
Ketika sudah melihat tangannya tidak ada darah, rasa lega di hati ketua Fan Ming pun datang. Lalu setelah itu ketua Fan Ming sedikit marah dan mengutuk seseorang yang ada di balik pintu itu.
" Sial!!! Siapa yang ada di balik pintu ini!! apakah kamu tidak bisa kalau memasuki ruangan istirahat seseorang harus mengetuk pintu terlebih dahulu. baru membuka pintunya kalau sudah di persilakan oleh tuan rumah. Dasar tidak berguna!! apakah orang tua mu tidak mengajarkan hal itu!!" (kata Ketua Fan Ming)
Ternyata sebelum ketua Fan Ming menarik pintu dan keluar dari ruangan istirahat Kurnia, sudah ada orang di depan pintu juga.
Karena sama sama tidak ada yang tau hal itu. Jadi ketua Fan Ming menarik pintu itu dengan cepat sebelumnya, namun seseorang yang ada di depan pintu itu juga ingin masuk ke dalam
Dan tepat saat ketua Fan Ming menarik pintu itu, seseorang di depan pintu tersebut juga membukanya dan mendorong pintu itu ke dalam.
Jadi hasilnya adalah suara benturan yang cukup keras terdengar di ruangan istirahat Kurnia dan Kurnia juga sangat terkejut dengan suara benturan yang terjadi itu.
Padahal pada saat itu Kurnia sedang merenung dan berpikir apa yang harus di lakukan setelah dirinya sembuh. Dan apakah dia ingin langsung pergi ke Sekte Langit Merah atau membalaskan dendamnya terlebih dahulu.
Itulah yang di renungkan dan di pikiran oleh Kurnia. Kurnia tenggelam dalam pemikirannya tersebut. Dan juga Kurnia tidak menyangka hal yang membuat tersadar dari pemikiran yang dalam itu adalah suara benturan kepala ketua Fan Ming dengan pintu ruangan istirahat yang dia tempati itu.
Kurnia yang melihat ekspresi marah di wajah ketua Fan Ming dan juga melihat ketua Fan Ming terhuyung huyung melangkah mundur. Membuat Kurnia sedikit terhibur dan tertawa.
Namun sebenarnya Kurnia tidak bermaksud tertawa terhadap kesialan yang di dapat oleh ketua Fan Ming, Kurnia tertawa karena dia baru pertama kali ini melihat tingkah lain dari ketua Fan Ming.
" Apakah anda baik baik saja ketua Fan?" (kata Kurnia) Kurnia bertanya kepada ketua Fan Ming dan menahan rasa ketawanya.
Walau pun Kurnia menyembunyikan dan menahan ketawanya itu. ketua Fan Ming melihat dengan sangat jelas bahwa Kurnia menertawakan dirinya.
Ketua Fan Ming sebenarnya ingin marah marah dan melampiaskan kemarahannya itu kepada seseorang yang ada di balik pintu tersebut.
__ADS_1
Namun dia mengurungkan niatnya akan hal itu, karena hal yang terjadi saat ini membuat Kurnia tersenyum dan membuat ketua Fan Ming menjadi tidak terlalu marah.
" Dasar seseorang yang di balik pintu ini, kamu beruntung karena tuan muda Kurnia ada di sini. kalau tidak aku sudah memarahimu sampai kamu mati." (batin ketua Fan Ming)
Ketua Fan Ming berkata dalam hati, jadi dia tidak akan memarahi seseorang di balik pintu tersebut yang sudah membuat kepalanya benjol keluar dan terasa sakit.
" Yha.. aku baik baik saja tuan muda Kurnia. Aku benar benar tidak mengerti, sebenarnya apa yang terjadi di pikiran oleh orang bodoh di balik pintu ini." (kata Ketua Fan Ming)
Lalu ketua Fan Ming membuka pintu istirahat Kurnia tersebut dengan cepat, karena dia sudah tidak sabar lagi ingin mengutuk dan melampiaskan kemarahnnya itu kepada seseorang tersebut.
Pintu pun terbuka dan saat pintu terbuka, di susul oleh suara ketua Fan Ming yang cukup keras mengutuk orang yang ada di balik pintu tersebut.
" Dasar tidak tau sopan santun." (kata ketua Fan Ming)
Ketua Fan Ming berkata dengan cukup keras dan keras, juga tidak sampai di situ saja ketua Fan Ming mengutuk dan melampiaskan kemarahannya itu.
Sebelum ketua Fan Ming melanjutkan dan menyelesaikan perkataannya. Tiba tiba ketua Fan Ming berhenti berbicara dan berhenti mengutuk ngutuk orang tersebut.
Setelah ketua Fan Ming membuka pintu dan melihat siapa orang yang selama ini ada di balik pintu tersebut dan yang dari tadi dia marahi dan mengutuknya.
Saat ini ketua Fan Ming berhenti berbicara dan ekspresi takut tergambar jelas di wajahnya.
" Ehh.. a.. aku.. ehh.." (kata Ketua Fan Ming)
Ketua Fan Ming benar benar bingung dan tidak bisa berkata apa apa sama sekali. Walau pun ketua Fan Ming sudah berusaha keras untuk memikirkan solusi yang baik untuknya, namun tetap tidak mendapatkan apa apa dan malah menjadi seperti orang yang blo'on.
__ADS_1
Di sisi lain Kurnia yang melihat apa yang di lakukan oleh ketua Fan Ming pun malah terkejut.
" Bukannya tadi ketua Fan Ming marah marah dan mengutuk seseorang yang ada di balik pintu itu? Tapi kenapa malah sekarang ketua Fan Ming takut dan juga ketua Fan Ming bukan hanya sekadar takut saja, Namun sangatlah ketakutan. Sebenarnya apa yang terjadi? Dan siapa orang yang ada di balik pintu itu sampai sampai ketua Fan Ming di buat tidak berkutik sama sekali dan hanya bisa mengucapkan kata kata yang tidak jelas." (batin Kurnia)
Kurnia berkata dalam hati karena, Kurnia tidak bisa melihat siapa yang ada di depan ketua Fan Ming saat ini dan tepat balik pintu ruangan istirahat tersebut.
Kenapa Kurnia tidak bisa melihat orang itu? itu karena saat ini ketua Fan Ming hanya membuka setengah pintu saja, jadi Kurnia tidak bisa melihat seseorang yang ada di balik pintu tersebut yang bisa membuat ketua Fan Ming tidak berkutik sama sekali.
Kurnia yang bingung dan ingin tau sebenarnya siapa orang itu, lalu Kurnia berdiri dan berjalan ke arah pintu keluar, sambil bertanya kepada ketua Fan Ming.
" Ada apa ketua Fan? kenapa anda diam saja? dan siapa tamu yang datang kemari ini? kenapa anda tidak mempersilakan tamu kita untuk masuk saja dan berbicara di dalam." (kata Kurnia)
Kurnia berkata seperti itu agar dia tidak menyinggung perasaan seseorang yang ada di balik pintu tersebut.
Yang Kurnia tau adalah seseorang yang ada di balik pintu tersebut sangatlah kuat dan kuat, sebab ketua Fan Ming yang adalah ketua Tempat Lelang Kosokai saja di buat tidak berkutik dan hanya diam saja.
Itu sangat jelas bahwa seseorang yang ada di balik pintu itu sangatlah kuat, bahkan ketua Fan Ming tidak berani untuk menyinggung seseorang tersebut.
Namun saat di tanya oleh Kurnia, ketua Fan Ming hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Kurnia dan hanya menundukan kepalanya kebawah saja.
Hal itu semakin membuat Kurnia merasa terheran heran. Kurnia kemudian mempercepat langkah kakinya untuk menuju pintu keluar tersebut.
Semakin dekat Kurnia dengan pintu keluar itu, semakin Kurnia merasa ada yang tidak beres. Lalu Kurnia memperlambat langkah kakinya, karena merasa ada yang tidak beres dengan ketua Fan Ming.
" Sebenarnya siapa orang yang ada di balik pintu itu? Tingkah Ketua Fan Ming benar benar membuatku cemas dan semakin cemas saja. Bukankah kekuatan yang terkuat di kota Asakanda ini selain 3 (tiga) keluar besar adalah tempat Lelang Kosokai. Dan jika di lihat lebih dalam lagi seharusnya tenpat Lelang Kosokai lah yang paling hebat dari pada ketiga keluarga besar di kota Asakanda ini? Lalu kenapa ketua Fan Ming ketakutan seperti ini. Kalau seseorang yang ada di balik pintu ini adalah seseorang yang membawa pergi Gamon Dinge itu sedikit masuk akal jika ketua Fan Ming merasa ketakutan. Akan tetapi rasa ketakutan ketua Fan Ming ini tidak seperti rasa ketakutan yang biasa, melainkan rasa ketakutan yang benar benar takut. Kalau itu adalah seseorang yang membawa Gamon Dinge pergi seharusnya ketua Fan Ming tidak akan ketakutan seperti ini. Karena di belakang ketua Fan Ming ada kekuatan tempat Lelang Kosokai yang kuat dan juga masih ada leluhur tempat Lelang Kosokai. Jadi ketua Fan Ming tidak akan ketakutan seperti ini. Dan apa lagi utusan Sekte Langit Merah juga tidak mungkin bisa membuat ketua Fan Ming ketakutan. Jadi siapa yang bisa membuat ketua Fan Ming seperti ini." (batin Kurnia)
__ADS_1
Kurnia berada dalam pemikirannya saat ini dan tidak terasa Kurnia sudah ada di samping ketua Fan Ming, lalu Kurnia menatap ketua Fan Ming yang masih menundukan kepalanya kebawah.
Kurnia pun mengambil napas dalam dalam sebelum mengalihkan pandangannya ke seseorang yang ada di balik pintu keluar tersebut. Dan ternyata seseorang tersebut adalah