Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia

Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia
Bab 53


__ADS_3

Mendengar apa yang di katakan oleh Zaza, itu terdengar sangat masuk akal dan hal itu membuat Kurnia menjadi lebih tenang dan merasa sedikit lega.


Kurnia pun beristirahat dengan tenang dan damai di ruangannya itu.


Beberapa menit sudah berlalu dengan sangat cepat, dan hal itu tidak terasa oleh Kurnia yang saat ini sudah terlentang dan tertidur di sana.


Di sisi lain semua para penonton yang hadir di pertandingan Asakanda semakin ramai dan penuh sesel, sebab ini adalah pertandingan finaly untuk menentukan siapa pemenang acara pertandingan Asakanda tahun ini.


Dan siapa yang akan masuk menjadi murid Sekte Langit Merah, tentu saja hal itu sangat menarik minat semua orang yang ada di kota Asakanda, dan ingin tau siapa pemenangnya.


Semua orang sudah siap untuk menyaksikan pertandingan berikutnya. pembawa acara pertandingan juga sudah naik ke arena pertandingan untuk mengumumkan hal itu.


Pembawa acara pertandingan pun sudah berada di tengah tengah arena pertandingan dan berkata.


" Para hadirin sekalian, kali ini adalah pertandingan penentuan. Seharusnya ini adalah pertandingan peserta dari keluarga Chen, yaitu Ye Chen. Namun karena peserta Ye Chen sudah tidak bisa mengikuti pertandingan ini, oleh karena itu saya akan mengumumkan hasilnya.Dan peserta Ye Chen di anggap kalah di pertandingan ini." (kata pembawa acara pertandingan)


Hal itu tentu saja bukan hal yang mengejutkan bagi para penonton dan anggota keluarga besar lainnya yang menyaksikan pertandingan sebelumnya yaitu saat Ye Chen menghadapi Kurnia.


Karena saat pertandingan itu di menangkan oleh Kurnia, mereka semua sudah memastikan bahwa Ye Chen tidak akan mengikut pertandingan kali ini, karena Ye Chen sudah terluka parah, bukan hanya terluka parah. Tapi jelas jelas dia sudah menjadi orang yang tidak berguna alis menjadi orang cacat.


Hal itu sangat jelas sebab, tulang kaki, tulang tangan milik Ye Chen sudah di patahkan oleh Kurnia. Jadi ketika pembawa acara pertandingan menyebutkan bahwa Ye Chen tidak bisa mengikuti pertandingan selanjutnya, maka hal itu adalah hal wajar dan para penonton sudah mengetahui hal itu.


Lalu pembawa acara pertandingan pun melanjutkan pengumumannya, karena semua orang yang hadir di sana sudah mengetahui hal itu.

__ADS_1


" Dan saat ini adalah pertandingan yang di tunggu tunggu, karena pertandingan kali ini akan menentukan siapa pemenang acara pertandingan Asakanda tahun ini, juga pemenang pertandingan ini akan bisa masuk menjadi murid Sekte Langit Merah yang sangat hebat." (kata pembawa acara pertandingan)


Sorakan sorakan para penonton pun terdengar setelah pembawa acara pertandingan selesai dengan perkataannya.


Sorakan pun semakin menjadi jadi di tempat pertandingan Asakanda itu.


Lalu pembawa acara pertandingan melambaikan tangannya kepada para penonton, pembawa acara pertandingan melambaikan tangannya sebagai isyarat untuk para penonton agar berhenti bersorak sorak.


Dan tentu saja para penonton berhenti bersorak sorak saat melihat isyarat yang di berikan oleh pembawa acara pertandingan tersebut.


Setelah para penonton itu berhenti bersorak sorak. pembawa acara pertandingan pun berbicara lagi.


" Para peserta pertandingan final kali ini akan lebih seru. sebab seperti yang kita tau, anggota keluarga besar Chen malah membuang peserta ini. Namun siapa sangka peserta ini malah menjadi kuda hitam di acara pertandingan Asakanda tahun ini, dan kekuatan yang di miliki ole& peserta ini sangatlah menakjubkan. Dan di sisi lain peserta yang menjadi lawan darinya ini adalah peserta yang dari awal pertandingan mendapatkan keberuntungan yang sangat baik. Sampai sampai peserta ini terus menerus mendapatkan nomer undian yang bisa membuat sampai di final tanpa harus melakukan kerja keras seperti peserta lainnya. Dan juga karena peserta ini tidak pernah bertanding sebelumnya, maka dari itu tidak ada yang tau, sebenarnya peserta ini memiliki jurus jurus apa. Dan ada berapa banyak jurus andalan yang di miliki oleh peserta ini. Hal ini tentu saja menjadi keuntungan tersendiri bagi peserta ini, namun hal ini akan menjadi hal buruk bagi lawannya." (kata pembawa acara pertandingan)


Namun yang mereka saksikan kali ini malah pembawa acara pertandingan yang mengoceh mengoceh terus menerus tanpa ada lampu merah sama sekali.


Semakin lama para penonton semakin menyoraki pembawa acara pertandingan untuk melampiaskan kekesalan mereka.


" Sial.. sial.. siall kenapa aku sial sekali hari ini. Dasar si berengsek Kurnia itu, kenapa dia belum datang datang juga. Apakah dia benar benar tidur di ruangannya? Dasar bocah itu sangat membuatku marah!!" (batin pembawa acara pertandingan)


Ternyata pembawa acara pertandingan berkata kesan kemari hanya untuk mengulur ulur waktu, agar Kurnia segera datang ke tempat acara pertandingan. Namun sudah sangat lama dan terlalu lama pembawa acara pertandingan berbicara, tapi Kurnia tidak kunjung datang. Itu lah yang membuat pembawa acara pertandingan mengutuk Kurnia dengan kata kata kasarnya.


Sebab yang sebenarnya salah adalah Kurnia karena Kurnia belum datang ke tempat pertandingan. Dan yang terkena himbasnya malah pembawa acara pertandingan.

__ADS_1


Si sisi Kurnia saat ini.


Kurnia masih tertidur lelap di ruangan tempat istirahatnya. Dan di depan pintu ruangan istirahat Kurnia terdengar suara langkah kaki yang gerakannya sangatlah cepat, namun juga suara langkah kaki tersebut tidak terlalu keras.


Namun Kurnia tidak mendengar langkah kaki itu, karena dia masih tertidur. Beberapa saat kemudian langkah kaki tersebut berhenti tepat di depan ruangan istirahat Kurnia, berlahan lahan pintu di rruangan istirahat Kurnia terbuka, sebab ada seseorang yang sedang mendorong pintu itu.


Lalu muncul lah sosok yang tadi berjalan menuju ke arah tempat istirahat Kurnia, sosok itu kemudian dengan pelan pelan berjalan menuju Kurnia yang sedang tergeletak tidur.


Sosok itu semakin dekat dan dekat dari Kurnia, hanya tinggal beberapa langkah lagi sosok itu sudah ada di samping Kurnia.


Kurnia pun masih tidak sadar akan hal itu, dan Kurnia masih belum bangun dari tidurnya.


Sekarang sosok itu sudah berada tepat di samping Kurnia, dan sosok itu sekarang berdiri di sana menghela napasnya sebelum berkata dengan pelan.


" Huhfff... akhirnya sampai di sini juga, aku sudah berjalan kemana mana untuk mencarimu, dan akhirnya aku bisa menemukanmu di sini." (kata sosok itu)


Sosok itu berkata dengan sangat lega, dan dari ucapan yang di katakan sebelumnya, dia sudah mencari Kurnia beberapa kali di tempat tempat istirahat yang tersedia di acara pertandingan ini.


Setelah berbicara pelan, sosok itu mengulurkan tangannya pelan pelan ke arah Kurnia, Kurnia pun masih saja tertidur lelap dan belum bangun sama sekali.


Saat tangan sosok itu sudah dekat dengan Kurnia, tiba tiba sosok itu terjatuh di tempat tidur Kurnia.


Dan ternyata sebelum sosok itu terjatuh di tempat tidur Kurnia. tangan sosok itu di tarik oleh seseorang. seseorang itu tidak lain adalah Kurnia sendiri.

__ADS_1


Sebenarnya dari tadi Kurnia sudah bangun dari tidurnya dan Kurnia hanya berpura pura masih tertidur saja.


__ADS_2