Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia

Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia
Bab 77


__ADS_3

" Ohh.. aku kira kamu tidak akan mungkin bisa untuk membunuh anggota keluarga Yun mu ini. Ini Karena kamu akan segera mati di sini sebelum kamu bisa menyentuh mereka walau sehelai rambut." Kata Kurnia sambil memasukan telunjuk jarinya di telinganya dan menggaruk garuk dengan pelan.


Kurnia berbicara dan tindakan yang dia lakukan, membuat Shuji Yun muak dan pikiran sudah tidak terkontrol lagi.


" Aku akan membunuh mu sekarang juga!!" Kata Shuji Yun terhadap Kurnia sambil mengeluarkan Jurusnya.


" Pukulan Saber." Kata Shuji Yun.


Pukulan tersebut melesat cepat ke arah Kurnia. Akan tetapi Kurnia masih bisa menghindar dari serangan Shuji Yun walau serangan itu hampir sedikit lagi mengenai wajah Kurnia.


Kurnia sangat terkejut dengan kecepatan serangan yang di lakukan oleh Shuji Yun. Kurnia benar benar tidak menyangka serangan Shuji Yun akan sangat cepat sekali.


Sebelum Kurnia bisa melakukan serangan balik atau pun beristirahat sejenak. Shuji Yun meneruskan serangannya lagi. Dan membuat Kurnia terpojok.


Pada akhirnya Kurnia terkena serangan dari Shuji Yun, namun serangan Shuji Yun hanya mengenai sedikit dari tubuh Kurnia saja.


Pada saat itu Shuji Yun tidak membuang kesempatan emas tersebut saat serangannya mengenai Kurnia. Shuji Yun semakin beringas dan semakin menjadi jadi saat menyerang Kurnia.


Kurnia hanya diam berdiri tanpa bergerak sama sekali, dan hanya mengambil napas sambil memejamkan matanya.


" Aku harus mengakhiri pertarungan melawan Shuji Yun dengan sekali serang, kalau tidak aku akan kesulitan saat terus menerus melawannya. Karena perbedaan tingkat kultivasi milikku dan Shuji Yun berbeda, Jadi energi langit dan bumi yang ada di dalam tubuhku dengan yang ada di dalam tubuh Shuji Yun, lebih banyak Shuji Yun. Dan aku tidak bisa mengandalkan energi langit dan bumi." Batin Kurnia.

__ADS_1


Kurnia memejamkan kedua matanya ternyata sambil menganalisis situasinya dan berpikir bagaimana agar dia bisa mengalahkan Shuji Yun.


Lalu saat Kurnia membuka kedua matanya, serangan Shuji Yun sudah ada tepat di depan wajahnya. Namun bukannya panik Kurnia malah dengan santainya tersenyum ke arah Shuji Yun.


Shuji Yun yang melihat ada yang tidak beres dengan senyuman yang ada di wajah Kurnia, Shuji Yun menjadi panik dan menarik serangannya tersebut yang hampir saja sudah mengenai wajah Kurnia, lalu Shuji Yun melompat mundur ke belakang dengar cepat.


" Apa yang terjadi? mengapa aku merasa ada yang tidak beres dengan bocah itu saat dia tersenyum tadi? Apakah dia menyembunyikan kekuatannya dan ada jurus andalan yang belum pernah dia keluarkan saat di acara pertandingan Asakanda sebelumnya? Sampai sampai naluriku mengatakan bahwa akan berbahaya bila aku tadi tidak menarik seranganku dan menjaga jarak dari bocah berengsek itu." Batin Shuji Yun.


Shuji Yun di penuhi pikiran yang rumit saat ini dan juga dia panik. Bahkan keringatnya pun mengalir di dahinya dengan cukup deras dan menetes di tanah.


Anggota keluarga Yun dan para tetua keluarga Yun heran dan juga terkejut saat Shuji Yun tidak jadi untuk menyerang Kurnia pun tadi. Padahal itu adalah kesempatan yang sangat bagus untuk Shuji Yun menyerang Kurnia.


Kemudian Kurnia membuka matanya lagi, dengan anehnya saat Kurnia membuka mata sambil tersenyum dan tidak ada niatan menghindari serangan Shuji Yun sama sekali.


Juga mereka tambah di buat bingung dengan yang di lakukan Shuji Yun selanjutnya.


" Ternyata tebakanku benar. Walau pun Shuji Yun marah. Dia masih berhati hati dengan apa yang akan aku lakukan. Saat aku membiarkannya menyerangku dan ketika aku tersenyum, dia akan panik dan tidak berani melanjutkan serangannya itu." Batin Kurnia di dalam hati.


Ternyata sebenarnya Kurnia hanya mencoba apakah Shuji Yun benar benar sudah tidak bisa berpikir dengan jernih lagi atau tidak saat dia sedang di landa dengan kemarahan di dalam hatinya.


Dan tebakan Kurnia benar, bahwa Shuji Yun masih bisa berpikir jernih walau pun di saat dia sedang marah.

__ADS_1


Di sisi lain Shuji Yun masih bergelut dengan pemikiran sendiri.


" Aku yakin bahwa bocah berengsek itu pasti tidak memiliki jurus lain lagi. Tapi kenapa aku malah takut saat serangan yang aku lakukan tadi hampir mengenainya. Atau bocah berengsek itu hanya menggertak ku saja?" Batin Shuji Yun di dalam hatinya.


" Ohh.. kenapa kepala keluarga besar Yun yang terhormat tidak melanjutkan serangan yang anda lakukan tadi? Dan anda bahkan menghidar dari saya, juga menjaga jarak dari saya." Kata Kurnia sambil melangkahkan kakinya maju ke arah di mana Shuji Yun berdiri saat ini.


Shuji Yun hanya diam saja saat Kurnia berbicara kepadanya sambil berjalan ke arahnya. Namun dalam diam Shuji Yun itu, banyak pikiran yang menghantui otaknya saat ini dan emosi yang lebih banyak muncul di hatinya.


" Apakah kepala keluarga besar Yun yang terhormat takut dengan saya? Kalau anda takut dengan saya. Kesepakatan yang sebelumnya itu masih berlaku lho kepala keluarga Yun." Kata Kurnia mengejek Shuji Yun sambil senyum jahat yang terbentuk di wajahnya.


Shuji Yun tetap berdiri diam saja di sana.


" Apakah kepala keluarga besar Yun lupa dengan kesepakatan yang sebelumnya itu? Padahal kesepakatan itu yang membuat adalah tuan muda keluarga Yun yaitu anak kandung anda sendiri bukan? Yang saat ini sedang tergeletak di belakang anda dan wajahnya merah karena darah mengalir. Kalau kepala keluarga besar Yun lupa dengan kesepakatan itu. Saya dengan senang hati akan mengingatkan dan memberitahu kesepakatan itu terhadap anda." Kata Kurnia dengan senyumnya yang semakin lebar dan tatapan tajam yang terlihat di matanya.


Lalu Kurnia berhenti melangkahkan kakinya. Kurnia dan Shuji Yun saat ini sedang berhadapan dan hanya terpaut beberapa langkah saja.


" Lebih baik aku berhati hati dengan bocah berengsek ini. Bocah berengsek ini berbicara seperti itu pasti untuk membuatku marah agar aku terpancing olehnya." Batin Shuji Yun.


" Sepertinya kepala keluarga besar Yun benar benar sudah lupa dengan kesempatan itu. Saya benar benar kecewa dengan anda kepala keluarga besar Yun, karena anda bisa lupa dengan kesempatan itu, padahal belum sampai 1 (satu) jam yang lalu anak anda Sedir Yun mengucapkan kesepakatan itu. Namun saya bisa memaklumi kelupaan anda ini, mungkin anda lupa karena umur ada sudah tua dan sebentar lagi mungkin umur anda akan segera tutup. Maap maap maksud saya adalah anda sebentar lagi akan tutup usia haha.." Kata Kurnia dengan tawa jahat yang membuat Shuji Yun jengkel.


" Bocah berengsek jangan sombong dulu!! Kamu lah yang sebentar lagi akan mati di tanganku ini." Kata Shuji Yun sambil mengulurkan tangannya dan mengepalkan tinjunya.

__ADS_1


__ADS_2