
Laki laki utusan Sekte Langit Merah juga sama, dia juga menghormati ketua Fan Ming karena dia juga tau identitas dari ketua Fan Ming.
" Tuan utusan, mohon maaf atas kelalaian kami. Saya juga tidak menyangka akan ada seseorang yang terlambat untuk acara pertandingan kali ini." (kata ketua Fan Ming)
Mendengar permintaan maaf ketua Fan Ming yang menghormatinya laki laki utusan Sekte Langit Merah pun berkata kepada ketua Fan Ming dengan lebih hormat lagi.
" Ketua Fan Ming terlalu sungkan, tolong jangan panggil saya dengan panggilan "tuan utusan" itu terdengar tidak enak bagi saya, ketua Fan Ming bisa langsung memanggil nama saya saja. langsung panggil saya " Zhae " saja ketua Fan Ming. Dan untuk masalah ini, itu wajar saja bila terjadi. Dan juga saya tidak terlalu terburu untuk kembali ke Sekte Langit Merah. jadi tidak masalah." (kata utusan Sekte Langit Merah/ Zhae)
" Yha.. terima kasih karena tidak memasalahkan masalah ini. untuk panggilan saya tidak berani untuk memanggil langsung nama anda tuan utusan. Lebih baik saya panggil tuan utusan dengan panggilan tuan muda Zhae saja, bagaimana menurut anda?" (kata ketua Fan Ming)
Mendengar apa yang di sarankan ketua Fan Ming Zhae pun menyetujuinya karena itu terdengar lebih baik dari pada dia di panggil tuan utusan. panggil itu terdengar terlalu tinggi.
Jadi Zhae pun tidak memasalahkan panggilan ketua Fan Ming dengan tuan muda Zhae.
" Baiklah terserah ketua Fan Ming saja." (kata Zhae)
Zhae adalah nama utusan dari Sekte Langit Merah yang di utus untuk menjadi saksi untuk mendapatkan murid di kota Asakanda dengan acara pertandingan Asakanda ini.
Zhae masih cukup muda dan dia adalah murid dari Sekte Langit Merah. Namun Zhae bukan lah murid biasa di Sekte Langit Merah.
Untuk bisa menjadi utusan dari Sekte Langit Merah untuk menjadi saksi acara pertandingan seleksi murid di pertandingan yang di adakan, tentu saja murid itu bukan murid sembarangan.
Biasanya murid itu paling tidak adalah murid sekte yang di juluki sebagai murid dalam sekte.
Baru murid itu bisa menjadi saksi pertandingan seperti pertandingan Asakanda ini.
" Bukankah ketua Fan Ming bilang bahwa pertandingan Asakanda kali ini ada seorang pemuda yang sangat berbakat? dan bukankah ketua Fan Ming yakin bahwa pemuda yang ketua maksud akan memenangkan pertandingan Asakanda kali ini?" (kata Zhae)
" Oh.. iya aku hampir melupakan itu, biar aku lihat di mana pemuda itu." (kata ketua Fan Ming)
Setelah itu ketua Fan Ming melihat ke arah peserta pertandingan, namun ketua Fan Ming masih tidak menemukan pemuda yang dia maksud.
Melihat ekspresi yang berubah dari wajah ketua Fan Ming, Zhae pun merasa heran dan lalu Zhae pun bertanya.
" Ada apa ketua Fan? Apakah ada yang salah?" (kata Zhae)
__ADS_1
" Yha.. yha.. sekarang aku mulai paham situasinya. Tuan muda Zhae saya benar benar minta maaf, seperti pemuda yang saya maksud itu adalah peserta yang belum hadir di sini." (kata ketua Fan Ming)
" Oh.. jadi seperti itu. ketua Fan Ming tenang saja, saya akan mengaturnya." (kata Zhae)
Saat setelah selesai bicara pembawa acara pertandingan berjalan datang ke arah ketua Fan Ming dan juga Zhae.
Setelah pembawa acara pertandingan sampai di hadapan ketua Fan Ming dan Zhae, pembawa acara pertandingan ingin bicara, akan tapi sebelum dia bisa berbicara dia langsung di sambut dengan perkataan Zhae.
" Pembawa acara tepat sekali kamu sampai di sini, saya mau bilang sesuatu kepadamu" (kata Zhae)
" Ohh.. silakan tuan utusan Zhae bicara." (kata pembawa acara pertandingan itu)
" Saya dan ketua Fan Ming sudah tau siapa peserta yang belum hadir di sini, oleh karena itu saya minta tolong kepada tuan pembawa acara pertandingan untuk bicara di depan semua orang untuk menunggu peserta yang belum hadir. Dan juga saya tidak terlalu sibuk hari ini, jadi saya bisa menunggu peserta yang belum hadir." (kata Zhae)
" baik tuan utusan Zhae." (kata pembawa acara pertandingan)
Setelah mendengar apa yang di bicara oleh Zhae, pembawa acara itu pun langsung mengerti dan dia tidak jadi untuk menjelaskan siapa peserta yang belum hadir.
Dan pembawa acara pertandingan langsung melaksanakan seperti apa yang di katakan oleh utusan Zhae di depan semua penonton dan semua orang yang hadir di pertandingan Asakanda itu.
Tidak lama kemudian ada seseorang yang memakai pakaian tertutup hadir dan langsung naik tangga.
Seseorang itu langsung bergabung dengan para peserta lainnya yang ingin mengambil undian di sana.
Setelah melihat seseorang itu ketua Fan Ming langsung berbicara kepada utusan Zhae. dan tentu saja juga bicara dengan pembawa acara pertandingan.
Setelah itu pembawa acara pertandingan langsung memulai menyuruh para peserta untuk mengambil undiannya.
Dan tentu saja seseorang yang berpakaian tertutup itu tidak lain adalah Kurnia.
Flash back ke arah Kurnia sebelum sampai di tempat pertandingan Asakanda.
Saat esok hari Kurnia masih tertidur pulas, Kurnia belum bangun dan lupa bahwa acara pertandingan Asakanda di mulai hari ini.
Kurnia sebelumnya masih tidur di penginapannya, untung saja ada seseorang yang membangunkan Kurnia saat Kurnia masih tertidur di penginapan.
__ADS_1
Seseorang itu adalah leluhur tempat Lelang Kosokai, tidak lain adalah Senior Jun Ming.
Setelah Kurnia terbangun dari tidurnya, dia terkejut karena senior Jun Ming membangunkannya.
Senior Jun Ming pun memberitahu Kurnia kalau hari ini adalah hari di mulainya acara pertandingan Asakanda. dan senior Jun Ming juga menjelaskan bahwa Kurnia terlambat karena pertandingan sudah akan di mulai.
Oleh karena itu Kurnia dengan cepat langsung bangun lalu membeserkan dirinya dan pergi ke tempat pertandingan Asakanda.
Dan di sini lah Kurnia saat ini.
Lalu para peserta mulai mengambil 1 (satu) per 1 (satu) undiannya. Dan Kurnia pun juga sama.
Setelah semua peserta telah mengambil undian, pembawa acara pun berkata.
" Silakan siapa yang mendapatkan angka 5 (lima). dia langsung bisa lolos ke babak berikutnya." (kata pembawa acara pertandingan tersebut)
Tentu saja ada seseorang yang mendapatkan angka undian nomer 5 (lima)
Dan seseorang peserta yang mendapatkan angka 5 (lima) pun berkata.
" Saya.. saya mendapatkan nomer 5 (lima) di undian ini." (kata seseorang peserta)
" Baiklah anda langsung lolos babak ini dan anda bisa menunggu untuk babak selanjutnya." (kata pembawa acara pertandingan)
Setelah undian sudah selesai semua penonton pertandingan mulai menjadi ramai dan teriakan teriakan penonton terdengar sangat seru di sana.
" Baiklah untuk para peserta yang mendapatkan angka yang sama akan saling bertanding dan bertarung untuk melihat siapa yang akan menang dan lolos ke babak selanjutnya. Untuk pertandingan pertama di mulai dari peserta yang mendapatkan undian nomer. 1 (satu). Kalian bisa naik ke atas panggung pertarungan di sana." (kata pembawa acara pertandingan tersebut)
Lalu ada 2 (dua) peserta yang naik ke panggung pertarungan.
Lalu pembawa acara pertandingan menyebutkan nama nama kedua peserta itu. Agar semua penonton tau siapa nama nama peserta yang akan bertanding di sana.
Walaupun ada sebagian penonton yang sudah tau nama peserta yang bertanding untuk pertandingan itu.
Tapi tetap saja pembawa acara pertandingan harus menyebutkan nama nama peserta.
__ADS_1