Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia

Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia
Bab 95


__ADS_3

Ternyata laki laki tersebut tidak lain adalah Ye Chen anak dari Shon Chen. Kurnia ingin membunuh Ye Chen untuk membalaskan dendamnya atas apa yang terjadi pada dirinya karena perbuatan dari Ye Chen.


Mendengar apa yang baru saja di kata oleh Kurnia.Ternyata laki laki tersebut tidak lain adalah Ye Chen anak dari Shon Chen. Kurnia ingin membunuh Ye Chen untuk membalaskan dendamnya atas apa yang terjadi pada dirinya karena perbuatan dari Ye Chen.


Mendengar apa yang baru saja di kata oleh Kurnia. Ye Chen tiba tiba membuka kedua matanya dengan cepat sebelum Kurnia menghunuskan pisau yang di bawa ke leher Ye Chen.


" Tu.. tunggu Kurnia..." Kata Ye Chen dengan cepat saat pisau Kurnia sedikit lagi mengenai lehernya.


Kurnia pun menghentikan pisaunya saat Ye Chen membuka matanya dan berbicara. Kurnia terkejut saat Ye Chen tiba tiba terbangun.


Karena terkejut Kurnia melangkahkan satu kakinya mundur dan Kurnia menarik tangannya yang sedang memegang pisau. Akan tetapi saat Kurnia menarik tangannya yang sedang memegang pisau, pisau itu malah mengenai tangan Ye Chen dan langsung tangan Ye Chen mengeluarkan darah.


" Maaf Ye Chen aku. Aku terkejut jadi pisaunya malah mengenai tanganmu." Kata Kurnia.


Tentu saja Ye Chen tau bahwa Kurnia memang sengaja melakukan hal tersebut. Tapi Ye Chen tidak bisa berbuat apa apa lagi, dia hanya bisa memegang tangannya yang terluka oleh pisau Kurnia tadi.


Ye Chen hanya bisa menggertak giginya untuk menahan amarah dan menganggukkan kepalanya sambil berkata.


" Tidak apa apa Kurnia, itu salahku karena mengejutkanmu tadi." Kata Ye Chen.


Ye Chen tidak tau lagi harus berkata apa lagi, dan juga dia khawatir bahwa Kurnia akan melakukan hal yang lebih buruk lagi kepadanya jika dia tidak bicara lembut dan mengalah dari Kurnia.


Pasrah.. itulah yang di lakukan oleh Ye Chen dengan keadaan yang dia alami saat ini. Ye Chen tidak bisa melawan Kurnia apa lagi di saat tubuh sedang terluka parah dan untuk berdiri saja Ye Chen kesusahan.


Jadi tidak mungkin bahwa Ye Chen bisa melawan Kurnia juga dia tidak mungkin bisa kabur dari sana dengan keadaan tubuh yang sedang terluka.


" Aku harus tenang dan berpikir bagaimana caranya agar orang lain tau bahwa Kurnia ada di sini. Dan ayahku bisa menyelamatkanku kalau dia datang kemari." Batin Ye Chen.


Ye Chen berharap bahwa ayahnya akan datang dan menolongnya. Namun Ye Chen tidak tau bahwa ayahnya saat ini sudah ada di alam lain sana alias sudah mati.

__ADS_1


Kurnia di sisi lain tersenyum lebar saat melihat ekspresi khawatir, ketakutan dan rasa kesakitan yang ada di wajah Ye Chen dan itu terlukis jelas di sana.


" Kamu tenang saja saudara Ye Chen. aku sedikit mengetahui cara pengobatan. Jadi aku bisa membantumu untuk menghentikan darah yang mengalir di tanganmu itu." Kata Kurnia.


Dengan cepat Ye Chen menolak bantuan yang di lakukan oleh Kurnia. Jelas sekali bahwa Kurnia ingin menyiksanya dan Ye Chen tau sangat sangat jelas hal tersebut.


Walau pun tau bahwa Kurnia ingin menyiksa dirinya, Ye Chen hanya bisa tersenyum dan berkata lembut untuk menolak bantuan Kurnia.


" Ti.. tidak perlu saudaraku. Aku baik baik saja." Kata Ye Chen sedikit gugup.


" Ohh.. jadi kamu tidak percaya dengan keahlian yang aku miliki yha. Juga kamu menolak kebaikan yang aku tawarkan? apakah kamu menganggapku sebagai musuh sekarang?" Kata Kurnia sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


Ye Chen panik dan tau bahwa ini trik dari Kurnia, tapi dia takut jika Kurnia melakukan hal lain untuk menyiksanya lagi.


" Bu.. bukan seperti itu saudaraku.." Kata Ye Chen.


" Kalau kamu menganggapku sebagai musuh, baiklah kita akan menjadi musuh sekarang juga." Kata Kurnia sambil mengangkat pisau ke atas dengan tangannya yang dari tadi memegang pisau.


Sekarang Ye Chen sangat ketakutan dan panik saat Kurnia berkata seperti itu dan mengangkat pisau ke atas dan itu tepat di depan Ye Chen.


Dengan Spontan Ye Chen berkata kepada Kurnia untuk meredakan emosi Kurnia walau pun emosi Kurnia hanya di buat buat oleh Kurnia sendiri saja.


" Tidak tidak.. saudara Kurnia tolong bantu aku." Kata Ye Chen dengan cepat dan panik.


Lantas setelah Ye Chen berkata seperti itu, Kurnia langsung menurunkan pisaunya dan menoleh ke arah Ye Chen.


" Apa? kamu ingin aku membantumu untuk menghentikan darah yang ada di tanganmu?" Tanya Kurnia dengan senyum.


" Yha.. yha.. itu benar." Kata Ye Chen.

__ADS_1


Ye Chen sudah tidak memiliki pilihan lain lagi selain itu. Jadi Ye Chen sudah menyiapkan diri kalau Kurnia menyiksanya lagi setelah ini.


" Haha.. akhirnya kamu tau betapa hebatnya aku dalam hal pengobatan saudara Ye Chen. Bahkan kamu sampai memohon mohon padaku seperti ini. Aku jadi tidak enak lho." Kata Kurnia sedikit sombong.


Hal yang jelas bahwa Ye Chen terpaksa untuk berkata bahwa memerlukan bantuan Kurnia.


Juga jelas sekali bahwa Ye Chen tidak memohon mohon Kepada Kurnia agar Kurnia mau membantunya menghentikan darah yang mengalir di tangannya itu.


Karena hal tersebut jelas tidak dia lalukan, Ye Chen hanya bengong saja dan merasa jijik kepada Kurnia karena mengatakan hal yang jelas tidak dia lakukan.


Namun kemudian Kurnia melirik tajam ke arah Ye Chen sambil sedikit mengangkat pisaunya dan sesikit berbatuk.


" Uhuk.. uhuk... uhuk...." Demdam Kurnia pura pura batuk.


Ye Chen tau bahwa itu adalah sebuah kode ancaman yang di lakukan oleh Kurnia. Dengan cepat Ye Chen melakukan apa yang di katakan oleh Kurnia tadi yang sebelumnya tidak dia lakukan.


" Yha.. yha.. aku memohon mohon kepadamu saudara Kurnia agar kamu membantuku untuk menghentikan darah ini." Kata Ye Chen dengan terpaksa.


" Haha.. kamu tenang saja saudara Ye Chen, aku akan mengobatimu dengan sungguh sungguh, sebab kamu sudah memohon mohon kepadaku sangat banyak. jadi aku tidak tega melihatmu seperti ini." Kata Kurnia dengan bangga.


" Dasar orang gila!! aku hanya memohon mohon kepadamu karena kamu mengancamku!! dan juga aku hanya satu kali saja melakukannya. tapi kamu malah bilang sudah banyak sekali!! dasar orang gila!!! tidak punya otak!!" Batin Ye Chen mengutuk Kurnia.


Kurnia saat ini sangat puas dan senang karena bisa berbuat apa pun kepada Ye Chen dan bisa menyiksanya. Juga Ye Chen tidak akan menolaknya jika dia menyuruhnya untuk memakan kotoran sekali pun.


Kurnia sangat puas dan senang. Lalu Kurnia segera membantu Ye Chen untuk menghentikan darah yang mengalir di tangan Ye Chen.


Walau pun Kurnia hanya berpura pura saja mengobati Ye Chen tapi Ye Chen tetap mengangguk mengangguk saja dan menuruti apa yang di katakan oleh Kurnia.


Karena Ye Chen sudah pasrah dan segera ingin mati saja dari pada di siksa seperti ini oleh Kurnia.

__ADS_1


__ADS_2