Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia

Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia
Bab 38


__ADS_3

Di sisi lain, sekarang Kurnia sudah di kamarnya.


Saat Kurnia pergi dari tempat senior Jun Ming, dia bertemu dengan pembawa acara lelang lagi. dan pembawa acara lelang ternyata sudah menunggu Kurnia dari tadi, karena dia di suruh oleh ketua Fan Ming untuk menunggu Kurnia di sana.


Seperti yang di perintahkan oleh ketua Fan Ming, setelah bertemu oleh Kurnia, pembawa acara lelang langsung membawa Kurnia ke tempat ruangan kerja ketua Fan Ming.


Kurnia di sana hanya untuk mendiskusikan berapa keuntungan yang di miliki oleh Kurnia saat menjual pil miliknya.


Walau pun hanya baru setengah dari jumlah pil milik Kurnia yang di lelang tadi, akan tetapi Kurnia sudah memiliki keuntungan sebesar 125.000 (seratus dua puluh lima ribu) kepingin koin emas.


Namun jumlah itu adalah keuntungan kotor, keuntungan itu belum di bagi oleh tempat Lelang Kosokai.


Tempat Lelang Kosokai belum mengambil keuntungan dari melelang pil milik Kurnia.


Dan ketua Fan Mung menjelaskan kepada Kurnia bahwa tempat Lelang Kosokai tidak ingin mengambil keuntungan dari menjual pil milik Kurnia.


Dengan itu tempat Lelang Kosokai hanya mengambil 116.000 (seratus enam belas ribu) keping koin emas, untuk benda yang di beli oleh Kurnia.


Sebelumnya tempat Lelang Kosokai memberikan pedang itu secara gratis kepada Kurnia, akan tetapi Kurnia menolaknya, karena sebelumnya ketua Fan Ming tidak mau mengambil keuntungannya saat pil eliksir milik Kurnia di lelang.


Oleh karena itu terpaksa ketua Fan Ming menerima uang 116.000 (seratus enam belas ribu) keping koin emas Kurnia.


Setelah berbicara dan membahas masalah itu, Kurnia berpamitan kepada ketua Fan Ming dan Kurnia pergi dari tempat Lelang Kosokai.


Setelah Kurnia keluar dari tempat Lelang Kosokai, Kurnia langsung dengan cepat cepat mencari penginapan.


Karena dia sudah tidak sabar lagi ingin mengetahui tentang pedang yang dia beli tadi saat di acara lelangan. Sebab Zaza berkata kepadanya, harus mendapatkan pedang itu dengan harga berapa pun.


Lalu Kurnia mencari penginapan yang terdekat dan akhirnya Kurnia sudah menemukan penginapan.


Dan di sini lah sekarang Kurnia sudah ada di kamarnya.


Setelah di kamar, dan Kurnia langsung mengeluarkan pedang yang dia beli tadi.


Dan Kurnia mencoba mengeceknya apakah ada yang istimewa dari pedang itu, mengapa Zaza bisa sangat tertarik dengan pedang itu.


itu lah alasan yang tidak di mengerti oleh Kurnia.

__ADS_1


Setelah mengecek dan melihat pedang itu cukup lama Kurnia masih belum menemukan apa apa yang menarik dari pedang itu.


" Ini tidak mungkin kan? mengapa setelah begitu lama aku melihat dan mengecek pedang ini, semua sama sekali tidak ada hal yang menarik? Zaza apakah ada yang salah dengan pedang ini? atau apakah kamu sudah salah pilih? tapi itu tidak mungkin jika kamu salah pilih, dan bukan begitu Zaza?" (kata Kurnia)


Zaza yang melihat tuan nya sudah menyerah untuk mengecek pedang itu dan mendengar apa yang di katakan oleh Kurnia, akhirnya Zaza menjelaskan kepada tuan nya tentang pedang itu.


" Tentu saja tuan tidak akan bisa mengecek pedang itu dengan cara seperti itu saja." (kata Zaza)


" Lalu bagaimana caranya Zaza? apakah ada cara yang lebih baik untuk mengeceknya?" (kata Kurnia)


" Coba tuan pegang pedang itu dan alirkan energi yang ada di dalam tubuh tuan ke pedang itu." (kata Zaza)


Mendengar apa yang di sarankan oleh Zaza, Kurnia langsung melakukannya seperti yang di katakan oleh Zaza.


Setelah melakukan apa yang di katakan oleh Zaza, kurnia pun berkata.


" ehem... Zaza aku tidak bisa merakan apa pun setelah melakukan apa yang kamu katakan. apakah ada yang salah? atau apakah ada cara lain yang lebih mudah?" (kata Kurnia)


Kurnia berkata sambil menggaruk garuk kepalanya sendiri, karena bingung kenapa dia tidak bisa merasakan apa apa, dan tidak ada perubahan pada pedang itu.


" Baiklah." (kata Kurnia)


Setelah itu Kurnia melakukan lagi hal itu, tapi kali ini Kurnia benar benar fokus.


Beberapa saat setelah Kurnia melakukan itu, ada suara yang keras di keluarkan oleh pedang yang di pegang oleh Kurnia.


" ngung..." (suara pedang itu)


Pedang itu bersuara dan juga sedikit bergerak gerak.


Namun Kurnia tetap diam saja, seperti seakan Kurnia tidak tau apa yang terjadi pada pedang itu.


Setelah sesaat pedang itu mengeluarkan suara, dan setelah itu pedang itu berhenti bergerak dan berhenti bersuara.


Setelah itu Kurnia sadar dan Kurnia sedikit terkejut, dan berkata.


" Wow.. Zaza ini sangat mengagumkan, saat aku menyalurkan energi ku, pedang itu seakan akan merespon energi yang aku salurkan." (kata Kurnia)

__ADS_1


" Yha.. tuan benar, pedang itu merespon energi tuan." (kata Zaza)


" Lalu apa yang harus aku lakukan Zaza?" (kata Kurnia)


" Untuk saat ini tuan tidak bisa melakukan apa apa. lebih baik tuan menyimpannya." (kata Zaza)


Setelah itu Kurnia menyimpan pedang itu ke dalam cincin penyimpanan miliknya.


Sebenarnya sebelumnya Kurnia di berikan oleh ketua Fan Ming sebuah cincin penyimpanan. dan cincin itu bisa langsung di gunakan.


Maka dari itu sekarang Kurnia bisa menyimpan barangnya di cincin penyimpanan, dan tidak akan repot lagi bila membawa barang barang.


Sebelumnya memang Kurnia mendapatkan cincin penyimpanan di gua saat ini bersama saat mendapatkan pil eliksir miliknya yang dia jual tadi di tempat Lelang Kosokai.


Akan tetapi cincin penyimpanan yang Kurnia dapatkan waktu itu, tidak bisa di buka oleh Kurnia. Karena cincin penyimpanan itu memiliki segel, jadi Kurnia harus membuka atau menghancurkan segel yang terdapat pada cincin penyimpanan itu baru Kurnia bisa memiliki cincin penyimpanan itu sepenuhnya dan bisa menggunakan cincin tersebut.


Walaupun sekarang Kurnia belum bisa menghancurkan segel yang ada di cincin penyimpanan itu, Kurnia masih memiliki cincin penyimpanan yang di berikan oleh ketua Fan Ming kepadanya.


walau cincin penyimpanan yang dia dapatkan di gua lebih baik dari pada cincin penyimpanan yang di berikan oleh ketua Fan Ming, namun bagi Kurnia sama saja asalkan bisa untuk menyimpan barang miliknya itu sudah cukup.


Karena Kurnia juga tidak begitu memiliki banyak barang untuk saat ini.


Setelah menyimpan pedang miliknya di dalam cincin penyimpanan, Kurnia bertanya kepada Zaza mengapa dia tidak dapat menggunakan pedang itu untuk saat ini.


" Zaza mengapa kamu berkata seperti Itu? apakah aku tidak cocok untuk menggunakan pedang itu? atau ada masalah lainnya?" (kata Kurnia)


Mendengar tuan nya bertanya, Zaza pun menjawab pertanyaan tuan nya itu.


" Untuk sekarang tuan tidak mungkin bisa menggunakan pedang itu, karena pedang itu seperti cincin penyimpanan yang tuan dapatkan di dalam gua waktu itu. Pedang itu juga terdapat segel, karena itu aura pedang itu tidak bisa di rasakan oleh orang lain." (kata Zaza)


" Lalu bagaimana caranya membuka segel yang ada di pedang itu?" (kata Kurnia)


" Sekarang tuan belum bisa untuk membuka segel itu, tunggu sampai tuan mencapai tingkat Saingars baru hamba tuan bisa membukanya." (kata Zaza)


" Kalau begitu sama dengan cincin penyimpanan milikku juga? harus menunggu tingkat kultivasi ku sampai di tingkat Saingars baru bisa membukanya?" (kata Kurnia)


" Yha tuan benar." (kata Zaza)

__ADS_1


__ADS_2