Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia

Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia
Bab 79


__ADS_3

Dan di belakang orang tersebut ada orang lain yang mengikutinya, orang yang mengikuti di belakang seseorang tersebut Kurnia malahan mengenalnya.


Seseorang yang di belakang itu tidak lain adalah tetua dari keluarga besar Yun yang di kenal Kurnia belum lama ini. Yaitu tetua Soin YunKurnia masih bingung dengan seseorang yang memanggil namanya tadi. Jelas bahwa Kurnia hanya mengenal tetua Soin Yun saja. Tapi kenapa seseorang itu mengetahui namanya?


Walau pun Kurnia tidak melihat siapa yang memanggil namanya. Kurnia juga yakin bahwa tidak mungkin suara itu adalah miliki tetua Soin Yun. Karena suara tetua Soin Yun sangatlah berbeda dengan suara yang memanggil namanya saat tadi.


Lalu seseorang yang berpakaian lusuh itu semakin dekat ke arah Kurnia, Dia adalah seorang laki laki, rambutnya sangat panjang namun tidak terawat dan menjadi gimbal.


Bahkan setengah wajah laki laki itu tertutup oleh rambut gimbalnya tersebut, wajahnya sangat kotor dan laki laki tersebut tidak memakai alas kaki apa pun walau dia berjalan dengan kaki terpinjang pinjang.


Saat laki laki itu sudah ada di depan Kurnia, laki laki itu tiba tiba diam saja tanpa mengatakan apa pun. Namun mata laki laki itu menatap ke arah Kurnia.


Kurnia bingung harus melakukan apa. Hati Kurnia merasa gelisah saat laki laki itu menatapnya dari dekat. Lalu tiba tiba mata laki laki itu mengeluarkan air matanya sendiri.


Dengan cepat laki laki itu menghapus air matanya dengan tangan, walau pun tangannya kotor. Dan saat itu lah Kurnia baru menyadari bahwa laki laki itu tidak hanya kotor, tapi bau juga.


Namun hal yang paling penting adalah bahwa tangan laki laki itu ada goresan goresan yang cukup dalam. Seperti bekas luka dari sebuah pisau. Kurnia baru menyadari hal itu saat laki laki itu mengusap air matanya dengan tangan.


Lalu Kurnia memindahkan pandangannya ke seluruh tubuh laki laki, karena Kurnia heran mengapa laki laki lusuh seperti orang itu memiliki bekas luka yang sangat dalam di tangannya.


Saat melihat seluruh tubuh laki laki itu, Kurnia di kejutkan oleh banyaknya bekas luka yang ada di tubuh laki laki itu dan itu membuat Kurnia merasakan merinding di bulu kudunya.


Tetua Soin Yun yang baru saja tiba di depan Kurnia pun berpikir dalam hatinya. melihat kenapa laki laki itu tidak menyapa Kurnia dan berbincang bincang dengan Kurnia.

__ADS_1


" Ada apa ini? mengapa mereka berdua hanya diam saja? Bahkan tidak ada yang mengucapkan satu kata pun. Apakah Kurnia tidak mengenalinya? Hahh.. Kalau bukan aku siapa yang akan mulai berbicara." Batin tetua Soin Yun.


Tetua Soin Yun menghela napasnya sebelum berbicara.


" Kenapa kalian diam saja tanpa bicara apa pun? Apakah tuan belum memberitahu tuan muda Kurnia siapa anda sebenarnya tuan? Dan tuan muda Kurnia, apakah anda tidak bertanya siapa orang yang ada di depan anda saat ini?" Kata Soin Yun yang benar benar tidak mengerti pikiran Kurnia dan orang tersebut.


Namun Kurnia mau pun seseorang tersebut hanya diam saja, tapi diam Kurnia berbeda dengan diamnya seseorang tersebut. Kurnia diam karena heran mengapa tetua Soin Yun mengatakan hal seperti itu.


" Apakah aku sebenarnya mengenali laki laki ini? Kalau tidak mengapa tetua Soin Yun berbicara seperti itu? dan juga seharusnya laki laki itu sangat mengenaliku." Batin Kurnia dalam hatinya.


Di sisi lain diamnya laki laki itu hanya diam biasa saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun dan menundukkan kepalanya.


Kemungkinan laki laki tersebut malu, saat akan menyapa Kurnia. Maka dari itu laki laki tersebut hanya diam saja.


" Baiklah kalau tuan tidak mau mengatakannya kepada tuan muda Kurnia, biar aku saja yang mengatakannya." Kata Soin Yun.


Kurnia semakin bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi saat ini di antara mereka. Saat tetua Soin Yun mengatakan kepada Kurnia, laki laki itu ingin menghalangi tetua Soin Yun namun laki laki tersebut sudah terlambat.


" Tuan muda Kurnia, bukankah anda kemari dalam misi untuk mencari seseorang dan menyelamatkan seseorang tersebut?" Tetua Soin Yun bertanya kepada Kurnia.


Saat tetua Soin Yun bertanya kepadanya, Kurnia langsung di penuhi dengan semangat dan raut wajahnya berubah menjadi bahagia. Juga Kurnia menjawab pertanyaan tetua Soin Yun dengan cepat dan antusias.


" Yha.. anda benar tetua Soin Yun. Apakah anda sudah menemukannya? kalau anda sudah menemukannya tolong bawa saya ke sana." Kata Kurnia dengan berjalan ke arah tetua Soin Yun karena sudah tidak sabar lagi ingin menemui seseorang yang dia cari.

__ADS_1


Kurnia berpikir dalam hatinya bahwa tetua Soin Yun telah menemukan seseorang yang Kurnia cari. Karena itu Kurnia sangat senang dan bahagia. Lalu tetua Soin Yun kembali berkata.


" Tuan muda Kurnia tenang saja. Seseorang yang anda cari sudah saya temukan dan saya bebaskan dan dia ada di sini." Kata tetua Soin Yun.


Perkataan tetua Soin Yun membuat Kurnia bingung dan Kurnia melihat di sekelilingnya untuk mencari apakah seseorang yang dia cari ada di sana atau tidak. Namun Kurnia tidak melihat seseorang yang dia cari tersebut setelah beberapa kali melihat lihat sekelilingnya.


Lalu Kurnia berkata kepada tetua Soin Yun bahwa seseorang yang dia cari tidak ada di sini. Dan Kurnia bertanya kepada tetua Soin Yun dengan sungguh sungguh.


Apakah tetua Soin Yun telah menemukan seseorang yang dia cari atau tidak. Lalu tetua Soin Yun pun menjelaskan kepada Kurnia dan menunjuk ke arah laki laki yang tadi menghampiri Kurnia.


" Tuan muda Kurnia coba anda lihat dengan teliti siapa sebenarnya tuan ini." Kata tetua Soin Yun sambil mengulurkan tangannya ke arah laki laki tersebut.


Kurnia pun langsung paham apa yang di maksud oleh tetua Soin Yun dan Kurnia dengan cepat mendekati laki laki itu dan melihat secara teliti.


Kurnia pun langsung terkejut setelah melihat laki laki tersebut dan Kurnia secara refleks berkata.


" Ayah..." Kata Kurnia secara refleks dan Kurnia langsung memeluk tubuh ayahnya itu dengan kuat.


Kurnia sudah sangat lama tidak bertemu dengan ayahnya dan rasa rindu yang ada di hati Kurnia sangat besar.


Ternyata laki laki itu adalah Landing Chen ayah Kurnia. Landing Chen membalas pelukan Kurnia dengan cepat setelah Kurnia memanggilnya dan memeluknya.


Sama seperti Kurnia, Landing Chen juga sangatlah merindukan Kurnia. Mereka berdua berpelukan dan secara tidak sengaja air mata Kurnia dan Landing Chen keluar mengalir dari mata mereka.

__ADS_1


Kejadian itu membuat anggota dan para tetua keluarga Yun ikut senang dan bahagia. Tidak sedikit dari mereka juga ikut meneteskan air mata, walau pun mereka sudah menahan agar air mata mereka tidak keluar.


__ADS_2