
" Yha.. kita telah meremehkan bocah itu. Akan tetapi orang tadi lebih meremehkan bocah itu dari pada kita. Maka dari itu dia tidak waspada dan akhirnya bocah itu bisa menyerangnya dengan muda." (kata tetua keluarga Yun) Tetua keluarga Yun berkata seperti itu karena dia melihat bahwa sebagian dari anggota keluarga mereka ada yang ketakutan dan bahkan ada yang tidak bisa bergerak karena rasa ketakutan itu.
Karena hal itulah yang membuat tetua keluarga Yun berkata seperti sekarang ini. Agar anggota keluarga Yun yang tadi ketakutan bisa menghilangkan ketakutan tersebut.
Setelah tetua keluarga Yun yang tadi selesai berbicara. Semua anggota keluarga besar Yun dan tetua lainnya setuju dengan apa yang tetua keluarga Yun tadi bicarakan.
Lalu setelah itu, tetua tadi menyuruh salah satu tetua anggota keluarga Yun yang lainnya maju dan juga menyuruh salah satu anggota senior keluarga Yun.
" Aku sudah di beritahu oleh kepala keluarga. siapa pun yang bisa mengalahkan orang ini yang telah membuat onar di kediaman keluarga besar Yun kita dan membawa ke hadapan kepala keluarga, akan di berikan hadiah yang sangatlah besar dan juga akan di naikkan jabatannya di keluarga besar Yun kita ini." (kata tetua keluarga Yun tadi)
Hal itu di katakan oleh tetua tadi agar anggota keluarga Yun dan para tetua lainnya semangat dan tidak takut dengan Kurnia.
Karena tetua itu tau bahwa orang yang ada di depannya saat ini pasti sangatlah hebat walaupun pun terlihat masih muda.
Dan juga karena ingin mengetahui seberapa hebat dan jurus jurus yang di miliki oleh orang yang ada di depannya saat ini. Tetua keluarga Yun tersebut mengatakan hal seperti itu.
Mengapa tetua dan anggota keluarga besar Yun tidak ada yang mengenali bahwa yang ada di depan mereka semua adalah orang yang telah memenangkan acara pertandingan Asakanda tahun ini,yaitu Kurnia?
Sebab dari saat Kurnia mau datang ke kediaman keluarga besar Yun, Kurnia sudah membeli jubah dan topeng untuk menutupi wajahnya dan memakai jubah da topeng tersebut, sebelum datang ke kediaman keluarga besar Yun. Karena itulah tidak ada orang yang mengenali Kurnia saat ini.
Sebelum tetua dan anggota senior keluarga Yun yang di perintahkan untuk menyerang Kurnia tadi, Kurnia berkata kepada mereka berdua dan anggota keluarga Yun juga para tetua keluarga Yun yang lainnya yang ada di sana.
" Sebenarnya aku tidak ingin melakukan hal ini. Aku tau bahwa tidak semua dari kalian ada sangkut pautnya dengan hal yang ingin aku lakukan. Maka dari itu aku mengingatkan kalian yang ada di sini untuk tidak menghalangiku untuk bertemu dengan kepala keluarga Yun kalian. Jika kalian semua masih mengahalaiku. Maka aku tidak akan sungkan untuk membunuh kalian semua." (kata Kurnia)
__ADS_1
Kurnia berkata dengan cukup keras dan lantang, seperti seorang pemimpin. Hal itu membuat anggota dan tetua keluarga besar Yun seperti ingin melakukan hal yang di inginkan oleh Kurnia.
Mereka ingin memberikan jalan untuk Kurnia bertemu dengan kepala keluarga Yun dan tidak akan menghalangi Kurnia lagi. Namun beberapa saat kemudian ada suara orang berbicara menyusul perkataan Kurnia tadi.
" Haha.. apakah menurutmu kami akan membiarkanmu pergi begitu saja setelah kamu menghajar dan membunuh saudara keluarga Yun kita? apakah menurutmu kami adalah orang bodoh!! Mengapa kamu tidak sekalian mengatakan agar kami bersujud padamu dan memohon agar kamu melepaskan kami!!" (kata suara tersebut)
Ternyata suara tersebut keluar dari mulut tetua keluarga Yun yang tadi memerintahkan untuk menghajar Kurnia.
Agar bisa mengingat nama tetua tadi. Nama tetua tersebut adalah Soin Yun.
Tetua Soin Yun berkata seperti itu untuk memanas manasi anggota keluarga Yun yang lainnya dan tetua keluarga Yun juga. Tetua Soin Yun terus menambahkan kayu bakar di atas api yang membara.
" Baiklah. itu terserah kepada kalian semua. Tapi ingat, aku sudah memberikan kalian kesempatan dan mengingatkan kalian semua untuk tidak menghalangiku. Karena tujuan utama ku adalah bertemu dengan kepala keluarga Yun kalian." (kata Kurnia) Kurnia berkata sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
" Telapak Halilintar." (kata tetua keluarga Yun)
" Pukulan Lair." (kata anggota senior keluarga Yun)
Mereka berdua menyerang bersamaan karena sebelumnya sudah di beritahu tetua Soin Yun untuk menyerang dengan sekuat tenaga dan bersama sama.
" Tinju Iblis Penghancur." (kata Kurnia)
Terdengarlah suara ledakan keras saat serangan mereka bertiga bertemu. Debu debu pun berterbangan kemana mana menutupi ketiga orang tersebut.
__ADS_1
Lalu tiba tiba ada seseorang yang terlihat terpental keluar dari debu yang tadi menutupi ketiga orang tersebut. Saat orang itu terpental keluar, dan terbang cukup jauh.
Setelah itu orang tersebut nemuntahkan darah dari mulutnya dan darah mengalir keluar dari hidungnya. Orang itu tidak lain adalah anggota senior keluarga Yun.
Setelah memegang tubuhnya yang terluka, anggota senior keluarga tersebut tiba tiba terjatuh ke tanah dan matanya tertutup.
Di sisi lain, debu debu yang menutupi Kurnia dan tetua keluarga Yun sudah sedikit hilang, di sana terlihat samar samar, hanya ada 1 (satu) orang saja yang berdiri. Lalu satu orang lagi sudah tergeletak jatuh di bahwa.
Semua orang keluarga besar Yun menantikan siapa orang yang masih berdiri di sana dan siapa yang tergeletak ddi bawah sana.
" Haha.. itu sangat jelas bahwa bocah bodoh itulah yang tergeletak di sana, karena tidak mungkin dia bisa mengalahkan tetua keluarga besar Yun. Aku hanya berharap bahwa bocah bodoh itu masih hidup dan belum mati. Karena aku ingin menyiksanya terlebih dahulu, agar dia tau bagaimana rasa kesakitan yang sesungguhnya." (kata tetua Soin Yun) Semua orang juga tau bahwa seseorang yang berdiri di sana pasti adalah tetua keluarga Yun mereka. Semua anggota keluarga Yun dan tetua lainnya sedikit kecewa bahwa hadiah yang di berikan kepala keluarga mereka, bukan merekalah yang menerimanya.
Namun di dalam debu yang samar samar itu ada orang yang berbicara.
" Tuan.. tolong ampuni aku. Aku hanya melakukan perintah yang di berikan kepada ku saja. Aku benar benar tidak ingin melakukan hal ini tuan." (kata seseorang yang ada di dalam debu debu tersebut)
Akan tetapi yang orang itu terima adalah sebuah injakan kaki yang tepat di tangannya, yang membuat tangannya patah seketika.
Semua anggota keluarga Yun melihat kejadian itu saat salah satu orang yang ada di sana mengangkat kakinya dan menginjak tangan orang yang tergeletak di bawah dengan cukup keras.
Akan tapi walau semua orang bisa melihat itu dengan samar samar, namun tidak bisa mendengarkan pembicaraan kedua orang yang ada di dalam debu debu tersebut.
Suara patahnya tulang tangan itu sangat keras dan itu bisa terdengar oleh semua anggota keluarga besar Yun dan para tetua keluarga Yun yang lainnya dan termasuk tetua Soin Yun.
__ADS_1
Setelah suara patahnya tangan itu terdengar, lalu di susul oleh teriakan dari orang yang tangannya patah tersebut.