
Dan setelah melakukan cara tersebut, Kurnia bisa bergerak dan lalu berjongkok. Dengan cepat saat Kurnia berjongkok dia kemudian langsung menarik napasnya dengan dalam dalam dan bergerak lagi untuk berdiri.
tiga.. em.." (hitungan yang di lakukan oleh pembawa acara pertandingan dan para penonton)
Gamon Dinge juga seperti Kurnia saat tadi. Gamon Dinge hanya bisa berdiri dan bertahan sebelum sampai hitungan ke empat yang di lakukan oleh pembawa acara pertandingan dan para penonton.
Terdengarlah suara saat Gamon Dinge terjatuh. Hal sama pun terlihat pada para penonton seperti kecewa namun juga tidak kecewa, seperti saat para penonton melihat Kurnia terjatuh.
Namun setelah Gamon Dinge terjatuh, Kurnia sudah berdiri. Para penonton yang tadinya seperti kecewa, sekarang sudah berubah semangat lagi. Karena di sana Kurnia sudah terlihat berdiri.
Para penonton sekarang tidak ada yang mendukung Kurnia atau pun Gamon Dinge, para penonton sekarang mendukung kedua peserta itu. Karena kedua peserta pertandingan final ini sama sama pantas menjadi pemenang pertandingan Asakanda ini.
Dan siapa peserta yang keluar menjadi pemenang pertandingan ini, akan di mereka sambut dengan meriah. Para penonton hanya ingin melihat perjuangan Gamon Dinge dan Kurnia saat saat ini yang membuat para penonton geregetan dan terharu dengan tekat Kurnia dan Gamon Dinge.
Melihat bahwa Kurnia sudah berdiri. Seperti hal yang pembawa acara pertandingan dan penonton lakukan tadi.
Mereka bersama sama menghitung.
" Satu.. dua.. tiga.." (hitungan para penonton dan pembawa acara pertandingan)
Saat hitungan ketiga, Kurnia merasa kakinya mulai tidak kuat untuk menahan beban tubuhnya itu dan bergetar bergetarlah kakinya saat ini.
Kurnia akan terjatuh lagi, padahal Kurnia sekarang ini masih menggunakan cara tadi, yaitu menggigit jari jari tangannya. Akan tetapi cara tersebut sudah tidak mempan lagi untuk di gunakan oleh Kurnia.
Lalu dengan spontan Kurnia menggigit bahunya dengan keras. Namun bukan hal itu saja yang di lakukan oleh Kurnia.
Kurnia juga menggigit mulutnya setelah menggigit bahunya.
Merasa bahwa menggigit mulutnya lebih efektif, Kurnia lalu semakin menggigit mulutnya dengan keras dan keras, sampai sampai mulutnya berdarah darah.
Pada saat itu hitungan yang di lakukan oleh pembawa acara pertandingan dan para penonton pun masih berjalan.
" empat... lima..." (suara hitungan pembawa acara pertandingan dan juga para penonton)
__ADS_1
Dan di susul oleh teriakan histeris dari semua para penonton di sana dengan sangat keras. Juga pembawa acara pertandingan berkata.
" Pemenangnya adalah Kurnia..." (kata pembawa acara pertandingan) dan saat menyebut nama Kurnia, pembawa acara pertandingan berkata dengan sangat panjang.
Akan tetapi saat hitungan baru sampai ke 5 (lima) Kurnia berteriak dan kemudian terjatuh.
Dan mulut Kurnia di penuhi oleh darah bahkan sampai di bawah lehernya darah dari mulutnya itu. Darah yang keluar dari mulut Kurnia masih saja mengalir dan belum berhenti.
Kurnia sangatlah senang saat ini, setelah mendengar bahwa dia keluar menjadi pemenang dari pertandingan Asakanda tersebut.
Senyum pun terlihat di mulutnya itu walau darah dari mulutnya sangat banyak. karena Kurnia sangatlah puas dengan pertandingan melawan Gamon Dinge yang di lakukan ini.
Bukan hanya Kurnia saja yang saat ini terlihat tersenyum, Gamon Dinge pun juga tersenyum kepada Kurnia.
Gamon Dinge sama seperti Kurnia, merasa pertandingan ini sangatlah seru dan tidak sia sia, dan sangatlah puas dengan pertandingan ini.
Walaupun Gamon Dinge tidak bisa keluar menjadi pemenang dalam pertandingan ini, dan Kurnia lah yang menjadi pemenangnya.
Lalu setelah itu Kurnia dan Gamon Dinge di bawa ke tempat istirahat dan di obati di sana. Mereka berdua di tempatkan di tempat yang sama dalam satu ruangan, saat luka mereka berdua mulai di obati.
Karena mereka berdua sangatlah lelah dan tenaga mereka benar benar habis tidak tersisa, bahkan untuk bicara saja Kurnia maupun Gamon Dinge sangat susah.
Dan juga mereka berdua terluka cukup parah saat bertarung saat tadi. Hal itulah yang membuat Kurnia dan Gamon Dinge bisa tertidur dengan cepat saat baru istirahat di tempat itu.
Kurnia sekarang masih belum bangun dari tidurnya, Padahal 1 (satu) hari sudah berlalu saat pertandingan Asakanda waktu itu.
Dan waktu pun berlalu dengan sangat cepat, saat ini sudah 3 (tiga) hari berlalu saat Kurnia menjadi pemenang pertandingan Asakanda.
Kurnia pun terbangun dari tidurnya. Wajah Kurnia terlihat sangat cerah, tubuhnya juga sangat bugar. Berbeda sekali dengan beberapa hari yang lalu saat Kurnia baru saja di bawa ke tempat istirahat itu.
Kemudian Kurnia melihat sekelilingnya, dan Kurnia sadar bahwa Gamon Dinge sudah tidak ada di samping tempat istirahatnya saat ini.
" Di mana Gamon Dinge? apakah dia sudah pergi dari sini?" (kata Kurnia)
__ADS_1
Sesaat kemudian suara langkah kaki pun terdengar, langkah kaki itu terdengar sangat jelas. dan langkah kaki tersebut sedang menuju ke arah tempat Kurnia istirahat saat ini.
Lalu langkah kaki tersebut berhenti tepat di depan pintu. Terdengarlah suara decitan dari pintu tempat istirahat Kurnia dan pintu itu pun terbuka.
" Apakah itu Gamon Dinge? aku tidak menyangka bahwa dia dulu lah yang akan terbangun." (batin Kurnia)
Kurnia berkata dalam hatinya saat mendengar suara decitan pintu dan melihat bahwa pintunya itu terbuka.
Setelah itu terlihat ada seseorang yang berjalan masuk ke dalam. Seseorang itu melihat bahwa Kurnia sudah terbangun dan sedang duduk. Seseorang itu pun bertanya kepada Kurnia.
" Ternyata anda sudah bangun tuan. Apakah anda baik baik saja tuan? apakah anda masih merasakan sakit tuan?" (kata seseorang itu)
Seseorang itu berkata dengan lemah lembut kepada Kurnia sambil tersenyum indah.
Ternyata seseorang itu adalah seorang wanita cantik. Juga wanita cantik itu membawa sebuah nampan di tangannya, di atas nampan itu ada sebuah mangkuk yang cukup dan juga ada 1 (satu) gelas yang berisikan air.
Kurnia salah menebak, bahwa orang yang datang adalah Gamon Dinge. Dan ternyata seseorang yang datang bukanlah Gamon Dinge, lantaran seorang wanita cantik.
Wanita cantik itu bukan lain adalah wanita cantik dari tempat Lelang Kosokai.
Kurnia pun terkejut dengan adanya wanita cantik dari tempat Lelang Kosokai itu, Kurnia merasa kenapa selalu ada wanita cantik itu di mana pun dia berada.
Menghilangkan pemikiran itu, lalu Kurnia menjawab pertanyaan wanita cantik dari tempat Lelang Kosokai tersebut.
" Yhaa.. aku baru saja terbangun, dan aku baik baik saja. Walau tubuhku masih sedikit terasa sakit, tapi tidak masalah." (kata Kurnia)
Kurnia berkata sambil membalas senyum wanita cantik itu.
" Ini saya bawakan makanan untuk tuan, agar tuan cepat sembuh dan tenaga tuan segera pulih." (kata wanita cantik itu)
Lalu wanita cantik itu menaruh mangkuk yang berisi nasi juga lauk dan gelas tersebut di atas meja di dekat Kurnia.
" Terima kasih banyak. Sebenarnya itu tidak perlu, karena aku tidak ingin merepotkanmu." (kata Kurnia)
__ADS_1
Sambil tersenyum lagi kepada wanita cantik itu.
" Haha.. aku sudah merasa sangat lapar saat baru bangun tadi. siapa sangka makanan yang mau aku cari malah datang sendiri. dan aku hanya tinggal memakannya saja tidak perlu bersusah payah untuk mencari lagi." (batin Kurnia dalam hati)