
" Namun yang aku tau adalah seseorang itu sangatlah hebat tuan muda Kurnia, sebab saat dia ada di sampingnya. Saya merasa ada tekanan yang cukup kuat di tubuh saya. Dan itu bukan tekanan yang seseorang itu keluarkan, tapi itu tekanan alami yang ada di sekitar tubuhnya saja. Tuan muda Kurnia bisa bayangkan betapa kuatnya seseorang itu." (kata ketua Fan Ming)
Ketua Fan Ming menceritakan betapa kuatnya seseorang itu, yang telah membawa pergi Gamon Dinge.
Kurnia pun juga terkejut dengan penjelasan dari ketua Fan Ming. Walau pun Kurnia tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh ketua Fan Ming, tapi hal itu memang bisa terjadi jika seseorang adalah orang yang sangatlah hebat.
Lalu Kurnia pun bertanya lagi kepada ketua Fan Ming.
" Ketua Fan Ming sebelumnya saya minta maaf kalau pertanyaan saya sangat lancang." (kata Kurnia)
" Tidak apa apa tuan muda Kurnia, silakan tuan muda Kurnia lanjut bertanya." (kata ketua Fan Ming)
" Jika seseorang itu sangat hebat, apakah leluhur tempat Lelang Kosokai sebanding dengan seseorang itu? Maaf sekali ketua Fan Ming, saya benar benar tidak ada maksud lain." (kata Kurnia)
" Tuan muda Kurnia santai saja. Kalau untuk hal itu saya juga kurang tau. aku rasa karena kepribadian leluhur tempat Lelang Kosokai dan orang itu sangatlah berbeda jadi sulit untuk di lihat." (kata ketua Fan Ming)
" Apakah ketua Fan Ming tau di mana tingkat kultivasi orang itu?" (kata Kurnia)
" Kalau untuk tingkat kultivasi orang itu, aku tidak bisa melihatnya. Aku yakin orang itu seperti Gamon Dinge, dia memakai suatu jurus yang bisa menyembunyikan tingkat kultivasi miliknya." (kata ketua Fan Ming)
" Jadi seperti itu. dan aku kira Gamon Dinge sebenarnya bukanlah orang dari kota yang sama dengan kita ketua Fan. Jadi yang aku sedikit pahami adalah Gamon Dinge bukan orang kota Asakanda dan bukan juga orang sekitar kota Asakanda kita ini. Kemungkinan Gamon Dinge kemari dengan tujuan yang sangat jelas, dan juga kemungkinan Gamon Dinge kemari karena di minta oleh seorang yang membawanya pergi itu." (kata Kurnia)
Kurnia berkata sambil tangannya seperti menyentuh janggut walaupun dia tidak punya janggut. Ketua Fan Ming mendengarkan apa yang di katakan oleh Kurnia dengan serius sambil menganggukan kepalanya bahwa dia paham apa yang di katakan oleh Kurnia.
" Yha. tuan muda Kurnia anda benar sekali, pasti Gamon Dinge kemari dengan membawa tujuan yang sudah pasti dan juga ada hubungan yang jelas terhadap seseorang itu." (kata Ketua Fan Ming)
__ADS_1
Setelah berdiskusi cukup lama. Lalu Ketua Fan Ming mau mengundurkan diri dari tempat istirahat Kurnia, namun hal itu tidak terjadi, karena Kurnia menghentikan ketua Fan Ming.
Kurnia menghentikan ketua Fan Ming untuk menanyakan kelanjutan acara pertandingan Asakanda yang telah Kurnia menangkan.
" Maaf ketua Fan Ming, Saya mau bertanya. Lalu bagaimana dengan hadiah yang saya terima karena menjadi pemenang pertandingan Asakanda ini? Maksud saya adalah bagaimana saya agar bisa pergi ke Sekte Langit Merah dan menjadi murid resmi sekte itu?" (kata Kurnia)
" Oh.. kalau untuk itu sebenarnya aku juga tidak tau. utusan Sekte Langit Merah tidak memberikan token Sekte Langit Merah atau apa pun itu." (kata ketua Fan Ming)
" Lalu di mana utusan Sekte Langit Merah itu ketua Fan?" (kata Kurnia)
Kurnia bertanya dengan heran, kenapa utusan Sekte Langit Merah malah tidak memberikan token yang biasanya di berikan kepada pemenang acara pertandingan Asakanda tahun tahun sebelumnya?
Itulah yang membuat Kurnia heran dan tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Lalu ketua Fan Ming menjawab pertanyaan Kurnia dengan wajah yang berubah, dan terlihat pucat.
Ketua Fan Ming merasa bersalah karena tidak bisa menghadang utusan Sekte Langit Merah untuk tinggal lebih lama dan menunggu Kurnia untuk terbangun.
Namun ketua Fan Ming tidak bisa melakukannya dengan baik, jadi utusan Sekte Langit Merah sudah pergi terlebih dahulu.
Ketua Fan Ming terus menerus meminta maaf kepada Kurnia. Walau pun Kurnia marah sekarang karena usaha yang dia lakukan sia sia. Namun Kurnia tau bahwa semua ini bukan salah ketua Fan Ming.
Jadi Kurnia hanya menganggukan kepalanya kepada ketua Fan Ming sebagai tanggapan bahwa dia telah memaafkan ketua Fan Ming.
Hal itu membuat Ketua Fan Ming lega, namun walau dia sudah lega bahwa Kurnia tidak menganggapnya bersalah dan tidak menyalahkan dirinya. Tapi ketua Fan Ming merasakan apa yang di rasakan oleh Kurnia saat ini.
Untuk itu ketua Fan Ming mengundurkan diri dari hadapan Kurnia, ketua Fan Ming tau bahwa Kurnia memerlukan waktu sendirian untuk menghadapi masalah ini dan perlu ketenangan agar pikiran Kurnia bisa tenang ketika ingin melakukan hal yang bersangkutan dengan masalah tersebut.
__ADS_1
Ketua Fan Ming berjalan ke arah pintu keluar. Ketua Fan Ming sedikit mempercepat langkahnya, saat sudah di depan pintu keluar, ketua Fan Ming dengan cepat menarik pintu keluar tersebut.
Ketua Fan Ming melakukan hal itu karena Ketua Fan Ming tau semakin cepat dia meninggalkan Kurnia untuk menenangkan pikirannya itu semakin baik.
" Bruk..." (suara yang tiba tiba terdengar cukup keras.
Ternyata suara itu dari kepala ketua Fan Ming yang bertabrakan dengan pintu keluar itu.
Ketua Fan Ming terhuyung huyung dan sedikit demi sedikit melangkah mundur dan mundur.
" Aduh.." (kata ketua Fan Ming)
Ketua Fan Ming merintih kesakitan di kepalanya, dan tangannya memegang kepalanya yang tertabrak oleh pintu tadi.
Setelah tangannya memegang bagian kepala yang terbentur tadi. Ketua Fan Ming menarik tangannya lagi dan melihat tangannya.
Apakah ada darah yang keluar dari tangannya atau tidak. karena benturan yang terjadi tadi cukup keras.
ketika sudah melihat tangannya tidak ada darah, rasa lega di hati ketua Fan Ming pun datang. Lalu setelah itu ketua Fan Ming sedikit marah dan mengutuk seseorang yang ada di balik pintu itu.
Apakah ada darah yang keluar dari tangannya atau tidak. karena benturan yang terjadi tadi cukup keras.
ketika sudah melihat tangannya tidak ada darah, rasa lega di hati ketua Fan Ming pun datang. Lalu setelah itu ketua Fan Ming sedikit marah dan mengutuk seseorang yang ada di balik pintu itu.
" Sial!!! Siapa yang ada di balik pintu ini!! apakah kamu tidak bisa kalau memasuki ruangan istirahat seseorang harus mengetuk pintu terlebih dahulu. baru membuka pintunya kalau sudah di persilakan oleh tuan rumah. Dasar tidak berguna!! apakah orang tua mu tidak mengajarkan hal itu!!" (kata Ketua Fan Ming)
__ADS_1