
" Bocah berengsek jangan sombong dulu!! Kamu lah yang sebentar lagi akan mati di tanganku ini." Kata Shuji Yun sambil mengulurkan tangannya dan mengepalkan tinjunya. Dan saat kamu mati. Aku akan membunuh semua anggota keluarga Chen mu yang sama sama berengsek nya itu. Juga aku akan membunuh ayahmu setelah itu. Aku yakin kamu pasti tidak menyangka bahwa ayahmu Landing Chen masih hidup bukan?" Kata Shuji Yun dengan hati yang senang karena dia bisa membalas perkataan Kurnia.
" Ayahmu yang tidak berguna itu ada di tanganku sekarang dan juga tidak belum mati saat ini. Ayahmu tidak aku biarkan untuk mati, dan seharusnya kamu berterima kasih kepadaku untuk ini. Mengapa aku membiarkan Landing Chen hidup sampai sekarang karena aku ingin terus menyiksanya dan mendengar teriakan teriakan yang keluar dari mulutnya saat dia tersiksa kesakitan Hahaha..." Kata Shuji Yun dengan bangga dan sambil tertawa terbahak bahak saat dia masih ada kartu as untuk membalas perkataan perkataan ya Kurnia berikan kepadanya.
Namun sebagai tanggap, Kurnia malah tersenyum dan juga tertawa seperti Shuji Yun. Hal itu membuat Shuji Yun merasa aneh dan heran dengan tingkah Kurnia saat ini.
" Apakah bocah berengsek ini bodoh dan gila? kenapa dia malah tertawa?" Batin Shuji Yun yang merasa bahwa Kurnia sudah tidak waras lagi.
" Kenapa kamu tertawa? apakah kamu mengira bahwa aku hanya menggertakmu dan berbohong kepadamu tentang ayahmu ini?" Kata Shuji Yun.
" Hahaha..." Tawa Kurnia sebagai tanggapan terhadap pertanyaan dari Shuji Yun.
Shuji Yun menjadi emosi setelah mendengar tawaan dari Kurnia lagi.
" Baiklah kalau kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan. Namun yang pasti, ayahmu Landing Chen saat ini sedang aku rantai dengan kencang di kakinya dan di tangannya. Dia sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi. Aku jadi rindu dengan suara jeritan ayahmu ketika kesakitan saat aku menyiksanya. Hahaha..." Kata Shuji Yun dengan tawa yang menggema dan keras.
" Kepala keluarga besar Yun, anda terlalu banyak bicara. Lebih baik kamu pikirkan satu satunya anak kesayangan anda itu. Apakah anak kesayangan anda itu masih hidup atau tidak. Saya benar benar kasihan melihatnya tergeletak di sana dan air kental yang berwarna merah itu masih mengalir di wajah anak anda. Bahkan air yang berwarna merah kental itu menutupi seluruh wajah anak anda sekarang." Kata Kurnia dengan raut kasihan sambil menggelengkan kepalanya saat melihat ke arah Sedir Yun yang tergeletak dan berlumuran darah.
Shuji Yun pun ikut mengalihkan pandangannya ke arah Sedir Yun saat Kurnia melihat ke arah Sedir Yun.
Shuji Yun hatinya sangat sakit saat melihat satu satunya anak kesayangannya itu. Dan tiba tiba mata Shuji Yun menjadi merah, lalu berjalan ke arah Kurnia ssambil berkata.
" Aku akan membunuhmu untuk membalaskan dendam anakku. Agar kamu ikut menemani pergi anakku!!" Kata Shuji Yun.
Setelah itu Shuji Yun menyerang Kurnia tanpa berpikir panjang dan tanpa rencana sama sekali. Karena emosinya sudah tidak terbendung saat melihat anaknya sudah tidak bernapas lagi.
__ADS_1
Kurnia bisa dengan mudah menghidari serangan serangan yang di luncurkan oleh Shuji Yun, bahkan Kurnia tidak memerlukan banyak tenaga untuk menghindari serangan itu.
Serangan demi serangan terus menerus di lakukan oleh Shuji Yun. Dan Kurnia berpikir dalam hatinya dan yakin bahwa Shuji Yun sudah termakan oleh perkataannya tadi.
Sekarang Shuji Yun hanya menyerangnya dengan emosi saja tanpa adanya rencana, kesempatan itu tentu saja tidak Kurnia sia siakan.
Saat Shuji Yun melakukan serang lagi, Kurnia sudah siap untuk menyerang balik Shuji Yun dengan kekuatan penuh miliknya.
" Tinju Iblis Penghancur " Kata Kurnia.
Kurnia mengumpulkan semua tenaganya di dalam serang tersebut. Dan serangannya itu mengenai dada Shuji Yun. Membuat baju yang di kenakan oleh Shuji Yun berlubang karena serangan Kurnia tersebut.
Bukan hanya membuat baju Shuji Yun berlubang saja, Serangan Kurnia juga membuat tulang tulang Shuji Yun yang ada di dalam seketika patah dan hancur.
Shuji Yun memuntahkan darah yang sangat banyak dari mulut, serangan Kurnia benar benar telak. Bahkan Shuji Yun terus memuntahkan darah dari mulutnya beberapa kali dan belum berhenti juga.
Walau pun serangan Kurnia sangat hebat tapi serangan itu menguras banyak sekali tenaga miliknya. Kurnia sekarang kelelahan karena tenaganya terkuras dan hampir habis.
Setelah melihat dan mengecek bahwa Shuji Yun benar benar sudah mati dan Sedir Yun juga sama.
Kurnia kemudian melihat ke arah semua anggota dan para tetua keluarga besar Yun yang ada di sana, namun mereka semua hanya diam saja.
Hal itu menunjukkan bahwa mereka tidak menaruh dendam terhadap Kurnia setelah Kurnia membunuh kepala keluarga dan tuan muda keluarga Yun mereka.
Kurnia menjadi lega mengetahui hal itu, dan Kurnia menghela napas dalam dalam sebelum bertanya kepada salah satu tetua keluarga Yun yang ada di dekatnya saat ini.
__ADS_1
" Tuan apakah anda tau di mana ayah saya 'Landing Chen' di tahan?" Kurnia bertanya dengan sopan dan suara yang lembut kepada tetua keluarga Yun tersebut.
Tetua keluarga Yun juga menjawab pertanyaan Kurnia dengan baik dan sopan.
" Maafkan saya tuan muda Kurnia. Saya tidak tau di ruangan mana tuan Landing Chen di tahan. Saya hanya tau bahwa benar tuan Landing Chen masih hidup dan di tahan di kediaman keluarga Yun. Namun saya tidak tau di mana tepatnya tuan Landing Chen di tahan. Yang tau tentang di mana tuan Landing Chen di tahan hanya beberapa orang saja dan hanya orang orang tertentu saja." Kata tetua keluarga Yun.
Tetua keluarga Yun menjawab pertanyaan Kurnia dengan kecewa dan bersalah di nadanya saat menjawab pertanyaan Kurnia.
Kurnia juga tidak bisa memarahi tetua tersebut karena tidak mengetahui di ruangan mana ayahnya di tahan. Itu juga bukan salah tetua itu karena tidak tau.
Kurnia hanya bisa pasrah dan menghela napasnya dalam dalam supaya dia menjadi tenang agar dia bisa berpikir dalam hatinya apa yang harus dia lakukan sekarang. Supaya dia bisa dengan cepat menemukan di mana ayahnya di tahan.
Lalu Kurnia duduk santai di sana walau tidak ada tempat duduk sama sekali, sambil berfikir. dan tiba-tiba ada suara yang keras memanggilnya.
Suara itu terdengar cukup akrab dengan Kurnia, walau Kurnia sudah lama tidak mendengar suara itu lagi. Kurnia pun berbalik dab melihat dari mana datangnya suara yang memanggil namanya tadi.
Saat Kurnia melihat dari mana datangnya suara tersebut, ternyata suara itu adalah milik seseorang yang berpakaian sangat lusuh dan berjalan ke arahnya dengan langkah yang cukup cepat.
Walau pun sebenarnya seseorang itu sebenarnya berlari namun karena kakinya terlihat sakit dan dia berlari dengan terpinjang pinjang. Hal itu membuat orang yang melihatnya mengira bahwa dia sedang berjalan bukan berlari.
Semakin dekat seseorang itu ke arah Kurnia, semakin heran dan tajam mata Kurnia melihat orang itu.
Bukan karena melihat betapa lusuhnya orang itu yang membuat Kurnia menatap tajam. Namun karena Kurnia samar samar mengenal seseorang tersebut, namun Kurnia masih belum jelas dan tau siapa sebenarnya seseorang tersebut.
Dan di belakang orang tersebut ada orang lain yang mengikutinya, orang yang mengikuti di belakang seseorang tersebut Kurnia malahan mengenalnya.
__ADS_1
Seseorang yang di belakang itu tidak lain adalah tetua dari keluarga besar Yun yang di kenal Kurnia belum lama ini. Yaitu tetua Soin Yun