
Lalu wanita cantik itu menaruh mangkuk yang berisi nasi juga lauk dan gelas tersebut di atas meja di dekat Kurnia.
" Terima kasih banyak. Sebenarnya itu tidak perlu, karena aku tidak ingin merepotkanmu." (kata Kurnia)
Sambil tersenyum lagi kepada wanita cantik itu.
" Haha.. aku sudah merasa sangat lapar saat baru bangun tadi. siapa sangka makanan yang mau aku cari malah datang sendiri. dan aku hanya tinggal memakannya saja tidak perlu bersusah payah untuk mencari lagi." (batin Kurnia dalam hati)
Kurnia berkata tidak mau merepotkan wanita cantik itu, namun di hatinya sekarang sangat senang karena makanan sudah datang tanpa dia susah payah mencari.
Air liur Kurnia seakan akan mau keluar saat melihat makanan yang di bawa oleh wanita cantik tersebut, Kurnia sudah tidak sabar lagi dan ingin cepat cepat langsung memakan makanan itu, namun Kurnia merasa sedikit gengsi di depan wanita cantik itu.
" Masak aku langsung memakan makanan ini langsung? malu lah aku." (batin Kurnia)
Sambil melirik lirik ke arah makanan tersebut.
Melihat tingkah Kurnia yang lucu. Wanita cantik itu langsung paham bahwa Kurnia ingin memakan makanan yang dia bawa, namun Kurnia menahannya, karena Kurnia terlihat gengsi.
Lalu wanita cantik itu berkata.
" Tuan silakan di makan saja, bukannya tuan belum makan? Saya akan pergi mencari tuan Fan Ming dulu." (kata wanita cantik itu) sambil tersenyum kepada Kurnia, sebab melihat tingkah Kurnia.
Sebelum berkata Kurnia berdendam.
" uhuk.. Yaa aku akan memakannya nanti, Kenapa kamu ingin mencari ketua Fan Ming? apakah ada hubungannya denganku yang sekarang sudah sadar?" (kata Kurnia)
Kurnia bertanya untuk memastikan saja. Karena ketua Fan Ming sebelumnya selalu bersama dengan utusan Sekte Langit Merah, jadi paling paling ketua Fan Ming menyuruh pegawai wanita cantik nya itu untuk mengecek apakah Kurnia sudah sadar. Dan kemungkinan besar ada hubungannya dengan Kurnia yang memenangkan acara pertandingan Asakanda tahun ini.
" Yhaa benar tuan. Saat pertandingan Asakanda selesai dan tuan di bawah kemari, tuan Fan Ming terus memintaku untuk menjaga tuan dan kalau tuan sudah sadar, saya di minta untuk melaporkan kepada ketua Fan Ming. Jadi saya akan memberitahukan kepada ketua Fan Ming bahwa tuan sudah sadar. Karena ketua Fan Ming ingin berbicara kepada tuan." (kata wanita cantik itu)
" Baiklah, kamu bisa pergi untuk mencari ketua Fan Ming. Karena aku juga baik baik saja." (kata Kurnia)
" Baik tuan. saya mohon undur diri." (kata wanita cantik itu) sambil membungkuk kepada Kurnia.
" Yhaa" (kata Kurnia)
__ADS_1
Lalu terlihat wanita cantik itu pergi dari ruangan Kurnia.
Melihat bahwa wanita cantik itu sudah pergi dari tempatnya, Kurnia langsung senang.
" Akhirnya.. akhirnya aku bisa makan dengan tenang dan tidak perlu malu malu lagi haha... aku sungguh sangat kelaparan sekali." (kata Kurnia)
Kurnia langsung mengambil mangkuk di samping yang berisi nasi dan juga lauk. Dengan lahap Kurnia langsung memakannya tanpa banyak berpikir.
Dengan kecepatan makan Kurnia yang sudah lama tidak merasakan makanan di mulut dan juga di perutnya. Namun karena terlalu cepat, Kurnia malah tersedak.
"Uhukk...."
" Uhukkk..."
" Uhukkkk.." (kata Kurnia)
Tenggorokan Kurnia langsung terasa perih saat dia tersedak tadi, dengan cepat Kurnia mengambil gelas di samping yang berisi air putih, dan langsung meminumnya.
Suara lega pun terdengar dari mulut Kurnia setelah meminum air putih di gelas tersebut.
Walaupun Kurnia sudah tidak lagi tersedak dan sudah meminum air putih, namun rasa sakit di tenggorokannya masih terasa.
Akan tetapi, rasa sakit yang Kurnia rasakan saat ini tidak ada apa apanya dari pada rasa sakit yang dia rasakan sebelumnya, yaitu saat melawan Gamon Dinge di pertandingan Asakanda beberapa hari yang lalu.
Oleh karena itu Kurnia tidak peduli dengan rasa sakit di tenggorokannya saat ini. Dia hanya masih merasa lapar saja dan ingin melanjutkan makannya.
Setelah itu Kurnia melanjutkan makannya, akan tetapi kali ini Kurnia makan tidak seperti sebelumnya dengan kecepatan tinggi. Namun kali ini Kurnia hanya makan dengan cukup cepat saja.
Walaupun cepat tapi tidak secepat tadi, hanya mengurangi kecepatannya sedikit saja. Mengurangi kecepatan sedikit saja, juga termasuk mengurangi juga. itulah yang di pikirkan oleh Kurnia.
Dan tidak sampai 3 (tiga) menit nasi dan juga lauk di mangkuk yang Kurnia pegang saat ini sudah habis tak tersisa sama sekali, dan Kurnia juga tidak tersedak lagi seperti sebelumnya.
Selesai makan Kurnia tidak lupa untuk minum air putih, walaupun air putih di gelasnya tadi sudah dia minum sebelumnya untuk meringankan rasa tersedaknya tadi.
Air putih di gelas juga hanya tersisa sedikit saja. namun Kurnia dengan pelan pelan meminumnya.
__ADS_1
Kenapa Kurnia meminum air putih yang masih sedikit dengan cara pelan pelan? Hal ini banyak orang yang tidak mengetahui cara tersebut dan alasan kenapa melakukan hal seperti itu.
Alasannya adalah.
Ketika air putih yang tersisa sedikit dan kita meminumnya secara pelan pelan. Tenggorokan kita akan di basahi oleh air putih itu dengan cukup lama, karena kita meminumnya pelan pelan, walau pun air putihnya sedikit.
Juga saat kita melakukan itu, kita akan merasa air putih yang kita minum sangat banyak, walau padahal kita hanya meminum sedikit.
Intinya kita meminum air putih yang sedikit dengan pelan pelan sudah bisa membuat kita merasakan cukup.
Setelah meminumnya air putih itu dengan pelan pelan. akhirnya sudah selesai.
Akan tetapi Kurnia masih sedikit merasa lapar. namun Kurnia mengurungkan niatnya untuk pergi ke restoran untuk makan lagi.
11 (sebelas belas) menit lebih sudah berlalu setelah wanita cantik itu pergi dari ruangan Kurnia untuk memanggil ketua Fan Ming.
" Kenapa lama sekali ketua Fan Ming? kenapa dia tidak sampai sampai di sini. Haiss aku sudah bosan menunggu lama di sini." (kata kurnia) sambil menunggu ketua Fan Ming datang dan juga berguling guling tidak karuan karena bosan.
Sebenarnya secara teori Kurnia tidak lama menunggu, karena Kurnia baru saja selesai makan dan menunggu hanya sekitar 3-4 (tiga sampai empat) menit saja.
Setelah itu terdengarlah suara langkah kaki yang cukup cepat datang ke ruangan istirahat Kurnia.
Mendengar suara langkah kaki tersebut, Kurnia langsung berhenti berguling guling. Kurnia dengan cepat langsung merebahkan tubuhnya seperti seseorang pasien yang baru saja bangun dari komanya.
Langkah kaki itu pun berhenti di depan pintu, dan setelah itu suara ketukan pintu pun terdengar oleh Kurnia.
" Tok.. tok.. tok..." (suara ketukan pintu)
Lalu di susul oleh suara seseorang yang sebelumnya berjalan ke arah ruangan Kurnia.
" Tuan muda Kurnia.. apakah tuan muda ada di dalam? Ini saya ketua Fan Ming dari tempat Lelang Kosokai. Saya ingin bertemu dengan tuan muda Kurnia." (kata Ketua Fan Ming)
Dan ternyata seseorang itu adalah ketua Fan Ming.
Mendengar bahwa itu adalah ketua Fan Ming, dan juga Kurnia masih ingat suara ketua Fan Ming dengan jelas. Kurnia tau bahwa itu benar benar ketua Fan Ming. Kurnia pun langsung menjawab.
__ADS_1