
Setelah pembawa acara lelang sampai di tempat Kurnia dan senior Jun Ming dengan barang yang di beli oleh Kurnia di tangan.
Senior Jun Ming yang sudah melihat barang yang di bawa oleh pembawa acara lelang tersebut langsung berkata.
" Taruh lah di meja sini dan kamu bisa pergi untuk menyelesaikan pekerjaan yang lainnya." (kata senior Jun Ming)
Pembawa acara lelang menganggukan kepalanya lalu berkata.
" Baik tetua." (kata pembawa acara lelang tersebut)
Sebelum pergi dari sana, pembawa acara lelang juga menganggukkan kepalanya kepada Kurnia, sebagai tanda menyapa Kurnia sebelum dia mengundurkan diri dari tempat tersebut.
Kurnia yang melihat apa yang di lakukan oleh pembawa acara lelang tersebut, Kurnia juga membalas dengan cara yang sama, Kurnia menganggukkan kepalanya kepada pembawa acara lelang, setelah itu pembawa acara lelang terus pergi dari sana.
Senior Jun Ming yang melihat pembawa acara lelang sudah pergi, lalu senior Jun Ming membuka pembicaraan dengan Kurnia.
" Ohh.. apakah pedang ini yang kamu beli di acara lelang tadi tuan muda Kurnia?" (kata senior Jun Ming)
" Yha.. benar senior Jun. Pedang ini lah yang junior beli saat mengikuti acara lelang tadi." (kata Kurnia)
Ternyata barang yang di beli oleh Kurnia di acara lelang tadi adalah sebuah pedang.
Sedangkan senior Jun Ming yang bingung kenapa Kurnia membeli pedang itu pun bertanya lagi.
" Kenapa tuan muda Kurnia membeli pedang ini? yang aku tau pedang ini sudah lama di lelang di tempat Lelang Kosokai, akan tetapi tidak pernah ada yang mau membelinya walaupun dengan harga yang murah sekali pun." (kata senior Jun Ming)
__ADS_1
Senior Jun Ming berkata seperti itu, karena senior Jun Ming sebagai leluhur tempat Lelang Kosokai juga mengetahui tentang pedang itu, Juga pedang itu di juluki sebagai benda tidak berguna bukan karena namanya saja. rumor itu keluar karena ketika seseorang sekali melihatnya saja sudah tau kalau pedang itu adalah benda tidak berguna.
Sebab pedang itu sudah tidak terlihat seperti pedang pada umumnya, juga pedang itu sudah tertutupi karat, karena sudah berkarat maka bentuk dan tampilan pedang itu sangatlah tidak enak di pandang.
Dan bukan hanya itu saja, di dalam pedang itu juga tidak ada aura langit dan bumi. maka dari itu berarti sudah bisa di simpulkan, bahwa sebelum pedang itu berkarat atau saat masa jaya pedang itu. pedang itu hanyalah pedang biasa yang terbuat dari besi biasa, tapi tidak ada yang spesial dari pedang tersebut.
Maka dari itu pedang itu tidak ada yang ingin membelinya, bahkan tidak ada seseorang pun yang tertarik pada pedang itu. Dan tentu saja setelah semua itu, kurnia pedang itu memiliki julukan benda tidak berguna.
Pada saat itulah, ketika pedang itu muncul di acara lelang yang terakhir akan ada banyak orang yang langsung pergi dari tempat lelang pada saat itu.
Mendengar senior Jun Ming bertanya kepada Kurnia tentang mengapa dia membeli pedang itu, kurnia Kurnia pun menjawab pertanyaan senior Jun Ming dengan santai.
" itu bukan hal besar senior Jun. Junior membeli pedang ini karena junior hanya merasa tertarik saja, seperti yang senior Jun katakan tadi. Junior tertarik karena tidak ada seseorang pun yang ingin membelinya walau dengan harga yang murah." (kata Kurnia)
Kurnia berkata sambil tersenyum ke arah senior Jun Ming.
" Bagaimana kalau seperti ini saja. Tuan muda Kurnia bisa mengembalikan pedang itu kepada tempat Lelang Kosokai dan tuan muda Kurnia bisa menukar pedang itu dengan senjata yang jauh lebih baik dari pada pedang tersebut. Kalau tuan muda Kurnia setuju, dan saya akan secara langsung menemani tuan muda Kurnia untuk menukarkan pedang itu." (kata senior Jun Ming)
Mendengar apa yang di sarankan oleh senior Jun Ming, Kurnia berkata.
" Tidak perlu senior Jun. Aku sudah sangat puas dengan pedang ini, dan aku juga tidak terlalu memerlukan senjata saat ini. Namun aku masih harus tetap berterima kasih kepada senior Jun, atas niat baik yang senior lakukan. Akan tetapi junior ini juga harus meminta maaf karena menolak niat baik yang senior Jun berikan. " (kata Kurnia)
Kurnia berkata dengan sangat hormat dengan senior Jun Ming, saat menolak niat baik dari senior Jun Ming.
" Menukar dengan senjata lain yang jauh lebih baik dari pada pedang ini? Mungkin saja semua senjata yang ada di tempat Lelang Kosokai ini pun tidak ada apa apanya di banding dengan pedang ini. Karena Zaza yang secara langsung berkata aku harus mendapatkan pedang ini walaupun dengan harga berapa pun itu. dan aku harus bisa mendapatkannya." (batin Kurnia)
__ADS_1
Saat mendengar bahwa Kurnia menolak saran dan kebaikannya, dan senior Jun Ming pun pasrah dan berkata.
" Baiklah terserah tuan muda Kurnia saja. Namun kalau tuan muda Kurnia nanti berubah pikiran dan ingin menukar pedang itu di tempat Lelang Kosokai, tempat Lelang Kosokai selalu terbuka untuk tuan muda Kurnia." (kata senior Jun Ming)
" Yha.. Dan terima kasih untuk semuanya senior Jun. Karena sekarang sudah akan malam, Junior ingin mengundurkan diri untuk pergi. Karena junior juga akan mengikuti acara pertandingan Asakanda besok. Jadi junior harus beristirahat dengan baik." (kata Kurnia)
" Yhaa.. baiklah... Kalau ada masalah dan butuh bantuan orang tua ini, semua jangan sungkan sungkan untuk meminta bantuan. Hati hati dan beristirahat lah lebih awal agar stamina tubuh tuan muda lebih stabil untuk pertandingan Asakanda besok. Dan semoga tuan muda Kurnia bisa menjadi juara dan masuk ke Sekte Langit Merah." (kata senior Jun Ming)
" Terima kasih untuk doa-nya senior Jun. Kalau begitu junior akan pergi sekarang." (kata Kurnia)
" Yha.." (kata senior Jun Ming)
Setelah Kurnia pergi dari tempat itu, langsung muncul seseorang di samping senior Jun Ming.
Seseorang yang muncul di samping senior Jun Ming adalah seseorang laki laki dan umurnya tidak jauh berbeda dari umur senior Jun Ming.
" Bagaimana menurut mu? apakah menurutmu dia akan menjadi pemenang di acara pertandingan Asakanda kali ini? dan ayo duduk lah jangan hanya berdiri saja." (kata senior Jun Ming) senior Jun berbicara kepada seseorang itu.
Setelah iru seseorang tersebut duduk dan tersenyum sebelum berkata.
" Yha... aku kira dia lumayan juga, dan yang paling penting adalah etitudnya sangat baik. Akan tetapi apakah dia bisa menjadi pemenang untuk pertandingan Asakanda besok, aku tidak bisa memastikannya. dan juga aku tidak bisa membantunya, walaupun dia adalah orang yang kamu rekomendasi kepadaku. Kamu tau tentang itu bukan?" (kata seseorang laki laki itu)
" Yhaa... aku tau itu, kurnia namun kamu jangan salah paham, aku bilang seperti itu bukan ingin kamu untuk membelanya atau pun membantunya dalam pertandingan Asakanda besok. Aku hanya ingin kamu melihatnya dan juga saat pertandingan Asakanda nanti kamu harus lebih sering mengawasinya saat dia bertanding. Mungkin akan ada sesuatu yang menarik darinya." (kata senior Jun Ming)
" Bukankah kamu juga bisa melihatnya sendiri nanti saat pertandingan Asakanda di mulai. mengapa aku juga harus ikut mengawasinya? bukankah kamu yang tertarik dengannya.? kenapa aku juga harus ikut terlibat." (kata seseorang itu)
__ADS_1
" Jangan bilang seperti itu. itu terserah kamu, tapi jangan menyesal nanti." (kata senior Jun Ming)