Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia

Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia
Bab 39


__ADS_3

Setelah itu Kurnia menganggukkan kepalanya, bahwa Kurnia sudah mengerti apa yang di maksud Zaza.


Setelah sesaat kemudian Kurnia bertanya lagi kepada Zaza.


" Zaza walaupun aku berhasil membuka segel yang terdapat pada pedang itu, bukankah itu sama saja? karena pedang itu juga sudah berkarat dan karat itu sudah menyatu dengan pedang itu. Dan pedang itu mungkin sudah tidak tajam lagi. Apakah aku harus mencari penempa senjata dan harus menempa pedang itu agar menjadi baru?" (kata Kurnia)


Zaza akhirnya menjelaskan lebih rinci lagi tentang pedang itu kepada tuan nya itu.


" Tuan tidak perlu khawatir akan hal itu, sebenarnya pedang itu tidak sepenuhnya berkarat dan karat itu akan mudah di hilangkan nanti saat tuan sudah bisa membuka segel yang terdapat di pedang itu. Dan tuan juga tidak perlu khawatir apakah pedang itu masih tajam atau tidak. tuan akan tau nanti saat tuan sudah membuka segelnya. Jadi lebih baik tuan istirahat sekarang agar tuan memiliki stamina yang baik untuk pertandingan Asakanda besok." (kata Zaza)


" Yha.. Dan baik lah. aku juga akan tau saat waktunya tiba, jadi tidak perlu terburu untuk mengetahuinya. Aku akan tidur sekarang." (kata Kurnia)


Setelah itu Kurnia tidur, Kurnia tidur sangat lelap.


Hari esok pun sudah tiba, hari di mana pertandingan Asakanda di mulai.


Di tempat pertandingan sudah ada banyak penonton yang ingin melihat pertandingan Asakanda, dan tentu saja juga sudah ada peserta peserta yang lolos seleksi pendaftaran waktu itu.


Pembawa acara pertandingan Asakanda pun berkata kepada semua orang yang ada di sana.


" Semuanya harap diam, saya akan mengumumkan peserta peserta yang lolos seleksi pendaftaran dan mengikuti acara pertandingan kota Asakanda kali ini. peserta yang mengikuti pertandingan kota Asakanda kali ini hanya ada 9 (sembilan) orang saja. Jadi kita akan memulai pertandingan kota Asakanda ini. tolong tepuk tangannya untuk para peserta pertandingan kota Asakanda." (kata pembawa acara pertandingan kota Asakanda)


Setelah itu suara tepuk tangan yang meriah terdengar di tempat penyelenggaraan pertandingan kota Asakanda.


" silakan semua para peserta untuk menaiki arena pertandingan. Karena ada 9 (sembilan) peserta pertandingan. Jadi kami telah berdiskusi, para peserta akan di minta untuk mengambil undian. Peserta pertandingan hanya bisa mengambil 1 (satu) undian saja. Di dalam undian akan terdapat sebuah angka. Hanya ada 4 (empat) angka yang sama, dan 1 (satu) angka yang berbeda. Angka yang sama dari angka 1 (satu) sampai angka 4 (empat) dan hanya ada 1 (satu) angka 5 (lima) saja. Peratirannya adalah peserta yang mendapatkan angka yang sama akan saling bertarung, untuk menentukan siapa yang akan lolos ke babak berikutnya. Sedangkan yang mendapatkan angka yang 5 (lima) akan langsung lolos ke babak selanjutnya. Dan seperti itulah peraturannya, untuk peraturan pertandingan seperti tahun sebelumnya tidak ada yang berubah. Sekarang para peserta silakan untuk cepat naik ke atas untuk mengambil undian." (kata pembawa acara pertandingan Asakanda)


Setelah itu semua peserta yang mengikuti pertandingan naik untuk mengambil undian.


Namun ada salah satu penonton pertandingan yang menyadari bahwa ada yang salah.

__ADS_1


" Kenapa saat saya menghitung jumlah para peserta pertandingan, sepertinya ada yang salah." (kata salah satu penonton)


Setelah itu penonton yang lain menanggapinya perkataan penonton yang berkata tadi.


" Apa maksudmu dengan ada yang salah? apakah anda sedang tidak sehat?" (kata penonton yang satunya)


" Yha mungkin mataku sedang sedikit sakit, jadi tidak bisa melihat dengan benar. Aku akn menghitungnya lagi." (kata penonton yang tadi)


Lalu penonton itu menghitung lagi dengan teliti saat para peserta mulai menaiki tangga untuk mengambil undian.


" Satu. dua. tiga. empat. lima. enam. tujuh. delapan..." (kata penonton itu)


Tentu saja penonton itu sangat terkejut dengan penemuannya itu.


Dan dia kemudian berbicara dengan keras.


" Yaa ampun.. ternyata aku benar. Coba kamu lihat saja dan hitunglah jumlah semua peserta yang di sana. Saya telah menghitungnya beberapa kali, sebagai hasilnya, saya hanya dapat menghitung sampai 8 (delapan) saja. Karena jumlah peserta yang ada di sana hanyalah ada 8 (delapan) saja." (kata penonton itu)


Karena sebelumnya dia sudah mendengar perkataan seperti sebelumnya dan penonton itu juga lah yang berkata.


" Apa kamu serius?" (kata penonton lainnya)


Karena terkejut penonton itu langsung bertanya secara reflek.


" Kalau kamu tidak percaya, coba kamu hitunglah sendiri. Aku yakin bahwa di sana hanya ada 8 (delapa) peserta saja." (kata penonton itu)


Setelah menghitung peserta yang hadir di sana. Penonton lainnya juga menyadari bahwa benar bahwa hanya ada 8 (delapan) peserta saja di sana.


Lantas itu membuat para penonton penonton di pertandingan Asakanda mulai ribut sendiri.

__ADS_1


Hal itu pun mulai membuat pembawa acara dan orang yang berkumpul di sana menjadi heran atas malah tersebut.


" Bukankah seharusnya ada 9 (sembilan) peserta? tapi mengapa hanya ada 8 (delapan) peserta saja di sini." (perkataan itu lah yang ada di benak para penonton dan peserta pertandingan juga yang lainnya.)


Setelah itu pembawa acara pertandingan mulai berjalan ke arah seorang laki laki muda yang sedang duduk di sana.


Laki laki itu terlihat sangat hebat dan juga berpakaian sangat rapi.


juga di samping laki laki itu ada ketua tempat Lelang Kosokai, yaitu Fan Ming.


Bukan hanya itu di samping tapi sedikit jauh dari ketua Fan Ming juga ada para kepala keluarga besar di kota Asakanda.


Tentu saka mereka ada di sana untuk menonton pertandingan Asakanda ini.


Pembawa acara pertandingan Asakanda pun berbicara kepada laki laki itu dan ketua Fan Ming.


" Tuan utusan dan ketua Fan Ming. Seperti ada sedikit masalah. Bukankah seharusnya ada 9 (sembilan) peserta yang ikut pertandingan Asakanda kali ini? Tapi kenapa hanya ada 8 (delapan) peserta pertandingan saja di sana?" (kata pembawa acara pertandingan Asakanda)


" Yha.. aku juga melihatnya, Coba selidikilah siapa nama peserta yang belum hadir di sini." (kata ketua Fan Ming)


Setelah itu pembawa acara mulai pergi dari sana dan memanggil seseorang untuk menyelidiki siapa peserta yang belum hadir di sana.


Di sisi lain ketua Fan Ming berbicara kepada seseorang yang di panggil dengan utusan.


Tentu saja ketua Fan Ming menghormati laki laki yang di panggil dengan utusan.


Karena laki laki yang di panggil dengan utusan itu adalah murid utusan dari Sekte Langit Merah.


Karena itu lah pembawa acara pertandingan dan juga ketua Fan Ming menghormati laki laki itu.

__ADS_1


Laki laki utusan Sekte Langit Merah juga sama, dia juga menghormati ketua Fan Ming karena dia juga tau identitas dari ketua Fan Ming.


__ADS_2