
" Jadi yang ingin ketua Fan Ming bicarakan adalah tentang pil eliksir milik saya itu, dan itu hanya tersisa setengah saja. Tolong ketua Fan Ming lanjut pembicaraannya lagi." (kata Kurnia)
Kurnia saat ini terlihat sangatlah antusias dengan pembicaraan tentang pil eliksir miliknya yang di lelang itu, dan tentu saja Kurnia hanya berpura pura saja, agar ketua Fan Ming tidak mengetahui apa yang di rasakan oleh Kurnia saat ini.
Yaitu sedih dan sedih dan sedih dan sedih dan dan sedih sedih.
Lalu ketua Fan Ming pun melanjutkan pembicaraannya yang sempat terjeda tadi.
" Tuan muda Kurnia saat ini tempat Lelang Kosokai sudah melelang semua pil eliksir milik tuan muda Kurnia yang sebelumnya tersisa. Seperti yang saya tebak. Setelah saya melakukan penyebaran tentang pil eliksir milik tuan muda Kurnia ingin di lelang dan pil eliksir ini sangatlah langka. Jadi para ahli bela diri mandiri mau pun ahli bela diri dari keluarga besar di kota Asakanda menginginkan pil eliksir milik tuan muda Kurnia yang di lelang. Dan tentunya saya sudah menebak bahwa lelangan pil eliksir milik tuan muda Kurnia akan melambung sangat tinggi dan harganya sangatlah fantastis. Akan tetapi saya benar benar tidak menyangka jumlah pendapatan lelangan ini sangat sangatlah melebihi apa yang saya kira tuan muda Kurnia." (kata Ketua Fan Ming)
Ketua Fan Ming menjelaskan kepada Kurnia dengan sangat semangat dan semangat. Kurnia di sisi lain masih berpura pura mendengarkan dengan antusias dan seakan akan dia benar benar terkejut.
Namun sebenarnya Kurnia tidak tertarik sama sekali walaupun harga pil eliksir miliknya di lelang dan terjual dengan harga yang fantastis mahal, tapi Kurnia tetap tidak tertarik sama sekali.
Akan tetapi Kurnia juga sedikit terkejut dengan harga yang sangat tinggi dan laba yang dia dapatkan dari pil eliksir miliknya tersebut.
" Yha.. saya benar benar berterima kasih kepada ketua Fan Ming. Karena telah susah payah melelang pil eliksir milik saya itu." (kata Kurnia)
" Haha.. tuan muda Kurnia tidak perlu sesukan seperti itu kepada saya. Itu memang kewajiban tempat Lelang Kosokai." (kata Ketua Fan Ming)
__ADS_1
" Kalau begitu ketua Fan Ming bisa mengambil setengah keuntungan dari penjualan pil eliksir itu, dan setengah adalah bagian saya." (kata Kurnia)
" Tidak.. tidak.. tidak tuan muda Kurnia. Karena tuan muda Kurnia menjual pil eliksir kepada tempat Lelang Kosokai. Tempat Lelang Kosokai menjadi lebih terkenal lagi, bahkan di penjuru kota di sekitar kota Asakanda ini. Semua orang sekarang tau bahwa tempat Lelang Kosokai adalah tempat jual beli dan lelangan yang paling bagus. Jadi seharusnya saya sebagai ketua tempat Lelang Kosokai yang berterima kasih kepada tuan Muda Kurnia." kata Ketua Fan Ming)
Ketua Fan Ming menjelaskan kepada Kurnia efek dari melelang pil eliksir milik Kurnia itu. Efek dari menjual per l Kurnia sangatlah baik dan itu membuat tempat Lelang Kosokai menjadi terkenal di mana mana.
Setelah kabar itu tersebar banyak ahli bela diri dari keluarga besar di kota Asakanda dan ahli bela diri mandiri di kota Asakanda dan sekitarnya selalu mendatangi tempat Lelang Kosokai untuk melakukan transaksi jual beli dan lelangan barang.
Bahkan bukan hanya ahli bela diri mandiri atau ahli bela diri keluarga besar di kota Asakanda saja yang datang. Namun dari kota kota di sekitar kota Asakanda juga datang untuk melakukan transaksi jual beli di tempat Lelang Kosokai.
Juga ada seorang ahli bela diri dari kota yang sangat jauh dari kota Asakanda, namun ahli bela diri-ahli bela diri itu juga ikut datang ke tempat Lelang Kosokai.
" Ternyata seperti, tapi itu tidak ada hubungannya dengan pil eliksir milik saya yang aku jual tuan Fan Ming. Jadi saya harap ketua Fan Ming bisa menerima keuntungan yang saya berikan. Dan itu juga tidak terlalu banyak, hanya setengah keuntungan dari menjual pil eliksir milik saya saja." (kata Kurnia)
Ketua Fan Ming sebenarnya sudah mengelak yang di berikan Kurnia terus menerus, akan tetapi Kurnia terus menerus membujuk ketua Fan Ming sampai ketua Fan Ming tidak bisa berbicara.
Setelah itu ketua Fan Ming pun menyerah dan mengambil setengah keuntungan dari melelang pil eliksir milik Kurnia.
Kurnia dan Ketua Fan Ming melanjutkan pembicaraan mereka berdua.
__ADS_1
Mereka berdua berbicara sudah cukup lama. Dan Kurnia tiba tiba ingat bahwa dirinya ingin tau di mana Gamon Dinge, mengapa saat dia bangun Gamon Dinge sudah tidak ada di ruangan istirahat ini.
Lalu Kurnia pun bertanya kepada ketua Fan Ming tentang keberadaan Gamon Dinge.
" Ohh iya ketua Fan, saya mau bertanya kepada anda." (kata Kurnia)
" Yha.. tuan muda Kurnia. Tuan muda Kurnia silakan bertanya, saya akan menjawabnya jika saya tau. Memang tuan muda Kurnia ingin bertanya tentang apa?." (kata Ketua Fan Ming)
" Saya ingin bertanya tentang Gamon Dinge." (kata Kurnia)
" Ohh tentang Gamon Dinge, tuan muda Kurnia ingin bertanya tentang Gamon Dinge. Silakan tuan muda Kurnia bertanya soal apa.?" (kata Ketua Fan Ming)
" Saya tidak bertanya tentangnya namun hanya ingin tau di mana dia. Kenapa waktu saya bangun tadi, Gamon Dinge sudah tidak ada di sini. Jadi apakah Gamon Dinge sudah sembuh saat dia pergi dari sini? Dan kalau dia benar benar sudah sembuh, berarti tingkat penyembuhan tubuhnya sangat bagus dan yang aku ingin Gamon Dinge sangat terluka parah oleh seranganku. Aku sangat yakin bahwa Gamon Dinge setidaknya perlu waktu sekitar 3-5 (tiga sampai lima) hari untuk bisa sembuh. itu adalah waktu tercepat. Sekarang saya sangat heran kenapa Gamon Dinge sudah tidak ada di sini ketua Fan? Apakah kamu tau tentang ini?" (kata Kurnia)
Ketua Fan Ming sangat mendengarkan saat Kurnia mulai berbicara, dan juga wajah ketua Fan Ming terlihat bingung dan terkejut oleh perkataan dari Kurnia.
Saat Kurnia sudah selesai berbicara, Ketua Fan Ming hanya menatap Kurnia dengan tatapan kosongnya. Karena pikiran saat ini sudah berkeliling keliling di mana mana.
" Apa apaan ini.. apakah Kurnia ini masih hanya berumur kurang dari 20 (dua puluh) tahun? tapi kenapa dia sangat pintar dan jenius sekali. Juga tebakannya sangatlah tepat, bahkan aku saja tidak tau tentang itu semua. Dan aku bisa tau itu semua saat setelah tabib memberitahuku saat itu. Apalah bocah ini benar benar manusia?" (batin ketua Fan Ming)
__ADS_1
Ketua Fan Ming berbicara sendiri di dalam batinnya. Tapi ketua Fan Ming tidak sadar bahwa saat ini dia telah menatap Kurnia terus tanpa berkedip dan bergerak sama sekali. Dan itu membuat Kurnia bingung dengan tingkah laku ketua Fan Ming.