
Melihat para peserta tidak ada yang bisa berdiri dan masih tergeletak di arena pertandingan. Pembawa acara pertandingan pun berkata.
" Karena para peserta sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk bertarung dan juga masih tergeletak di bawah. Aturan baru akan di buat saat ini." (kata pembawa acara pertandingan)
Setelah itu para penonton dan yang lainnya terlihat setuju akan peraturan baru yang akan di buat untuk bisa menentukan siapa pemenang dalam pertandingan itu.
Semua para penonton yang di sana menantikan seperti apa peraturan baru yang akan di buat dan di gunakan.
Lalu pembawa acara pertandingan melanjutkan pengumuman itu. Dan menjelaskan peraturan baru yang akan di gunakan untuk menentukan pertandingan Asakanda kali ini.
" Peraturan ini sangatlah simpel. Hanya dengan siapa peserta yang bisa berdiri lebih cepat dan bisa bertahan berdiri dalam hitungan 5 (lima) detik akan keluar sebagai pemenang pertandingan Asakanda tahun ini. Jadi saat peserta sudah berdiri akan langsung di hitung, apakah bisa bertahan 5 (lima) dan menjadi pemenang." (kata pembawa acara pertandingan)
Para penonton pun bersorak sorakan dan memanggil nama peserta yang mereka dukung.
Ada banyak para penonton yang meneriaki nama Kurnia untuk mendukung Kurnia, dan suara itu sangat keras dan seru.
" Kurnia.. Kurnia.. Kurnia.." (kata para penonton) sorakan itu sangat seru dan juga di iringi dengan suara tepok tangan yang membuat semakin meriah.
Juga ada banyak penonton yang meneriaki nama Gamon Dinge untuk mendukung Gamon Dinge, para penonton yang memberikan semangat untuk Gamon Dinge tidak kalah dari para penonton yang memberi semangat kepada Kurnia.
" Gamon Dinge.. Gamon Dinge.. Gamon Dinge..." (kata para penonton)
Suara itu juga keras dan seru seperti para penonton yang berteriak nama Kurnia.
Juga seperti para penonton yang mendukung Kurnia. Para penonton yang mendukung nama Kurnia, Suara sorakan itu juga sambil di iringi oleh suara tepuk tangan para penonton.
Kedua suara sorakan dan tepuk tangan para penonton yang mendukung Kurnia mau pun mendukung Gamon Dinge saling sahut bersahutan.
Membuat suasana di tempat pertandingan Asakanda itu sangat sangat hidup dan suara dukungan itu menggema gema di seluruh tempat pertandingan, juga bisa terdengar hampir di seluruh kota Asakanda.
Gamon Dinge dan juga Kurnia telah mendengar dengan jelas pengumuman yang di katakan oleh pembawa acara pertandingan, tentang peraturan baru yang di buat dan di gunakan untuk menentukan siapa yang keluar sebagai pemenang pertandingan.
__ADS_1
Kurnia dan Gamon Dinge saling menatap satu sama lain, dan juga mereka berdua terlihat bersusah payah untuk berusaha bangkit.
Kurnia pun yang pertama bisa bergerak untuk bangkit. Sedikit demi sedikit Kurnia menggerakkan tubuh tubuhnya.
Mulai dari tangannya untuk menyangga tubuhnya agar bisa berdiri bangkit, namun ketika kedua tangan Kurnia menyangga tubuhnya, tangannya itu bergetar.
Itu jelas telah menunjukkan bahwa tenaga yang di miliki oleh Kurnia sangat terkuras juga habis. Dan itu sudah batas dari tenaga Kurnia.
" Bruk..." (tiba tiba suara pun terdengar cukup keras)
Dan ternyata suara itu adalah suara yang keluar dari tubuh Kurnia, saat tubuhnya terjatuh. Sebab kedua tangan Kurnia sudah tidak kuat lagi untuk menyangga tubuhnya.
Lalu saat melihat itu, para penonton pun bersorak lagi untuk mendukung Kurnia, walaupun sebelumnya mereka menantikan Kurnia untuk berdiri tegak di sana dan bisa keluar menjadi pemenang.
Di sisi lain, Gamon Dinge juga melihat apa yang terjadi pada Kurnia, padahal sebelumnya dia juga berusaha untuk bangkit, namun tetap belum bisa.
Saat itu lah Kurnia sudah bangkit tapi hanya mengandalkan tanganya untuk menyangga tubuhnya. Dan Gamon Dinge pun sudah menyerah dalam hatinya untuk merelakan kemenangan pertandingan itu kepada Kurnia.
Namun hal yang mengejutkan adalah bahwa Kurnia sebenarnya juga seperti dirinya yang tidak bisa berdiri untuk bangkit dan telah mencapai batas mereka.
Hal ini memicu semangat juga tekat Gamon Dinge untuk berusaha lebih keras lagi untuk bangkit, seperti hal yang di lakukan Kurnia tadi saat dia melihatnya di depan matanya sendiri.
Kurnia masih belum menyerah saat dia terjatuh. Kurnia masih berusaha lagi untuk bangkit. Dan Gamon Dinge pun juga menyusul Kurnia bergerak berlahan lahan.
Setelah usaha yang sangat sangatlah keras, mereka berdua saat ini memiliki posisi yang sama. Gamon Dinge dan Kurnia sama sama sudah berjongkok, hanya tinggal sedikit lagi mereka akan bisa berdiri.
Berusaha dan berusaha itulah yang mereka berdua lakukan, walaupun seluruh tubuh mereka berdua terluka dan bergetar bergetar seperti orang yang sudah sangatlah tuan. Tangan maupun kaki mereka lah yang paling bergetar hebat.
Semakin lama semakin sorakan para penonton bertambah, karena juga ada para penonton baru yang melihat adegan Kurnia dan Gamon Dinge di pertandingan ini.
Tentu saja para penonton bertambah, sebab pertandingan final Asakanda tahun ini sangatlah seru. sampai sampai aturan pertandingan baru di buat untuk pertandingan final tahun ini.
__ADS_1
Juga pertandingan ini bisa di bilang seri dan pertandingan final Asakanda yang paling seru dari pada tahun tahun sebelumnya.
Kemudian Kurnia pun bisa Berdiri sekarang, di sisi lain Gamon Dinge masih berjongkok.
Kurnia berdiri dan setelah itu hitungan pun terdengar dari pembawa acara pertandingan, lalu di susul oleh para penonton yang juga mengikuti hitungan pembawa acara pertandingan.
" satu.. dua.. tiga.. em..." (suara hitungan yang di lakukan oleh pembawa acara pertandingan dan juga para penonton)
Namun ketika hitungan itu akan baru sampai ke empat, Kurnia pun terjatuh lagi.
" Bruk..." (suara saat Kurnia terjatuh)
Penonton pun berteriak seperti kecewa karena Kurnia terjatuh lagi, padahal hanya tinggal 1 (satu) setengah detik saja sudah bisa keluar menjadi pemenang.
Melihat ada kesempatan di depan matanya untuk bisa menjadi pemenang. Gamon Dinge pun mencoba untuk berdiri saat dia berjongkok.
Gamon Dinge mengambil napas dalam dalam saat akan melakukan melakukan hal itu.
Kurnia yang saat ini baru saja terjatuh, dan melihat Gamon Dinge akan segera berdiri. Masih belum menyerah sama sekali.
Gamon Dinge setelah mengambil napas dalam dalam dia kemudian Berdiri.
Melihat itu para penonton bersorak sorak. Lalu di susul oleh hitungan dari pembawa acara pertandingan. Juga para penonton langsung mengikuti menghitung pembawa acara pertandingan.
" satu.. dua.." (hitungan pembawa acara pertandingan dan para penonton)
Saat hitungan kedua. Kurnia saat ini berusaha keras untuk bangkit namun tubuhnya sudah tidak kuat. Kurnia pun mencoba cara yang telah dia pikirkan saat dia baru saja terjatuh.
Dan Kurnia mengarahkan jari jari tangannya ke arah mulutnya, lalu menggigit jari jari tangannya itu, hal itu di lakukan oleh Kurnia agar tubuhnya tidak bergetar lagi dan sensasi sakit di jari jarinya bisa membuat tekadnya lebih membara.
Dan setelah melakukan cara tersebut, Kurnia bisa bergerak dan lalu berjongkok. Dengan cepat saat Kurnia berjongkok dia langsung menarik napasnya dan bergerak lagi untuk berdiri.
__ADS_1
tiga.. em.." (hitungan yang di lakukan oleh pembawa acara pertandingan dan para penonton)
Gamon Dinge juga seperti Kurnia saat tadi. Gamon Dinge hanya bisa berdiri dan bertahan sebelum sampai hitungan ke empat yang di lakukan oleh pembawa acara pertandingan dan para penonton.