ADS_1


Benar saja, pembunuh bayaran itu memilih mengakhiri hidupnya sendiri dari pada berlutut kepada Shon Chen.


pembunuh bayaran tersebut menggunakan pisau miliknya sendiri saat mengakhiri hhidupnya itu.


Kurnia sungguh terkejut dan tidak percaya bahwa seorang pembunuh bayaran memiliki sebuah harga diri yang cukup tinggi.


Demi tidak mau berlutut untuk menyelamatkan nyawanya, lebih memilih untuk bunuh diri, dengan harga diri yang tinggi yang dia junjung. Saat memikirkan hal tersebut membuat Kurnia membayangkan bila dia berada di posisi pembunuh bayaran itu, apa yang akan dia lakukan.


" Mungkin kalau aku berada di posisi seperti itu. pilihanku akan berbeda dengan apa yang dia pilih dan dia terlalu berpikir sempit. Juga terlalu cepat mengambil kepusan." Batin Kurnia.


Kurnia menggeleng gelengkan kepalanya dan berkata dalam hati.


" Kalau aku. aku kan lebih memilih berjuang dan melawan musuh yang ada di depanku dari pada bunuh diri sebelum berjuang. Walau pun kemungkinan aku hidup dan menang hanya setitik cahaya saja, namun itu bisa terjadi. Dan juga tidak ada yang tidak mungkin bila kita mau berusaha." Batin Kurnia.


Melihat bahwa pembunuh bayaran itu bunuh diri. Shon Chen tertawa dan semakin sombong lagi.


" Woi bocah b*stars. bagaimana denganmu? apakah kamu mau berlutut kepadaku atau bunuh diri seperti orang tidak berguna itu?" Kata Shon Chen.


Tapi Kurnia hanya tersenyum saja tanpa berkata apa pun. Kurnia hanya ingin melihat bagaimana reaksi Shon Chen saat mengetahui bahwa keluarga besar Yun kemari bukan untuk membantu dirinya.


Tapi keluarga besar Yun kemari untuk membantu Kurnia. Pasti itu membuat Shon Chen sangat bingung dan terkejut. Apa lagi Shon Chen belum mengetahui kalau Shuji Yun kepala keluarga Yun telah Kurnia bunuh, Bisa saja Shon Chen langsung mati karena terkejut saat mendengar tentang hal tersebut.


Itulah yang membuat Kurnia tersenyum saat mendengar apa yang di katakan oleh Shon Chen dan ke sombong yang Shon Chen lakukan saat ini.


" Kenapa kamu tertawa bocah b*stars? Aku sarankan agar kamu tertawa sepuasnya karena kamu tidak akan bisa tertawa lagi setelah ini. Juga aku sarankan agar kamu bunuh diri seperti orang itu. Kalau tidak kamu akan menyesal jika aku yang melakukan hal tersebut." Kata Shon Chen sambil mengelus elus janggutnya yang pendek dan tersenyum.


" Baiklah baiklah terserah kamu orang tua. Tapi aku ingatkan agar kamu siapkan mental dan jangan sampai mati karena terkejut saat keluarga besar Yun datang kemari." Kata Kurnia dengan santai.

__ADS_1


Shon Chen pun tertawa setelah Kurnia berkata seperti itu. "Hahaha.."


" Kamu bilang aku akan mati terkejut setelah melihat keluarga besar Yun datang kemari? Apa menurutmu mereka akan menyerangku dan mereka akan membantu mu? Kamu jangan terlalu banyak berkhayal bocah. Haha.." Kata Shon Chen.


" Terserah kamu orang tua!! tapi aku sudah mengingatkanmu." Kata Kurnia.


" Dasar bodoh!! berpura pura lah sebisamu. Tapi saat keluarga Yun datang, waktu kematianmu juga sudah datang." Kata Shon Chen.


" Buk.. buk.. buk..


buk.. buk.. buk..


buk.. buk.. buk.." Suara langkah kaki yang sangat cepat datang ke arah Kurnia dan Shon Chen.


Lalu terlihat orang orang yang sangat banyak datang, mereka semua di pimpin oleh sekitar 15 (lima belas) orang yang menunggangi kuda.


Anggota keluarga Chen langsung menyingkir dan memberikan jalan untuk orang orang yang datang itu. Orang orang yang datang itu tidak lain adalah anggota keluarga besar Yun.


Mereka semua memakai baju perang yang lengkap. Juga membawa senjata tempur, ada yang membawa pedang, tobak, panah dan senjata senjata yang lainnya. Mereka semua sangat kompak dan barisan mereka membentuk sebuah formasi yang sangat hebat.


Saat seseorang melihat hal tersebut, secara tidak sadar akan membuat akan takut dan akan menyingkir begitu saja. Karena mereka bisa merasakan betapa kuatnya orang orang tersebut dan tekanan yang mereka berikan.


" Lihatlah bocah!! Keluarga besar Yun telah datang dan kematianmu sudah ada di unjung tanduk." Kata Shon Chen"


Kurnia hanya diam saja memfokuskan pendangannya ke arah anggota anggota keluarga Yun yang datang ke sana.


Lalu terlihatlah tetua Soin Yun yang turun dari kudanya dan berjalan ke arah Shon Chen. Shon Chen pun merasakan kegembiraan di dalam hatinya saat melihat tetua Soin Yun datang ke arahnya.

__ADS_1


" Walau pun yang datang kemari hanya tetua keluarga Yun saja. Namun hak yang di miliki oleh Soin Yun cukup besar si keluarga Yun, jadi tidak masalah. Aku juga tau bahwa Shuji Yun sebagai kepala keluarga besar Yun tidak akan datang langsung kemari. Karena aku tau betapa sombong dirinya itu." Batin Shon Chen.


__ADS_2