
Kejadian itu membuat anggota dan para tetua keluarga Yun ikut senang dan bahagia. Tidak sedikit dari mereka juga ikut meneteskan air mata, walau pun mereka sudah menahan agar air mata mereka tidak keluar.Namun tetap tidak bisa. Sebab kejadian itu sangat bermakna, bukan hanya untuk Kurnia dan ayahnya saja. Namun juga bermakna bagi mereka yang menyaksikan kejadian tersebut.
Hal wajar bila air mata mereka mengalir tanpa kendali saat melihatnya, itu menandakan bahwa mereka masih memiliki hati yang baik dan hati mereka masih berfungsi dengan baik.
Setelah cukup lama berpelukan, Kurnia dan Landing Chen melepaskan pelukan mereka berdua. Namun sebelum salah satu dari mereka ada yang berbicara.
Tetua Soin Yun lebih dulu berbicara kepada Kurnia dan Landing Chen.
" Tuan Chen dan tuan muda Kurnia lebih baik kita masuk ke dalam dan berbicara di sana sambil beristirahat." Kata tetua Soin Yun menyambut Kurnia dan Landing Chen di kediaman keluarga besar Yun.
Sebenarnya Kurnia ingin menolak hal tersebut, namun saat melihat tetua Soin Yun dan anggota keluarga Yun lainnya berharap agar Kurnia mau menerima tawaran tersebut.
Juga Ayahnya sekarang membutuhkan perawatan agar luka luka yang ada di tubuh ayahnya tersebut bisa sembuh dan ayahnya harus di potong rambutnya dan membersikan kotoran yang ada di tubuh ayahnya tersebut.
Dengan pemikiran seperti itu, Kurnia menerima tawaran tetua Soin Yun untuk beristirahat di dalam. Tetua Soin Yun pun menyuruh pelayan di kediaman keluarga besar Yun untuk melayani Kurnia dan Landing Chen.
Para pelayan membawakan banyak makanan dan menyajikan di depan Kurnia dan anggota keluarga Yun juga para tetua keluarga Yun yang ikut berkumpul ber sama Kurnia.
Mereka semua berbicara dengan senang dan gembira. Semua orang makan dan minum dengan hati yang bahagia, sampai malam pun datang.
Karena sudah malah satu persatu dari anggota keluarga Yun dan para tetua keluarga Yun mengundurkan diri dari sana.Sebab sudah tidak kuat lagi untuk minum lebih banyak dan sudah mabuk. Oleh karena itu semakin sepi dan hanya tinggal Kurnia dan tetua Soin Yun saja yang datang ada di sana saat ini.
Sebenarnya tetua Soin Yun bingung harus berbuat apa selanjutnya untuk keluarga besar Yun yang sekarang sudah tidak memiliki kepala keluarga. Juga akan banyak masalah jika keluarga Yun tidak segera menunjuk seseorang sebagai pemimpin.
__ADS_1
Namun saat ini tetua Soin Yun sudah mabuk dan hanya tersisa sedikit kesadaran yang dia miliki saat ini. Bahkan tetua Soin Yun selalu berbicara terus menerus kepada Kurnia.
Entah itu tentang kehidupan pribadinya atau pun tentang masalah keluarga Yun nya. Kurnia hanya bisa diam mendengarkan tetua Soin Yun berbicara tentang us menerus.
Walau pun Kurnia saat ini sedang minum minum, namun Kurnia masih memiliki setengah dari kesadarannya. Jadi Kurnia bisa mengerti apa yang di katakan oleh tetua Soin Yun.
Tetua Soin Yun berbicara dan masih sambil minum minum. Tidak lama setelah itu, tetua Soin Yun akhirnya tumbang dan tertidur di sana. Kurnia yang melihat bahwa tetua Soin Yun sudah tertidur.
Kurnia pun membopong tetua Soin Yun sendiri ke kamar tetua Soin Yun. Walau pun begitu, Kurnia juga sempoyongan saat membopong tetua Soin Yun. Sebab Kurnia juga sudah merasakan bahwa matanya sudah tidak jelas lagi saat melihat.
Hanya samar samar saja yang bisa dia lihat. Setelah mengantarkan tetua Soin Yun ke kamarnya dan menaruhnya di tempat tidur. Kurnia sudah tidak kuat lagi dan segera ke kamarnya yang sudah di siapkan oleh tetua Soin Yun sebelumnya.
Kurnia pun membuka pintu kamarnya dan masuk ke kamarnya untuk beristirahat.
KEESOKAN HARINYA.
Kurnia di bangunkan oleh suara ketuk pintu di kamarnya dan suara seseorang yang memanggil namanya. Kurnia pun membuka matanya sambil menahan sedikit rasa sakit di kepalanya karena efek minum minum malam tadi.
" Siapa?" Tanya Kurnia kepada seseorang yang memanggil namanya dan mengetuk pintu kamarnya itu sambil berjalan ke arah pintu untuk membukanya.
Saat Kurnia membuka pintu tersebut, ada sosok yang dia kenal. Ternyata itu adalah tetua Soin Yun. Ketika Kurnia melihat tetua Soin Yun, Kurnia merasa ada yang berbeda dengan tetua Soin Yun saat ini.
Tetua Soin Yun saat ini terlihat berbeda dari sebelumnya karena sekarang tetua Soin Yun berpakaian sangat rapi walau pun ppakaian yang dia pakai tidak terlalu bagus dan mewah. Juga tetua Soin Yun tersenyum terus menerus.
__ADS_1
Itu lah yang membuat Kurnia semakin heran dengan tetua Soin Yun saat ini. Biasanya tetua Soin Yun selalu murung dan sangat jarang sekali dia tersenyum. Namun kali ini bukan hanya tersenyum biasa saja.
Malahan tetua Soin Yun terkejut senyum terus menerus. Melihat perbedaan ini, Kurnia pun bertanya kepada tetua Soin Yun.
" Ada apa tetua Soin Yun? Apakah ada sesuatu kabar baik sehingga kamu selalu tersenyum hari ini?" Tanya Kurnia kepada tetua Soin Yun dengan ramah tapi juga bingung.
Akan tetapi jawaban yang di berikan kepada tetua Soin Yun semakin membuat Kurnia semakin bingung. Sebab jawaban itu sama sekali tidak terlintas di pikiran Kurnia.
" Tidak ada apa apa tuan muda Kurnia." Jawab tetua Soin Yun.
" Bukan maksud saya untuk menyinggung perasaan anda tetua Soin Yun, tapi hari ini anda terlihat sangat berbeda dari pada saat saat lalu. Juga sekarang anda tersenyum terus menerus seperti ini membuat saya merinding." Kata Kurnia sambil sedikit melangkahkan kakinya mundur.
" Hahaha..." Suara tawa tetua Soin Yun sebelum berkata.
" Tuan muda Kurnia tenang saja, saya tidak seperti yang tuan muda pikiran. Saya hanya ingin merubah penampilan dan karakter saya saja. Agar saya bisa berinteraksi dengan orang lain lebih muda. Juga sekarang semua anggota keluarga Yun akan rapat untuk berdiskusi tentang bagaimana selanjutnya keluarga Yun ini ke depannya." Kata tetua Soin Yun.
Kurnia pun menganggukkan kepala saat mendengar tetua Soin Yun berbicara. Lalu setelah itu terdengar langkah kaki yang berjalan menuju ke arah Kurnia dan tetua Soin Yun.
" Ayah!! " Teriak Kurnia saat sosok itu terlihat, itu adalah Landing Chen.
Ternyata bukan tetua Soin Yun saja yang merubah penampilannya. Namun Landing Chen juga. Sekarang Landing Chen sudah terlihat seperti orang normal pada umunya setelah dia membersihkan tubuhnya dari kotoran yang sebelumnya menempel di kulitnya.
Landing Chen sangat berbeda dengan sebelumnya, saat ini Landing Chen sudah memotong rambut dan juga janggutnya yang panjang. Wajah Landing Chen juga terlihat cerah, pakaian yang dia pakai juga membuatnya lebih baik lagi
__ADS_1