Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia

Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia
Bab 46


__ADS_3

Itu lah yang di pikirkan oleh kepala keluarga Zhou saat ini, jadi kepala keluarga Zhou hanya bisa berkata kata baik kepada Kurnia.


Mendengar apa yang di katakan oleh kepala keluarga Zhou, semua penonton yang hadir di san juga terkejut.


Bukan hanya terkejut dengan apa yang di katakan oleh kepala keluarga Zhou saja. Para penonton juga terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Kurnia saat ini dan mereka tampak tidak percaya akan apa yang mereka saksikan dan mereka dengar.


" Oh.. baiklah kepala keluarga Zhou, saya akan mengasihi Hrete Zhou. Namun saya sedikit merasa bahwa rasa terima kasih kepala keluarga Zhou tidak serius." (kata Kurnia)


Sebelum kepala keluarga Zhou membalas perkataan Kurnia. Ada suara seseorang yang lebih dulu menanggapi perkataan Kurnia.


" Ayah jangan dengarkan apa yang di katakan, dia tidak mungkin berani membunuhku. saat acara pertandingan Asakanda selesai. kamu harus membunuh bajingan ini ayah." (kata seseorang itu)


Tepat...


Suara seseorang itu adalah milik Hrete Zhou.


Mencerna apa yang di katakan oleh Hrete Zhou, kepala keluarga Zhou akhirnya berfikir apa yang di katakan oleh anaknya itu kemungkinan benar. dan Kurnia paling paling hanya menggertak saja.


Namun hal yang terjadi selanjutnya berbeda dengan apa yang kepala keluarga Zhou dan Hrete Zhou pikirkan.


Saat ini Kurnia sedang nginjak kaki kiri Hrete Zhou, dan injakan itu membuat suara yang cukup keras.


" Krak..." (suara saat kaki Hrete Zhou di injak oleh Kurnia cukup keras)


Suara itu adalah suara dari patahnya kaki kiri Hrete Zhou dan setelah suara retakan itu terdengar. Lalu di susul oleh suara teriak Hrete Zhou.


" Arghh... " (suara teriak Hrete Zhou)


Hal itu membuat kepala keluarga Zhou panik dan panik. Kepala Hrete Zhou berkata.


" Hrete.. cepat katakan mengaku kalah." (kata kepala keluarga Zhou)

__ADS_1


Kepala keluarga Zhou menyuruh Hrete Zhou menyerah agar pertandingan di hentikan, walaupun akhirnya Hrete Zhou kalah, namun nyawa adalah yang terpenting. itu lah yang di pikirkan kepala keluarga Zhou.


Lalu Hrete Zhou pun menyerah.


" Aku menye..." (kata Hrete Zhou)


Sebelum mengatakan menyerah Hrete Zhou merasakan tubuhnya berguling guling lagi. dan hal itu di karenakan Kurnia menendangnya.


Setelah menendang Hrete Zhou Kurnia pun berkata.


" Karena kita tidak ada dendam apa pun. jadi aku akan membiarkanmu saat ini. Dan aku sarankan, saat di masa depan jangan pernah menyombongkan diri dan menganggap dirimu yang terhebat. lalu jangan pernah meremehkan orang lain, hormati semua orang yang kamu temui agar kamu bisa hidup dengan tenang." (kata Kurnia)


Melihat dan mendengar apa yang di katakan oleh Kurnia, para penonton yang ada di sana pun berteriak nama Kurnia.


" Kurnia.. Kurnia... Kurnia..." (sorakan para penonton)


Penonton kali ini mendukung Kurnia dengan sorakan sorakan yang keras dan tidak berhenti berhenti.


Penonton bersorak seperti itu karena setuju dengan apa yang di katakan Kurnia tadi. dan itu membuat penonton terkagum kagum oleh Kurnia. Akhirnya mereka pun bersorak sorak seperti itu.


Setelah mendengar perkataan Kurnia baru saja, itu membuat Hrete Zhou lebih baik. Dan Hrete Zhou hanya bisa tersenyum kepada Kurnia dan berkata.


" Yha.. aku akan mengingat apa yang kamu katakan Kurnia. Dan sekarang aku sudah paham. Kamu tunggu saja di masa depan dan kamu akan terkejut saat kamu melihatku nanti." (kata Hrete Zhou)


Lalu kepala keluarga Zhou dan anggota keluarga Zhou lainnya menghampiri Hrete Zhou yang sudah terjatuh dari arena pertandingan dan menolong Hrete Zhou.


Kepala keluarga Zhou sangat marah dengan apa yang di lakukan oleh Kurnia. kepala keluarga Zhou pun ingin membalaskan dendam anaknya itu.


Namun hal itu di hentikan oleh Hrete Zhou, dengan menarik tangan kepala keluarga Zhou dan Hrete Zhou menggeleng gelengkan kepalanya.


Kepala keluarga Zhou tau apa yang di maksud oleh Hrete Zhou, jadi kepala keluarga Zhou tidak melanjutkan apa yang ingin dia lakukan tadi.

__ADS_1


Dan Hrete Zhou di bawa pergi dari arena pertandingan, lalu di bawa ke tempat yang sudah di siapkan untuk mengobati peserta yang terluka. yang sudah di sediakan para panitia acara pertandingan Asakanda.


Pembawa acara pertandingan Asakanda pun mengumumkan pemenangnya.


" Pemenang pertandingan kali ini adalah Kurnia." (kata pembawa acara pertandingan)


Setelah pengumuman yang di buat oleh pembawa acara pertandingan, suara sorakan pun terdengar setelah itu.


" Kurnia.. Kurnia... Kurnia...." (sorakan para penonton)


Sorakan itu terus terdengar dan lama kelamaan suara sorakan itu bukannya melemah malah menjadi lebih keras lagi dan lagi.


Suara sorakan itu lantas berhenti setelah Kurnia turun dari arena pertandingan.


Namun sebelum Kurnia turun dari arena, Kurnia membungkukan badannya kepada para penonton yang mendukung dan bersorak sorak namanya untuk memberi hormat dan rasa terima kasih kepada penonton. Karena itulah sorakan para penonton bertambah keras.


" Ternyata seperti ini menjadi terkenal dan di hormati oleh orang lain. perasaan ini sangat hebat dan menyenangkan." (batin Kurnia)


Melihat bahwa Kurnia memenangkan pertandingan ini. membuat seseorang senang dan juga ada yang tidak suka.


Seseorang yang senang dengan kemenangan yang di dapatkan oleh Kurnia adalah para penonton yang tadi bersorak sorak nama Kurnia dan juga ada ketua Fan Ming dari tempat Lelang Kosokai dan utusan dari Sekte Langit Merah.


Dan seseorang yang tidak suka dengan kemenangan yang di capai oleh Kurnia, salah 1 (satu) nya adalah Ye Chen juga kepala keluarga Chen yaitu Shon Chen dan juga semua keluarga besar Chen yang ikut menyaksikan pertandingan itu.


Tentu saja hal itu membuat mereka para anggota keluarga Chen tidak senang karena mereka takut kalau Kurnia yang mereka lihat dan saksikan di pertandingan Asakanda ini adalah Kurnia dari keluarga Chen mereka.


Kurnia yang dulu mereka usir, mereka siksa dan mereka buru untuk di bunuh. Jadi saat ini mereka benar benar takut kalau itu adalah Kurnia yang seperti mereka maksud.


Dan jika benar tentu saja mereka takut kalau Kurnia akan balas dendam kepada mereka dan membunuh mereka jika suatu saat Kurnia menjadi hebat.


Karena itulah mereka merasa tidak senang dan mereka hanya bisa pasrah dan berdia agar Kurnia yang mengikuti pertandingan Asakanda ini kalah dan juga Kurnia yang mengikuti pertandingan ini bukan Kurnia yang dulu dari keluarga mereka.

__ADS_1


Juga mereka berdoa agar Kurnia yang mereka maksud yaitu Kurnia yang dari keluarga mereka sudah mati di hutan dan tubunya di makan oleh binatang buas saat mereka memburunya saat itu.


Karena Kurnia mereka kenal saat itu sedang terluka cukup parah karena terkena pukulan seseorang tetua di keluarga besar Chen mereka.


__ADS_2