Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia

Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia
Bab 96


__ADS_3

Walau pun Kurnia hanya berpura pura saja mengobati Ye Chen tapi Ye Chen tetap mengangguk mengangguk saja dan menuruti apa yang di katakan oleh Kurnia.


Karena Ye Chen sudah pasrah dan segera ingin mati saja dari pada di siksa seperti ini oleh Kurnia.


Kurnia dengan baiknya menekan luka Ye Chen dengan tekanan yang cukup kuat. Ye Chen pun hanya bisa menahan rasa sakit itu dengan menggertak giginya kuat kuat agar dia tidak berteriak.


Karena Ye Chen tau bahwa kalau dia berteriak, Kurnia akan lebih buruk lagi menyiksanya. Bisa jadi Kurnia menghancurkan tulang tulangnya sampai patah seperti saat di pertandingan Asakanda waktu itu.


Kurnia tersenyum saat melihat ekspresi sakit di wajah Ye Chen. Kurnia terus menerus melanjutkan apa yang dia lakukan saat ini. yaitu membuat Ye Chen merasakan bagaimana rasa sakitnya yang dulu pernah Kurnia rasakan, saat Ye Chen menyiksa Kurnia dulu.


Kurnia tau jelas bahwa Ye Chen masih berharap pada ayahnya yaitu Shon Chen untuk datang menolongnya.


" Berharaplah dan semakin tinggi harapanmu itu, maka semakin sakit dan tidak mau hidup lagi pada saat kamu mengetahui bahwa ayahmu telah mati. Dia tidak akan mungkin datang kemari untuk menolongmu." Batin Kurnia dalam hatinya.


Sedangakan di sisi lain Ye Chen masih menunggu kapan ayahnya akan datang dan menolongnya.


" Kenapa sampai sekarang ayahku belum datang kemari. apa jangan jangan tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa Kurnia menerobos ke kediaman Chen dan menerobos ke kamarku." Batin Ye Chen.


Kurnia masih bermain main dengan Ye Chen dan juga masih menyiksa Ye Chen dengan waktu yang lama.


Namun tiba tiba terdengar suara langkah kaki dari luar pintu kamar Ye Chen. Mendengar ada orang yang berjalan ke arah kamarnya, Ye Chen pun langsung senang dan terlihat jelas di wajahnya penuh dengan senyuman walau dia berusaha menyembunyikan itu dari Kurnia.


" Akhirnya siksa ini sudah akan berakhir. lihat saja kamu Kurnia, berani beraninya kamu melakukan hal buruk kepadaku!! kamu akan mati setelah ini!!" Batin Ye Chen dalam hati.


Tapi ekspresi Kurnia hanya datar dan hanya menghela napas panjangnya beberapa kali saja.


Lalu setelah itu pintu kamar Ye Chen pun terbuka dan setelah itu langkah kaki beberapa orang terdengar lebih jelas lagi sedang masuk ke dalam kamar Ye Chen.


Ye Chen senang dan melihat ke arah dari suara langkah kaki itu dari mana. Pada saat itu lah ekspresi senang dan senyuman Ye Chen menghilang seketika, sebab orang orang yang datang ke kamarnya bukan orang yang dia kenal juga dari beberapa orang itu ayahnya sama sekali tidak ada di sana.


Hal itu membuat Ye Chen semakin takut, karena Ye Chen tau bahwa orang orang itu pasti adalah orang orang Kurnia.


" Kali ini aku benar benar akan mati. Mereka semua kemari pasti ingin segera membunuhku. Aku harus bagaimana ini." Batin Ye Chen dalam hatinya dan badannya bergetar karena takut.


Saat melihat orang orang itu, Kurnia jelas mengenal mereka. Mereka adalah orang orang keluarga besar Yun.

__ADS_1


Kurnia juga tau bahwa mereka kemari pasti karena perintah dari tetua Soin Yun atau ayahnya.


" Tuan muda Kurnia." Kata serempak dari 5 orang yang masuk ke kamar Ye Chen.


Mereka menyapa Kurnia sambil membungkukan badan mereka. Kurnia pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


" Tuan. kami datang kemari atas perintah Tuan Landing Chen dan tuan Landing Chen berpesan kalau tuan sudah selesai dengan urusan tuan, maka tuan segera kembalilah." Kata salah satu dari mereka.


"Yha.. aku mengerti. Terima kasih. kalian bisa kembali." Kata Kurnia.


" Baik tuan." Kata mereka berlima serempak dan kemudian meninggalkan Kurnia dan Ye Chen berdua di sana lagi.


Ye Chen terkejut dan bingung dengan apa yang terjadi di depannya saat ini. Di benak Ye Chen saat ini ada banyak hal yang terpikirkan dan Ye Chen merasa hal itu tidak mungkin terjadi.


Salah satu yang di pikirkan oleh Ye Chen saat ini adalah apakah Kurnia sudah menyerang kediaman keluarga Chen nya dan keluarga Chen nya sudah tunduk kepada Kurnia. Kalau tidak bagaimana mungkin orang orang Kurnia bisa dengan mudah dan santainya keluar masuk kamarnya. Itu lah yang sedang di pikiran oleh Ye Chen saat ini.


Melihat ekspresi wajah Ye Chen yang pucat sekali, Kurnia pun hanya menggeleng gelengkan kepalanya sebelum berkata.


" Bagaiman? aku tau bahwa kamu sudah bisa menebak apa yang terjadi bukan? Apakah kamu kamu mati sekarang atau kamu ingin menunggu ayahmu tercinta itu untuk datang kemari?" Kata Kurnia.


Sebelum Ye Chen berkata Kurnia pun melanjutkan ucapannya.


Ye Chen sungguh terkejut saat mendengar apa yang di ucapkan oleh Kurnia. Bahwa ayahnya sudah mati.


Lantas mengapa dia dari tadi berharap bahwa ayahnya akan menolongnya dari siksaan yang di lakukan oleh Kurnia kepadanya.


Ye Chen sekarang hanya bisa pasrah dan ingin mati saja. Karena dia tidak mau lagi merasakan siksaan yang di lakukan oleh Kurnia kepada dirinya.


" Aku mohon saudaraku.. tolong bunuhlah aku sekarang juga.. aku benar benar sudah tidak sanggup lagi untuk hidup.. tolong ampuni aku dan bunuhlah aku sekarang." Kata Ye Chen memohon kepada Kurnia agar Kurnia segera membunuhnya.


" Aku akan mengabulkan apa yang kamu katakan, karena kita sebelumnya masih termasuk dari satu keluarga. Maka dari itu aku tidak akan menyiksamu lagi. Berterima kasihlah kepada leluhur keluarga Chen karena mereka kamu bisa mati dengan mudah di tanganku." Kata Kurnia.


" Yha.. yha.. terima kasih leluhur. terima kasih leluhur.." Kata Ye Chen.


Lalu setelah itu Kurnia menghunuskan pisau yang dia bawa ke arah jantung Ye Chen dan seketika Ye Chen langsung berhenti bergerak juga berhenti bernapas.

__ADS_1


Alias Ye Chen mati seketika saat pisau Kurnia menembus jantungnya dengan cukup dalam.


Darah pun mengalir keluar, lalu Kurnia membawa tubuh Ye Chen yang sudah tidak bernyawa lagi itu kembali bersamanya.


Karena Kurnia masih berhati baik, Dia ingin menguburkan jasad Shon Chen dan Ye Chen bersama dan juga tetua tetua keluarga Chen yang lainnya.


Mereka semua akan di kubur oleh Kurnia di tempat pemakaman khusus keluarga Chen. Pemakaman itu adalah tempat untuk semua anggota keluarga Chen di kuburkan.


Setelah melakukan hal tersebut Kurnia langsung pergi ke kamarnya dan tidur di kamarnya itu.


" Sudah lama aku tidak merasakan tidur di sini. Mungkin ini juga adalah terakhir kalinya aku akan tidur di sini. Karena besok aku akan pergi lagi." Kata Kurnia


Kurnia pun menjatuhkan tubuhnya di kasur dan berbaring tidur.


Ke esokan harinya..


Kurnia bangun dari tidurnya dan saat membuka pintu kamarnya, Kurnia di kejutan oleh seseorang yang berada di depan pintu kamar tidurnya. mereka ada dua orang.


Saat Kurnia membuka pintu, kedua orang itu langsung membungkukan badannya kepada Kurnia dengan hormat sambil berkata.


" Selamat pagi tuan muda Kurnia." Kata serempak mereka berdua.


" Yha.. selamat pagi." Kata Kurnia sambil sedikit membungkuk badannya juga.


Karena heran Kurnia pun bertanya kepada mereka berdua sebelum salah satu dari mereka ingin mengatakan sesuatu.


" Apakah kalian di sini untuk menjagaku?" Tanya Kurnia kepada mereka berdua.


" Yha.. tuan muda. Kami di sini karena di tugaskan untuk menjadi penjaga kamar tuan muda Kurnia." Kata salah satu dari mereka.


Kurnia pun menganggukkan kepalanya dan kemudian bertanya kepada mereka lagi.


" Apakah yang menyuruh kalian untuk melakukan hal ini adalah ayahku? atau mungkin adalah tetua Soin Yun?" Tanya Kurnia.


" Kalau untuk hal itu. ini adalah kesepakatan kepala keluarga dan tetua Soin Yun tuan." Kata salah satu dari mereka.

__ADS_1


Kurnia terkejut saat mendengar kata Kepala Keluarga yang keluar dari mulut penjaga itu.


" Kepala Keluarga?" Kata Kurnia lumayan keras karena terkejut.


__ADS_2