Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia

Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia
Bab 58


__ADS_3

Pukulan itu milik Kurnia, namun Gamon Dinge hanya terpental ke belakang sedikit saja, dan itu hanya sekitar 5 (lima) langkah dari tempat dia berdiri sebelumnya.


Hal itu membuat Kurnia sangat terkejut.


" Apa?? dia hanya terpental mundur beberapa langkah saja?" (kata Kurnia)


Namun setelah itu Gamon Dinge berlari ke arah Kurnia dan meluncur serangannya lagi.


Kurnia mau tidak mau harus menghindari lagi serangan Gamon Dinge itu.


" Langkah Shadow." (kata Kurnia) Kurnia pun berhasil menghindari serangan Gamon Dinge lagi.


Akan tetapi kali ini Kurnia tidak langsung menyerang Gamon Dinge. Kurnia hanya menghindar saja, juga menjaga jarak dari Gamon Dinge. Sambil berfikir bagaimana dia akan melawan jurus Gamon Dinge yang sangat aneh dan menakutkan itu.


Karena jurus itu bisa memperkuat pertahanan seseorang yang memakai jurus tersebut.


" Bagaimana ini? jurus itu tidak mungkin akan terus menerus menyerangku tanpa berhenti bukan?" (batin Kurnia) Kurnia berpikir di dalam hatinya.


Sebenarnya Zaza sudah memberitahu tau Kurnia kelemahan jurus yang di pakai oleh Gamon Dinge, namun sebelum Zaza memberitahu Kurnia kelemahan jurus itu.


Kurnia menghentikan Zaza untuk tidak memberitahunya di mana kelemahan jurus yang di gunakan oleh Gamon Dinge, Kurnia ingin mencari tau kelemahan jurus Gamon Dinge itu dengan kekuatan dan caranya sendiri.


Lantas Zaza tidak jadi untuk memberitahu kepada Kurnia tentang kelemahan jurus tersebut.


" Aku yakin kalau aku lebih teliti saat melihat gerakan gerakan Gamon Dinge, aku akan segera tau di mana kelemahan jurus miliknya itu." (kata Kurnia)


Kurnia terus berpikir dan berpikir, namun sudah cukup lama Kurnia berpikir sambil terus menerus menghindari serangan Gamon Dinge juga menjaga jarak dari Gamon Dinge.


Namun Kurnia tidak kunjung mengetahui kelemahan dari jurus Gamon Dinge itu, namun yang pasti Kurnia tau adalah jurus itu setidaknya adalah jurus level tinggi.


Dan lama kelamaan Kurnia semakin terpojok lagi dan Kurnia sudah beberapa kali menggunakan jurusnya Langkah shadow. Dan itu sangat menguras tenaga yang di miliki oleh Kurnia.


" Kalau seperti ini terus, aku hanya akan kehilangan tenagaku saja." (kata Kurnia)


" Lebih baik aku mencoba untuk menyerang saja dan melihat lebih dekat bagaimana jurus Gamon Dinge itu bisa sangat kuat." (kata Kurnia)


Lalu setelah Kurnia berpikir seperti itu, Kurnia menggunakan jurusnya lagi.


" Langkah Shadow." (kata Kurnia)

__ADS_1


Sekarang Kurnia sangat jauh dari jangkauan serangan Gamon Dinge.


Kurnia menggunakan jarak yang cukup jauh itu untuk ancang ancang agar serangannya bertambah kuat.


Lalu Kurnia berlari ke arah Gamon Dinge dan sedikit melompat sebelum menyerang Gamon Dinge.


Pukulan Kurnia pun di tangkis oleh Gamon Dinge dengan pukulan juga. Mereka berdua tidak ada yang terpental mundur. dan itu seri.


Gamon Dinge pun menyerang Kurnia menggunakan kakinya, Kurnia menghindari serangan Gamon Dinge dan melakukan serangan balasan.


Namun sebelum dia bisa melakukan serangan balasan Gamon Dinge lebih dulu menyerangnya. Setelah itu mereka berdua saling serang menyerang. cukup lama hal itu terjadi. Kurnia terkena serangan Gamon Dinge beberapa kali dan juga sebaliknya, Gamon Dinge juga terkenal serangan Kurnia beberapa kali.


Lalu tiba tiba Kurnia melompat mundur. untuk menghindar dari Gamon Dinge.


" Akhirnya... akhirnya aku sedikit paham tentang jurus Gamon Dinge itu." (batin Kurnia)


" Saat dari tadi waktu aku dan Gamon Dinge melakukan serangan serangan balik. Yang aku lihat Gamon Dinge selalu sedikit menutupi tubuh bagian belakangnya di sekitar leher. Aku sangat yakin bahwa jurus itu memiliki kelemahan. dan akhirnya aku tau di mana kelemahannya." (kata Kurnia)


" Juga sebenarnya Gamon Dinge waktu menyerang terus menerus tidak merasakan lelah, lantaran saat dia menarik nafasnya, dia akan meluncurkan serangan sekitar 12 (dua belas) serangan berturut turut. Dan seiringnya serangan serangan itu, lama kelamaan serangan yang dia luncurkan akan berkurang. Saat 5 (lima) kali napas lalu menyerang, setelah itu dia akan menarik nafas lagi, namun dia akan menarik nafas 3 (tiga) kali secara langsung sebelum meluncurkan serangannya lagi." (kata Kurnia)


Saat Kurnia meloncat mudur, itu adalah tarikan nafas Gamon Dinge yang langsung menarik nafasnya 3 (tiga) kali secara langsung.


Kurnia pun langsung menyerang Gamon Dinge, di belakang tubuh dan tepat di leher Gamon Dinge.


Gamon Dinge pun langsung secara cepat membalikan tubuhnya, dan serangan Kurnia pun mengenai wajah Gamon Dinge.


Kurnia semakin yakin bahwa kelemahan jurus Gamon Dinge ada di sana. Kurnia pun tidak lagi menyerang di kelemahan Gamon Dinge.


Tapi menyerang seperti biasa. agar Gamon Dinge tidak mencurigai bahwa Kurnia sudah mengetahui di mana titik kelemahan jurus miliknya itu. Juga Kurnia harus menyerang Gamon Dinge agar Gamon Dinge kelelahan dan menarik nafas 3 (tiga) kali secara langsung.


Karena cara satu satunya adalah menggunakan waktu nafas Gamon Dinge itu untuk menyerang titik lemah jurus tersebut.


Sambil menyerang dan menghindari serangan Gamon Dinge, Kurnia juga menghitung tarikan nafas Gamon Dinge.


" satu, dua, tiga, empat, lima." (kata Kurnia)


Setelah hitungan kelima, Kurnia memakai jurusnya.


" Langkah Shadow." (kata Kurnia)

__ADS_1


Kurnia langsung berada di belakang Gamon Dinge.


Sebelum Gamon Dinge bereaksi, Kurnia sudah menyerangnya tepat di titik lemahnya.


" Saatnya..." (kata Kurnia) sambil mengeluarkan jurusnya.


" Tinjuan Iblis penghancur." (kata Kurnia)


Kurnia menyerang sambil terbang. dan serangan itu tepat di mana yang di mau oleh Kurnia.


" Bukk...." (suara serangan Kurnia saat mengenai Gamon Dinge)


Gamon Dinge pun langsung terjatuh tersungkur di arena pertandingan.


" hahh hahh.." (suara Kurnia) saat ini Kurnia sangat kelelahan dan nafasnya tidak teratur.


Tapi tidak seperti yang di pikirkan oleh Kurnia.


Saat Gamon Dinge terkena serangan Kurnia, Gamon Dinge masih bisa bangkit.


" Apaa??" (kata Kurnia) Kurnia sangat terkejut saat melihat Gamon Dinge bangkit lagi.


Kurnia sekarang sudah tidak memiliki tenaga lagi, Gamon Dinge pun berbalik melihat ke arah Kurnia.


Dan langsung menyerang Kurnia teoat di tulang rusuknya. Kurnia ingin menghindar dari serangan Gamon Dinge tersebut.


Namun Kurnia terlambat bereaksi, sebab tenaga milik Kurnia sudah di batasnya.


" Buk..." (suara serangan Gamon Dinge yang mengenai tulang rusuk Kurnia)


Kurnia pun terjatuh. Dan setelah Kurnia terjatuh, di susul oleh suara yang tiba tiba.


" Bruk..." (suara yang menyusul saat Kurnia terjatuh)


Dan saat Kurnia melihat dari mana datangnya suara itu, Kurnia melihat bahwa Gamon Dinge juga terjatuh seperti dirinya.


Hal itu membuat para penonton di sana bersorak sorak, sebab pertandingan final ini sangatlah seru dan kekuatan para peserta juga imbang dan seri.


Kurnia maupun Gamon Dinge berusaha untuk berdiri, namun mereka berdua sama sama tidak bisa melakukan hal itu.

__ADS_1


Melihat para peserta tidak ada yang bisa berdiri dan masih tergeletak di arena pertandingan. Pembawa acara pertandingan pun berkata.


" Karena para peserta sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk bertarung dan juga masih tergeletak di bawah. Aturan baru pun akan di buat saat ini." (kata pembawa acara pertandingan)


__ADS_2