Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia

Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia
Bab 45


__ADS_3

Bukan hanya penonton itu saja yang sedang berdiskusi siapa yang akan memenangkan pertandingan antara Hrete Zhou melawan Kurnia.


Juga ada keluarga Chen dan keluarga Yun yang berdiskusi tentang hal itu.


Sedangkan hal berbeda juga terjadi, diskusi di antara ketua Fan Ming dengan utusan Sekte Langit Merah.


Ketua Fan Ming dan utusan Sekte Langit Merah bukan menebak Hrete Zhou yang akan memenangkan pertandingan itu, sebaliknya mereka berdua menebak dengan yakin bahwa Kurnia lah yang akan memenangkan pertandingan.


Karena Hrete Zhou sudah marah dengan apa yang di katakan oleh Kurnia. Hrete Zhou dengan percaya diri langsung mengeluarkan jurus andalan yang dia miliki.


" Sebenarnya jurus ini aku simpan, dan ingin aku keluar saat di final nanti. Karena kamu sangat ingin mati saat ini, aku akan mengabulkan permintaanmu itu. Juga kamu merasa terhormat mati di tanganku " Hrete Zhou" dan mati karena jurus andalan milikku ini." (kata Hrete Zhou)


" Ohh.. apa menurutmu jurus andalan yang kamu miliki sangat hebat? apakah yang kamu maksud adalah jurus andalan keluarga Zhou mu itu?" (kata Kurnia)


" Haha.. jawaban mu benar. Jurus yang aku maksud adalah jurus andalan keluarga Zhou ku. Kalau kamu tau apa yang bagus untuk mu, lebih baik kamu menyerah sekarang. Sebelum aku berubah pikiran." (kata Hrete Zhou)


Hrete Zhou berbicara sambil tertawa dan menyilangkan kedua tangannya.


" Kalau jurus yang kamu maksud benar benar jurus andalan milik keluarga Zhou mu itu. Maaf sekali, bahkan aku tidak tertarik untuk itu. Dan kamu berharap aku untuk menyerah? kamu bisa melihatnya di dalam mimpimu saja." (kata Kurnia)


" Dasar... Cari mati..." (kata Hrete Zhou)


Hrete Zhou berkata dengan keras dan dia semakin marah kepada Kurnia. Lalu dia langsung menyerang Kurnia dengan kekuatan penuhnya.


" Rsakan ini.... Pukulan Zhou.." (kata Hrete Zhou)


Saat Hrete Zhou mengeluarkan jurusnya, Kurnia dengan santainya masih berdiri dengan tenang.


" Haha.. aku pikir dia masih memiliki jurus lain lagi. tapi ternyata dia hanya menggertak saja." (batin Hrete Zhou)


Namu saat pukulan Hrete Zhou akan mengenai Kurnia, seperti hal yang terjadi sebelumnya.


Tiba tiba Kurnia menghilang dari hadapan Hrete Zhou, dan Kurnia saat ini berada di belakang Hrete Zhou.

__ADS_1


" Bodoh.. sekarang giliranku untuk menyerang." (kata Kurnia)


Sebelum Hrete Zhou bisa berbalik menghadap ke arah Kurnia. Dia langsung di beri hadiah pukulan oleh Kurnia di wajahnya, dan pukulan Kurnia tepat di hidung Hrete Zhou.


" Bukkk.." (suara pukulan Kurnia yang mengenai hidung Hrete Zhou)


Lantas Hrete Zhou yang terkena pukulan Kurnia, dia langsung tidak bisa berdiri dengan tegak, Hrete Zhou berdiri dengan sempoyongan.


Lalu Hrete Zhou menyentuh hidung miliknya yang terasa sakit, saat melihat tangannya yang baru saja menyentuh hidungnya.


Hrete Zhou sadar bahwa hidung miliknya itu telah patah dan darah segar mengalir deras dari hidungnya.


" Bajingan berani beraninya kamu memukul hidungku!!! Aku sekarang akan benar benar membu..." (kata Hrete Zhou)


Sebelum Hrete Zhou bisa menyelesaikan perkataannya. Tiba tiba dia merasakan bahwa kakinya terasa kesakitan.


" Arghh.." (kata Hrete Zhou) Hrete Zhou berteriak kesakitan.


Sekarang Hrete Zhou terjatuh dan dia hanya bisa menggunakan kaki kirinya untuk menyangga tubuhnya agar tidak itu terjatuh.


Wajah Hrete Zhou sekarang berubah menjadi hitam karena sakit yang dia rasakan saat ini.


Saat Hrete Zhou berusaha untuk bangkit, ada kaki yang terbang kearahanya, Dan kaki yang terbang kearahnya itu mendarat di dadanya yang membuat Hrete Zhou terpental ke belakang dan berguling guling beberapa kali.


Setelah Kurnia menendang Hrete Zhou, Kurnia berjalan menuju Hrete Zhou yang saat tadi berguling guling ke belakang karena tendangannya.


Kurnia pun berhenti di depan Hrete Zhou, Hrete Zhou yang ketakutan pun berkata.


" Ka.. kamu mau apa?" (kata Hrete Zhou)


" Tentu saja aku ingin melakukan seperti apa yang ingin kamu lakukan terhadapku." (kata Kurnia)


Kurnia berkata sambil tersenyum dengan tatapan dinginnya.

__ADS_1


Kurnia pun mengangkat kakinya dan di bawah kakinya terdapat kepala milik Hrete Zhou, karena setelah menerima tendangan dari Kurnia dan berguling guling tadi, Kurnia langsung terbaring di tanah dan tidak bisa bergerak.


Saat melihat Kurnia mengangkat kakinya tepat di atas kepalanya, Hrete Zhou semakin ketakutan.


Seluruh keluarga Zhou dan kepala keluarga Zhou yang menyaksikan peristiwa itu langsung berkata.


" Hrete cepat menyerah... dan kamu Kurnia, jangan bertindak semena mena. Kalau kamu berani melakukan hal itu, kamu tidak akan pernah merasakan kehidupanmu lagi." (kata kepala keluarga Zhou) Kepala keluarga Zhou sambil mengancam Kurnia.


Mendengar apa yang baru saja di katakan oleh kepala keluarga Zhou. Tentu saja itu membuat Kurnia marah karena di ancam.


Dan untuk berfikir yang mengancam adalah kepala keluarga besar Zhou tentu saja itu membuat seseorang akan takut terhadap keluarga Zhou.


Namun seseorang yang di ancam ini bukanlah orang sembarangan, melainkan adalah Kurnia. Dan tentu saja Kurnia berbeda dengan orang lainnya.


Setelah kepala keluarga Zhou mengancam Kurnia, Kurnia tidak mengatakan apa pun, melainkan Kurnia hanya menggerakkan kakinya saja.


Namun kaki Kurnia tidak menginjak kepala Hrete Zhou dengan keras, melainkan Kurnia hanya meletakkan kakinya tepat di atas wajah Hrete Zhou saja. Kurnia seperti sedang menggunakan wajah Hrete Zhou seperti keset / kain yang berguna untuk menghilangkan kotoran di kakinya.


Setelah mengusap usapkan kakinya, Kurnia pun berkata.


" Coba katakan apa yang anda katakan sekali lagi, apa yang anda katakan tadi kepala keluarga Zhou. karena saya tidak bisa mendengarkan suara anda dengan baik tadi, karena di sini sangat berisik dan tidak bisa mendengar apa yang anda katakan kepada saya." (kata Kurnia)


Tentu saja sebenarnya Kurnia mendengar apa yang di katakan oleh kepala keluarga Zhou tadi dengan sangat jelas. Karena mendengar ancaman yang di katakan oleh kepala keluarga Zhou itu lah yang membuat Kurnia melakukan tindakannya saat ini.


Sebagai tanggapan apa yang di katakan oleh Kurnia, dan melihat apa yang di lakukan oleh Kurnia saat ini, kepala keluarga Zhou hanya bisa menggertak giginya saja. dan berkata.


" Ahh.. maksud saya, tolong ampunilah Hrete Zhou yang ceroboh dan bodoh itu. Dan saya akan berterima kasih kepada tuan muda Kurnia." (kata kepala keluarga Zhou)


Kepala keluarga Zhou berkata seperti itu karena takut kalau Kurnia akan benar benar bertindak lebih jauh lagi dan akan menghancurkan kepala Hrete Zhou.


Walau pun di pertandingan Asakanda tidak boleh membuat lawannya mati. Namun siapa yang tau kalau Kurnia benar benar akan nekat dan membunuh Hrete Zhou.


Itu lah yang di pikirkan oleh kepala keluarga Zhou saat ini, jadi kepala keluarga Zhou hanya bisa berkata kata baik kepada Kurnia.

__ADS_1


__ADS_2