
Dan ternyata sebelum sosok itu terjatuh di tempat tidur Kurnia. tangan sosok itu di tarik oleh seseorang karena itu dia bisa terjatuh. seseorang itu tidak lain adalah Kurnia sendiri.
Sebenarnya dari tadi Kurnia sudah bangun dari tidurnya dan Kurnia hanya berpura pura masih tertidur saja untuk mengelabui sosok yang tersebut.
" Bruk..." (suara yang keluar saat sosok itu terjatuh)
Dan di susul oleh suara sosok tersebut saat dia jatuh.
" Argh..." (suara sosok itu)
Saat Kurnia menarik tangan sosok tersebut dan berhasil membuat sosok tersebut jatuh, Kurnia dengan cepat langsung mengunci tangan sosok tersebut di belakang.
Lalu Kurnia menindih sosok itu dan berada di atas tubuh sosok itu.
Kurnia pun terkejut bukan main saat dia sosok tersebut, karena sosok tersebut adalah orang yang Kurnia kenal. Dan sosok tersebut adalah seorang wanita. Dia memiliki wajah yang sangat cantik dan menawan.
Saat sebelum melihat wajah sosok itu, Kurnia terlihat berpikir sangat dalam.
" Kenapa tangan ini tidak seperti seseorang pembunuh, dan juga tangan ini sangatlah lembut juga putih mulus." (batin Kurnia)
Dan saat itulah Kurnia mencoba melihat sosok itu yang saat ini berada di bawah tubuhnya, karena Kurnia sudah mengunci tangan sosok itu juga menindih tubuh sosok tersebut.
Setelah melihat sosok tersebut Kurnia sangat kaget, lalu berkata.
" Ternyata itu kamu!!" (kata Kurnia) Kurnia berkata sambil dengan kaget dan matanya terbelak, karena kejutan itu.
Lalu sosok itu pun menjawab pertanyaan Kurnia.
" Yhaa.. ini adalah aku tuan." (kata sosok tersebut)
Lalu Kurnia pun diam sesaat dan berkata dalam hatinya.
" Pantas saja tangan yang aku pegang ini sangat putih mulus dan juga sangat lembut." (batin Kurnia)
__ADS_1
Lalu sosok itu pun wajahnya merintis kesakitan, dan berkata kepada Kurnia.
" Tuan tolong lepaskan tanganku, anda terlalu kuat memegang tangan saya dan menguncinya." (kata sosok tersebut) sosok tersebut berkata sambil menahan rasa sakit di tangannya yang saat ini masih di kunci oleh Kurnia.
Dengan cepat Kurnia melepaskan tangan sosok itu dan meminta maaf.
" Emm.. aku.. aku benar benar minta maaf, karena menyakiti tanganmu." (kata Kurnia) Kurnia berkata sambil melepaskan tangannya dan menggaruk garuk kepalanya, walaupun kepalanya tidak terasa gatal sekali pun.
" Iya tidak apa apa tuan." (kata sosok itu)
Sosok itu pun berkata lagi.
" Anu.. ehm.. tuan bisakah anda melepaskan tubuh saya? karena tuan menindihi tubuh saya." (kata sosok itu) juga sosok itu berkata dan terlihat wajahnya sedikit memerah tersipu malu malu.
Lantas Kurnia terkejut lagi saat dia sadar bahwa dia masih berada di atas tubuh sosok wanita cantik tersebut.
Lalu Kurnia dengan cepat berdiri dan melepaskan sosok wanita cantik itu dari tindihannya.
" Pantas saat aku merasakan ada tonjolan yang sangat besar di tubuhnya saat aku menindihnya." (batin Kurnia)
Dan suasana di sana menjadi canggung setelah itu. Karena Kurnia maupun sosok wanita cantik itu pikiran mereka tidak bisa di kendalikan dan pikiran mereka kemana mana.
Juga wajah mereka berdua memerah saat mata mereka saling bertatapan secara langsung.
Lalu Kurnia mengambil napasnya dalam dalam dan mengeluarkannya sebelum berkata.
" Kenapa kamu bisa di sini nona?" (kata Kurnia) Kurnia berkata dengan halus kepada wanita cantik itu.
Saat setelah Kurnia bertanya, suasana di sana sedikit terasa tidak secanggung saat tadi. Dan wanita cantik itu pun menjawab pertanyaan Kurnia.
" Saya sebenarnya di sini untuk mencari tuan dan memberitahu kepada tuan, kalau waktu istirahat yang di berikan untuk semua para peserta Asakanda dan juga termasuk tuan telah habis. Dan sekarang adalah waktu tuan bertanding lagi, untuk menentukan pemenang acara pertandingan Asakanda tahun ini." (kata wanita cantik itu)
Wanita cantik itu menjelaskan kepada Kurnia dengan rinci, kenapa dia bisa ada di sini. walaupun wanita cantik itu menjelaskan dengan sedikit malu malu mengingat apa yang terjadi antara dia dan Kurnia saat tadi.
__ADS_1
Setelah mendengar apa yang di katakan oleh wanita cantik itu Kura akhirnya tersadar dan juga Kurnia mengerti saat ini adalah waktu pertandingannya lagi.
Sebab Ye Chen sudah dia buat cacat. Karena itu Ye Chen tidak mungkin mengikuti pertandingan Asakanda ini lagi. Jadi waktu pertandingan miliknya akan di percepat.
" F*ck.. kenapa aku sampai melupakan hal penting ini.?" (kata Kurnia) Kurnia berkata sambil mengutuk dirinya sendiri.
Penjelasan di sini ternyata sosok wanita cantik itu adalah pegawai wanita cantik tempat Lelang Kosokai.
Kurnia bisa mengenalnya sekali pandang waktu itu karena Kurnia sangat mengenal pegawai wanita cantik itu yang dari tempat Lelang Kosokai. Sebab Kurnia mengenalnya sebelum ini.
Kurnia pun bertanya lagi kepada pegawai wanita cantik itu dengan panik.
" Lalu apakah pertandingan ini sudah berakhir dan aku sudah di kualifikasi karena terlambat?" (kata Kurnia) Kurnia bertanya dengan cepat dan dia sedang panik saat ini sambil dia merapikan bajunya dengan tergesa gesa.
Melihat Kurnia saat ini sedang panik dan tergesa gesa juga mengutuk dirinya sendiri. Pegawai wanita cantik itu pun berkata dan menenangkan Kurnia.
" Tuan tenang saja, tuan saat ini masih bisa bertanding, tuan belum di diskualifikasi. Karena tuan Fan Ming dan utusan Sekte Langit Merah ingin melihat tuan bertanding lagi dan bersedia untuk menunggu tuan." (kata pegawai wanita cantik itu)
Mendengar apa yang baru saja di katakan oleh pegawai wanita cantik itu, Kurnia sedikit lega. Karena dia tidak di diskualifikasi dan hal itu juga tidak mungkin, sebab ketua Fan Ming dan utusan Sekte Langit Merah mau menunggunya sampai datang.
Setelah merasa selesai dengan merapikan pakaiannya, bab Kurnia dengan cepat bergegas ke tempat arena pertandingan dengan pegawai wanita cantik itu.
Beberapa saat kemudian Kurnia dan pegawai wanita cantik itu pun tiba di tempat pertandingan.
Melihat Kurnia sudah sampai di sana, pembawa acara pertandingan pun merasa kesal dan juga merasa lega di hatinya.
Karena acara pertandingan bisa dia mulai dan dia tidak lagi di soraki oleh penonton penonton.
Lalu pembawa acara pertandingan mengumumkan bahwa pertandingan final akan di mulai.
Hal itu membuat para penonton senang juga bersemangat dan tidak lagi menyoraki pembawa acara pertandingan lagi.
Setelah itu pembawa acara pertandingan mengumumkan dan menyuruh para peserta pertandingan final untuk menuju menaiki arena pertandingan.
__ADS_1
Kurnia pun berjalan ke tempat arena pertandingan, namun sebelum itu dia mengungkapkan terima kasih kepada pegawai wanita cantik itu karena telah membangunkannya tadi, kalau pegawai wanita cantik itu tidak mencari dan membangunkannya kemungkinan dia tidak mungkin bisa mengikuti pertandingan final ini yang sangat penting bagi Kurnia.