Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia

Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia
Bab 71


__ADS_3

Dan juga kepala keluarga Yun akan memerintahkan banyak orang untuk menghancurkan Kurnia. itulah yang di kata oleh Zaza kepada tuannya itu.


Jadi Kurnia saat ini tidak terlalu terkejut dengan apa yang dia lihat di depan sekarang.


Kurnia tidak takut karena Kurnia yakin dengan kekuatan miliknya saat ini Kurnia bisa mengalahkan mereka semua yang sekarang ada di depannya.


" Hei.. bocah ingusan!! cepat patahan kaki dan tanganmu sendiri dari pada kami bertindak. Jika kami bertindak kamu akan mendapatkan hal buruk. Aku sarankan kamu mematahkan kaki dan tanganmu sendiri sekarang juga. Setelah itu kami akan melepaskanmu dan membiarkanmu pergi dari sini dengan keadaan utuh." (kata salah satu tetua keluarga Yun.


" Yha benar. Kami juga tidak mau keluarga besar Yun kami di anggap menindas bocah kecil seperti ini." (kata anggota keluarga Yun yang lainnya)


Namun Kurnia diam saja tidak menanggapinya, Kurnia hanya berjalan ke arah penjaga pintu kediaman keluarga besar Yun yang tadi membawanya masuk ke dalam.


Kurnia langsung menghajar penjaga pintu tersebut tanpa berkata apa pun. Pukulan keras mendarat tepat di wajah penjaga pintu kediaman Yun itu.


" Bukk.." (suara pukulan keras Kurnia di wajah penjaga pintu kediaman keluarga besar Yun)


Seketika penjaga pintu itu langsung ambruk tergeletak di tanah dengan darah yang mengalir deras di wajahnya itu. Darah yang mengalir tersebut keluar dari hidung dan mata penjaga pintu kediaman keluarga besar Yun.


Semua orang anggota keluarga Yun dan para tetua keluarga Yun sangatlah terkejut dengan tindakan yang di lakukan oleh Kurnia. Mereka tidak menyangka Kurnia akan melakukan hal yang sembrono seperti itu.


Anggota keluarga Yun dan para tetua yang ada di sana sangat marah. karena salah satu anggota keluarga mereka baru saja di hajar dengan cukup parah di depan mata mereka sendiri.


Bagi mereka hal seperti itu sangatlah memalukan bagi mereka. dan itu sama saja seperti mereka di telanjangi di hadapan umum. Itulah yang di rasakan oleh para anggota keluarga Yun dan para tetua keluarga Yun sekarang.

__ADS_1


" Kurang ajar!! berani beraninya kamu melakukan hal seperti itu di hadapan kami semua!! Sepertinya kami terlalu berbaik hati kepadamu sampai sampai kamu berani memukul anggota keluarga Yun kami!! Kamu benar benar sudah bosan hidup!! Sekarang kami tidak perlu berbelas kasihan terhadap orang sepertimu!!" (kata salah satu anggota keluarga Yun)


Lalu Kurnia pun membalas perkataan orang tersebut.


" Oh.. apakah menurutmu aku harus meminta maaf kepada kalian keluarga besar Yun yang akan hancur?" (kata Kurnia)


Kurnia berkata dengan nada acuh tak acuh. Sambil tersenyum sinis.


" Baiklah aku akan membuatmu merasakan apa yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya. Rasa sakit yang sangat mengerikan sebelum kamu mati." (kata anggota keluarga Yun tadi)


" Oh.. aku sangat takut." (kata Kurnia) Kurnia berkata dengan nada yang datar.


" Hanya bocah ingusan saja berani bertindak sembarangan di kediaman keluarga besar Yun kami. Kamu akan tau seberapa besar kompensasi yang akan kamu terima karena bertindak seperti itu di kediaman kami." (kata anggota keluarga Yun tadi)


" Yha.. baiklah. Aku ingin kamu jangan membunuhnya terlebih dahulu. Buat tangan dan kakinya patah saja. Setelah itu kita bisa satu persatu menyiksanya. Aku benar benar benar ingin membuatnya menjerit kesakitan." (kata salah satu tetua keluarga Yun)


Dan seperti tetua keluarga Yun tadi. Semua anggota dan tetua lainnya yang ada di sana juga setuju untuk melakukan hal tersebut. Juga memperbolehkan anggota keluarga yang tadi untuk menyerang Kurnia sendirian.


Mereka semua menganggap bahwa salah satu dari mereka saja sudah bisa membuat Kurnia tersiksa dan kalah.


" Kamu akan mati sekarang!!" (kata anggota keluarga Yun yang tadi) Sambil menyerang ke arah Kurnia dengan cepat.


Namun sebelum orang itu bisa menyerang Kurnia. Malahan Kurnia lah yang lebih dulu menyerangnya saat orang itu sedang berlari ke arah Kurnia. Orang itu di serang Kurnia dengan sangatlah telak.

__ADS_1


Serangan Kurnia tepat di tulang rusuknya dan membuatnya tidak bisa bergerak dan berbicara sepatah kata pun tapi orang itu masih berdiri walau pun tidak berdiri dengan tegak.


Lalu setelah Kurnia menarik tangannya dari tulang rusuk orang itu. Orang itu langsung terjatuh di tanah seketika. Dan sepertinya orang itu langsung mati di sana.


Sungguh pemandangan yang tidak enak di lihat oleh para anggota keluarga besar Yun dan para tetua keluarga Yun yang ada di sana.


Mereka semua benar benar seperti telah di tampar oleh Kurnia dengan sangat keras. Karena sebelumnya mereka menganggap kalau salah satu di antara mereka maju menyerang Kurnia.


Pasti salah satu dari mereka akan menang dengan sangat mudah, Namun sekarang yang mereka lihat adalah sebaliknya. Malahan Kurnia lah yang menang dengan sangat mudah. Hanya dengan satu serangan dari Kurnia saja bisa membuat salah satu dari mereka kalah telak dan lebih tepatnya adalah membuat salah satu dari mereka mati seketika di tangan Kurnia dan terjadi di depan mata mereka secara langsung.


Anggota keluarga Yun dan para tetua keluarga Yun sekarang sangatlah marah. hal itu terlihat jelas di wajah mereka semua. Wajah mereka semua telah berubah menjadi merah kehitaman.


Namun walau pun wajah mereka berubah warna menjadi merah kehitaman bukan berarti sepenuhnya di sebabkan oleh kemarahan.


Di antara mereka juga ada yang di sebabkan karena ketakutan terhadap ada yang baru saja mereka lihat. Yaitu pembunuhan yang di lakukan oleh Kurnia yang terlihat di depan mata mereka.


Karena tidak semua anggota keluarga besar Yun pernah melihat secara langsung pembunuhan seperti sekarang ini. Dan itu adalah pertama kali mereka melihat pembunuhan dengan mata telanjang mereka sendiri. Tentu saja bagi setiap orang akan berbeda jika baru pertama kali melihat hal seperti pembunuhan ini.


Biasanya jika seseorang baru pertama kali melihat pembunuhan di depan mata mereka sendiri, orang itu akan merasakan ketakutan di dalam hatinya. Jadi itulah yang di rasakan sebagian dari anggota keluarga besar Yun yang ada di sana.


Namun tetua dan anggota keluarga besar Yun yang sudah mengalami peristiwa hal semacam ini sudah terbiasa dan tidak takut. Di antara anggota keluarga Yun yang tidak takut adalah anggota senior senior yang terbaik di keluarga Yun.


" Sepertinya kita telah meremehkan bocah itu." (kata anggota senior keluarga Yun)

__ADS_1


" Yha.. kita telah meremehkan bocah itu. Akan tetapi orang tadi lebih meremehkan bocah itu dari pada kita. Maka dari itu dia tidak waspada dan akhirnya bocah itu bisa menyerangnya dengan muda." (kata tetua keluarga Yun) Tetua keluarga Yun berkata seperti itu karena dia melihat bahwa sebagian dari anggota keluarga mereka ada yang ketakutan dan bahkan ada yang tidak bisa bergerak karena rasa ketakutan itu.


__ADS_2