Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia

Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia
Bab 24


__ADS_3

Setelah melihat Kurnia pergi, Yubi mulai bertanya kepada pembunuh bayaran itu.


Entah apa yang Yubi tanyakan, Kurnia tidak tau, sebenarnya Kurnia ingin tau apa latar belakang tentang Yubi, tapi kurnia mengurungkan niatnya, Karena Kurnia hanya ingin menghindar dari masalah orang lain.


Juga karena latar belakang identitas Yubi tidak sederhana, kalau Kurnia tau tentang identitas Yubi, Kurnia takut akan terbawa masuk ke dalam masalah Yubi.


Kalau Kurnia masuk ke dalam masalah Yubi, Kurnia mungkin akan jadi target kelompok pembunuh bayaran. Dan saat ini kekuatan Kurnia masih tidak cukup kuat.


Oleh karena itu Kurnia hanya bisa menghindari dari masalah pribadi Yubi.


" Yhaa.. lebih baik aku tidak ikut masuk ke dalam masalah orang lain, karena kekuatan sekarang masih belum cukup kuat." (batin Kurnia)


" Lebih baik tuan menghindari dari masalah Yubi, karena identitas Yubi tidak sederhana tuan, kalau pun tuan ingin ikut campur dan membantu Yubi, itu malah akan menyusahkan Yubi, karena kekuatan tuan masih rendah, belum cukup untuk ikut dalam masalah seseorang yang dari keluarga bangsawan atau keatasnya." (kata Zaza)


" Aku juga berfikir seperti itu Zaza, ini adalah jalan terbaik bagiku dan Yubi." (kata Kurnia)


sekitar 20 (dua puluh) menit kemudian Yubi kembali, dan berjalan ke arah Kurnia.


Kurnia menyambut Yubi dengan senyumannya dan juga melempar pertanyaan kepada Yubi.


" Yoo... bagaimana? apakah kamu sudah selesai bertanya kepada pembunuh bayaran itu, siapa yang mengutusnya untuk membunuhmu Yubi?" (kata Kurnia)


" Yha.. aku sudah bertanya kepada pembunuh bayaran itu, siapa yang menyuruh mereka untuk membunuhku." (kata Yubi)


" Bagus kalau begitu, Apakah kamu mengenal seseorang yang mengutus para pembunuh bayaran itu. dan mengapa seseorang yang menyewa para pembunuh bayaran itu untuk membunuhmu?" (kata Kurnia)


" Yha.. aku juga tidak menyangka, seseorang yang menyewa para pembunuh bayaran itu dan mengutus pembunuh bayaran untuk berurusan denganku adalah seseorang yang aku kenal, bukan hanya kenal saja bahkan kita juga bisa di bilang cukup dekat. Aku tidak tau mengapa dia membenciku, sampai sampai menyewa pembunuh bayaran untuk membunuhku.Padahal aku selalu merasa, kalau dia adalah seseorang yang sangat baik. sungguh aku sangat kecewa padanya. Padahal aku menganggapnya sebagai saudara kandungku sendiri. Tapi aku sama sekali sakit hati, karena dia telah diam diam menyewa pembunuh bayaran. (kata Yubi)


" Mungkin karena dia iri kepadamu, dan kamu lebih baik dari pada dia. Jadi dia iri juga ingin menyingkirkanmu." (kata Kurnia)


" Aku... Yha mungkin yang kamu katakan benar Kurnia. Dia pasti iri kepada ku." (kata Yubi)

__ADS_1


Yubi mau berkata sesuatu kepada Kurnia, tapi Yubi mengurungkan niatnya, karena itu adalah masalahnya sendiri. Jadi Kurnia juga tidak perlu tau apa yang sebenarnya yang terjadi padanya.


" Yhaa lebih baik aku tidak membicarakan tentang dia kepada Kurnia lebih jauh lagi, karena ini adalah masalah pribadi ku." (batin Yubi)


Yubi yang sudah bosan membahas tentang seseorang yang menyewa para pembunuh bayaran itu, dan tidak mau Kurnia tau tentang identitasnya, Yubi pun mengalihkan pembicaraan itu.


" Seperti sekarang sudah larut malam, bagaimana kalau kita tidur saja Kurnia? Mataku juga sudah tidak kuat lagi, aku sangat mengantuk." (kata Yubi)


Kurnia yang tau kalau Yubi mengalihkan pembicaraan ini, dan juga Kurnia sudah merasa sedikit ngantuk, jadi Kurnia memutuskan untuk mengikuti Yubi dan tidur.


" Yha aku juga sudah mengantuk, lebih baik kita tidur sekarang." (kata Kurnia)


Mereka berdua pun tidur dengan lelap.


Malah hari pun berlalu sangat cepat,


Dan esok hari pun tiba.


Kurnia bangun dari tidurnya, lalu berdiri dan meregangkan badannya, agar ototnya tidak kaku saat akan pergi nanti.


" Hampir lupa, bukankah aku kemarin tidur di sini bersama Yubi?" (kata Kurnia)


Kurnia berbicara sendiri.


Saat hendak melihat Yubi Kurnia terkejut ternyata Yubi sudah tidak ada di sana. Kurnia yang panik pun langsung mencari Yubi, di sekitar di mana mereka tidur.


" Yubi... di mana kamu? apakah kamu mendengar suaraku? kalau mendengar suaraku cepat kemari lah." (kata Kurnia)


Kurnia yang dari tadi mencari cari Yubi, tapi Kurnia tidak menemukan Yubi sama sekali.


" Tuan.. tuan..." (kata Zaza)

__ADS_1


Kurnia yang fokus mencari Yubi tidak menghiraukan Zaza, karena Kurnia takut kalau ada apa apa dengan Yubi.


" Ttuuaannn......." (kata Zaza)


Zaza berteriak memanggil Kurnia lagi, tapi kali ini Zaza memanggil Kurnia sambil sedikit mengeluarkan aura yang ada di tubuhnya. Setelah terkejut dengan aura Zaza Akhirnya Kurnia berhenti mencari Yubi.


" Ada apa Zaza? aku sedang mencari Yubi, kamu juga tahukah, saat aku baru bangun tadi, Yubi sudah tidak ada di sini." (kata Kurnia)


" Hamba tau itu tuan. hamba juga tau kalau tuan sedang panik mencari Yubi. Tapi tuan tenang saja, Yubi pasti baik baik saja sekarang." (kata Zaza)


" Bagaimana kamu tau? tidak mungkin kan Yubi bilang kepadamu? bukankah Yubi tidak bisa melihatmu Zaza?" (kata Kurnia)


" Tuan tenanglah dulu, biar hamba jelaskan apa yang terjadi saat tuan sedang tidur dan bagaimana Yubi pergi. jadi tuan dengarkanlah." (kata Zaza)


Kurnia pun langsung duduk bersila sambil melihat Zaza yang ingin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Sekarang ini Kurnia terlihat seperti anak anak Taman Kanak kanak, yang sedang mendengar cerita dengan sangat patuh.


Zaza pun mulai menceritakan kepada Kurnia, apa yang Kurnia tidak tau.


" Kemarin malam memang Yubi tidur di sini tuan, mengapa saat tuan bangun tidur tadi Yubi sudah tidak ada, karena ada seseorang yang datang kemar." (kata Zaza)


" Kalau ada seseorang yang datang kemari, kenapa kamu tidak membangunkan ku Zaza?" (kata Kurnia)


" Hamba tidak membangunkan tuan, karena seseorang yang datang kemari tidak memiliki niat membunuh, jadi dia tidak ada niat jahat kepada tuan dan juga Yubi. oleh karena itu hamba tidak membangunkan tuan." (kata Zaza)


" Lalu mengapa orang itu datang kemari? tidak mungkinkan kalau dia kemari tidak melakukan apa apa? Ohh.. aku tau, berarti yang membawa Yubi pergi adalah seseorang itu bukan?" (kata Kurnia)


" Yha tebakan tuan benar. Setelah seseorang itu datang, dia membangunkan Yubi. Setelah seseorang itu membangunkan Yubi dia melihat ke arah tuan, sebelum seseorang itu berbuat apa apa, Yubi langsung berkata pada seseorang itu, kalau tuan adalah temannya dan menjelaskan kalau tuan lah yang telah menolongnya. Jadi mereka pergi setelah itu dan meninggalkan tuan yang tertidur lelap di sini." (kata Zaza)


" Menurut perkataanmu, seseorang itu seharusnya adalah orang Yubi, bukan begitu Zaza?" (kata Kurnia)


" Yhaa tuan. Dan menurut pengamatan hamba, seseorang itu seharusnya adalah pelayan dan juga pengawal dari Yubi. Karena seseorang itu sangat menghormati Yubi dan memanggil Yubi dengan sebutan Tuan muda." (kata Zaza)

__ADS_1


" Memanggil Yubi dengan sebutan tuan muda. berarti tebakan kita tidak salah Zaza, kalau sebenarnya identitas Yubi tidak sederhana." (kata Kurnia)


" Benar tuan, dan juga pelayan pengawal Yubi itu tingkat Kultivasi nya sangat tinggi. Jadi hamba sangat yakin identitas Yubi adalah dari keluarga bangsawan kalau tidak pasti dari keluarga kerajaan." (kata Zaza)


__ADS_2