
Kurnia tau jelas bahwa kepala keluarga Chen maupun kepala keluarga Yun sudah tidak ada lagi. Karena Kurnia sendiri lah yang membunuh kepala keluarga Yun dan kepala keluarga Chen juga sudah mati karena di bunuh oleh ayahnya di depan mata Kurnia sendiri.
Lantas siapa yang di maksud dengan kepala keluarga oleh penjaga ini. Itu lah yang di pikirkan oleh Kurnia saat ini, setelah mendengar kata kepala keluarga.
Lalu tidak lama kemudian penjaga itu berkata kepada Kurnia.
" Tuan muda Kurnia. kami di perintah jika anda sudah bangun maka anda di minta untuk datang ke aula besar." Kata penjaga itu.
" Yha baiklah. Terima kasih sudah berkeja keras." Kata Kurnia.
" Yha.. tuan muda.." Kata kedua penjaga itu bersama sama sambil membungkuk melihat Kurnia berjalan pergi dan menghilang dari pandangan mereka berdua.
Kurnia pun berjalan menuju ke aula besar seperti apa yang di katakan oleh penjaga kamarnya saat tadi.
Saat tiba di aula besar, Kurnia di sambut oleh kedua sosok yang dia kenal. Mereka tidak lain adalah Tetua Soin Yun dan juga Landing Chen ayahnya.
Mereka berdua berbicara dengan akrab dan terlihat mereka membicarakan hal yang cukup serius hal itu bisa terlihat jelas dari raut wajah mereka berdua.
Akhirnya pertanyaan yang membuat Kurnia bingung sudah terjawab. Yaitu tentang kepala keluarga yang di maksud oleh penjaga kamarnya tadi.
" Seharusnya aku menyadarinya sejak awal. Siapa lagi kalau bukan ayahku sendiri yang menjadi kepala keluarga." Kata Kurnia sambil menggelengkan kepalanya dan berjalan menuju Ayahnya dan tetua Soin Yun.
" Akhirnya kamu tiba tuan muda Kurnia." Kata tetua Soin Yun.
" Yha.. kami sudah menunggumu untuk membahas masalah ini nak." Kata Landing Chen.
Kurnia pun diam sesaat dan menarik nafasnya sambil memejamkan kedua mata.
" Melihatmu seperti ini, apakah kamu sudah tau apa yang terjadi Kurnia? Kalau kamu sudah tau apa yang terjadi maka maafkan ayah. Ayah tau ayah salah Kurnia. Tapi ayah sudah tidak tau lagi harus berbuat apa lagi. Ini salah ayah dan maafkan ayah." Kata Landing Chen sambil meminta maaf kepada Kurnia.
Tetua Soin Yun juga langsung dengan cepat berkata.
" Bukan.. ini bukan salah tuan Landing Chen tuan muda Kurnia. Sebenarnya ini adalah salah saya. Karena saya memaksa agar tuan Landing Chen menjadi kepala keluarga yang baru dan karena anggota keluarga sudah setuju akan hal itu. Mereka juga mendukung kalau tuan Landing Chen menjadi kepala keluarga yang baru. Jadi ini adalah salah saya karena merikomendasikan tuan Landing Chen kepada semuanya." Kata Tetua Soin Yun.
Kurnia hanya diam saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Landing Chen maupun tetua Soin Yun juga hanya bisa diam setelah berbicara tadi.
Tidak ada suara sama sekali di sana, aula besar menjadi hening karena tidak ada suara sama sekali. Lalu tiba tiba Kurnia membuka matanya kemudian berkata.
" Maaf.. maaf.. aku masih sedikit mengantuk jadi ketiduran sedikit tadi." Kata Kurnia.
Tetua Soin Yun dan Landing Chen melongo saat mendengar ucapan dari Kurnia baru saja.
Mereka kira Kurnia bersikap seperti itu dan diam saja karena Kurnia marah dan mencoba menenangkan dirinya dari emosi.
Namun siapa yang menyangka bahwa Kurnia diam saja karena Kurnia masih mengantuk dan ketiduran sebentar.
__ADS_1
Hal itu membuat tetua Soin Yun dan Landing Chen melongo karena terkejut dan juga mereka sedikit lega, sebab Kurnia diam saja bukan karena marah kepada mereka karena memutuskan sesuatu hal yang besar tanpa adanya persetujuan dari Kurnia.
" Terserah kalian, karena sudah di putuskan hal tersebut maka mau bagai lagi." Kata Kurnia.
" Berarti kamu setuju Kurnia?" Tanya Landing Chen.
" Yha.. aku setuju ayah. Asalkan ayah bahagia dan senang maka aku setuju." Kata Kurnia.
" Terima kasih tuan muda karena sudah setuju dengan keputusan ini." Kata tetua Soin Yun sambil membungkuk kepada Kurnia.
" Tidak perlu sungkan seperti itu tetua Soin Yun. Aku juga tidak melakukan apa pun." Kata Kurnia.
Lalu setelah itu mereka bertiga berbicara dengan santai dan membahas tentang masalah masalah yang ada dan sedang mereka hadapi saat ini.
Beberapa saat kemudian Kurnia tiba tiba berteriak karena terkejut.
" Apaa!!!" Teriak Kurnia dengan cukup keras sampai menggema di aula besar.
Mengapa Kurnia terkejut? hal itu di karena ayahnya dan tetua Soin Yun memberitahu Kurnia bahwa keluarga besar Yun dan keluarga besar Chen sudah di hapus.
Jadi di kota Asakanda ini tidak ada lagi yang namanya keluarga besar Yun juga keluarga besar Chen. hal itu lah yang membuat Kurnia terkejut.
Namun bukan itu saja yang membuat Kurnia terkejut. Melainkan bahwa keluarga besar Yun dan keluarga besar Chen akan menjadi satu dan membentuk menjadi satu keluarga besar dan ayahnya lah yang menjadi kepala keluarga baru tersebut.
Maka dari itu Landing Chen di panggil kepala keluarga. Juga Kurnia sebelumnya sudah menyetujui hal tersebut.
Hal itu sangat membuat Kurnia terkejut dan benar benar kaget. Situasi itu tidak ada di dalam pikirannya sebelumnya.
Kurnia tidak menyangka masalah yang dia kira masalah sepele malah menjadi masalah yang sangat besar saat ini.
Karena sudah terlanjur dan sekarang Kurnia sudan menjadi tuan muda dari keluarga yang baru yaitu keluarga Yun dan Chen yang menjadi satu. Maka tanggung jawab Kurnia menjadi besar dan masalah masalah keluarga itu juga akan membuat pundak juga pikiran Kurnia berat.
Maka hanya ada satu yang di pikirkan oleh Kurnia saat ini.
" Aku harus segera pergi dari sini untuk menghindari masalah masalah pembangunan keluarga ini agar aku tidak perlu berpikir keras." Batin Kurnia berencana untuk pergi dari sana secepat mungkin karena tidak mau bosan untuk berpikir.
" Aku tau. aku akan segera pergi ke Sekte Langit Merah agar bisa menghindar." Batin Kurnia sambil tersenyum di hatinya.
Kurnia pun berkata kepada ayahnya dan tetua Soin Yun bahwa dirinya akan segera berangkat ke Sekte Langit Merah dan meninggalkan kota Asakanda hari itu juga.
Tetua Soin Yun dan Landing Chen mencoba mencegah Kurnia agar tidak perlu terburu buru untuk berangkat ke Sekte Langit Merah.
Tapi Kurnia bersikeras untuk segera berangkat, dengan alasan bahwa ada waktu yang di tetapkan untuk menjadi murid Sekte Langit Merasa setelah mendapatkan token sekte.
Landing Chen dan tetua Soin Yun tidak bisa mencegah Kurnia sama sekali dan membiarkan Kurnia akan pergi hari ini.
__ADS_1
Lalu Kurnia pun kembali ke kamarnya dan mengambil pakaian dan barang barang yang dia perlukan untuk perjalanan ke Sekte Lagi Merah.
Saat Kurnia selesai mengemasi barang barangnya, lalu keluar dari kamarnya. Ternyata sudah tidak ada kedua penjaga kamarnya yang tadi.
" Kemana penjaga kamarku ini? padahal waktu aku masuk dan mengemasi barangku tadi perasaan mereka masih di depan pintu." Kata Kurnia bertanya kepada dirinya sendiri sambil menggaruk garuk kepalanya karena bingung.
Sebelum berangkat Kurnia terlebih dahulu berpamitan kepada Ayahnya dan tetua Soin Yun.
Setelah selesai berpamitan Kurnia pun segera berangkat, walau pun hati Kurnia sebenarnya tidak mau berpisah dari ayahnya juga jauh dari tempat tinggalnya.
Namun dengan tekat yang kuat dan ingin menjadi lebih kuat lagi agar bisa melindungi orang orang yang dia sayangi, Kurnia pun tetap berangkat dan semakin bulat juga besar tekatnya untuk mencari ilmu menambah kekuatan di Sekte Langit Merah.
Kurnia pun tiba di pintu keluar dinding kota. Kurnia merasa heran kenapa banyak sekali orang di sana.
Tapi Kurnia tidak terlalu memikirkan hal tersebut, Kurnia pun berjalan keluar dari pintu dinding kota Asakanda.
Saat hendak melanjutkan langkahnya untuk berangkat ke Sekte Langit Mereh. Tiba tiba terdengar suara yang saat keras dan suara itu bukan hanya dari satu orang saja. Suara suara itu dari arah pintu dinding kota Asakanda.
" Selamat Jalan Kurnia.." Suara yang sangat keras..
Kurnia pun membalikan badannya ke belakang dan melihat ke arah suara itu.
Terkejut itulah yang di rasakan oleh Kurnia saat ini. Sebab banyak sekali orang orang yang melambaikan tangannya dan mengucapkan selamat jalan kepada dirinya.
Hal itu membuat Kurnia terharu dan tersentuh hatinya. Karena di antara orang orang yang melambaikan tangannya dan mengucapkan selamat jalan kepadanya itu ada Ayahnya juga tetua Soin Yun.
Sebagian dari orang orang itu adalah anggota keluarga Chen yang dulu dan keluarga Yun ya dulu. Sekarang mereka semua adalah satu keluarga besar dan Tuan muda mereka saat ini adalah Kurnia.
Maka dari itu mereka berniat untuk mengucapkan selamat jalan kepada Kurnia agar Kurnia semakin bersemangat untuk menjadi lebih kuat lagi.
Di sisi lain juga ada wanita cantik dari tempat lelang Kosokai yang baik kepada Kurnia saat itu dan juga ada Ketua Fan Ming yang berada di dekat ayahnya ikut melambaikan tangannya.
Melihat apa yang terjadi Kurnia pun langsung membalas dengan melambaian tangannya juga sambil berkata.
" Terima kasih semuanya...
Sampai jumpa....
Aku akan berangkat sekarang..." Kata Kurnia lalu membalikan badannya dan berjalan maju berangkat ke Sekte Langit Merah.
TAMAT....
Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia.
Season || segera di buat lagi.. tunggu season || nya yhaa...
__ADS_1
Terima Kasih untuk semuanya. Saran dan kritik kalian akan saya pertimbangankan.
Karena itu sangat berguna bagi saya....