
Pegawai wanita cantik itu pun memimpin jalan untuk Kurnia, dan Kurnia mengikuti wanita itu.
Beberapa saat kemudian mereka sampai di tempat yang mereka tuju. Tapi pegawai wanita cantik itu tidak berani masuk ke dalam ruang itu. Oleh karena itu saat ini mereka masih di depan pintu.
" Silakan tuan, ini adalah ruangan VIP di tempat Lelang Kosokai ini, dan tempat ini khusus di sediakan untuk tuan. Silakan tuan masuk ke dalam, karena acara pelelangan akan segera di mulai." (kata pegawai wanita itu)
" Bagaimana kalau aku memerlukan suatu bantuan nanti? karena aku baru pertama kali ke tempat Lelang Kosokai ini dan mungkin aku perlu bantuan." (kata Kurnia)
" itu mudah tuan, Kalau tuan perlu suatu bantuan, tuan bisa langsung memanggil saya. Karena saya akan selalu ada di depan pintu ruangan tuan ini." (kata pegawai wanita itu)
" itu lebih baik. akan tetapi itu sangat merepotkan, bagaimana kalau aku memerlukan bantuan anda lebih dari 1 (satu) kali? apakah aku harus memanggil anda terus menerus? dan kamu akan bolak balik keluar masuk ruangan ini? itu akan sangat sangat merepotkan sekali. Lebih baik kamu mengikuti ku untuk masuk ke dalam, jadi kalau aku butuh bantuan dari kamu, kamu bisa membantuku dengan cepat. Dan juga kamu bisa jelaskan beberapa hal tentang lelang kali ini." (kata Kurnia)
" Tapi itu tidak baik tuan. Jadi mohon maaf saya tidak bisa melakukannya." (kata pegawai wanita cantik itu)
" Kamu tenang saja, saya akan menjelaskan hal ini nanti kepada ketua Fan Ming. Atau jangan jangan kamu berfikir kalau aku akan melakukan macam macam terhadap dirimu?" (kata Kurnia)
Kurnia berkata seperti itu karena melihat ekspresi wajah pegawai wanita itu berbeda dan ekspresi pegawai wanita itu terlihat ketakutan.
" Ti.. tidak tuan." (kata pegawai wanita cantik itu)
Kurnia pun menghela napasnya sebelum berkata.
" Huhff... kamu tenang saja aku tidak akan melakukan hal buruk apa pun terhadap mu. Aku hanya ingin kamu membantuku saja. untuk menjelaskan tentang lelang ini. Jadi kamu tidak perlu khawatir tentang hal hal aneh yang kamu pikirkan itu." (kata Kurnia)
Pegawai wanita itu bingung dan bimbang. Antara menolak perkataan Kurnia atau menyetujuinya, namun pada akhirnya dia memutuskan untuk ikut masuk ke dalam ruangan dengan Kurnia.
__ADS_1
" Baik tuan, saya akan ikut masuk dengan tuan. Agar bisa membantu tuan untuk menjelaskan tentang lelang hari ini." (kata pegawai wanita itu)
Kurnia dan pegawai wanita cantik itu pun masuk ke dalam ruangan itu. Setelah masuk ke dalam ruangan, Kurnia yang melihat di dalam ada meja dan tempat duduk pun bertanya.
" Apakah itu kursi dan meja yang di sediakan untuk ruangan ini?" (kata Kurnia)
" Yha.. benar tuan, ini sudah di sediakan di setiap ruangan VIP di tempat Lelang Kosokai ini." (kata pegawai wanita cantik itu)
Pegawai wanita cantik itu berjalan ke arah meja dan kursi itu sambil mempersilakan Kurnia untuk duduk di kursi yang sudah di sediakan di sana.
" Silakan tuan duduk sambil menikmati acara lelang ini dengan tenang dan santai." (kata pegawai wanita cantik itu)
Akan tetap Kurnia hanya diam dan tetap berdiri di samping pintu masuk.
" Tentu saja tuan, di samping ruangan ini juga ada ruangan yang di sediakan untuk tamu VIP lainya. walaupun di sebelah ruangan ini juga ada ruangan lain, tapi kedua ruangan ini juga memiliki jarak sekitar (satu setengah) meter, itu adalah jarak antara ruangan satu dengan yang lain. Tapi tuan tenang saja, karena sebelah kanan dan kiri ruangan tuan ini kosong tidak ada orang lain, karena itu sudah saya atur." (kata pegawai wanita cantik itu)
" Yha.. itu sangat bagus kalau kamu sudah mengaturnya. Karena saya suka dengan ketenangan." (kata Kurnia)
" Dan untuk masalah suara yang tuan katakan tadi. Tentu saja ruangan tuan adalah ruangan VIP top, jadi suara pembicaraan tuan dan saya tidak akan terdengar di luar sana. Karena ruangan ini adalah ruangan kedap suara." (kata pegawai wanita cantik itu)
" Kalau ruangan ini kedap suara, bagaimana aku akan berbicara kalau aku ingin membeli barang yang akan di lelang nanti?" (kata Kurnia)
" Untuk masalah itu, ketika tuan ingin membeli barang yang di lelang, tuan bisa menekan tombol di atas meja itu dan saat itu suara tuan bisa terdengar di luar sana. dan tuan bisa memberikan harga untuk membeli barang yang tuan inginkan." (kata pegawai wanita cantik itu)
" Yhaa.. sekarang aku paham." (kata Kurnia)
__ADS_1
Akan tetapi Kurnia masih saja berdiri membelakangi pintu masuk. Dan hal yang di lakukan Kurnia selanjutnya adalah hal yang tidak terduga, yaitu Kurnia mengunci pintu itu masuk dari dalam. Dan saat ini hanya ada mereka berdua yaitu Kurnia dan pegawai wanita cantik itu, yang di dalam ruangan itu.
Setelah mengunci pintu, Kurnia membalikan tubuhnya lagi. Namun pegawai wanita cantik itu yang melihat apa yang di lakukan oleh Kurnia pun sangat terkejut, dan ketakutan.
Kurnia pun sudah sangat tidak sabar lagi, karena akhirnya dia bisa merasakan sensasi di sini.
Karena sudah tidak sabar Kurnia berjalan maju ke arah pegawai wanita cantik itu yang masih berdiri diam di samping dekat meja dan tempat duduk. Kurnia berjalan pelan dan sambil tertawa.
" Hahaha... aku sudah tidak sabar lagi ingin merasakan hal ini sangat lama, dan akhirnya aku bisa merasakannya hari ini. pasti ini sangat menyenangkan. Lebih cepat lebih baik. hahaha..." (kata Kurnia)
Kurnia tidak hanya berjalan dengan tertawa akan tetapi, Kurnia juga sambil menggosok gosokan telak tangannya. Seakan akan akan Kurnia bagaikan sang harimau ingin menerkam mangsanya.
Dan pegawai wanita cantik yang melihat tingkah Kurnia pun hanya bisa pasrah saja, walaupun dalam hatinya sangat takut dan ingin sekali dia kabur. Namun walaupun kalau dia ingin kabur, dia juga tidak mungkin bisa kabur dari ruangan itu. Karena ruangan itu telah di kunci oleh Kurnia, dan kunci itu juga di ambil Kurnia tadi, sekarang kunci itu di masih pegang oleh Kurnia.
Jadi hal yang di lakukan pegawai wanita cantik itu hanya berdiri di samping meja dan kursi. Lalu menghela napasnya. agar dia bisa melewati masalah ini dengan cepat.
" Huhff.. Apakah ini memang sudah takdirku akan seperti? dan aku hanya bisa berdiri diam saja, apakah hal ini akan aku lakukan dengan orang berengsek ini. dan aku hanya bida pasrah saja tidak melakukan perlawanan sama sekali." (batin pegawai wanita cantik itu)
Dan sekarang Kurnia sudah ada di depannya. Pegawai wanita cantik itu gugup dan hanya bisa memejamkan kedua matanya. dan berkata dalam hati.
" Sekarang apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus berinisiatif untuk melakukannya, ada aku hanya akan menunggu agar orang berengsek ini melakukannya? Yhaa lebih baik aku menunggu saja." (batin pegawai wanita cantik itu)
Kurnia yang tadi berdiri, sekarang dia memutuskan untuk duduk dan menikmati saja. Pegawai wanita cantik itu bisa merasakan kalau sekarang Kurnia sudah duduk di kursi yang berada tepat di hadapannya, yang sudah di sediakan di ruangan itu.
Karena sudah merasakan kalau Kurnia sudah duduk, untuk memastikannya pegawai wanita cantik itu pun mengintip,apakah Kurnia benar benar sudah duduk, setelah memastikan kalau Kurnia sudah duduk, pegawai wanita cantik itu pun membuka kedua matanya.
__ADS_1