
Laki laki itu bertanya kepada Kurnia.
" Tuan karena anda telah menyelamatkan saya, boleh saya tau siapa nama tuan? agar saat ketika kita sudah berpisah nanti saya bisa mengingat tuan, dan untuk membalas kebaikan tuan yang begitu besar." (kata laki laki itu)
" Sebenarnya kamu tidak perlu membalas kebaikanku yang tidak seberapa ini. Tapi kalau untuk berkenalan aku juga tidak ada masalah, lebih baik memiliki teman dari pada memiliki musuh." (kata Kurnia)
" Bagi tuan ini hanya kebaikan biasa, tapi bagi saya kebaikan tuan ini tidak ada sebandingnya dengan apa pun, oleh karena itu, walaupun tuan tidak mau saya membalas budi kebaikan tuan, saya tetap akan membalas kebaikan ini, walau saya harus pergi mencari tuan kemana pun, saya tetap akan mencari tuan untuk membalas budi kebaikan tuan ini." (kata laki laki itu)
" Yhaa.. baiklah kalau kamu memaksa, suatu saat ketika aku dalam bahaya atau memerlukan bantuan anda, aku akan mencari anda di masa depan." (kata Kurnia)
" itu terdengar lebih baik. hahaha.... " (kata laki laki itu)
Mereka berbicara dengan gembira dan saling bercanda. juga mereka tertawa karena mereka merasa sangat akrab 1 (satu) sama lain, seperti saudara sendiri.
Tapi mereka tidak sadar bahwa topik utama mereka tadi adalah untuk berkenalan, karena sudah akrab mereka terus berbicang bincang tentang kehidupan mereka.
Hanya 1 (satu) yang pasti, mereka tidak mengekspor identitas mereka masing masing.
" Ohh iya bagaimana dengan lukamu sekarang?" (kata Kurnia)
" ini lebih baik saat sudah istirahat dan setelah makan daging panggang tadi, walaupun masih ada luka tapi luka ini tidak begitu parah." (kata laki laki itu)
Kurnia pun mengeluarkan kotak yang dia bawa lalu Kurnia membukanya. Kurnia mengambil sesuatu di dalam kotak itu dan memberikannya kepada laki laki itu.
" ini makanlah." (kata Kurnia)
" Apa ini? apakah ini obat? aku tidak suka meminum obat, lebih baik tiada saja. Karena dari dulu aku selalu membenci obat, jadi tidak pernah meminum obat sama sekali. Tapi terima kasih atas kebaikanmu... .... (titik titik)" (kata laki laki itu)
" Tenang saja ini bukan obat, ini adalah sebuah pil eliksir, jadi ini berbeda dengan obat." (kata Kurnia)
__ADS_1
" Ohh.. ternyata pil eliksir, aku kira tadi obat. Tapi ngomong ngomong kita mau berkenalan tadi, tapi mengapa tidak jadi? apakah kita terlalu terbawa suasana karena berbicara dan tertawa tadi?" (kata laki laki itu)
" Hahaha... aku juga melupakannya. baiklah kita mulai dari awal." (kata Kurnia)
" Yhaa.. aku juga setuju." (kata laki laki itu)
" Baiklah kita mulai dari aku saja. Namaku adalah Kurnia. tidak perlu menyebutkan nama keluarga bukan? karena itu tabu bagi yang baru saja saling kenal. Dan juga itu sebuah privasi seseorang." (kata Kurnia)
" Yha.. kamu benar. Sekarang giliranku. Namaku adalah Yubi. seperti yang kamu bilang Kurnia, tidak perlu menyebut nama keluarga." (kata laki laki itu, alias Yubi)
" Yha.. selamat kenal Yubi." (kata Kurnia)
" Yha.. selamat kenal juga Kurnia)
Setelah mereka saling mengenal dan saling tau nama masing masing mereka terlihat lebih akrab.
" Baiklah." (kata Yubi)
Yubi adalah seseorang yang di selamatkan oleh Kurnia dari kejaran pembunuh bayaran. Yubi memiliki umur yang kurang lebih seperti Kurnia. Dia masih muda tapi tingkat kultivasinya tidak kalah dari Kurnia.Dan tingkat kultivasinya sudah di tingkat Mendingkers menengah juga.
Kurnia dari awal sudah tau bahwa seseorang yang dia tolong ini adalah bukan sembarangan orang, karena Yubi memakai pakaian yang bagus, dari ujung kaki sampai ujung kepala, sudah terlihat jelas bahwa Yubi berasal dari keluarga bangsawan.
Setelah Yubi selesai mengkonsumsi sebuah pil yang di berikan oleh Kurnia, Yubi merasa lukanya lebih mendingan dari pada tadi.
" Wow pil ini cukup lumayan bagus, setelah meminumnya lukaku sudah pulih hampir 80% (delapan puluh) persen. Pil ini sangat bagus sekali. Tapi aku sedikit bingung, dari yang aku lihat, pil ini paling tidak hanya sebuah pil di tingkat menengah. Tapi bagaimana mungkin pil ini bisa menyembuhkan lukaku yang cukup parah, dan bisa menyembuhkan lula sampai sekitar 80% (delapan puluh) persen? apakah aku salah menilai pil ini? apa pil ini sebenarnya lebih dari tingkat tinggi?" (kata Yubi)
Yubi sangat terkejut saat ini setelah merasakan efek dari pil yang di berikan oleh Kurnia. Kurnia yang melihat ekspresi terkejut dari Yubi, Kurnia hanya bisa tertawa karena melihat ekspresi lucu yang ada di wajah Yubi.
" Hahaha..... ekspresimu sangat lucu Yubi, hahaha... bahkan ekspresimu lebih buruk dari pada aku, saat setelah aku mengkonsumsi pil ini dan merasakan efek pil tersebut." (kata Kurnia)
__ADS_1
" Ohh.. jadi kamu juga terkejut saat pertama kali mengkonsumsi pil ini Kurnia?" (kata Yubi)
" Yha tentu saja aku juga sempat terkejut. Tapi aku hanya sedikit terkejut saja, tidak sepertimu saat ini." (kata Kurnia)
Walaupun saat pertama kali Kurnia mengkonsumsinya Kurnia juga terkejut tapi tidak separah seperti terkejut Yubi.
" Tentu saja aku tidak terlalu terkejut, karena ada Zaza yang sudah memberitahuku. kalau tidak mungkin aku juga akan terkejut sepertimu saat ini, bahkan mungkin lebih parah lagi dari ekspresimu terkejut ini." (batin Kurnia dalam hati)
Zaza pun ikut meriahkan suasana itu dan memberitahu Kurnia.
" Tuan, mungkin Yubi sangat terkejut karena dia biasanya mengkonsumsi pil eliksir yang berbeda, tuan juga tau kalau Yubi bukan lah orang biasa, kemungkinan Yubi adalah tuan muda dari keluarga bangsawan bahkan mungkin seorang pangeran. karena identitas Yubi yang tidak sederhana, jadi yang hamba tau seharusnya Yubi sering mengkonsumsi pil eliksir, tapi pil yang Yubi konsumsi biasanya paling tidak pil tingkat tinggi dan di atasnya. Karena Yubi baru pertama kali mengkonsumsi pil tingkat menegah jadi dia berfikir kalau pil tingkat menegah paling paling tidak akan terlalu berguna efek khasiat nya. Tapi Yubi tidak menyangka kalau pil ini sangat bagus efek khasiatnya." (kata Zaza)
Setelah itu Kurnia menjelaskan tentang pil itu dan juga bagaimana bisa pil itu memiliki efek khasiat yang luar biasa.
" Aku akan menjelaskan tentang pil yang kamu minum itu Yubi. Pil itu bernama pil Marrie, dan tebakannu juga tidak salah. Pil Marrie itu adalah pil yang hanya di tingkat menengah, tapi jangan salah, pil Marrie adalah pil yang di buat Khusus, hanya seseorang yang di tingkat Mendingkers tingkat tinggi ke bawahlah yang cocok dengan pil Marrie ini. Karena pil di tingkat menengah tapi efek khasiatnya yang sangat bagus jadi pasti juga ada kelemahannya." (kata Kurnia)
" Berarti tebakanku benar kalau pil Marrie ini pil tingkat menengah. kalau begitu apa kelemahan pil Marrie ini Kurnia?" (kata Yubi)
" Kelemahan pil Marrie ini adalah hanya sekali mengkonsumsinya, kalau mengkonsumsinya lebih dari 1 (satu) kali, maka khasiat pil Marrie ini akan berkurang drastis. Tapi pil Marrie ini ketika seseorang memenuhi kedua syarat, yaitu tingkat kultivasi seseorang harus di bawah tingkat Mendingkers tingkat tinggi dan belum pernah mengkonsumsi pil Marrie ini. Maka efek khasiatnya akan sangat bagus, jadi pil Marrie ini termasuk sangat langka karena hanya segelintir orang yang bisa membuat pil Marrie ini." (kata Kurnia)
" Oh.. ternyata begitu. jadi pil itu juga sudah tidak berguna kalau sudah pernah mengkonsumsinya. Bukankah kamu sudah pernah mengkonsumsi pil Marrie ini Kurnia? tapi mengapa kamu masih memiliki pil Marrie ini, dan aku lihat tadi pil Marrie ini ada banyak di dalam kotak yang kamu bawa tadi." (kata Yubi)
" Yha bisa di bilang seperti itu, pil Marrie yang tersisa ini aku hanya akan menjualnya di kota Asakanda saat aku tiba di sana." (kata Kurnia)
" Baiklah aku mengerti." (kata Yubi)
Setelah mereka selesai berbicara mengenai pil Marrie itu, Kurnia melirik ke arah pembunuh bayaran yang mereka ikat. Kurnia tau bahwa pembunuh bayaran yang mereka ikat itu telah sadar, karena Kurnia di beritahu oleh Zaza.
Saat Kurnia melirik ke arah pembunuh bayaran itu, ternyata pembunuh bayaran itu masih berpura pura pingsan.
__ADS_1