Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia

Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia
Bab 68


__ADS_3

Karena perubahan ekspresi Senior Jun Ming sangat jelas dan tidak seperti biasanya. Juga ketua Fan Ming menjadi murung tidak jelas saat Senior Jun Ming berbicara tentang hal tersebut.


Kurnia ingin bertanya kepada Senior Jun Ming atau ketua Fan Ming, kenapa mereka berdua terlihat marah dan juga apakah ada sesuatu yang terjadi kepada mereka berdua.


Namun saat memikirkan hal itu, Kurnia mengurungkan niatnya dan tidak jadi untuk bertanya.


Kurnia yakin bahwa hal itu adalah suatu yang menyedihkan untuk Senior Jun Ming dan ketua Fan Ming. Karena Senior Jun Ming hanya memberitahu dan mengingatkan Kurnia saja dan tidak mau membicarakan hal tersebut.


Maka Kurnia juga tidak mau membuat masalah untuk mengenang hal menyedihkan tersebut. Jadi Kurnia hanya menganggukan kepalanya saat Senior Jun Ming berbicara kepadanya.


" Baik Senior Jun, aku akan selalu mengingat hal yang Senior ucapkan dan terima kasih untuk pengalamannya ini." (kata Kurnia)


Dan juga Senior Jun Ming sudah menjelaskan kepada Kurnia bahwa Kurnia harus menyimpan token Sekte Langit Merah tersebut dan jangan sampai hilang sebelum Kurnia berada dan berhasil menjadi murid Sekte Langit Merah secara resmi.


Juga Kurnia harus segera berangkat ke Sekte Langit Merah. Sebab ada masa berlaku token tersebut. Jadi Kurnia harus sampai di Sekte Langit Merah sebelum masa akhir token itu.


Token Sekte Langit Merah mempunyai masa akhir 1 (satu) bulan lebih 1 (satu) minggu dan masa aktif token tersebut di mulai sejak hari pemenang pertandingan sudah di ketahui.


Jadi jika di hitung, hanya tinggal sekitar 1 (satu) bulan saja masa akhir dari token Sekte Langit Merah tersebut.


Kurnia harus segera berangkat ke Sekte Langit Merah karena jarak antara kota Asakanda yang di tempati oleh Kurnia saat ini cukup jauh dari Sekte Langit Merah. Sebab itu Kurnia harus segera berangkat.


Dan juga Senior Jun Ming sebelum pergi memberi Kurnia sebuah batu Spiritual.


Batu Spiritual adalah batu yang memiliki sebuah energi langit dan bumi di dalamnya. Dan batu Spiritual bisa di gunakan untuk meningkatkan tingkat kultivasi seorang ahli bela diri.


Yaitu dengan cara seorang ahli bela diri harus menyerap energi langit dan bumi yang terkandung di dalam batu Spiritual tersebut.

__ADS_1


Batu Spiritual juga ada sebuah tingkatannya sendiri. sesuai dengan energi langit dan bumi yang terkandung di dalam batu Spiritual itu sendiri.


Dan tingkatan batu Spiritual itu bisa di bedakan dengan muda. caranya adalah melihat batu Spiritual mengandung energi langit dan bumi yang murni atau tidak.


Semakin murnia energi langit dan bumi yang terkandung di dalam batu Spiritual semakin bagus dan semakin tinggi tingkatan batu tersebut.


Batu Spiritual di bagi menjadi 3 (tiga) jenis yaitu Batu Spiritual tingkat rendah adalah batu yang paling bawah tingkatannya. Lalu batu Spiritual tingkat menengah. Dan yang terakhir adalah batu Spiritual tingkat tinggi. Batu Spiritual tingkat tinggi adalah yang paling bagus di antara keduanya tadi.


Karena energi yang ada di batu Spiritual tingkat tinggi sangatlah murni. Karena tingkat kemurnian energi langit dan bumi yang ada di dalam batu Spiritual tingkat tinggi sangat murni, jadi tidak perlu waktu lama seorang ahli bela diri untuk menembus tingkatannya.


Dan yang Senior Jun Ming berikan kepada Kurnia saat ini adalah batu Spiritual tingkat menengah.


Kurnia sangat terkejut, karena di kota Asakanda ini tidak ada yang menjual batu Spiritual dan apa lagi batu Spiritual tingkat menengah.


Sebelumnya Kurnia sudah menolak pemberian Senior Jun Ming tersebut. namun Senior Jun Ming terus memaksa Kurnia untuk mengambilnya.


Dan juga ketua Fan Ming memberikan uang milik Kurnia. Yaitu uang hasil melelang pil eliksir Kurnia.


Setelah itu Senior Jun Ming dan ketua Fan Ming pergi dari ruangan istirahat Kurnia. Kurnia pun sekarang di landa pemikiran yang membuatnya bingung dan bimbangan di hatinya.


Karena sebelum Kurnia pergi dari kota Asakanda untuk menuju ke Sekte Langit Merah, tujuan utama Kurnia mengikuti acara pertandingan Asakanda adalah untuk menjadi lebih kuat dan menyelamatkan Ayahnya.


Yang kabarnya masih hidup dan di kurung di keluarga Yun saat ini. Jadi Kurnia bingung dan bimbang. Kalau dia menyelamatkan ayahnya dari keluarga Yun.


Pasti akan menimbulkan peperangan dan jika Kurnia bisa keluar dengan ayahnya. Kurnia juga bingung setelah itu ayahnya tidak mungkin mengikutinya ke Sekte Langit Merah. Sebab di sana tidak di perbolehkan membawa orang lain ke Sekte.


Jadi Kurnia bingung, Ayahnya akan tinggal di mana. Juga tidak mungkin Kurnia meminta tolong kepada ketua Fan Ming. Karena ketua Fan Ming sudah banyak membantunya.

__ADS_1


Dan jalan satu satunya yang terlintas di benak Kurnia yaitu adalah menundukkan keluarga Chen nya yang dulu dan juga membalas dendam Shon Chen dan yang lainnya.


" Namun untuk saat ini mungkin kekuatan aku belum cukup. setidaknya aku harus meningkatkan kekuatanku terlebih dahulu. Jadi bagaimana ini. Kenapa malah menjadi seperti ini." (kata Kurnia)


Kurnia semakin bingung lagi sebab kekuatannya saat ini masih belum tentu bisa menghancurkan keluarga Yun dan keluarga Chen.


Lalu tiba tiba suara yang akrab terdengar oleh Kurnia.


" Tuan.." (kata suara tersebut)


Suara tersebut tidak lain adalah suara dari Zaza. Zaza selalu muncul dan memberikan solusi kepada tuannya. jika tuannya sudah tidak memiliki cara dan bila ada sebuah dinding yang menghalangi tuannya.


" Untuk ada kamu Zaza. Apakah kamu tau bagaimana caranya agar aku lebih cepat untuk meningkatkan kultivasiku saat ini Zaza?" (kata Kurnia)


Kurnia bertanya kepada Zaza dengan wajah yang ceria dan senyum yang lebar di bibirnya. Sebab Kurnia yakin bahwa Zaza pasti memiliki ide atau cara untuk masalah yang dia hadapi saat ini.


" Namun sebelum itu kenapa kamu memanggilku Zaza?, apakah ada hal penting yang ingin kamu bicarakan kepadaku?" (kata Kurnia)


Kurnia ingin mendengar apa yang sebenarnya ingin di katakan oleh Zaza terlebih dahulu. Baru dia mendengarkan cara untuk masalahnya tersebut.


" Yha.. tuan. sebenarnya hamba ingin berbicara hal yang sama tentang masalah tuan saat ini, yaitu tentang cara meningkatkan kekuatan milik tuan dengan cepat." (kata Zaza)


" Ohh.. jadi hal yang sama yha. baguslah kalau begitu. Lalu apakah kamu memiliki cara untuk masalah ini Zaza?" (kata Kurnia)


" Sebenarnya cukup mudah tuan. dan cara itu bisa tuan lakukan sekarang untuk meningkatkan kekuatan tuan." (kata Zaza)


" Mudah? dan bisa aku lakukan sekarang?" (kata Kurnia)

__ADS_1


Kurnia bingung dengan apa yang di katakan oleh Zaza. Sambil menggaruk garuk kepalanya walau tidak gatal.


__ADS_2