
" Haha.. aku kira kamu telah melupakan orang tua ini." (kata laki laki itu)
" Bagaimana itu mungkin senior." (kata Kurnia)
Melihat Kurnia yang berbicara sambil berdiri. laki laki itu pun mempersilakan Kurnia untuk duduk.
" Yhaa.. baiklah silahkan duduk. Dan temani orang tua ini ngobrol dan meminum teh. Kamu tidak keberatan kan? untuk menemani orang tua ini?" (kata laki laki itu)
" Tidak.. tidak keberatan sama sekali senior. dan ini adalah suatu kehormatan bagi junior ini untuk menemani senior di sini." (kata Kurnia)
" haha.. Kamu sangat pandai dalam perkataanmu itu." (kata laki laki itu)
Setelah itu mereka berdua berbicara, walau pun tidak terlalu banyak.
kemudian laki laki itu memerintahkan pembawa acara lelang untuk mengambil barang yang telah di beli oleh Kurnia.
" kamu pergilah dan bawakan barang yang di beli oleh pendekar ini." (kata laki laki itu)
" Baik tetua." (kata pembawa acara lelang itu)
Setelah itu pembawa acara lelang pergi untuk mengambil barang yang di maksud itu.
Dan Kurnia yang mendengar pembawa acara lelang itu menyebut nama laki laki itu dengan nama tetua, dan Kurnia pun sedikit terkejut saat mendengarnya.
" Bukankah sebelumnya kamu ingin tau siapa orang tua ini dan latar belakang apa yang orang tua ini miliki?" (kata laki laki itu)
" Yhaa junior sebenarnya ingin tau tentang anda senior. akan tetapi junior tidak ingin bertanya. karena kalau senior ingin memberitahu kepada junior. pasti senior akan menceritakan tentang siapa senior dan identitas senior kepada junior ini." (kata Kurnia)
" Aku sungguh tidak salah, kalau bilang kamu sangat pintar dalam perkataan mu pendekar Kurnia." (kata laki laki itu)
Mendengar apa yang di katakan oleh laki laki itu Kurnia pun tertawa dan lalu berkata.
" hahaha.. senior terlalu menyanjung tinggi junior ini." (kata Kurnia)
" Baiklah aku akan memberitahu kepadamu tentang siapa orang tua ini pendekar Kurnia." (kata laki laki itu)
__ADS_1
" Yhaa terima kasih karena senior bersedia untuk memberitahukan siapa senior sebenarnya. junior akan mendengar apa yang di katakan oleh senior dengan baik." (kata Kurnia)
Akhirnya laki laki itu mengungkapkan identitasnya kepada Kurnia.
" Orang tua ini sebenarnya adalah orang tempat Lelang Kosokai. Dan nama orang tua ini adalah Jun Ming." (kata laki laki itu)
Laki laki itu mengungkapkan identitas sesimpel itu.
Akan tetapi Kurnia sudah punya tebakan sendiri. setelah mendengar apa yang di katakan oleh pembawa acara lelang saat pembawa acara lelang memanggil laki laki itu dengan sebutan tetua.
Sekarang Kurnia tau siapa nama laki laki itu dan laki laki itu adalah orang tempat Lelang Kosokai.
" Yhaa kalau begitu junior akan memanggil senior dengan menyebut nama senior di belakang. Bagaimana menurut senior Jun?" (kata Kurnia)
" bagus itu terdengar lebih baik." (kata senior Jun Ming)
" Dan senior Jun lebih baik memanggil saya dengan nama saja. tidak bagus jika senior Jun memanggil junior ini dengan nama pendekar Kurnia." (kata Kurnia)
Setelah mendengar apa yang di katakan oleh Kurnia, senior Jun Ming pun berpikir sesaat untuk mempertimbangkan apa yang di katakan oleh Kurnia.
"Seperti yang pendekar Kurnia katakan. memanggil dengan seperti itu sedikit kurang baik dan memanggil seperti itu seakan akan kita adalah orang asing." (kata senior Jun Ming)
" Berarti kalau begitu senior setuju dengan apa yang junior katakan?" (kata Kurnia)
" Yhaa aku setuju untuk tidak memanggil kamu dengan sebutan pendekar Kurnia lagi. Orang akan tetapi saya akan memanggil kamu dengan sebutan tuan muda Kurnia. Karena tuan muda Kurnia adalah tamu penting bisa VIP tempat Lelang Kosokai. jadi aku harus menghormati tuan muda Kurnia." (kata senior Jun Ming)
Mendengar apa yang di katakan oleh senior Jun Ming, Kurnia hanya bisa menyetujui perkataan senior Jun Ming saja.
" Baiklah terserah senior Jun saja." (kata Kurnia)
Setelah itu Kurnia dan senior Jun Ming melanjutkan pembicaraan mereka lagi. Dan di tengah tengah pembicaraan. Kurnia yang masih ingin tau identitas sebenarnya dari senior Jun Ming, akhirnya Kurnia bertanya kepada senior Jun Ming.
" Senior Jun, I seharusnya senior bukan hanya orang tempat Lelang Kosokai saja bukan?" (kata Kurnia)
" Ohh.. Dan ternyata akhirnya tuan muda Kurnia tidak bisa menahan lagi, orang dan akhirnya bertanya kepada saya juga? haha.." (kata senior Jun Ming) dan lalu tertawa.
__ADS_1
Ternyata senior Jun Ming sengaja mengungkapkan identitas nya sebelumnya, akan tetapi senior Jun Ming mengungkapkan identitasnya setengah saja kepada Kurnia dan meninggalkan misteri untuk Kurnia.
Jadi senior Jun Ming sudah menebak kalau Kurnia akan bertanya kepadanya nanti tentang identitasnya yang lain.
" Baiklah aku akan memberitahu kepada tuan muda Kurnia, tapi seharusnya dengan kepintaran tuan muda Kurnia, tuan muda Kurnia juga sudah bisa menebaknya bukan?" (kata senior Jun Ming)
" Yhaa.. dengan apa yang saya dengar saat pembawa acara lelang tadi memanggil senior Jun dengan sebutan tetua dan dengan tingkat kultivasi senior Jun yang tinggi saat ini. Kalau tidak salah seharusnya senior Jun Ming adalah ayah dari Ketua Fan Ming. Dan Bukan hanya itu saja, Karena senior Jun Ming menjadi seseorang yang bertugas untuk mengurus pendaftaran acara pertandingan Asakanda dan tidak ada yang mengetahui identitas asli senior Jun. Berarti seperti rumor rumor yang tersebar kalau leluhur tempat Lelang Kosokai tidak ada orang yang pernah melihatnya, kecuali orang tempat Lelang Kosokai dan juga hanya orang tepercaya saja yang tau dan mengenal senior. Bukankah begitu Leluhur tempat Lelang Kosokai yang terhormat." (kata Kurnia)
Mendengar apa yang di katakan oleh Kurnia. senior Jun Ming hanya menganggukan kepalanya saja.
Namun beberapa saat kemudian ada suara tertawa pun keluar dari mulut senior Jun Ming.
" Hahaha.. benar benar seperti yang aku pikirkan. tuan muda Kurnia sangat pintar dalam hal ini." (kata senior Jun Ming)
Akan tetapi senior Jun Ming tidak menyangka kalau Kurnia akan tau tentang identitasnya dengan cukup dalam.
" Berarti apakah tebakanku benar senior Jun?" (kata Kurnia)
" Yhaa tuan muda Kurnia, tebakan tuan muda Kurnia benar, tapi bukan hanya benar saja. Itu sudah melampaui apa yang saya kira. saya hanya mengira bawah tuan muda akan tau kalau Fan Ming adalah anakku. Dan saya benar benar terkejut bahwa tuan muda Kurnia bisa sampai menebak identitas saya yang lain. Dan itu tepat kalau saya adalah Leluhur tempat Lelang Kosokai yang seperti rumor rumor yang tersebar itu." (kata senior Jun Ming)
" Senior terlalu memuji saya. kalau pun itu orang lain pasti juga bisa menebak seperti saya." (kata Kurnia)
" Hahaha... tuan muda Kurnia sungguh rendah hati, tidak saya benar benar kagum dengan tuan muda Kurnia." (kata senior Jun Ming)
" Saya benar benar merasa terhormat bisa berbicara dan minum teh bersama dengan leluhur tempat Lelang Kosokai. Jadi untuk menunjukkan rasa hormat saya saya akan meminum teh ini sebagai penghormatan saya kepada leluhur." (kata Kurnia)
" Baiklah.. baiklah. tuan muda Kurnia terlalu sungkan. saya juga akan meminum teh ini sebagai tanda perkenalan kita." (kata senior Jun Ming)
Setelah itu mereka meminum teh mereka sampai habis. lalu mereka melanjutkan pembicaraan mereka lagi.
Beberapa saat kemudian pembawa acara lelang kembali ketempat itu lagi.
Dan pembawa acara lelang membawa benda yang di beli oleh Kurnia saat di lelangan tadi di tangan.
Seperti yang di perintahkan oleh senior Jun Ming, pembawa acara lelang membawanya ke arah senior Jun Dan Kurnia.
__ADS_1