Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia

Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia
Bab 93


__ADS_3

" Pasti sekarang anda kebingungan bukan kepala keluarga Yun? percuma saja jika kamu berpikir, karena otakmu sudah tidak bisa di gunakan lagi." Kata Kurnia.


Setelah itu tetua Soin Yun menyuruh anak buahnya untuk menangkap Shon Chen. Shon Chen sungguh kaget karena tetua Soin Yun yang dia anggap sebagai bala batuannya malah tidak membantunya malahan menyerangnya.


" Aku kemari bukan karena membantu anda kepala keluarga Chen, tapi sebaliknya. Aku dan anggota keluarga Yun datang kemari karena ingin membantu tuan muda Kurnia dan membunuhmu." Kata tetua Soin Yun lalu mengibaskan tangannya ke depan.


Dengan sigap para anggota keluarga Yun langsung mengepung Shon Chen di sana agar tidak bisa melarikan diri.


Semua anggota keluarga Chen tidak menyangka dengan apa yang terjadi di depan mata mereka sekarang ini.


Padahal mereka tau jelas bahwa keluarga besar Yun sebelumnya pernah bersinggungan dengan keluarga besar Chen mereka.


Lalu pada saat itu kepala keluarga Chen mengirim Landing Chen ayah Kurnia kepada kepala keluarga Yun agar bisa meredakan amarah kepala keluarga Yun dan anggota keluarga Yun yang lainnya.


Jelas sekali bahwa Kurnia tidak memiliki hal baik terhadap keluarga besar Yun dan juga sebaliknya.


Tapi sekarang mengapa anggota keluarga besar Yun malah membantu Kurnia dan tidak berpikir panjang kalau yang mereka hadapi adalah keluarga besar Chen. salah satu keluarga besar di kota Asakanda ini.


Jadi mereka semua bingung dengan apa yang terjadi saat ini.


" Tuan muda Kurnia apakah kita akan langsung membunuh Shon Chen sekarang atau kita tangkap hidup hidup?" Tanya tetua Soin Yun kepada Kurnia.


" Bunuh saja langsung. Karena dia tidak berguna sama sekali. Juga aku sangat benci saat melihat wajahnya, karena wajahnya merusak suasana dan pemandangan di mana pun dia berada." Kata Kurnia.


" Baik tuan muda Kurnia." Kata tetua Soin Yun.


Setelah itu tetua Soin Yun menatap anggota keluarga Yun yang mengepung Shon Chen dan berkata " Lakukan seperti apa yang di katakan oleh tuan muda Kurnia."


" Baik." Kata mereka serempak.

__ADS_1


" Apa yang ingin kalian lakukan!! aku adalah kepala keluarga besar Chen!! Kalian tidak boleh membunuhku!! Kalau kalian membunuhku, semua orang keluarga Chen akan membalas dendam kepada kalian semua!!" Kata Shon Chen dalam suaranya sedikit bergetar karena ketakutan.


Namun pasukan keluarga besar Yun sama sekali tidak peduli dengan apa yang Shon Chen katakan. Mereka bergerak maju untuk membunuh Shon Chen.


Melihat bahwa perkataan dan ancamannya tidak di hiraukan sama sekali. Shon Chen menjadi semakin ketakutan.


Shon Chen pun memohon kepada Kurnia untuk melepaskannya dan tidak membunuhnya.


Shon Chen akan memberikan apa pun yang di inginkan oleh Kurnia kalau Kurnia melepasnya.


" Aku akan mengundurkan diri dari kepala keluarga Chen dan kamu bisa menjadi kepala keluarga besar Chen yang baru. Tapi kamu harus melepaskanku dan membiarkan aku hidup." Kata Shon Chen memohon kepada Kurnia.


Akan tetapi Kurnia sama sekalibtidak peduli dengan menjadi kepala keluarga Chen. Kalau pun dia mau, dia bisa saja dengan mudah menjadi kepala keluarga Chen jika Kurnia mau.


Tapi Kurnia tidak memiliki niat untuk menjadi kepala keluarga Chen. Sekarang niat Kurnia adalah untuk mencari keadilan untuk ayahnya dan dirinya sendiri karena telah di perlakukan dengan buruk juga di siksa saat dulu.


" Aku tidak peduli dengan apa pun yang kamu tawarkan. Kalau pun aku ingin menjadi kepala keluarga Chen, bukankah aku hanya tinggal membunuhmu saja dan setelah itu aku bisa dengan mudah menjadi kepala keluarga Chen yang baru." Kata Kurnia.


Shon Chen masih memohon kepada Kurnia dengan apa pun yang terpikirkan olehnya dan mulutnya yang spontan terus berbicara untuk memohon.


Akan tetapi pasukan keluarga besar Yun sudah mengangkat pedangnya dan menghunuskan pedang tersebut ke arah Shon Chen. Shon Chen hanya bisa pasrah dengan mata terpejam karena pedang itu akan mengenainya dan membuatnya mati.


" Tunggu!!" Teriakan seseorang yang cukup keras yang membuat pedang itu berhenti dan tidak jadi untuk mengakhiri hidup Shon Chen.


Shon Chen membuka matanya pelan pelan untuk melihat suara siapa dan Shon Chen berpikir bahwa orang itu bisa membantu menyelamatkan nyawanya.


Saat Shon Chen membuka matanya pelan pelan, dia terkejut karena pedang yang ingin membuat nyawanya melayang itu hanya tinggal beberapa inci saja sudah bisa nembunuhnya.


Sebab pedang itu sudah dekat sekali dengan lehernya hanya beberapa inci saja.

__ADS_1


Semua orang yang ada di sana menoleh ke arah suara yang tadi menyelamatkan hidup Shon Chen dari kematian yang sudah ada di depan mata.


Semua orang menoleh ke orang tersebut tidak terkecuali, bahkan pasukan keluarga besar Yun yang menghunuskan pedangnya ke arah Shon Chen juga menoleh.


Namun saat dia menoleh, pedangnya secara tidak sengaja ikut bergerak, lalu pedang tersebut malah menggores sedikit leher Shon Chen dan membuat Shon Chen berteriak histeris karena kesakitan dan darah yang keluar dari lehernya.


Semua orang di buat terkejut dengan teriakan Shon Chen yang sangat keras.


Padahal semua orang ingin tau siapa seseorang yang sebelumnya berani menghentikan untuk membunuh Shon Chen.


Shon Chen yang merasakan betapa tajam pedang yang membuat kulit lehernya terluka itu semakin takut dan tubuhnya bergetar sangat kuat juga menggigil karena sara takut yang sangat kuat.


Kembali lagi kepada seseorang tadi, setelah melihat seseorang itu Kurnia pun memanggil seseorang tersebut.


" Ayah!!" Kata Kurnia.


Lalu di ikuti oleh tetua Soin Yun yang menyapa orang tersebut.


" Tuan Landing Chen." Sapa tetua Soin Yun sambil sedikit membungkuk kepada orang tersebut.


Orang itu tidak lain adalah Landing Chen ayah Kurnia. Anggota keluarga Chen melongo saat mendengar Kurnia memanggil orang tersebut dengan Ayah dan tetua Soin Yun yang memanggil orang tersebut dengan Landing Chen.


Hal itu membuat anggota keluarga besar Chen terkejut tanpa bisa berkata apa apa, hanya bisa membuka mulut mereka secara lebar karena terkejut.


Hal sana juga di rasakan oleh Shon Chen yang kini sedang dalam nyawa yang hampir melayang.


" Kenapa ayah menghentikan ini!! orang sepertinya ini pantas mendapatkan balasan!!" Kata Kurnia dengan nada yang sedikit tinggi karena ternyata ayahnya sendirilah yang berteriak tadi.


" Tuan muda Kurnia tenangkan dirimu dulu. Mungkin tuan Landing Chen memiliki rencananya sendiri jadi lebih baik kita dengarkan lebih dulu apa yang akan di katakan oleh tuan Landing Chen." Kata tetua Soin Yun menasihati Kurnia agar tidak gegabah dalam berbicara dan tidak melihat pikiran orang lain.

__ADS_1


__ADS_2