Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia

Kebangkitan Pecundang Keturunan Sang Penguasa Dunia
Bab 76


__ADS_3

" Ohh.. aku juga tidak berpikir seperti itu. Aku malah berpikir kamu akan senang dan tertawa, karena aku lah yang datang kemari langsung untuk bertemu denganmu. Jadi kamu pasti berpikir bahwa kamu sekarang tidak perlu repot repot untuk mencariku dan menyuruh pembunuh bayaran untuk membunuhku bukan?" (kata Kurnia)


Shuji Yun pun tertawa lagi tapi kali ini suara tawanya lebih keras dari sebelumnya sebelum berkata.


" Hahah... Kamu memang pintar juga cukup jenius. Tapi sayang biasanya orang yang pintar dan jenius umur dan hidupnya tidak akan lama. Haha.." (kata Shuji Yun)


" Apakah seperti itu? menurutku kamulah yang sudah tua yang tidak memiliki umur panjang, aku yakin hari kematianmu sebentar lagi." (kata Kurnia)


Mendengar perkataan Kurnia membuat Shuji Yun meledak dan marah. Namun saat Shuji Yun ingin marah dia di hadang oleh anaknya yaitu Sedir Yun.


" Ayah jangan terpancing oleh perkataan bocah berengsek itu. Aku yakin dia hanya ingin ayah marah dan saat ayah marah. Kelemahan ayah akan terlihat oleh b*stars itu. Jadi ayah tenanglah dan jangan terpancing emosi." (kata Sedir Yun)


" Apakah kalian berdua takut kepadaku? bahkan saat ayahnya ingin marah kepada orang lain, anaknya malah menghadang dan menasihati ayahnya. Ini benar benar pemandangan yang bagus dan jarang sekali aku bisa melihat hal seperti ini terhadap kalian berdua, anak dan ayah yang sama sama bodoh Haha..." (kata Kurnia)


Kurnia kali ini menambahkan tawanya saat selesai berbicara, Kurnia tertawa terbahak bahak. Anggota keluarga Yun dan para tetua keluarga Yun yang mendengar apa yang di katakan oleh Kurnia juga tertawa.


walaupun mereka menutupi suara tawaan dengan tangan dan menutup mulut dengan rapat. Tapi tetap saja sulit agar suara mereka tidak terdengar.


Melihat Kurnia tertawa terbahak bahak dan di ikuti oleh suara tawaan kecil dari anggota keluarga Yun dan para tetua keluarga Yun yang menutupi mulut mereka. Membuat Shuji Yun semakin panas dan meledak ledak emosinya.


Walaupun Shuji Yun sudah menahan agar dia tidak marah dan terpancing oleh Kurnia, namun Shuji Yun tidak bisa lagi menahan emosinya sekarang ini. Shuji Yun benar benar ingin menghajar Kurnia sampai tidak bisa bergerak dan menyiksa Kurnia sedikit demi sedikit untuk melampiaskan amarahnya saat ini.

__ADS_1


Lalu Shuji Yun ingin menyerang Kurnia, karena sudah tidak bisa menahan emosi yang ada di hatinya saat ini, ketika dia berjalan maju ke arah Kurnia dan melawan Kurnia.


Tiba tiba ada seseorang dari belakangnya yang lewat dan menyalipnya begitu saja. Saat melihat orang yang menyalipnya tadi, ternyata orang itu adalah anaknya sendiri yaitu Sedir Yun.


Ternyata emosi Sedir Yun lebih mudah terpancing dari pada Shuji Yun. Padahal yang tadi menasihati Shuji Yun agar tidak terpancing emosinya adalah Sedir Yun sendiri.


Namun saat dia merasakan bahwa Kurnia menghina dan mengejeknya, emosinya langsung memuncak dan tidak terkendali. Karena sebelumnya tidak ada orang yang berani menghinanya seperti ini.


Maka dari itu emosi Sedir Yun langsung memuncak dan menembus langit dan Sedir Yun tidak bisa berdiam diri saja. Saat melihat ayahnya berjalan maju dan ingin menyerang Kurnia. Sedir Yun semakin tidak tahan lagi, lalu dia menyalip ayahnya dengan berlari dan menyerang Kurnia terlebih dahulu.


Sedir Yun tidak takut dengan Kurnia, karena di belakangnya ada ayahnya yang akan membantu dirinya jika dia ada dalam kesulitan, selain ayahnya juga ada anggota keluarga besar Yun dan para tetua keluarga Yun yang sudah berkumpul di sana.


Dan Sedir Yun yakin mereka semua pasti akan mematuhi perintahnya saat dia menyuruh mereka untuk menghabisi Kurnia. Sebab itulah Sedir Yun berani melawan Kurnia tanpa rasa takut. Dan Sedir Yun sangatlah percaya diri bisa mengalahkan Kurnia dengan tangannya sendiri.


" Langkah Shadow " (kata Kurnia)


Lalu Kurnia dengan cepat dan tiba tiba berada di depan Sedir Yun. Sedir Yun Yun yang terkejut dengan kecepatan Kurnia pun hanya bisa berdiri diam tanpa bergerak sedikit pun.


Dan hanya bisa merasakan perutnya terkena pukulan dan Sedir Yun memuntahkan darah keluar dari mulutnya. Karena saat Kurnia tiba tiba berada di depannya, Kurnia langsung meluncurkan serangan ke arah perutnya dan serang Kurnia sangatlah cepat juga kuat.


Maka dari itu Sedir Yun hanya bisa terjatuh dan berlutut di hadapan Kurnia saat terkena serangan yang di luncurkan oleh Kurnia.

__ADS_1


Lalu Kurnia menendang wajah Sedir Yun dengan tendangan yang sangatlah keras sampai sampai Sedir Yun yang terkena tendangan tersebut langsung terbang dan tubuhnya terpental sangat jauh.


Saat Sedir Yun terpental terbang, Shuji Yun dengan sigap langsung menangkap Sedir Yun dan menahan agar Sedir Yun tidak terpental jauh lagi dan juga agar tidak jatuh ke tanah.


Shuji Yun sungguh marah setelah melihat wajah anaknya penuh dengan darah yang mengalir cukup deras. Wajah Sedir Yun terluka dan sobek sangat dalam saat ini.


Darah yang mengalir dari wajah Sedir Yun tidak berhenti berhenti, walau pun Shuji Yun sudah memberikan obat untuk luka di wajah Sedir Yun.


Shuji Yun tidak tau apa yang harus dia lakukan, pikiran Shuji Yun saat ini hanya di penuhi dengan kemarahan yang membara. Jelas bahwa Shuji Yun ingin membunuh Kurnia saat ini juga karena anaknya yang terluka tidak bergerak sama sekali walau dia sudah menggerakkan tubuh Sedir Yun dan membangunkan dengan menyebut nama anaknya itu.


Lalu Shuji Yun menyuruh anggota keluarga Yun dan tetua keluarga Yun yang ada di sana untuk menyerang Kurnia. Namun hal yang terjadi malah membuat dirinya semakin marah.


Sebab anggota keluarga Yun dan para tetua keluarga Yun nya hanya berdiri diam saja tanpa bergerak sama sekali. Di sisi lain para anggota dan tetua keluarga Yun mengaliahkan pandangan mereka saat Shuji Yun menyuruh mereka untuk menyerang Kurnia.


" Apa yang kalian semua lakukan!! Aku bilang cepat serang dan bunuh si berengsek Kurnia itu!! " kata Shuji Yun dengan amarah yang membara bara. Juga sambil menunjuk dan Kurnia dan mengutuk Kurnia.


Akan tetapi semua anggota dan tetua keluarga Yun tetap diam saja dan masih mengalihkan pandangan mereka saja.


Shuji Yun di penuhi amarah yang sangat luar biasa dan tidak bisa menahan amarahnya lagi. Shuji Yun lalu mengutuk dan memarahi anggota dan tetua keluarga Yun nya itu.


" Dasar para manusia tidak tau diri!! Aku akan membunuh kalian semua sekarang juga dan menyiksa kalian agar kalian tau siapa yang berkuasa di keluarga Yun ini!!" Kata Shuji Yun dengan marah dan meletakan tubuh Sedir Yun yang tadi masih dia pegang.

__ADS_1


Namun saat Shuji Yun baru saja meletakkan tubuh Sedir Yun, Kurnia berkata padanya dengan acuh tak acuh.


" Ohh.. Bab aku kira kamu tidak akan mungkin bisa untuk membunuh anggota keluarga Yun mu ini. Ini Karena kamu akan segera mati di sini sebelum kamu bisa menyentuh mereka walau sehelai rambut." Kata Kurnia sambil memasukan telunjuk jarinya di telinganya dan menggaruk garuk dengan pelan.


__ADS_2